
Begitu melihat Suryanala dan Candranala mengejar dan ikut masuk ke hutan, laki laki berpakaian serba putih itu segera meningkatkan aliran tenaga dalamnya. Secepat kilat, tubuhnya melesat memutari hutan dan meninggalkan Suryanala dan Candranala yang berlari ke dalam hutan.
Di tepi hutan, untuk beberapa saat laki laki berpakaian serba putih itu berdiri dan menatap ke arah Suryanala dan Candranala masukn ke dalam hutan sambil membuka kain penutup mukanya.
"Kalau menghadapi kedua laki laki berpakaian prajurit itu, aku yakin guru dan adik Rengganis mampu !" kata laki laki berpakaian serba putih yang ternyata adalah Puguh.
Beberapa saat kemudian, Puguh keluar dari hutan dan menuju ke Kota Kadipaten Randu Beteng. Begitu cepatnya kejadian itu, sehingga membuat Suryanala dan Candranala tidak segera menyadari kalau mereka berdua sudah ditinggal di dalam hutan.
Hanya dalam beberapa saat, Puguh sudah tiba di gerbang menuju Kota Kadipaten.
Dengan ilmu meringankan tubuhnya yang sudah sangat tinggi, Puguh berkelebat cepat dari atap ke atap untuk mencari tempat pemimpin prajurit jaga berada.
Akhirnya Puguh menemukan seorang berpakaian prajurit Kadipaten, sedang duduk di salah satu ruangan dalam rumah dekat gerbang menuju kota.
Dengan gerakan yang sangat cepat dan tidak menimbulkan suara, Puguh meluncur turun dari atas genteng dan langsung menotok prajurit itu hingga langsung pingsan. Kemudian Puguh segera membawa prajurit yang pingsan itu ke pinggiran kota yang sepi yang arahnya berseberangan dengan arah hutan yang dimasuki oleh Suryanala dan Candranala. Kemudian Puguh membawa prajurit itu ke atas pohon yang tinggi dan meletakkannya di dahan yang cukup besar.
Segera Puguh melakukan totokan yang membuat prajurit itu siuman dari pingsannya dan bisa berbicara, namun tubuhnya masih belum bisa digerakkan.
"Prajurit, kalau kau ingin selamat dan kembali pulang ke keluargamu, jawablah semua pertanyaanku dengan jujur !" kata Puguh pelan, "Atau kalau kau tidak mau menjawab, akan aku jatuhkan kau dari puncak pohon sana !"
Prajurit itu tidak menjawab, namun matanya menatap tajam ke arah Puguh.
"Apakah kamu pemimpin prajurit jaga ?" tanya Puguh.
"Aku tidak takut pada orang yang berani pada petugas !" jawab prajurit itu.
"Apa.kamu tidak takut mati ?" tanya Puguh lagi.
"Sampai mati pun, aku tidak akan menjawab pertanyaanmu !" jawab prajurit itu.
"Sayangnya aku tidak akan membunuhmu ! Namun aku hanya akan membuatmu cacat !" kata Puguh sambil kakinya sedikit menyentuh tubuh prajurit itu. Begitu tersentuh kaki Puguh, tubuh prajurit itu oleng dan akhirnya tubuhnya meluncur ke bawah. Sebelumnya tubuh prajurit itu berkali kali terkena dahan pohon itu hingga akhirnya jatuh ke tanah berumput.
Sreeekkk ! Sreeekkk ! Sreeekkk !
Buuuggghhh !
Prajurit itu merintih kesakitan. Beberapa bagian tubuhnya terasa sakit. Namun, belum sempat dia berbicara, Puguh sudah menyambar tubuhnya dan membawanya ke puncak pohon.
__ADS_1
"Coba kau lihat ke bawah. Aku kira jatuh dari ketinggian ini, cukup bisa membuatmu cacat. Akan ku lihat, apakah kamu tetap tidak mau berbicara !" kata Puguh lagi.
Kemudian, tanpa menunggu prajurit itu menjawab, Puguh segera menendang jatuh tubuh prajurit itu.
Merasa ngeri karena jatuh dari tempat yang sangat tinggi, prajurit itu berteriak teriak histeris.
"Baiklah ..... ! Aku akan menjawaaaab !" teriak prajurit itu.
Namun, walaupun sudah berteriak keras, terlihat Puguh tetap membiarkan tubuh prajurit itu melayang jatuh. Akhirnya, karena begitu takutnya, prajurit itupun pingsan saat tubuhnya melayang ke bawah.
Beberapa saat kemudian, ketika tubuh prajurit itu hampir menyentuh tanah, Puguh melesat dengan sangat cepatnya menangkap tubuh prajurit itu. Tubuh prajurit yang berhenti meluncur itu, segera dibawa lagi naik ke atas pohon.
Dengan menotok bagian bagian tubuh tertentu, Puguh membuat prajurit itu siuman dari pingsannya.
"Apakah kamu pemimpin prajurit jaga ?" kata Puguh mengulang pertanyaannya tadi.
Sambil meringis karena merasakan seluruh tubuhnya sakit, prajurit itu mengangguk angguk sambil menjawab, "Be ... benar !"
"Bagus. Jadi kemungkinan kamu punya informasi yang aku butuhkan !" sahut Puguh.
"Dimana Tumenggung ditahan ? Hanya beliau sendiri atau bersama keluarganya ?" tanya Puguh.
"Tumenggung beserta istrinya, dimasukkan dalam tahanan bawah tanah, di dekat pendopo belakang," jawab pemimpin prajurit itu.
"Apa kamu tahu, ada kepentingan apa, prajurit Kerajaan berada di Kadipaten Randu Beteng ?" tanya Puguh lagi.
"Prajurit Kerajaan itu, semua pengawal Pangeran Panji. Beberapa hari yang lalu, Pangeran Panji singgah di Kadipaten Randu Beteng. Tetapi sekarang Pangeran Panji sudah kembali ke Keraton," jawab pemimpin prajurit.
"Kalau Pangeran itu sudah pulang ke keraton, kenapa masih ada beberapa prajurit yang tinggal di sini ?" Puguh bertanya lagi.
"Katanya untuk menangkap penjahat dan menjaga Kadipaten Randu Beteng," jawab pemimpin prajurit.
"Penjahat yang gambarnya tersebar di seluruh penjuru kota Kadipaten itu ya ? Kenapa orang yang ada di dalam gambar itu bisa di sebut penjahat ?" tanya Puguh.
"Katanya, karena telah membunuh banyak anggota Perkumpulan Jaladara Langking," jawab pemimpin prajurit itu.
"Apa hubungan pangeran itu dengan Perkumpulan Jaladara Langking ?" tanya Puguh.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Puguh, pemimpin prajurit itu menjawab dengan menggeleng gelengkan kepalanya.
"Kamu tidak tahu ?" tanya Puguh lagi.
Pemimpin prajurit itu kembali menggeleng gelengkan kepalanya.
"Aku tidak tahu. Tapi rumornya, orang orang Perkumpulan Jaladara Langking adalah sahabat dari Pangeran Panji," jawab pemimpin prajurit itu.
"Kalian semua, prajurit Kadipaten, apakah kalian senang dengan kehadiran prajurit kerajaan di Kadipaten Randu Beteng ini ?" tanya Puguh.
"Tidak ada yang senang dengan kehadiran para prajurit kerajaan ke Kadipaten ini !" jawab pemimpin prajurit itu berapi api.
"Apakah kamu tahu, ada berapa prajurit kerajaan yang masih berada di Kadipaten Randu Beteng ?" tanya Puguh lagi.
"Kalau tidak salah, dua prajurit bertugas mengejar penjahat dan dua prajurit bertugas menjaga Kadipaten Randu Beteng," jawab pemimpin prajurit itu.
"Baiklah. Kamu sudah sangat membantu. Sebagai imbalannya, luka lukamu akan aku bantu menyembuhkan dan akan kuantar kau kembali ke tempatmu !" kata Puguh.
Kemudian, Puguh melakukan totokan totokan di beberapa bagian tubuh pemimpin prajurit itu. Lalu, untuk mengembalikan beberapa tulang yang bergeser dan retak, Puguh mengalirkan tenaga dalamnya pada bagian bagian tubuh yang mengalami geser dan retak tulang.
Setelah beberapa waktu, akhirnya Puguh selesai menyembuhkan luka luka pemimpin prajurit itu.
Terlihat dari wajahnya, pemimpin prajurit itu heran sekaligus kagum, luka lukanya bisa dengan cepat pulih kembali dan seluruh tubuhnya dia rasakan sehat kembali.
"Ayo kita kembali !" kata Puguh sambil menyambar tubuh pemimpin prajurit itu dan membawanya melesat dengan sangat cepatnya bagaikan terbang menuju gerbang penjagaan masuk Kota Kadipaten Randu Beteng. Namun sebelumnya, Puguh sudah menotok beberapa titik di tengkuk pemimpin prajurit itu untuk membuatnya pingsan, dan juga untuk membuatnya lupa akan semua yang telah terjadi tadi, saat dia siuman nanti.
Hanya dalam beberapa saat, Puguh tiba di gerbang masuk ke Kota Kadipaten Randu Beteng. Dengan ilmu meringankan tubuhnya, dengan mudah Puguh menyelinap dan meletakkan tubuh pemimpin prajurit yang pingsan di tempatnya dia duduk tadi.
Kemudian, Puguh berkeliling mengamati lagi keadaan di sekitar gedung Kadipaten Randu Beteng, untuk memastikan sudah tidak ada prajurit kerajaan yang berada di kita Kadipaten Randu Beteng, selain empat prajurit yang diceritakan oleh pemimpin prajurit jaga tadi.
Karena Puguh yakin, mereka itu bukan prajurit yang sebenarnya. Melihat dari kemampuan bela dirinya, mereka semua adalah para pendekar yang bekerja atau diajak oleh Pangeran Panji, dan menyamar dengan berpakaian seorang prajurit.
Setelah merasa yakin hanya ada empat prajurit kerajaan, Puguh pun segera melesat ke arah markas cabang Perkumpulan Jaladara Langking.
"Aku harus segera bertemu dengan guru dan adik Rengganis, untuk membuat sebuah rencana !" kata Puguh dalam hati sambil tubuhnya melesat cepat ke arah markas cabang Perkumpulan Jaladara Langking.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
__ADS_1