
Selama dalam perjalanan menuju ke Hutan perbatasan, Iswara Dhatu, Puguh dan Rengganis berusaha mencari informasi tentang keberadaan Kartika Dhatu. Bahkan seluruh anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu yang mengikuti Kartika Dhatu di perbukitan tempat tinggal Trah Keluarga Asmara Dhatu, juga belum diketahui keberadaannya.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu hari, Puguh dan Rengganis yang menyertai Iswara Dhatu, sampai di perbatasan Kerajaan Kisma Pura dengan Hutan Perbatasan.
Di perbatasan itu, mereka bertiga bertemu dengan sekitar lima puluh anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu yang terlihat cemas dan gelisah.
"Ketua ! Untunglah Ketua segera datang !" kata seluruh anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu dengan serentak.
Kemudian, tanpa menunggu ditanya, pemimpin anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu bercerita.
Saat mereka mengejar sisa sisa pasukan yang bawa oleh Pangeran Langit Barat, para anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu berhasil menghabisi sisa sisa pasukan yang hendak melarikan diri.
Para anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu pun kembali pulang ke permukiman. Namun, ketika sampai di dekat gerbang, mereka semua bertemu dengan Pangeran Langit Barat yang berlari cepat hendak meninggalkan tempat itu sambil memanggul seseorang yang mereka perkirakan, itu adalah Ketua Muda mereka yaitu Kartika Dhatu.
Maka para anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu segera menghadang, untuk merebut Ketua Muda mereka.
Tidak ingin menghadapi hadangan itu karena ada yang lebih penting yang hendak dia kerjakan, Pangeran Langit Barat mengeluarkan tenaga dalamnya hingga dalam jumlah yang sangat besar. Kemudian, dengan gerakan tangan seperti orang menghalau, Pangeran Langit Barat membuka kepungan di depannya dengan satu tebasan memanjang menggunakan senjata pedangnya.
Begitu para para anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu yang mengepung di depannya menyingkir karena menghindari serangan dan ada beberapa yang terpental karena menangkis serangan, Pangeran Langit Barat segera melenting ke atas kemudian melayang terbang sambil meninggalkan suara.
"Katakan pada Iswara Dhatu dan murid Pendekar Pemunggang Elang, aku menunggunya dan aku menantangnya bertarung ! Kalau tidak bersedia, cucunya akan aku bunuh !"
Suara itu baru saja berhenti terdengar, namun getaran kekuatan Pangeran Langit Barat terasa sudah sangat jauh masuk ke hutan.
Karena kabar yang sudah lama mereka dengar, kalau Hutan Perbatasan itu dihuni oleh banyak siluman hewan yang memiliki kekuatan dan kesaktian tingkat sangat tinggi dan tidak sembarang pendekar mampu memasukinya, para anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu, hanya menunggu di perbatasan hutan sambil mengirim beberapa anggota Trah Keluarga Asmara Dhatu untuk menemui dan meminta pertolongan pada Iswara Dhatu.
Hingga akhirnya mereka bertemu dengan Iswara Dhatu yang datang bersama dengan Puguh dan Rengganis.
----- * -----
__ADS_1
Mendengar penuturan para anak muridnya, Iswara Dhatu segera beranjak dan hendak masuk ke Hutan Larangan untuk mencari dan membebaskan Kartika Dhatu cucunya.
"Bibi Iswara Dhatu, sabar dulu sebentar. Aku merasakan hal yang tidak biasanya, pada Hutan Larangan ini !" kata Puguh sambil ikut beranjak dan kemudian berdiri menghadap ke arah Hutan Larangan.
Mendengar ucapan Puguh, Rengganis ikut mendekat dan berdiri menghadap ke arah Hutan Larangan. Sedangkan Iswara Dhatu segera menajamkan seluruh inderanya untuk merasakan apapun yang berada dan terjadi di Hutan Larangan.
"Bibi Iswara Dhatu dan adik Rengganis bisa merasakannya ?" tanya Puguh setelah melihat keduanya menatap tajam ke arah Hutan Larangan.
"Bagaimana bisa, seluruh siluman binatang yang berada di Hutan Larangan ini, tidak terasakan lagi getaran kekuatannya ?" gumam Iswara Dhatu.
"Hanya ada dua hal yang bisa menjadi penyebabnya, bibi. Ada yang mengusir para siluman binatang dari hutan ini, atau ada yang menangkap semua siluman binatang itu. Apapun yang terjadi pada para siluman itu, siapapun yang melakukannya adalah seseorang yang mempunyai kekuatan tenaga dalam dan kesaktian yang sangat tinggi !" kata Rengganis.
Mendengar hal itu, Iswara Dhatu segera menatap ke arah para anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu.
"Kalian pulanglah ! Tunggu dan rawat perbukitan tempat tinggal kita ! Menemukan Kartika Dhatu tanggung jawabku !" kata Iswara Dhatu.
Mendapat perintah dari Iswara Dhatu para anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu, segera melesat pergi meninggalkan wilayah perbatasan itu, menuju ke perbukitan tempat tinggal Trah Keluarga Asmara Dhatu.
Sesaat suasana di perbatasan itu hening, saat semua perempuan anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu pergi.
"Bibi Iswara Dhatu. Berdasarkan cerita yang disampaikan tadi, ada kemungkinan, adik Kartika Dhatu ditahan di dalam Hutan Perbatasan ini ! Sebaiknya kita berbagi tugas !" kata Puguh memecahkan keheningan.
Kemudian, Puguh mengatakan, kalau Iswara Dhatu fokus mencari dan menyelamatkan Kartika Dhatu cucunya. Begitu bisa menemukan Kartika Dhatu, segera dibawa keluar dari Hutan Perbatasan. Untuk memenuhi tantangan ataupun melawan Pangeran Langit Barat atau lawan yang lainnya, akan dihadapi oleh Puguh dan Rengganis.
Lalu tanpa membuang waktu lagi, Puguh dan Rengganis yang menyertai Iswara Dhatu, segera memasuki Hutan Perbatasan dengan penuh kewaspadaan.
Selama beberapa waktu menyusuri lebatnya pepohonan Hutan Perbatasan, Puguh dan yang lainnya, tidak lagi merasakan adanya getaran kekuatan yang sangat tinggi di berbagai bagian Hutan Perbatasan. Bahkan binatang binatang yang juga biasa hidup di Hutan Perbatasan itu, tidak mereka jumpai seekorpun.
Di satu sisi, hal itu membuat perjalanan mereka sangat lancar. Namun di sisi lain, membuat mereka prihatin dengan nasib para siluman binatang dan binatang binatang yang dulunya menghuni dan hidup di Hutan Perbatasan itu.
__ADS_1
Setelah menyusuri hutan selama setengah hari, tiba tiba mereka bertiga merasakan adanya tiga gataran kekuatan yang tingkatannya sangat tinggi dari arah depan mereka.
"Bibi Iswara Dhatu, sepertinya ada yang menunggu kita di depan sana !" kata Puguh.
"Benar ngger Puguh. Sepertinya aku tidak terlalu asing dengan getaran kekuatan ini !" jawab Iswara Dhatu.
Setelah berjalan selama beberapa saat, mereka bertiga tiba di daerah hutan yang cukup terbuka. Terlihat di depan mereka, ada tiga sosok yang berdiri dan menghadap ke arah mereka.
"Ahh ! Kiranya kalian, antek antek Pangeran Langit Barat, yang menunggu !" ucap Iswara Dhatu yang berusaha menekan kemarahannya.
Sementara itu, Puguh juga terkejut, ketika bertemu kembali dengan tiga laki laki yang dulu pernah bertarung dengannya, walaupun hanya beberapa gebrakan.
"Rasanya baru kemaren kita bertemu. Mungkin takdir kita harus berhadapan !" kata Puguh sambil menatap tajam ketiga laki laki muda itu.
Di lain pihak, ketiga laki laki muda tangan kanan Pangeran Langit Barat itu terkejut. Mereka tidak mengira sama sekali, kalau Iswara Dhatu akan datang bersamaan dengan Puguh, yang keduanya sudah mereka ketahui tingkat kesaktiannya.
"Maaf para pendekar, kali ini kami hanya utusan untuk menjemput kalian, yang sudah ditunggu oleh Pangeran Langit Barat !" kata salah satu laki laki muda itu.
"Tapi, langsung melanjutkan pertarungan, aku juga tidak keberatan !" kata Iswara Dhatu sambil meloloskan senjata selendangnya.
Kemudian, dengan gerakan yang sangat cepat, tubuh Iswara Dhatu sudah meloncat dan menerjang tiga laki laki muda yang menghadangnya.
Kedua ujung selendangnya meluncur sangat cepat menyasar salah satu dari laki laki muda itu, dengan patukan patukan seperti halnya seekor ular.
"Kakang Puguh ! Sekalian kita kurangi jumlah lawan !" ucap Rengganis yang dalam sekejap, tubuhnya sudah menghilang dan tiba tiba menerjang salah satu dari tiga laki laki muda itu.
Melihat Iswara Dhatu dan Rengganis sudah menyerang, akhirnya Puguh pun segera melenting dan melayangkan pukulan dengan jurus Bantala Wreksa ciptaan Ki Dwijo gurunya.
---------- ◇ ----------
__ADS_1