
Nyi Manis berjalan ke arah Puguh berdiri. Kemudian, setelah hanya berjarak dua meter, Nyi Manis menyuruh Puguh menghadap ke arahnya.
"Prajurit ! Putar badanmu dan lihat ke arahku !" kata Nyi Manis.
Mendengar perkataan Nyi Manis, Puguh pun memutar tubuhnya.
Ketika menatap wajah Puguh, Nyi Manis dalam hati terkejut.
"Iiihhh ... prajurit ini wajahnya jelek sekali. Matanya juling lagi," kata Nyi Manis dalam hati.
Nyi Manis yang gemar dan terbiasa melihat wajah tampan para pemuda yang menjadi korbannya, menyuruh Puguh segera pergi.
"Prajurit jelek ! Cepat kau pergi dari tempat ini !" bentak Nyi Manis.
Mendengar itu, Puguh pun dengan cepat segera meninggalkan tempat itu menuju ke ruang samping.
Pada saat Puguh mendengar suara Nyi Manis menyuruhnya berhenti dan membalikkan badan melihat ke arah Nyi Manis, Puguh segera menjulingkan matanya dan menggembungkan pipinya, sehingga wajahnya menjadi jelek. Hal itu membuat Nyi Manis terkejut dan segera menyuruhnya keluar. Puguh pun aman untuk sementara waktu.
Sementara itu, begitu sampai di ruang samping, kebetulan hidangan makanan dan minuman yang harus dibawa ke ruang dalam telah habis dan selesai diantarkan. Sehingga Puguh segera mengikuti para prajurit yang tadi mengantarkan hidangan ke ruang dalam, keluar dari ruang samping menuju ruang belakang.
Agar tidak menimbulkan kecurigaan pada para prajurit tadi, Puguh diam diam segera memisahkan dan menuju ke ruang dapur, dan bersembunyi di sana hingga pembicaraan di ruang dalam selesai dan semua orang kembali ke tempatnya masing masing.
Saat bersembunyi, Puguh mencoba mengingat ingat semua yang telah dia lihat dan dia rasakan.
Selain Nyi Manis dan Iblis Bermata Satu, berdasarkan getaran tenaga dalam yang dia rasakan, Puguh mencoba menghitung, banyak pendekar dengan kemampuan dan tenaga dalam tingkat tinggi berada di ruang dalam itu. Yang membuat Puguh terkejut, di ruangan itu ada empat sampai lima orang yang berdasarkan getaran tenaga dalamnya, masuk dalam tingkat sangat tinggi.
Sehingga Puguh berniat menyelidiki, siapa saja yang termasuk empat atau lima pendekar yang berkemampuan sangat tinggi.
"Informasi itu bisa aku dapatkan, kalau aku bisa berbaur dengan para pendekar yang diundang hadir di sini," kata Puguh dalam hati.
Maka, setelah tengah malam, Puguh melepas pakaian prajuritnya dan menyembunyikannya di suatu tempat di ruangan dapur. Kemudian, Puguh mengenakan pakaiannya yang serba hitam, seperti sebagian pendekar yang berada di istana Pangeran Panji.
Dengan berjalan biasa, Puguh keluar dari ruangan dapur dan berjalan menuju ke pos jaga gerbang istana, yang dijaga oleh para pendekar. Karena malam hari, para pendekar itu juga melepas pakaian prajurit mereka, karena tidak terbiasa dan merasa gerah berpakaian seperti seorang prajurit.
Sesampainya di pos jaga, Puguh melihat, para pendekar itu sedang berbincang sambil bercengkerama. Mereka terlihat mengantuk, mata mereka memerah dan muka mereka juga memerah.
__ADS_1
Sebenarnya, dari getaran tenaga dalam yang Puguh rasakan, mereka tergolong pendekar dengan kemampuan yang cukup tinggi. Namun karena terlalu banyak minum minuman keras, mereka menjadi kehilangan akal sehatnya. Bahkan beberapa hampir kehilangan kesadarannya.
"Sepertinya, mereka terlalu banyak minum, sehingga mereka menjadi sedikit mabuk. Sangat kebetulan, sehingga mereka menjadi tidak waspada," kata Puguh dalam hati.
"Heeeiii kawan ! Kamu dari mana saja ? Kenapa tidak ikut minum ?" tanya salah seorang pendekar yang duduk di kursi dalam keadaan mabuk berat.
"Maaf kawan, perutku sakit, membuatku harus ke belakang terus !" jawab Puguh sekenanya.
"Ya sudahlah ! Mari sini dan ambil minuman jatah kamu, masih banyak dimeja itu," kata prajurit yang mabuk itu.
Puguh pun mengambil satu kendi yang sudah kosong dan duduk di dekat prajurit mabuk itu.
"Kawan ! Apakah kau mengetahui siapa saja yang ikut pertemuan tadi ?" tanya Puguh pada prajurit yang mabuk itu.
"Ya jelas aku tahu ... " jawab prajurit itu, "Tidak ada yang bisa menandingi aku dalam hal mendapatkan informasi."
"Kalau itu perlu dibuktikan dulu, coba sebanyak apa informasi yang bisa kau peroleh !" kata Puguh memancing agar prajurit itu mau memberitahukan informasi informasi yang dia dapatkan.
"Katakan apa yang hendak kau tanyakan. Aku pasti bisa menjawabnya !"kata prajurit itu dengan sedikit emosi.
"Ternyata pengetahuanmu cetek juga. Dengarkan ! Tadi malam datang empat tokoh sakti, yang termasuk golongan paling sakti. Yaitu Iblis Timur, Iblis Barat, Iblis Utara dan Iblis Selatan. Sebenarnya ada lima, yang satu sudah datang duluan yaitu Iblis Bermata Satu !" jawab prajurit itu.
Mendengar keempat nama yang disebut tadi kemampuannya setingkat dengan Iblis Bermata Satu, Puguh menjadi sedikit khawatir. Belum lagi ada Nyi Manis dan mungkin ada pendekar pendekar lain yang kemampuannya setingkat dengan Nyi Manis.
"Kalau yang setingkat di bawah mereka, apakah kau juga tahu ?" tanya Puguh lagi.
"Ada Nyi Manis, Ki Kalalupa dan Ki Kaladupa. Sebenarnya mereka tidak bisa dikatakan, kemampuannya di bawah mereka berlima !" jawab prajurit itu.
Puguh dan prajurit itu berbincang hingga pagi hari. Saat waktunya pergantian kelompok jaga, para prajurit yang semalam bersama sama Puguh, kembali pulang. Puguh pun juga kembali ke istana Pangeran Pandu.
Namun, saat tiba di istana Pangeran Pandu, Puguh teringat, pakaian prajurit yang dipakainya semalam masih tertinggal di dapur istana Pangeran Panji.
----- * -----
Di istana Pangeran Pandu, pagi itu Puguh bertemu dengan Pangeran Pandu dan juga Ki Dwijo dan Rengganis.
__ADS_1
Puguh menceritakan semua informasi yang bisa didapatkan selama menyusup ke istana Pangeran Panji.
"Mereka berlima dulunya terkenal dengan julukan Lima Iblis Bumi !" kata Ki Dwijo setelah mendengar penuturan Puguh.
"Semoga Ki Pande dan Ki Kebo Ranu berhasil mengajak sahabat sahabat lama secepatnya dan sebanyak banyaknya," kata Ki Dwijo dalam hati.
"Guru, malam ini Puguh masih akan menyusup ke istana Pangeran Panji," kata Puguh yang melihat gurunya seperti melamun.
"Kamu hati hati ngger Puguh. Mereka berlima sangat berbahaya. Selain itu, ilmu silat dan tenaga dalam mereka sangat tinggi," jawab Ki Dwijo.
"Kalau Iblis Bermata Satu, Puguh sempat berhadapan, guru. Saat dia hendak menyatroni istana ini," kata Puguh lagi.
"Dengan ilmu silatmu yang sekarang, terutama yang kau dapatkan dari Pendekar Pengendara Elang, guru yakin, kau mampu menghadapi mereka. Namun yang guru khawatirkan, kalau kau menghadapi mereka bersamaan. Mereka akan menjadi lebih kuat kalau mereka saling bekerjasama," kata Ki Dwijo.
"Puguh akan selalu berhati hati, guru," jawab Puguh.
Pada malam harinya, Puguh kembali pergi menuju ke istana Pangeran Panji. Puguh kembali mengenakan pakaian prajurit yang diberikan oleh Pangeran Pandu.
Malam ini, setelah melompati tembok benteng, Puguh langsung menuju ke pos pintu gerbang dalam.
Di pos itu, Puguh kembali mengatakan akan mengantar bahan bahan untuk membuat ramuan obat.
Tanpa banyak mempertanyakan, prajurit penjaga pos pintu gerbang dalam segera mengijinkan Puguh untuk lewat.
Segera saja Puguh berjalan ke arah pintu gerbang bangunan istana. Di sana Puguh kembali bertemu dengan prajurit penjaga yang kemaren malam sudah bertemu. Prajurit penjaga yang terdiri dari para pendekar yang diundang dan disewa oleh Pangeran Pandu.
Puguh ikut berkumpul di pos jaga pintu gerbang bangunan istana. Para prajurit itu saling bercerita, yang sebagian menjadi informasi tambahan yang penting bagi Puguh.
Memasuki tengah malam, pemimpin prajurit mulai mengeluarkan minuman keras yang disajikan dalam kendi. Mereka semua mulai mabuk hingga pembicaraan mereka menjadi tidak terkendali.
Saat tiba giliran Puguh minum, Puguh pura pura sakit perut lagi dan segera berlari menuju dapur untuk mencari kamar kecil.
Dalam berjalan ke arah dapur, Puguh mencoba merasakan dan memperhatikan ruangan dalam. Namun Puguh tidak merasakan adanya getaran tenaga dalam dari ruangan dalam.
__________ ◇ __________
__ADS_1