Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Munculnya Kembali Pangeran Langit Barat


__ADS_3

Tubuh Puguh yang masih melayang terlempar, segera disusulnya, dan dengan kekuatan yang hampir mencapai puncaknya, dihujamkannya kembali tombak bermata gandanya ke dada Puguh.


Bersamaan dengan itu, saat tubuhnya melayang ke belakang dan kembali mendapatkan ancaman tusukan tombak Ki Naga Kecil, Puguh mengalirkan tenaga dalamnya dalam jumlah yang sangat besar ke seluruh tubuhnya, terutama ke arah dadanya.


Seketika, pendaran cahaya hijau terang, keluar dari tubuh Puguh, diikuti keluarnya cahaya putih dari dadanya.


Tepat saat senjata tombak bermata ganda menghujam ke dadanya, cahaya hijau terang dan cahaya putih itu menyatu dan membentuk lingkaran di depan dadanya.


Terdengar lagi suara ledakan yang sangat keras, saat ujung mata tombak Ki Naga Kecil membentur lingkaran cahaya yang berada di depan dada Puguh.


Dalam benturan dua kekuatan yang tingkatannya sudah di atas sangat tinggi itu, tubuh Ki Naga Kecil terpental kembali ke belakang, hingga jatuh mendarat lagi di tanah.


Sementara itu, selain terdorong mundur hingga beberapa depa, pada tubuh Puguh juga terjadi hal yang sangat mengejutkan.


Di punggung Puguh, muncul dua sayap yang sangat besar. Sayap yang masing masing sepanjang tiga depa itu berwarna putih transparan.


Selama beberapa saat, Puguh hanya melayang terdiam. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, menatap kedua sayap di punggungnya yang mengepak perlahan.


"Siluman elang ! Sayapmukah ini ?" tanya Puguh dalam pikirannya.


"Benar sekali Puguh ! Lekaslah kau kuasai cara mengendalikan sayap itu ! Kalau penguasaanmu dan pengendalianmu terhadap sayap itu sudah sempurna, aku akan lenyap sama sekali, karena inti jiwaku telah melebur dalam setiap butiran darahmu dan dalam seluruh sel sel tubuhmu !" jawah Siluman Elang dalam pikiran Puguh.


"Kau akan meninggalkanku .... " gumam Puguh.


"Puguh, aku mungkin sudah tidak bisa menemanimu. Tetapi, aku sudah menyatu denganmu, dalam seluruh darah dan syarafmu, dalam kekuatan tenaga dalammu !" terdengar suara Siluman Elang lagi di pikiran Puguh.


Puguh baru saja hendak menjawab, saat dirasakannya ada getaran kekuatan yang sangat besar, melesat ke arahnya. Puguh melihat Ki Naga Kecil sudah meluncur sangat cepat dengan senjata tombak di tangan kanannya yang siap dihujamkan.


Segera saja Puguh melayang ke bawah untuk memapaki serangan itu. Dengan sekali mengepakkan sayap transparannya, tubuh Puguh melesat ke arah Ki Naga Kecil.


Begitu tiba di dekat Puguh, sebenarnya Ki Naga Kecil terkejut, melihat perubahan pada tubuh Puguh. Namun, karena sudah masuk pada jangkauan serangan, Ki Naga Kecil sudah tidak bisa menghentikan atau merubah arah serangannya.


Sesaat kemudian, dengan gerakan putaran menyamping ke arah kanan, senjata pedang Puguh menepis ujung tombak yang mengarah ke dadanya. Luncuran senjata tombak itupun melenceng ke arah kanan kepalanya.


Traaannnggg !

__ADS_1


Tidak berhenti disitu, Puguh pun menyusulinya dengan tendangan kaki kanannya ke arah dada Ki Naga Kecil.


Ki Naga Kecil yang tidak mengira lawannya bisa membelokkan arah luncuran senjata tombaknya, terpaksa harus menerima, dadanya terkena tendangan kaki kanan Puguh.


Dhuuaaakkk !


Terkena tendangan yang sangat keras, tubuh Ki Naga Kecil kembali terlempar ke belakang, meluncur turun dan akhirnya terhempas di tanah.


Dbaaammm !


Debu terlihat mengepul pekat di tempat jatuhnya Ki Naga Kecil.


Namun, sesaat kemudian, tubuh Ku Naga Kecil terlihat melesat kembali ke arah Puguh yang masih terbang melayang. Terlihat juga empat siluman binatang yang bisa berdiri dan memegang senjata keluar dari punggung dan kepalanya.


Hanya dalam dua kejap mata, keempat siluman binatang yang sudah berubah menjadi sangat besar itu tiba di depan Puguh dan mengayunkan senjata yang dipegangnya ke arah Puguh.


Mendapatkan serangan dari sekaligus empat siluman binatang yang tingkat kekuatannya sangat tinggi, Puguh segera menggerakkan senjata pedangnya memainkan jurus jurus dari ilmu Pedang Elang Malam.


Dengan sayap transparan yang muncul di punggungnya, tubuh Puguh berkelebatan lebih cepat lagi, menghindari dan menangkis setiap senjata siluman binatang yang mengarah ke tubuhnya.


Hal itulah yang membuat pertarungan Puguh melawan Ki Naga Kecil yang mengandalkan kekuatan para siluman binatang yang ditangkapnya, berlangsung lama bahkan hingga larut malam.


Saat memasuki dini hari, Puguh mencoba memainkan jurus yang ke duapuluh satu. Suara dengungan dari getaran bilah pedang yang teraliri tenaga dalam tingkat sangat tinggi dalam jumlah yang sangat besar, bercampur dengan suara hembusan angin yang mulai muncul di sekeliling Puguh.


Hingga suatu saat, tangkisan beruntun dari senjata pedang Puguh, disertai dengan hembusan angin yang keluar dari kedua sayap Puguh, membuat para siluman binatang serta Ki Naga Kecil kembali terpental ke belakang hingga cukup jauh dan kembali terhempas di tanah.


Melihat hal itu, Puguh pun segera menyusul turun, mengejar Ki Naga Kecil.


     ----- * -----


Sementara bersamaan dengan itu, di tempat lain, di sudut lain dari Istana Kerajaan Banjaran Pura.


Terdengar suara ledakan yang sangat keras, diikuti terdengarnya suara tawa yang sangat panjang.


Jdaaammm !

__ADS_1


"Haahhh hah hah hah hah ! Haahhh hah hah hah hah ! Tidak ada lagi yang mampu melawanku !"


Terasa getaran kekuatan yang luar biasa besar keluar dari tubuh sosok itu.


Setelah sejenak memperhatikan tempat sekitarnya dan menoleh ke kanan kiri, sosok yang mengeluarkan getaran kekuatan yang luar biasa besar itu bagaikan menghilang, tubuhnya melesat ke arah depan istana Kerajaan Banjaran Pura.


Di halaman depan istana, beberapa pendekar yang masih menunggu pertarungan Puguh melawan Ki Naga Kecil, merasakan adanya getaran kekuatan yang luar biasa besar, mendekat ke arah mereka.


"Siapa yang memiliki getaran kekuatan yang sekuat ini ?" kata Rengganis dalam hati.


Tiba tiba, Iswara Dhatu melesat melayang melintasi atap istana.


"Kalian semua tetap berjaga di sini ! Aku akan menghadang siapa yang datang itu !" kata Iswara Dhatu.


Namun, baru saja Iswara Dhatu melewati atap depan bangunan istana, tiba tiba dari arah depannya ada getaran kekuatan yang luar biasa besar menerjangnya.


Jdaaammm !


Seperti tersapu gelombang ombak, seketika tubuh Iswara Dhatu terdorong kembali ke belakang dan mendarat kembali dengan terhuyung huyung mundur di samping Rengganis, Kartika Dhatu dan para pendekar lainnya.


Melihat Iswara Dhatu terdorong kembali ke belakang, Kartika Dhatu segera menahan di belakangnya.


"Nenek tidak apa apa ?" tanya Kartika Dhatu.


Iswara Dhatu menatap Kartika Dhatu cucunya dan menggelengkan kepalanya.


Setelah meyakinkan neneknya tidak mengalami luka, Kartika Dhatu segera berdiri di depan berhadapan dengan satu sosok yang memiliki getaran kekuatan yang luar biasa besar.


"Haahhh hah hah hah hah ! Rupanya di sini masih ada pesta ! Apakah aku ketinggalan ?" kata sosok yang baru datang itu.


"Ahh ! Rupanya Pangeran Langit Barat ! Kalian semua hati hati ! Sepertinya dia sudah mengembangkan ilmu kesaktian yang baru !" kata Iswara Dhatu sambil melenting dan berdiri di depan Kartika Dhatu cucunya.


"Pangeran Langit Barat ! Kali ini kau tidak bisa lolos dan menghindar lagi ! Akan aku kirim pulang kau ke negerimu !" teriak Iswara Dhatu sambil mendahului menyerang.


          ---------- ◇ ----------

__ADS_1


__ADS_2