
Melihat benda benda putih meluncur cepat ke arahnya, Puguh segera bergerak untuk menghindar.
Dengan melayang rendah, Puguh menggeser tubuhnya sambil sesekali meliukkan tubuhnya, memiringkan badannya bahkan terkadang harus bersalto, sehingga beberapa benda putih yang melesat mengarah padanya, bisa dihindari.
Sret sret sret ! Sret sret sret !
Kera putih raksasa itu terlihat merasa senang, melihat anak muda bangsa manusia itu pontang panting untuk menghindari serangannya.
"Heeehhh he he he hehhh ! Ayo anak muda ! Kerahkan semua kemampuanmu ! Jangan sampai kau mempermalukan bangsa manusia !" kata kera putih raksasa itu setengah berteriak, sambil terkekeh kegirangan.
Kera putih raksasa itu terus saja menggerakkan kedua tangannya, hingga banyak sekali gumpalan putih yang entah muncul dari mana dan kemudian meluncur cepat menghujani Puguh. Kemanapun Puguh bergerak menghindar, ribuan gumpalan putih itu selalu mengejar dan mengurungnya.
Hingga pada suatu saat, karena begitu banyaknya gumpalan putih yang mengarah ke tubuhnya, ada dua gumpalan putih yang berhasil mengenai punggung dan pahanya.
Dab ! Dab !
Terkena gumpalan putih itu, tubuh Puguh yang melayang, terpental ke belakang dan terbanting di permukaan awan yang membentang luas.
Dengan cepat Puguh bangkit dan terduduk. Hantaman gumpalan putih di punggungnya telah membuat dadanya sesak, sedang yang mengenai pahanya membuat untuk sejenak, Puguh tidak mampu bangkit berdiri.
Kemudian, dengan mengalirkan tenaga dalamnya dalam jumlah yang cukup banyak ke seluruh tubuhnya, Puguh memaksakan diri untuk berdiri. Lengan kirinya bergerak mengusap kedua ujung mulutnya yang sedikit berdarah.
Namun Puguh tidak bisa berlama lama berdiri, karena ribuan gumpalan putih kembali melesat ke arahnya dari arah depan, atas bahkan dari samping kanan dan kiri.
Puguh berusaha berpikir cepat untuk mencari cara menghadapi serangan ini. Puguh meraba dadanya dan untuk sejenak matanya terpejam ketika merasakan sedikit nyeri di dadanya.
Namun tiba tiba Puguh membuka matanya lagi, dan kemudian menutup matanya lagi. Gurat senyuman tergambar samar di bibirnya.
Kemudian, dengan mata terpejam, Puguh bersiap menghadapi gumpalan putih yang melesat ke arahnya. Dalam mata yang terpejam, Puguh melihat hanya ada dua gumpalan putih yang melesat ke arahnya.
Saat gumpalan putih yang dari sebelah kirinya tiba terlebih dahulu, Puguh bergeser agak ke kanan, kemudian saat gumpalan putih yang melesat cepat itu hanya berjarak satu meter dari tubuhnya, Puguh menjejakkan kakinya hingga tubuhnya melayang ke depan, menghindari gumpalan putih yang menyerang dari arah kirinya, sekaligus menyambut datangnya gumpalan putih yang datang dari arah sebelah kanannya.
__ADS_1
Kemudian, dengan mengeluarkan tenaga dalamnya dalam jumlah yang cukup besar, Puguh memapaki datangnya gumpalan putih yang ke dua.
Terdengar suara ledakan yang sangat keras saat tangan kanan Puguh yang penuh dengan tenaga dalam tingkatan sangat tinggi menghantam gumpalan putih yang kedua.
Blaaannnggg !
Dalam benturan dua kekuatan itu, selain menimbulkan suara ledakan, juga membuat kekuatan yang berbenturan itu menyebar ke semua arah. Bahkan begitu kuatnya, hingga membuat tubuh Palvagasura terpelanting dan harus mengerahkan tenaga dalamnya agar tidak terjatuh.
Sementara itu gumpalan putih yang tadi tidak mengenai sasaran, bergerak memutar dan kemudian melesat lagi ke arah Puguh.
Sesaat kemudian, terdengar suara ledakan lagi saat Puguh kembali menghadang gumpalan putih yang sudah sangat dekat di depannya.
Blaaannnggg !
Dua benturan kekuatan itu terjadi dalam waktu yang singkat dan dilakukan Puguh dengan mata terpejam.
Melihat dua gumpalan putih yang digunakan untuk menyerang, hancur terkena tenaga dalam Puguh, kera raksasa berbulu putih itu diam diam terkejut. Dan lebih terkejut lagi, saat Puguh tidak terkena dampak apa apa dalam benturan kekuatan dalam tingkat yang sangat tinggi.
Sementara itu, melihat Puguh sudah mengeluarkan tenaga dalam yang cukup besar, kera raksasa berbulu putih itu semakin terkekeh.
Kemudian, dengan cepat kera raksasa berbulu putih itu mengarahkan telapak tangannya ke atas. Di atas telapak tangan itu, segera terbentuk gumpalan putih yang sangat besar, berbentuk bola berdiameter dua kali tubuh manusia. Lalu, dengan ringannya, kera raksasa berbulu putih itu melenting ke atas, kemudian tangan kanannya melemparkan bola gumpalan putih raksasa ke arah Puguh.
Wuuussshhh !
Kali ini dengan membuka matanya, Puguh melihat sebuah gumpalan putih berbentuk bola berukuran sangat besar sedang meluncur ke arahnya.
Maka, Puguh menambah lagi aliran tenaga dalam yang disebarkan ke seluruh tubuhnya, terutama ke kedua tangannya.
Kemudian, Puguh mengeluarkan pedangnya yang seketika memancarkan sinar hijau terang, begitu terkena aliran tenaga dalam.
Sesaat kemudian, saat gumpalan putih berbentuk bola yang sangat besar itu sudah dekat, Puguh melompat ke depan. Sambil berteriak keras, tubuhnya melenting sambil menebaskan senjata pedangnya yang dia pegang dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Hiiyyyaaaaa !!!
Kemudian, terjadilah ledakan yang sangat luar biasa keras, saat pedang Puguh menebas tepat di tengah tengahnya gumpalan putih berbentuk bola yang sangat besar.
Blaaannnggg !!!
Dalam ledakan itu, luapan kekuatan yang sangat luar biasa besar menyebar ke segala arah, menimbulkan angin badai yang sangat dahsyat. Selain itu, hawa dingin yang keluar dari bilah pedang Puguh, membuat awan tempat mereka bertarung menjadi lebih dingin dari suhu awan awan di sekitarnya, sehingga perbedaan suhu itu menimbulkan petir dan halilintar berulang kali.
Sementara itu, sesaat setelah ledakan besar, tubuh Puguh terhempas ke belakang cukup jauh, walaupun tidak mengalami luka.
"Siapa sebenarnya dia, ilmu dan tenaga dalamnya sangat luar biasa ! Dan tadi, apa dia benar benar tidur di awan ?" kata Puguh dalam hati.
Sedangkan kera raksasa berbulu putih itu terpaksa harus terbang ke belakang, untuk meredam daya dorong ledakan tadi.
"Heehhh he he hehhh ! Anak manusia yang hebat. Sepertinya aku sangat kenal dengan ilmu yang anak manusia itu gunakan untuk menangkis serenganku. Tetapi, kenapa dia bisa mendapatkan pedang dari manusia sialan itu !" gumam kera raksasa berbulu putih.
Kemudian Puguh melesat maju untuk mendekat lagi. Dilihatnya kera raksasa berbulu putih itu sudah duduk di gundukan awan. Di bawahnya, tergeletak tubuh Palvagasura yang sepertinya terluka dan pingsan.
Melihat Puguh mendekat, kera raksasa berbulu putih itu melambaikan tangannya memintanya untuk lebih mendekat. Puguh pun segera melayang lebih mendekat lagi.
Setelah dekat, Puguh baru saja hendak membuka mulutnya, saat kera raksasa berbulu putih mengatakan sesuatu.
"Baru kali ini, Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa mendapatkan luka yang cukup berat, sehingga tidak mampu menahan hempasan gumpalan putih tadi," kata kera raksasa.berbulu putih itu.
"Anak manusia dari bangsa manusia, apa maksud tujuanmu naik kesini ?" tanya kera raksasa berbulu putih itu.
"Aku diajak oleh Palvagasura Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa. Katanya hendak dipertemukan oleh gurunya yang paham tentang berpindah tempat karwna ledakan !" jawab Puguh.
"Heehhh he he heehhh ! Kalau hanya untuk berpindah tempat, akan aku ajarkan !" kata kera raksasa berbulu putih itu.
"Aku hanya ingin bisa kembali ke negeriku," kata Puguh lagi.
__ADS_1
"Baiklah, akan aku ajari kau !" sahut kera raksasa berbulu putih itu.
__________ ◇ __________