
"Dimana rakyatku, dimana bangsaku ?" tanya Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa itu.
"Perlu paman kera raksasa ketahui, aku sudah bertemu dengan dua kera raksasa yang mengaku sebagai anak keturunanmu. Bahkan mungkin tiga, kalau yang aku temui juga anak keturunan paman !" jawab Puguh.
Kemudian Puguh menceritakan pertemuannya dengan dua kera raksasa dan juga tujuan kedua kera raksasa itu datang ke Negeri Tanah Dewa.
Mendengar cerita Puguh tentang dua kera raksasa yang mengaku anak keturunannya dan juga tentang keadaan rakyatnya, mulai terlihat sedikit api semangat dalam kilatan matanya.
"Jadi mereka sudah mempunyai negeri sendiri ya ?" kata Pemimpin Tertinggi kera raksasa itu.
Kemudian Puguh juga menceritakan tentang pertemuannya dengan kera raksasa yang ada di suatu Negeri di Tanah Jawadwipa, serta tentang pertarungannya yang membuat dirinya terlempar ke Negeri Tanah Dewa.
Saat mendengar cerita tentang adanya satu kera raksasa di Tanah Jawadwipa, mimik muka Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa itu menunjukkan ketertarikan.
"Tanah Jawadwipa ? Ada kera raksasa yang sampai ke Jawadwipa ? Itu tempat yang sangat jauh," gumam Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa sambil matanya sedikit ke atas, seolah menerawang ke tempat yang sangat jauh.
"Anak muda, terimakasih atas jerih payahmu. Walaupun engkau dari bangsa manusia, mau menolong kami bangsa kera raksasa," kata Pemimpin Tertinggi itu pelan.
"Paman kera raksasa, tidak, aku bukan menolong paman atau bangsa kera raksasa. Aku hanya ingin mencegah pertempuran yang tidak ada gunanya yang hanya menimbulkan korban orang, pendekar atau siapapun yang tidak berdosa dan tidak tahu apa apa," jawab Puguh.
"Anak muda, kalau kau bisa membebaskan aku, aku hanya bisa membalasmu dengan mengajakmu ke tempat guruku. Dia yang mengetahui rahasia dan cara berpindah tempat disebabkan karena suara ataupun getaran ledakan yang sangat keras !" kata Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa itu, "Semoga dengan bertemu guruku, kau bisa menemukan cara kembali ke negerimu !"
"Terimakasih paman kera raksasa !" jawab Puguh.
Kemudian Puguh menoleh ke arah kakek tua kepala suku yang masih berdiri di bibir lubang penjara.
"Paman kakek tua ! Apakah paman tahu cara melepaskan rantai itu ?" tanya Puguh pada kakek tua kepala suku.
"Secara persisnya aku tidak tahu. Namun dahulu kala, rantai itu diisi dengan tenaga dalam gabungan Pemimpin Tertinggi bangsa manusia dan Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera, serta masih dibantu oleh semua kepala suku dari kedua bangsa. Kemudian tenaga dalam itu masih diberi mantera !" jawab kakek tua kepala suku.
"Jadi harus menghilangkan tenaga dalam dan mantera yang melapisi rantai dulu," gumam Puguh sambil menatap rantai yang ujungnya tertancap di dasar dinding lubang penjara.
Kemudian Puguh melangkah mendekat ke tempat salah satu ujung rantai yang tertanam di dasar dinding lubang penjara.
Telapak tangan kanan Puguh mencoba merasakan getaran tenaga dalam yang melapisi rantai itu.
__ADS_1
"Tidak ada getaran yang membahayakan," kata Puguh dalam hati.
Kemudian Puguh meningkatkan aliran tenaga dalam ke tangan kanannya, untuk kemudian kembali mencoba merasakan getaran tenaga dalam yang menyelimuti rantai itu.
Namun, tetap saja Puguh tidak merasakan adanya bahaya, dari rantai itu.
Maka dengan mengalirkan tenaga dalamnya pada tingkat menengah ke seluruh tubuhnya terutama ke kedua tangannya, Puguh berniat memegang ujung rantai yang tertanam di dasar dinding lubang penjara.
Namun betapa terkejutnya Puguh saat kedua telapak tangannya sudah sangat dekat dengan rantai, tiba tiba rantai itu mengeluarkan kilatan petir yang mengandung tenaga dalam yang cukup tinggi dan mengarah ke kedua telapak tangan Puguh.
Trattt ! Trattt ! Trattt ! Trattt !
Terkena sengatan petir itu, kedua telapak tangan Puguh terpental dan membuat tubuhnya terpelanting.
Untuk beberapa saat, Puguh merasakan kedua tangannya bergetar.
"Anak muda ! Tenaga dalam yang dimanterai ini hanya bisa dilawan dengan tenaga dalam yang tingkatnya sama atau diatas gabungan tenaga dalam yang menyelimuti rantai ini !" kata Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa.
Mendengar perkataan Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa itu, Puguh pun mengangguk.
Kemudian dari kedua telapak tangan Puguh, keluar pendaran sinar hijau terang. Pendaran sinar hijau terang itu dengan cepat bergerak menyelimuti seluruh tubuh Puguh.
Di saat yang bersamaan, tubuh Puguh mulai melayang naik hingga setinggi kepala manusia dewasa.
Saat tubuh Puguh berhenti bergerak naik dan diam melayang, tangan kanan Puguh terangkat ke atas seperti hendak meraih sesuatu. Sementara telapak tangan kirinya terbuka dalam posisi miring di depan dadanya.
Sinar hijau terang yang menyelimuti seluruh tubuh Puguh, terlihat semakin terang dan seperti berputar putar mengelilingi tubuhnya.
Tubuh Puguh perlahan melayang turun, ketika sinar hijau terang yang menyelimuti tubuhnya sudah tidak bergerak berputar lagi.
Kemudian, setelah bergerak dengan pola tertentu lagi, Puguh menyorongkan kedua telapak tangannya ke depan ke arah rantai yang berada di depannya.
Seketika dari kedua telapak tangan Puguh, keluar dua carik sinar hijau terang yang meluncur dengan sangat cepat ke arah rantai.
Tiba tiba terdengar seperti suara petir beradu saat sinar hijau terang yang meluncur itu mengenai rantai yang diselimuti tenaga dalam yang telah dimanterai.
__ADS_1
Srettt ! Srettt ! Srettt ! Srettt !
Sesaat setelah terdengar suara itu, tubuh Puguh sedikit terguncang dan hampir terdorong mundur. Namun dengan cepat, Puguh menambah aliran tenaga dalamnya dan mengalirkannya ke seluruh tubuhnya. Kuda kuda Puguh pun kembali kokoh lagi.
Pada rantai yang salah satu ujungnya mengikat leher Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa, terlihat bergetar dengan sangat keras, saat terjadi dorong mendorong antara tenaga dalam yang menyelimuti rantai dengan tenaga dalam yang keluar dari kedua telapak tangan Puguh.
Getaran yang terjadi pada rantai itu merembet hingga membuat tubuh Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa terguncang dengan hebat.
Melihat dorongannya masih belum bisa mendorong tenaga dalam bermantera yang menyelimuti seluruh rantai, Puguh pun kembali meningkatkan aliran tenaga dalamnya dan mengalirkan ke seluruh tubuhnya, terutama ke kedua tangannya.
Luapan kekuatan yang keluar dari kedua telapak tangan Puguh itu, tidak hanya membuat rantai itu bergetar, namun rantai itu mulai bergoyang dan menimbulkan suara yang cukup keras.
Cringgg ! Cringgg ! Cringgg ! Tringgg !"
Sesaat setelah terdengar gemerincing rantai, terdengar suara Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa.
"Anak muda ! Maafkan aku, ada yang lupa belum aku sampaikan padamu !" kata Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera, "Saat kau sudah mengalirkan tenaga dalammu pada rantai ini, kau tidak bisa menarik atau membatalkannya. Kalau kau menarik atau membatalkan aliran tenaga dalammu, tenaga dalam yang dimanterai yang menyelimuti rantai ini, akan menyerangmu dan menyerap semua tenaga dalammu. Pertama dulu, aku pernah mengalaminya !"
Sebenarnya, mendengar penjelasan Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa itu, Puguh sedikit terkejut. Tetapi, karena sudah terlanjur, Puguh tidak memperlihatkan keterkejutannya.
"Terimakasih atas penjelasannya, paman. Dengan begini, aku bisa memutuskan, apa yang harus aku lakukan !" kata Puguh.
Tidak lama kemudian, terjadi lonjakan kekuatan yang sangat luar biasa tinggi, di dalam seluruh tubuh Puguh, saat Puguh mengeluarkan tenaga dalamnya dalam tingkat yang sangat tinggi.
Jdammm ! Jdammm ! Jdammm !
Kemudian, dengan teriakan yang keras, Puguh mengalirkan dan mendorongkan tenaga dalamnya ke arah rantai di depannya.
Arccchhh !!!
Terlihat sinar hijau terang keluar dari kedua telapak tangan Puguh dengan sangat cepat dan dalam jumlah yang sangat banyak. Setiap rantai yang dilewati yang dilewati sinar hijau terang itu, terlihat bergetaran dan mengeluarkan suara ledakan.
Dammm Dammm Dammm !
Dammm Dammm Dammm !
__ADS_1
__________ ◇ __________