Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Menuju Kotaraja II


__ADS_3

Suatu hari, di jalan besar di salah satu pusat kota, Pangeran Pandu dengan mengenakan pakaian sederhana seperti yang dikenakan oleh rakyat kebanyakan.


Kali ini Pangeran Pandu keluar istana tanpa dikawal oleh prajurit, sehingga dia dengan bebasnya bisa masuk ke semua tempat, ikut berbaur dengan rakyat. Keadaan seperti ini sangat menyenangkan bagi Pangeran Pandu. Bisa bebas, bebas berjalan kaki di jalan jalan kota ataupun perkampungan, bebas masuk pasar, masuk ke warung toko dan tempat berjualan yang lain, pergi ke kampung kampung, pergi ke tempat hiburan bahkan rumah bordil, tanpa harus ada aturan dari istana yang dirasakannya sangat membatasi dan menghalanginya bisa dekat dan bergaul langsung dengan rakyat. Walaupun sebenarnya, tujuan dari aturan istana itu baik.


Hingga pada suatu saat, Pangeran Pandu sampai di suatu jalan besar yang membelah suatu perkampungan di pinggiran kotaraja. Saat sedang menikmati suasana perkampungan itu, tiba tiba terdengar suara jeritan dan tangisan perempuan agak jauh depannya. Suara tangisan itu terkadang hilang tertutup oleh suara suara tertawa beberapa pria penjahat.


Saat Pangeran Pandu mencoba mendekat dan melihatnya, Pangeran Pandu melihat, ada seorang perempuan muda yang sedang diseret oleh seorang laki laki. Sedangkan agak didekatnya, ada seorang laki laki muda yang tergeletak, sepertinya baru saja dihajar oleh dua orang laki laki yang berdiri di samping tubuhnya.


"Hei kalian ! Lepaskan perempuan itu ! Kemudian pergilah jauh jauh dari hadapanku sebelum aku menghajarmu !" kata Pangeran Pandu yang sudah tidak tahan dengan tindakan kejam yang diperlihatkan oleh tiga orang laki laki itu.


"Jangan ikut campur urusan orang lain, atau kau juga akan aku seret !" jawab salah seorang laki laki penjahat itu.


Pangeran Pandu melangkah mendekat untuk menolong perempuan yang diseret itu. Namun, ketika masih beberapa langkah jaraknya dari perempuan itu, salah seorang laki laki penjahat itu menyerangnya.


"Jangan berani berani menyentuh perempuan itu !" teriak salah seorang penjahat itu sambil melesat menyerang Pangeran Pandu.


Walaupun seorang Pangeran, namun Pangeran Pandu juga menguasai ilmu bela diri yang dia pelajari dari kitab kitab yang berada di perpustakaan istana.


Walaupun cara mempelajarinya hanya sekedarnya, namun, karena ilmu ilmu bela diri yang ada di perpustakaan istana adalah ilmu ilmu bela diri tingkat tinggi, membuat Pangeran Pandu tergolong pendekar dengan tingkat kemampuan yang tinggi.


Saat salah satu penjahat itu melenting kemudian mengarahkan tendangan kaki kanannya ke kepala Pangeran Pandu, dengan gerakan seolah tidak disengaja, Pangeran Pandu menepisnya dengan tangan kirinya.


Paaaccckkk !


Karena benturan yang cukup keras, penjahat yang menendang itu oleng tubuhnya dan kemudian jatuh terkapar di tanah.


Hal itu membuat terkejut dua penjahat yang lain, yang kemudian ikut mendekat dan mengepung Pangeran Pandu.


"Kau berani sekali menentang kami !" teriak salah seorang penjahat yang mendekat.


Kemudian, tanpa berkata kata lagi, kedua penjahat itu menyerang Pangeran Pandu dengan membabi buta.


Menghadapi serangan yang brutal dan cenderung keji itu, Pangeran Pandu tetap tenang. Setiap serangan kedua penjahat itu ditepis dengan gerakan yang mantap. Hanya membutuhkan sekitar sepuluh jurus, Pangeran Pandu berhasil menjatuhkan kedua penjahat itu.


"Kalian memilih pergi atau terpaksa aku menghajarmu hingga patah seluruh tulang tulangmu !" bentak Pangeran Pandu.

__ADS_1


Akhirnya, karena kalah dalam ilmu silat dan tenaga dalam, ketiga penjahat itu memilih pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara itu, tanpa menyadarinya, ada dua pasang mata yang selalu memperhatikan semua yang Pangeran Pandu lakukan. Ketika tiga orang penjahat itu berhasil diusir oleh Pangeran Pandu dan berlari pergi, pemilik dua pasang mata itu saling melihat dan mengangguk.


Keduanya segera memasang penutup wajah dan kemudian melesat ke arah Pangeran Pandu. Tanpa ada perkataan apapun, keduanya menyerang Pangeran Pandu menggunakan belati dengan serangan yang mematikan.


Karena belum menyadari dan memahami apa yang terjadi, Pangeran Pandu terus saja menghindar.


"Heeiii ! Kalian berdua siapakan ? Kenapa kalian main serang begitu saja ?" tanya Pangeran Pandu agak berteriak.


Kedua penyerang itu tidak menjawab, bahkan semakin mempercepat serangan mereka. Hingga pada akhirnya karena dikeroyok dua orang yang memiliki kemampuan yang tinggi, sedangkan Pangeran Pandu tidak menggunakan senjata, membuat satu tebasan belati dan satu tusukan mengenai tubuhnya, walaupun sudah berusaha menghindar dengan membuang tubuhnya. Dada kanannya terkena sabetan belati dan satu tusukan bersarang di perut kirinya.


Sraaattt ! Jleeebbb !


Pangeran Pandu mengerang kesakitan saat tubuhnya terdorong ke belakang dan terjatuh di tanah dengan keadaan terluka.


Belum sempat Pangeran Pandu berdiri, kedua penyerang itu sudah melenting tinggi dan kemudian menukik ke arah Pangeran Pandu yang masih terduduk, dengan tusukan yang sangat cepat dan bertenaga.


Karena terluka dan masih dalam posisi tidak bisa mengelak lagi, akhirnya Pangeran Pandu terdiam pasrah dengan mata terpejam.


Buuuggghhh ! Buuuggghhh !


Dalam keadaan mata terpejam, Pangeran Pandu mendengar dua pukulan mengenai tubuh. Namun bukan tubuhnya yang terkena pukulan.


Saat Pangeran Pandu membuka matanya, dia melihat, kedua penyerangnya jatuh dengan keras dan bergulingan. Mereka merasakan tangannya tergetar dan sedikit nyeri saat berbenturan dengan tangan pemuda yang menangkis serangannya. Pangeran Pandu merlihat juga seorang pemuda yang gagah dan tampan, berdiri di dekatnya. Tampaknya, dialah yang menangkis serangan dua orang lawannya tadi.


Kemudian, dengan cepat pemuda tampan itu mendekatinya.


"Jangan banyak bergerak dulu. Agar kau tidak kehabisan darah !", kata pemuda tampan itu.


Pangeran Pandu mencoba menatap dan melihat pemuda itu lebih jelas lagi. Bersamaan dengan itu, tiba tiba terlihat dua orang prajurit belarian mendekat sambil berteriak.


"Pangeran Pandu ! Bagaimama Pangeran bisa sampai di sini ? Kami mencari Pangeran sejak pagi ?" tanya salah satu prajurit itu.


Pangeran Pandu melihat dua prajurit pengawalnya datang. Namun pandang matanya semakin lama semakin gelap, hingga akhirnya, tubuhnya jatuh tersungkur ke tanah.

__ADS_1


Kedua prajurit pengawal itu segera menghampiri Pangeran Puguh yang terjatuh. Mereka berdua berusaha menolong Pangeran Pandu.


"Tetap baringkan dia. Biar lukanya tidak bertambah parah !" kata pemuda tampan itu.


Sementara itu, kedua penyerangnya tadi, melihat ada seorang yang mampu membuat mereka berdua terlempar dan ditambah datangnya dua prajurit pengawal, segera saling berpandangan dan kemudian melesat pergi.


Pemuda itu sejenak menatap ke arah perginya dua orang penyerang itu.


"Jurus jurus yang mereka gunakan mirip dengan jurus jurus empat prajurit kerajaan yang kemarin berada di gedung Kadipaten Randu Beteng. Apa mereka ada kaitannya dengan Pangeran Panji !" gumam pemuda tampan yang menolong Pangeran Pandu.


Namun kemudian, pemuda itu segera memberikan pertolongan darurat pada Pangeran Pandu dengan melakukan totokan totokan di beberapa bagian tubuh serta melakukan penyaluran tenaga dalam pada Pangeran Pandu.


Setelah kondisinya stabil, perlahan Pangeran Pandu siuman dari pingsannya. Saat mata sudah bisa untuk melihat, Pangeran Pandu melihat ke kiri dan ke kanan, hingga terlihat olehnya, seorang pemuda yang tadi menolongnya.


Sementara itu, saat pemuda tampan itu selesai melakukan pertolongan darurat dengan menghentikan keluarnya darah dari luka luka yang diderita oleh Pangeran Pandu, entah dari mana munculnya, di jalan dekat tempat terjadinya pertarungan sudah ada sebuah kereta kuda milik Pangeran Pandu.


Saat Pangeran Pandu hendak diangkat menuju kereta kuda, dia melihat ke arah pemuda penolongnya.


"Aku harap kau bersedia ikut ke tempatku !" kata Pangeran Pandu pada pemuda penolongnya.


Pemuda itu terkejut, namun segera tersenyum sambil agak membungkuk.


"Tetapi aku tidak sendirian, Pangeran. Masih ada dua temanku lagi !" jawab pemuda itu.


"Itu tidak masalah. Silahkan ajak temanmu !" kata Pangeran Pandu lagi, "Mari kita menuju kereta dan segera berangkat."


Mendengar jawaban Pangeran Pandu, tiba tiba di samping pemuda itu berdiri seorang perempuan muda cantik dan seorang kakek yang terlihat sudah sangat tua.


"Guru, adik Rengganis, kebetulan, kita bisa ikut kereta Pangeran itu. Kita akan aman selama perjalanan sampai masuk kotaraja," kata pemuda itu.


"Bagus le Puguh! Kita bisa sekalian bersembunyi di dalam istana Pangeran itu !" jawab kakek tua yang ternyata guru dari Puguh yaitu Ki Dwijo.


Akhirnya, Puguh bersama Ki Dwijo dan Rengganis bisa pergi ke kotaraja dengan aman dan santai, bahkan mungkin bisa tinggal sementara waktu untuk bersembunyi.


__________ ◇ __________

__ADS_1


__ADS_2