
Tanpa terasa, sudah sekitar satu bulan, Puguh dan Ki Dwijo tinggal di tempat Ki Bhanujiwo.
Namun selama itu, Ki Bhanujiwo belum bisa menemukan obat yang bisa menghilangkan pengaruh racun yang mengenai kedua kaki Ki Dwijo. Sehingga kedua kaki Ki Dwijo masih belum bisa digerakkan. Tetapi tenaga dalam Ki Dwijo sudah pulih dan luka lukanya, baik luka dalam maupun luka luar sudah sembuh.
Selain berusaha mencari obat untuk kakinya, Ki Dwijo juga mengisi waktunya dengan mulai melatih Puguh dengan ilmu ilmu miliknya. Selama ini Ki Dwijo baru memberi petunjuk pada Puguh tentang cara memahami dan melatih ilmu yang didapatkan Puguh saat berada di dalam ruangan gelap di dalam batang pohon raksasa.
Namun, hal pertama yang dilakukan Ki Dwijo pada Puguh adalah memberikan latihan cara meningkatkan tenaga dalam. Ditambah lagi, oleh Ki Bhanujiwo Puguh disuruh sering sering bersemedi di bawah air terjun. Hal ini membuat tenaga dalam Puguh meningkat dengan pesat.
Selain melatih Puguh, Ki Dwijo juga berlatih sendiri untuk meningkatkan tenaga dalamnya, dan juga untuk menyesuaikan gerakan gerakannya dengan kondisi yang dia alami.
Bahkan, Ki Dwijo juga sering ikut berlatih dan bersemedi di bawah air terjun.
----- * -----
Bersamaan waktunya dengan tinggalnya Ki Dwijo dan Puguh di tempat tinggal Ki Bhanujiwo, di dunia persilatan diam diam terjadi perubahan yang juga menyangkut pemerintahan di beberapa kadipaten.
Hal itu berkaitan dengan kembali munculnya Perkumpulan Jaladara Langking yang dahulu sudah ditumpas karena menggunakan cara cara sesat dan jahat untuk memajukan perkumpulan.
Dahulu sekali, setelah para pemimpinnya banyak yang ditangkap dan dihukum, banyak anggotanya yang melarikan diri.
Bertahun tahun memudian, Perkumpulan Jaladara Langking tidak pernah terdengar kabarnya. Akhirnya dianggap lenyap dan sudah mulai dilupakan.
__ADS_1
Rumor bangkitnya kembali Perkumpulan Jaladara Langking, pertama kali menyebar di beberapa tokoh tua dunia persilatan.
Awalnya ada beberapa tokoh dunia persilatan, secara diam diam didatangi beberapa orang yang mengaku sebagai pewaris sah Perkumpulan Jaladara Langking.
Mereka mengajak dan membujuk tokoh tokoh itu untuk ikut dan mendukung cita cita mereka. Cukup banyak tokoh persilatan yang akhirnya bergabung dan mau mendukung gerakan Perkumpulan Jaladara Langking.
Sekelompok orang yang mengaku sebagai pewaris yang sah dari perkumpulan Jaladara Langking itu, selain pandai dalam berbicara dan membujuk, mereka rata rata juga mempunyai ilmu yang sangat tinggi. Mereka yang mengaku hanya bawahan saja seperti Jalu dan Janu yang sudah tewas saat membuat kekacauan pada pertandingan beladiri di Kadipaten Langitan, bisa membuat Ki Klawu Carma dan Ni Srayu patuh, apalagi anggota yang sudah menduduki jabatan jabatan tertentu di Perkumpulan Jaladara Langking dan mereka yang sudah menduduki posisi pemimpin.
Banyak yang secara sukarela dan sadar bersedia bergabung dengan Perkumpulan Jaladara Langking.
Ada juga yang harus diancam dan ditakhlukkan, sehingga akhirnya baru bersedia bergabung atau mendukung Perkumpulan Jaladara Langking.
Bahkan ada yang dibunuh karena terang terangan menolak ajakan untuk bergabung dengan Perkumpulan Jaladara Langking.
Seperti halnya yang terjadi pada Kadipaten Langitan, yang sempat didatangi beberapa orang dari Perkumpulan Jaladara Langking.
Saat itu, Raden Tumenggung Suryo Langit sebagai adipati Kadipaten Langitan menolak dengan tegas ajakan orang orang dari Perkumpulan Jaladara Langking.
Sebagai pemegang kekuasaan Kadipaten Langitan, Raden Tumenggung Suryo Langit segera menyuruh prajurit telik sandi untuk menyelidiki pergerakan Perkumpulan Jaladara Langking. Terutama, siapa tokoh dari dunia persilatan yang sudah bisa mereka bujuk.
Sebagai tolok ukur kekuatannya adalah, melihat, siapa saja tokoh netral yang sudah bisa mereka bujuk untuk mendukung mereka.
__ADS_1
Tentu saja, kemunculan Ki Dwijo yang mereka anggap sebagai tokoh netral yang paling berpengaruh, langsung menjadi berita yang paling menarik. Karena pihak pemerintah sangat berkepentingan, bagaimana posisi Ki Dwijo, menerima ajakan dari Perkumpulan Jaladara Langking atau menolak ajakan mereka.
Kalau sampai tokoh persilatan setingkat Ki Dwijo saja bisa mereka ajak, entah dengan sukarela apalagi dengan paksaan, sulit dibayangkan, seberapa tinggi ilmu tokoh tokoh pimpinan mereka. Hal itu juga berpengaruh pada tokoh tokoh netral yang lain, untuk menyerahkan dukungannya pada pihak mana.
Yang membuat menjadi lebih sulit lagi adalah keadaan sekarang ini. Karena sudah banyak tokoh tokoh dunia persilatan yang bergabung dengan Perkumpulan Jaladara, baik secara sukarela ataupun dipaksa. Sehingga sekarang, setiap ada tugas ataupun urusan, seringnya dilakukan oleh tokoh tokoh persilatan yang ikut bergabung. Sedangkan sekelompok orang yang mengaku sebagai pewaris Perkumpulan Jaladara Langking sudah jarang ikut keluar. Kecuali untuk hal hal ataupun urusan yang penting. Sehingga sekelompok orang pewaris Perkumpulan Jaladara Langking itu semakin sulit untuk dilacak.
Setelah kemunculan Ki Dwijo pada pertandingan beladiri di Kadipaten Langitan, muncul rumor di kalangan dunia persilatan, jika Ki Dwijo tewas saat melawan tokoh tokoh Perkumpulan Jaladara Langking. Bahkan ada yang mengabarkan, Ki Dwijo berhasil mereka ajak untuk bergabung.
Namun, di pihak pemerintahan, muncul keyakinan, jika Ki Dwijo berada di pihak mereka. Hal ini berdasarkan cerita dari senopati utama Wiguna, yang pernah disuruh oleh Ki Dwijo untuk memperketat penjagaan kadipaten.
Berita apapun itu, pihak pemerintahanlah yang diuntungkan. Karena belum pastinya berita tentang Ki Dwijo, membuat Perkumpulan Jaladara Langking belum berani terang terangan berhadap hadapan dengan pihak pemerintah.
----- o -----
Enam bulan berlalu. Setelah mendapat gemblengan dari dua orang sakti, penampilan Puguh sudah sangat berbeda dibanding saat awal tinggal di tempat tinggal Ki Bhanujiwo.
Walaupun baru diajarkan satu ilmu milik Ki Dwijo yaitu ilmu pukulan tangan kosong, namun selama enam bulan ini tenaga dalam Puguh meningkat pesat dan penguasaan serta pemahaman Puguh tentang ilmu yang dia dapat saat di dalam lubang pohon raksasa.
Selain ilmu kanuragan, Puguh mulai mempelajari tentang ilmu pengobatan dan pengetahuan tentang obat obatan dari Ki Bhanujiwo. Ki Bhanujiwo memang sengaja belum mengajarkan ilmu silatnya. Karena, Ki Bhanujiwo sering pergi keluar dengan alasan mencari bahan bahan untuk membuat obat.
Namun, sebenarnya, tanpa Puguh ketahui, Ki Bhanujiwo sering berembug dengan Ki Dwijo tentang Perkumpulan Jaladara Langking. Bahkan, setiap keluar untuk mencari obat, Ki Bhanujiwo diminta oleh Ki Dwijo, untuk menyelidiki dan mencari informasi tentang Perkumpulan Jaladara Langking, siapa orang orang persilatan yang ikut bergabung, menyelidiki siapa sebenarnya orang orang yang mengaku sebagai pewaris Perkumpulan Jaladara Langking dan siapa tokoh tokoh yang berada di balik semua ini.
__ADS_1
Selain itu, Ki Bhanujiwo berusaha menghubungi teman temannya dan teman teman Ki Dwijo. Serta mengajak teman teman itu untuk membahas tentang Perkumpulan Jaladara Langking.
__________ ◇ __________