
Puguh sangat terkejut, ketika tebasan senjata pedangnya berhasil ditangkis, bahkan tangkisan itu membuat tubuhnya terdorong mundur.
Keterkejutan Puguh semakin bertambah, tatkala dilihatnya, di depan Pangeran Langit Barat berdiri seorang tua bertubuh kecil, yang tangan kanannya memegang senjata tombak dengan mata tombak di kedua ujungnya.
Puguh merasakan keluarnya getaran kekuatan yang sangat dahsyat dari tubuh tua kecil itu.
Sementara itu, di belakang orang tua kecil itu, terlihat Pangeran Langit Barat berdiri sempoyongan. Seluruh tubuhnya terlihat bergetaran. Seluruh pakaian yang dikenakannya terlihat berantakan. Nafasnya terlihat berat. Tenaga dalam dan aliran darah Pangeran Langit Barat menjadi sedikit kacau.
"Pangeran Langit Barat ! Minumlah obat ini dan segeralah bersemedi, agar tidak terlanjur menjadi luka dalam !" kata orang tua bertubuh kecil itu sambil mengangsurkan sebuah obat ramuan berbentuk bulatan kecil yang berwarna hitam.
"Terimakasih, guru !" jawab Pangeran Langit Barat yang segera menelan obat ramuan berbentuk bulatan kecil itu dan kemudian langsung duduk bersila untuk mengumpulkan kembali tenaga dalamnya dan membetulkan aliran darahnya.
Puguh segera meningkatkan kewaspadaannya, saat orang tua kecil itu maju dua langkah. Tatapan matanya tajam ke arah Puguh.
"Pangeran Langit Barat memanggilnya guru ? Aahhh, seberapa tinggi tingkat kekuatan orang ini, sehingga menjadi guru Panglima Langit Barat ?" kata Puguh dalam hati.
Seluruh indera Puguh dalam keadaan siap. Tidak hanya mata dan telinganya saja. Bahkan sedikit saja perubahan pada udara di sekitarnya, Puguh bisa merasakannya.
Dari getaran kekuatan yang ditangkapnya, Puguh bisa mengetahui, betapa cepatnya proses pemulihan tenaga dalam yang dilakukan oleh Pangeran Langit Barat.
"Semoga adik Rengganis dan Bibi Iswara Dhatu segera menemukan adik Kartika Dhatu. Sehingga bisa segera keluar dari Hutan Perbatasan ini. Karena menghadapi Pangeran Langit Barat dan orang tua bertubuh kecil yang menjadi gurunya ini, akqn sangat berat dan mungkin aku tidak bisa melindungi mereka !" kata Puguh dalam hati lagi.
Sementara itu, orang tua bertubuh kecil itu, menatap tajam Puguh hingga matanya sedikit melotot.
"Anak muda ini, .... Aku tidak bisa mengukur tingkat kekuatannya ! Bagaimana bisa, dengan usianya yang masih muda, sudah memiliki tenaga dalam yang tingkatannya melebihi sangat tinggi !" kata orang tua bertubuh kecil itu dalam hati.
Perlahan lahan, getaran kekuatan yang semakin meningkat, semakin bertambah kuat, keluar dari tubuh orang tua bertubuh kecil itu. Bahkan begitu besarnya getaran kekuatan yang dikeluarkan oleh orang tua bertubuh kecil itu, hingga mampu menekan udara di sekitar tempat pertarungan. Puguh merasakan, seperti ada yang menekan kedua pundaknya.
Beberapa saat kemudian, Puguh juga mulai merasakan, sorot mata orang tua bertubuh kecil itu juga mengeluarkan getaran kekuatan yang sangat mengintimidasi.
"Sorot mata itu, seperti cara makhluk siluman memandang lawannya !" kata Puguh dalam hati.
Tiba tiba terdengar suara pelan yang terdengar sangat berat.
__ADS_1
"Haahhh ! Sepertinya tidak ada yang bisa aku sembunyikan darimu, anak muda ! Baiklah, aku berterus terang saja !" kata orang tua bertubuh kecil itu.
"Di negeriku, orang orang memanggilku dengan nama Ki Naga Kecil. Sebelum nyawamu kucabut dari tubuhmu, sebutkan namamu, anak muda !" sambung orang tua bertubuh kecil yang mengaku bernama Ki Naga Kecil, sambil menambah lagi aliran tenaga dalam ke arah senjata tombaknya.
Tiba tiba terdengar dua kali suara ledakan dari kedua mata tombak yang dipegang oleh Ki Naga Kecil.
Jdaaarrr !
Jdaaarrr !
Melihat Ki Naga Kecil sudah mengeluarkan senjata dan tenaga dalamnya hingga cukup besar, Puguh pun bersiap. Pegangan pada gagang pedangnya begitu mantap.
"Namaku Puguh ! Kembalilah ke negerimu, atau kalau kau tetap hendak mengganggu negeri ini, hanya namamu yang akan kembali ke negerimu !" jawab Puguh.
"Akan aku lihat ! Apakah kau mampu melakukan yang kau ucapkan itu !" sahut Ki Naga Kecil.
Belum selesai suara ucapannya, tubuh Ki Naga Kecil sudah menghilang, dan tiba tiba sudah menyabetkan senjata tombaknya dari arah sebelah kiri Puguh.
"Gerakannya cepat sekali !" kata Puguh di dalam hati, sambil memutar senjata pedangnya ke arah kiri, untuk menyapok datangnya serangan tombak.
Traaannnggg !
Kembali Puguh memutar senjata pedangnya untuk menangkis serangan tombak.
Tranggg !
Setiap serangan senjata tombaknya bisa ditangkis oleh Puguh, dengan sangat cepat, Ki Naga Kecil langsung menyusulinya dengan serangan ujung tombak yang satunya.
Selain gerakan serangannya yang sangat cepat, setiap serangannya juga bertambah semakin kuat dan semakin besar tenaga dalam yang dikeluarkannya.
Kurang lebih lima puluh jurus bertarung, Puguh masih terus menangkis dan sepertinya tidak pernah bisa membalas menyerang.
Namun, lima puluh jurus cukup bagi Puguh untuk mempelajari tehnik yang digunakan Ki Naga Kecil dalam menyerang.
__ADS_1
"Orang tua kecil ini, selain memiliki tenaga dalam yang lebih dari sangat kuat, juga memiliki pengendalian tenaga dalam yang sangat halus. Sepertinya masih ada yang dia sembunyikan !" kata Puguh dalam hati.
Kemudian dengan meningkatkan aliran tenaga dalamnya, Puguh menambah kecepatannya secara drastis. Dengan gerakan dan putaran senjata pedangnya yang lebih cepat, Puguh mencoba mendahului setiap gerakan Ki Naga Kecil. Hingga akhirnya terjadi benturan berkali kali, kedua senjata yang menimbulkan suara berdentangan.
Tang ! Tang ! Tang ! Tang !
Traaannnggg ! Traaannnggg !
Pada satu kesempatan, setelah Puguh dan Ki Naga Kecil sesaat saling menjauh, sambil melenting ke atas, mereka berdua sama sama melesat mendekat dalam posisi melayang, sambil menebaskan senjata mereka yang mengandung tenaga dalam yang besar.
Benturan dua tenaga dalam yang sangat kuat pun tak terelakkan lagi, hingga menimbulkan suara ledakan yang keras.
Klaaannnggg !
Dbaaannnggg !
Dalam benturan itu, tubuh Puguh dan Ki Naga Kecil sama sama terdorong ke belakang. Namun dengan cepat, mereka berdua kembali melesat untuk kemudian saling menyerang lagi.
Seratus jurus berlangsung dengan cepat. Tetapi, Ki Naga Kecil tetap belum bisa mendesak Puguh. Hingga akhirnya, Ki Naga Kecil merubah jurus yang digunakannya.
Tiba tiba, Ki Naga Kecil melakukan tusukan ke atas ke sekelilingnya dengan menggunakan senjata tombaknya dan dengan cepat disusulinya dengan meluncur ke bawah kemudian menusukkan senjata tombaknya ke tanah.
Task ! Task ! Task ! Task !
Jdaaammm !
Begitu ujung bilah tombak di tangan Ki Naga Kecil menyentuh tanah, terjadi kilatan putih yang sangat terang yang kemudian padam dengan cepatnya.
Sesaat kemudian, sekeliling tempat Puguh dan Ki Naga Kecil bertarung menjadi sangat gelap. Nampaknya, Ki Naga Kecil membuat sebuah kurungan berwarna hitam pekat, untuk mengurung pertarungan mereka.
"Pendekar Puguh ! Aku akui, baru kali ini aku mendapatkan lawan yang bisa terus menerus mengimbangi kekuatanku ! Tetapi sayangnya, bakat istimewa dan kemampuan yang kau miliki, terpaksa harus lenyap di tanganku !" kata Ki Naga Kecil sambil tersenyum mengejek.
"Sayangnya, tanganmu tidak cukup kuat untuk bisa mencabut nyawaku, kakek kecil !" jawab Puguh.
__ADS_1
"Kurang ajar !" sahut Ki Naga Kecil sedikit berteriak. Kemudian, tanpa berkata kata lagi, tubuh Ki Naga Kecil melesat setengah lingkaran ke arah Puguh. Dengan satu ayunan yang sangat kuat dan mengandung tenaga dalam yang sangat tinggi, senjata tombaknya menebas dari atas ke bawah mengarah tepat ke kepala Puguh.
---------- ◇ ----------