Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Perjalanan Puguh Bersama Roro Nastiti


__ADS_3

Baru saja sampai di atap tertinggi bangunan Istana Kerajaan Banjaran Pura, tiba tiba Pangeran Langit Barat segera melenting keluar dan melesat ke tengah tengah halaman depan istana.


Pangeran Langit Barat membelakangi bangunan istana dan menatap ke arah depan atas, seolah ada yang dinantikannya.


Beberapa saat kemudian, terdengar kesiuran angin yang disusul dengan suara berdebum beberapa kali disertai kepulan debu, saat ada lima sosok tubuh yang terbang melayang dan mendarat cepat di depan Pangeran Langit Barat.


Jdammm ! Jdammm ! Jdammm !


Jdammm ! Jdammm !


Saat kepulan debu yang menutupi pandangan menghilang, terlihat lima sosok tubuh berpakaian serba putih, dalam posisi jongkok dengan lutut kiri menyentuh tanah. Kelima sosok itu terdiri dari tiga laki laki muda dan dua orang gadis cantik. Terlihat dipinggang kiri mereka terselip sebatang pedang yang indah dengan hiasan ukiran dan ronce ronce pada ujung gagangnya.


"Tuan Muda ! Maafkan kami yang terlambat menyusul, yang tidak bisa mengikuti kecepatan terbang Tuan Muda !" kata salah seorang laki laki muda.


"Tidak apa apa !" jawab Pangeran Langit Barat sambil tersenyum senang, mendengar perkataan salah satu laki laki muda tadi.


"Tugas kalian berikutnya adalah, segera cari pendekar sakti yang bernama Puguh, diseluruh wilayah negeri ini. Kalau perlu, bisa kalian cari di negeri negeri yang berbatasan dengan negeri ini ! Katakan pada pendekar Puguh, kalau aku mencarinya untuk menantangnya bertarung !" sambung Pangeran Langit Barat.


"Siap menjalankan perintah, Tuan Muda !" jawab kelima sosok muda itu.


"Segera pergi dan segera cari secepatnya, pendekar Puguh !" kata Pangeran Langit Barat.


Mendengar perintah itu, kelima orang muda itu segera bangkit berdiri.


"Kami segera melaksanakan perintah !" jawab kelima orang muda itu sambil menjura.


Sesaat kemudian, kelima sosok muda itu kembali melenting ke atas, dan kemudian melesat terbang, meninggalkan Istana Kerajaan Banjaran Pura. Dua merempuan muda mengambil ke arah kanan, sedangkan tiga laki laki muda mengambil arah ke kiri.


----- * -----


Senopati Roro Nastiti mengakhiri ceritanya. Puguh yang mendengar cerita itu, menjadi teringat satu hal, kejadian saat Puguh bertarung melawan Pangeran Langit Barat.

__ADS_1


"Senopati Roro ... " kata Puguh namun terhenti.


"Puguh ! Kalau kita sedang berbincang santai, jangan panggil aku dengan Senopati. Panggil saja namaku. Bukankah kita sudah berteman sejak kecil ?" sahut Senopati Roro Nastiti.


"Maafkan aku Sen ... eh... Roro Nastiti. Maaf, aku belum terbiasa," jawab Puguh.


"Makanya, selagi kau berada di sini, kau harus membiasakan diri !" kata Senopati Roro Nastiti.


Kemudian, sejenak suasana sunyi. Puguh dan Senopati Roro Nastiti seakan terhanyut oleh pikiran mereka masing masing.


"Roro, kalau boleh aku menyarankan, kalau bisa, hubungilah seluruh pendekar yang ada di Kerajaan Banjaran Pura ini. Karena, sepertinya, Pangeran Langit Barat, tidak semata mata bermaksud ingin mengadu ilmu denganku !" kata Puguh memecahkan keheningan.


"Bagaimana kau bisa mengetahui itu, Puguh ?" tanya Senopati Roro Nastiti.


"Aku sempat bergebrak dengannya, walaupun hanya sebentar. Ilmu silat dan kekuatan tenaga dalamnya memang sangat tinggi dan luar biasa !" jawab Puguh.


Kemudian Puguh menceritakan kejadian saat dia bertarung melawan Pangeran Langit Barat.


Artinya, ada sesuatu yang lebih penting dibanding dengan kesempatan bertarung dengannya. Padahal, kesempatan bertarung dengannya, adalah hal yang sangat dinantikan oleh Pangeran Langit Barat.


Puguh mengkhawatirkan, akan adanya serangan besar besaran dari Kerajaan Menara Langit, suatu negeri yang terletak di seberang lautan itu, yang akan menimbulkan peperangan berkepanjangan di negeri negeri di Tanah Jawadwipa.


"Puguh, aku sangat percaya kepadamu, sangat percaya dengan semua yang kau ceritakan. Sebaiknya, hal ini kau bicarakan dengan Prabu Pandu Kawiswara dan seluruh Punggawa kerajaan !" kata Senopati Roro Nastiti.


"Bagaimana kalau Prabu Pandu Kawiswara tetap tidak percaya dengan saranku, Roro ?" tanya Puguh.


"Kalau Prabu Pandu Kawiswara atau pihak istana tidak menerima saranmu, aku yang akan menghubungi pendekar pendekar yang ada di Kerajaan Banjaran Pura ini !" jawab Senopati Roro Nastiti.


"Kau mengundurkan diri dari posisimu sebagai Senopati Kerajaan Banjaran Pura ?" tanya Puguh lagi.


"Aku akan libur sementara waktu. Tetapi, jika harus meletakkan jabatan, aku akan mundur dari posisi Senopati !" jawab Senopati Roro Nastiti.

__ADS_1


Puguh kagum, mendengar jawaban Senopati Roro Nastiti.


"Roro, sejak dari kecil, kau tidak berubah. Selalu berani berkorban untuk kebaikan !" kata Puguh dalqm hati.


Kemudian, Puguh dan Senopati Roro Nastiti mengakhiri percakapan mereka. Mereka berencana hendak menyampaikan semuanya pada Prabu Pandu Kawiswara dan seluruh Punggawanya.


----- * -----


Pada hari berikutnya, Puguh ditemani Senopati Roro Nastiti, menghadap Prabu Pandu Kawiswara dan menyampaikan tentang adanya potensi penyerangan besar besaran dari pasukan suatu negeri seberang lautan.


Pada kesempatan itu, Prabu Pandu Kawiswara mengatakan, dia ingin sekali bisa langsung mempercayai apa yang dikatakan oleh Puguh, namun, bagaimana dengan negeri lain yang pastinya akan dilewati oleh pasukan dari negeri seberang itu, jika akan menyerang Kerajaan Banjaran Pura.


Mendengar jawaban dari Prabu Pandu Kawiswara itu, membuat Senopati Roro Nastiti meminta perkenan dari Baginda Prabu, untuk meninggalkan tugasnya sebagai Senopati selama beberapa waktu, karena hendak pulang ke Kademangan Pandan Ireng bersama sama dengan Puguh.


Sebenarnya Prabu Pandu Kawiswara keberatan dengan permintaan Senopati Roro Nastiti. Namun akhirnya Prabu Pandu Kawiswara mengijinkan dan meminta agar secepatnya bisa pulang kembali ke Istana Kerajaan Banjaran Pura.


Akhirnya pada hari itu juga, Senopati Roro Nastiti beserta Puguh keluar meninggalkan Istana Kerajaan Banjaran Pura, namun untuk melakukan perjalanan menemui beberapa tokoh persilatan yang berada di wilayah Kerajaan Banjaran Pura.


Diam diam, dalam melakukan perjalanan itu, Senopati Roro Nastiti, yang maunya dipanggil dengan Roro Nastiti saja, merasakan sangat senang, bisa melakukan perjalanan bersama dengan Puguh.


Pertama tama yang dikunjungi oleh mereka berdua adalah Ki Pande, Ki Tanggul Alas dan Ki Kebo Ranu, karena mereka semua sudah kenal dengan baik.


Pada ketiga tokoh senior dunia persilatan itu, Puguh menceritakan semua seperti yang dia sampaikan ke Prabu Pandu Kawiswara.


Sebagai tokoh dunia persilatan yang sudah banyak makan asam garamnya kehidupan, dan juga mereka sudah sangat kenal dengan Puguh, mereka semua langsung mempercayai semua yang dikatakan oleh Puguh.


Ketiga tokoh tua dunia persilatan itu juga akan berusaha mengajak tokoh tokoh persilatan yang lainnya.


Selain mengunjungi ketiga tokoh senior itu, Puguh dan Roro Nastiti juga berusaha menemui Ki Bhanujiwo yang sekeluarnya dari Istana Kerajaan Banjaran, kembali melakukan pengembaraan.


Setelah berhasil menemui beberapa tokoh penting dunia persilatan di wilayah Kerajaan Banjaran Pura, Puguh dan Roro Nastiti pergi ke arah pesisir, dengan memasuki wilayah Kerajaan Kisma Pura bagian pesisir, untuk melihat, apa yang sudah terjadi disana.

__ADS_1


__________ ◇ __________


__ADS_2