
Puguh menyelesaikan semedinya tepat dengan saat kedatangan Rengganis.
Rengganis dengan cepat bisa menemukan Puguh, dengan bantuan raja serigala mata biru.
Melihat kedatangan Rengganis, Puguh terkejut. Bukan karena Rengganis yang dengan cepat bisa menyusulnya, namun karena Puguh melihat, Rengganis menunggangi serigala mata biru yang bertubuh sangat besar.
"Adik Rengganis, itu ... " kata Puguh sambil menunjuk ke arah raja serigala mata biru.
"Kakang Puguh, ini raja serigala mata biru. Dia bersedia untuk membantu kita !" sahut Rengganis.
Namun, tatapan Puguh pada raja serigala mata biru harus teralihkan, saat Puguh melihat, siluman serigala mata biru mulai sadar dari pingsannya.
"Ggrrrhhh ! Anak manusia ! Siapa lagi dia ! Dan kenapa bisa bersama sama dengan raja serigala mata biru ?" kata siluman serigala mata biru.
"Tolong dengarkan, akan aku ceritakan semuanya !" jawab Puguh.
Kemudian, Puguh menceritakan semuanya, mulai tentang Pemimpin Padepokan Wukir Candrasa hingga tujuan mereka datang ke dasar jurang ini.
Mendengar semua penuturan Puguh, untuk beberapa saat siluman serigala mata biru terdiam. Seperti sedang mengingat ingat sesuatu.
"Anak manusia, dahulu kala, di waktu yang sudah lama. Jurang ini pernah menjadi rebutan semua makluk. Mulai dari beberapa jenis siluman, binatang binatang raksasa bahkan ada beberapa manusia seperti dirimu yang menginginkan tempat ini !" kata siluman serigala mata biru.
Kemudian siluman serigala mata biru menceritakan, pada suatu hari ada seorang manusia yang tiba tiba melesat turun ke dasar jurang dan bertemu dengannya.
Manusia itu mengaku bernama Pendekar Pengendara Elang dan bermaksud berbagi sedikit tempat untuk menyepi dan bertapa.
Siluman serigala mata biru tidak percaya dan mengusir Pendekar Pengendara Elang seperti halnya dia mengusir para makluk lain yang datang dan ingin merebut tempat itu.
Tetapi, dalam pertarungannya melawan Pendekar Pengendara Elang, siluman serigala mata biru itu mengalami kekalahan.
Saat itu Pendekar Pengendara Elang tidak memusnahkan dirinya. Bahkan mengobati seluruh luka lukanya. Kemudian mengatakan kalau wilayah dasar jurang ini tetap menjadi kekuasaan siluman serigala mata biru. Pendekar Pengendara Elang hanya meminta sedikit tempat untuk membuat goa untuk bertapa.
Pendekar Pengendara Elang juga mengatakan, selama dia tinggal di dasar jurang ini, tidak akan ada makluk yang berani memasuki wilayah ini, jika mendengar kalau disini merupakan tempat tinggal Pendekar Pengendara Elang.
__ADS_1
Akhirnya siluman serigala mata biru membuktikan, setelah Pendekar Pengendara Elang bertapa di salah satu tempat di dasar jurang itu, tidak ada satupun makluk yang berani mendatangi tempat itu, terutama siluman binatang ataupun bintang raksasa.
Hal itu dikarenakan, selama bertapa, Pendekar Pengendara Elang meletakkan pedangnya yang telah dialiri dengan tenaga dalamnya di tanah, hingga pedang itu membawa hawa yang sangat dingin yang membuat para siluman ataupun binatang raksasa merasa segan.
Sejak saat itu, siluman serigala mata biru serta anak turunnya yang masih menjadi binatang serigala mata biru tinggal dengan aman dan tenteram di dasar sungai itu selama ratusan tahun, hingga akhirnya Puguh dan Ki Dwijo gurunya jatuh dan kemudian pergi dengan membawa pedang milik Pendekar Pengendara Elang.
"Kalau kau pernah bertarung melawan Pendekar Pengendara Elang, kenapa kau tidak mengenal ilmu dan senjata yang aku gunakan ?" tanya Puguh.
"Sejak kau mencabut pedang itu, sebenarnya aku sudah mempunyai dugaan tentang pedang itu. Namun aku masih ragu, karena pada awalnya kau menggunakan ilmu tangan kosong !" jawab siluman serigala mata biru.
Kemudian Puguh menyampaikan, kalau dirinya datang ke dasar jurang ini, untuk meminta bantuan atau meminjam kekuatan guna membebaskan dan merebut kembali siluman elang yang ditangkap oleh Ki Dahana Yaksa, Pemimpin Besar Padepokan Wukir Candrasa.
Puguh juga menjelaskan, kalau siluman elang itu dahulu merupakan teman sekaligus tunggangan Pendekar Pengendara Elang.
Mendengar maksud kedatangan Puguh dan Rengganis itu, siluman serigala elang menyanggupinya.
"Lepaskan raja serigala mata biru. Aku yang akan ikut dengan kalian ! Bangsa dan anak keturunanku masih membutuhkan bimbingannya, karena hanya dia yang berbakat dan berpotensi bisa menjadi sekuat aku !" kata siluman serigala mata biru.
"Tetapi dia sudah bersedia untuk menjadi tungganganku !" sahut Rengganis.
Mendengar perkataan siluman serigala mata biru, Rengganis masih terdiam dan hanya menatap tajam siluman serigala mata biru.
"Bebaskan raja serigala mata biru itu. Aku bersedia menjadi tungganganmu, tapi aku akan melihat dulu kekuatanmu ! Apakah kamu layak mendapatkan kekuatanku ! Selain itu, dengan wujud silumanku, kamu tidak akan kesulitan membawaku kemanapun !" kata siluman serigala mata biru.
"Baiklah ! Kalau kau bersedia, kita akan keluar dari dasar sungai ini secepatnya !" kata Puguh.
Akhirnya, Puguh dan Rengganis meninggalkan wilayah dasar jurang itu diikuti oleh siluman serigala mata biru yang dimasukkan ke dalam senjata selendang Rengganis.
Sebelum pergi, Puguh menyempatkan menyusuri seluruh wilayah jurang itu dengan pedang yang dilapisi tenaga dalam tingkatan sangat tinggi.
Sinar hijau terang dan hawa dingin yang keluar dari bilah pedang itu menerpa seluruh wilayah jurang itu.
Dengan menggunakan tenaga dalamnya yang berada dalam wujud sinar hijau terang serta hawa dingin, dan disertai dengan membaca suatu mantera, Puguh membentuk sebuah selubung yang melindungi wilayah jurang itu dari makluk lain yang memiliki niatan tidak baik pada wilayah itu atau pada bangsa serigala mata biru.
__ADS_1
----- * -----
Setelah keluar dari jurang yang sangat dalam itu, Puguh dan Rengganis menuruni gunung dan tebing tempat beradanya jurang itu.
Begitu mereka berdua sampai kaki gunung, Puguh dan Rengganis sudah ditunggu oleh Resi Wismaya dan Dewi Laksita yang mengikuti kepergian mereka berdua.
"Heehhh he he he he ! Puguh, apakah kau berhasil membawa kekuatan serigala mata biru itu ?" tanya Resi Wismaya setelah mereka bertemu.
"Maaf Resi Wismaya. Aku tidak bisa.membawa raja serigala mata biru. Tetapi aku membawa siluman serigala mata biru !" jawab Puguh.
"Heehhh he he he he ! Hebat hebat ! Kalian hebat bisa membawa siluman serigala mata biru. Dengan kekuatannya, akan lebih mudah kita menghadapi kekuatan Ki Dahana Yaksa !" kata Resi Wismaya.
Kemudian, Resi Wismaya mengajak mereka mencari tempat yang sepi dan aman.
"Puguh, coba perlihatkan padaku, siluman serigala mata biru itu !" kata Resi Wismaya.
Kemudian Puguh meminta pada Rengganis untuk mengeluarkan siluman serigala mata biru dari selendangnya.
Seketika siluet transparan wujud siluman serigala mata biru yang sangat besar, memenuhi tempat mereka berbincang.
Terdengar geraman pelan yang diikuti dengan munculnya getaran kekuatan yang sangat tinggi.
Ggrrrhhh !
Merasakan getaran kekuatan dari siluman serigala mata biru, Resi Wismaya dan Dewi Laksita sedikit terhenyak.
"Kedua anak muda ini, sampai seberapa tingkat kekuatannya, hingga siluman sekuat ini bisa mereka taklukkan !" kata Resi Wismaya dalam hati.
"Kekuatan siluman yang sangat luar biasa. Aku saja belum tentu mampu menghadapinya. Apalagi di sarangnya !" gumam Dewi Laksita.
"Cukup ! Masukkan kembali dan akan aku ajari kalian cara menggabungkan kekuatan siluman ini dengan kekuatan kalian !" kata Resi Wismaya.
"Ada dua hal yang berbeda. Yang pertama, kalian hanya meminjam kekuatannya. Kekuatan siluman itu digabungkan dengan kekuatan kalian, sehingga yang bertarung hanya kalian sedangkan siluman itu tidak ikut bertarung. Seperti halnya yang dilakukan oleh Ki Dahana Yaksa. Tetapi harus hati hati dan memakai cara yang benar, sehingga kalian yang mengendalikan kekuatan siluman, bukan sebaliknya. Karena pada dasarnya siluman itu seperti manusia, bisa jahat tapi juga bisa baik. Yang kedua, memasukkan dan menyatukan siluman itu pada senjata atau pada bagian tubuh kalian. Karena sudah menyatu, maka siluman itu sepemikiran dengan kalian. Kelebihannya, saat bertarung, kekuatan, senjata dan serangan kalian bisa lebih kuat lagi, atau siluman itu bisa keluar dan ikut bertempur sesuai dengan jalan pikiran kalian. Yang kedua ini juga harus sangat hati hati !" kata Resi Wismaya menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
"Tetapi yang paling penting, kalian harus punya dasar kekuatan dan tenaga dalam yang lebih tinggi dari siluman itu !" lanjut Resi Wismaya.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_