
Sebelumnya, tidak jauh dari tempat pertarungan Puguh melawan Pangeran Langit Barat, pertarungan Rengganis dan Kartika Dhatu melawan Ki Naga Kecil berjalan dalam tingkat kekuatan yang sudah tidak bisa terukur lagi.
Rengganis yang di pinggangnya mulai terlihat terikat empat selendang dari kulit Pohon Kehidupan, sejenak teringat masa masa latihannya bersama Ibu Pohon atau Dewi Kehidupan.
Sebelum diajarkan ilmu Sara Jiwana, terlebih dahulu Rengganis diajarkan suatu rangkaian gerakan untuk melatih kekuatan tenaga dalam dan kecepatannya. Rangkaian gerakan yang hampir seluruh gerakannya mirip dengan gerakan ilmu silat yang sekarang dimainkan oleh Kartika Dhatu.
"Aku sudah pernah melihat Kartika Dhatu memainkan jurus jurus yang sekarang dia mainkan ! Tetapi, kenapa baru sekarang aku menyadarinya, kalau gerakan ilmu silat yang digunakan oleh Kartika Dhatu sangat mirip dengan gerakan saat aku melatih pernafasan dan kekuatan tenaga dalam serta kecepatan ? Hanya saja, gerakan gerakan silat yang dilakukan oleh Kartika Dhatu, lebih kejam dan telengas !" kata Rengganis dalam hati.
Tetapi Rengganis harus menghentikan perhatiannya pada gerakan ilmu silat Kartika Dhatu, ketika melihat Kartika Dhatu terdorong hingga melayang mundur, ketika keempat ujung selendangnya berbenturan dengan senjata tombak empat sosok raksasa kembaran Ki Naga Kecil.
Sesaat kemudian, angin berkesiur di sekeliling tubuh Rengganis, seolah mengitarinya. Tubuh Rengganis perlahan melayang lebih tinggi lagi. Keempat ujung selendangnya yang terbuat dari kulit Pohon Kehidupan melambai lambai di samping tubuhnya.
Sesaat kemudian, sambil sekilas memperhatikan keadaan Kartika Dhatu, tubuh Rengganis sudah melesat ke arah keempat sosok raksasa kembaran Ki Naga Kecil.
Tubuh Rengganis berkelebatan bagaikan pohon yang terkena angin, dengan keempat selendangnya yang laksana dahan dahannya.
Gerakan Rengganis terlihat lamban, namun, setiap dua sosok raksasa kembaran Ki Naga Kecil yang menghadang berusaha menyerang, serangannya selalu kalah cepat oleh gerakan keempat selendang Rengganis. Dibalik gerakan Rengganis yang terlihat lamban, ada empat senjata selendang yang kecepatan melesatnya bahkan tidak bisa dilihat oleh mata.
Taaassskkk ! Taaassskkk !
Daaammm ! Daaammm !
Terkena sabetan senjata selendang Rengganis, dua sosok raksasa kembaran Ki Naga Kecil terdorong mundur. Kedua tangan mereka yang menggenggam gagang tombak bermata dua, bergetar hebat.
Sementara itu, Kartika Dhatu yang sudah bersiap kembali untuk bertarung, terkesima melihat gerakan Rengganis dalam bertarung.
"Gerakan silat Rengganis mirip dengan jurus jurus ilmu silat Tarian Dewi Kematian ? Gerakannya lebih lambat, namun serangan yang dihasilkannya sangat dahsyat ! Siapa sebenarnya Rengganis itu ?" gumam Kartika Dhatu.
__ADS_1
Namun Kartika Dhatu harus menghentikan berbagai hal yang berkecamuk di pikirannya, ketika dua getaran kekuatan yang sangat besar melesat ke arahnya.
Kartika Dhatu melihat dua sosok raksasa kembaran Ki Naga Kecil kembali menyerangnya.
Dengan cepat, Kartika Dhatu melenting ke atas memapaki datangnya serangan itu.
Kembali Kartika Dhatu menggunakan jurus jurus dalam ilmu silat Tarian Dewi Kematian. Terbawa dengan semua yang sempat melintas di pikirannya, tanpa sengaja, Kartika Dhatu memainkan jurus jurus Tarian Dewi Kematian dengan sedikit lebih lambat. Keempat ujung selendangnya bergerak di sekeliling tubuhnya bersiap melakukan tusukan, tebasan ataupun hantaman.
Walau keempat selendang Kartika Dhatu hanya terbuat dari kain, tetapi di tangan Kartika Dhatu, selendang kain itu, bisa setajam pedang, seruncing tombak dan sekeras tongkat kayu, sehingga dalam bergerak menyerang bisa berfungsi seperti senjata senjata pedang, tombak ataupun tongkat.
Dalam beberapa jurus, keempat senjata selendang Kartika Dhatu mulai bisa membuat terpental senjata tombak bermata dua, kedua lawannya. Bahkan dalam beberapa kesempatan, senjata selendangnya berhasil membuat tebasan dan tusukan yang mengenai tubuh kedua lawannya.
Akhirnya, sama sama tertarik dengan gerakan silat yang dilihatnya, tanpa disengaja Rengganis dan Kartika Dhatu semakin mendekat dalam bertarung. Hingga akhirnya pertarungan mereka seperti dua orang gadis cantik yang dikeroyok oleh empat sosok raksasa kembaran Ki Naga Kecil.
Setelah beberapa waktu Rengganis dan Kartika Dhatu bekerja sama, ternyata gerakan gerakan silat mereka masing masing, saling mengisi. Gerakan jurus jurus yang mereka mainkan sangat mirip, namun dengan berbeda dalam kecepatan, membuat gabungan jurus jurus Rengganis dan Kartika Dhatu menjadi sangat kuat dan membuat setiap serangannya lebih dahsyat lagi.
"Kartika Dhatu ! Kita pepet siluman siluman sialan ini ! Agar kita bisa mendekati tempat tubuh Ki Naga Kecil yg asli !" teriak Rengganis.
"Ayo Rengganis ! Segera kita mulai !" jawab Kartika Dhatu.
Kemudian, sambil terus meladeni kerubutan sosok sosok raksasa kembaran Ki Naga Kecil, perlahan Rengganis dan Kartika Dhatu semakin bisa mendekati tempat Ki Naga Kecil berdiri.
Tetapi, seperti tidak ada habisnya, sosok raksasa kembaran Ki Naga Kecil itu selalu muncul kembali dari punggung Ki Naga Kecil, setiap ada yang putus tubuhnya atau hancur meledak tubuhnya terkena pukulan kedua gadis cantik itu.
Dalam keadaan yang selalu berulang ulang itu, Rengganis mendekat ke arah Kartika Dhatu.
"Kartika Dhatu, kamu tahan makluk makluk jelek ini ! Aku akan mencoba mencari kesempatan untuk bisa mengarahkan serangan ke arah Ki Naga Kecil !" kata Rengganis.
__ADS_1
"Serahkan padaku, Rengganis. Serang kakek kecil tua itu ! Jangan hiraukan serangan siluman siluman ini ! Akan aku habisi semua siluman itu !" jawab Kartika Dhatu.
Hingga pada suatu kesempatan, dengan gerakan tubuh memutar, Rengganis berhasil membuat dua senjata tombak bermata dua yang mengarah ke tubuhnya, terpental dan kemudian, senjata selendangnya berhasil menebas putus leher dua sosok raksasa kembaran Ki Naga Kecil.
Kesempatan itu, digunakan oleh Rengganis untuk melesat ke arah tempat Ki Naga Kecil berdiri.
Tubuh Rengganis berputar agak lambat, meluncur ke arah Ki Naga Kecil. Dengan pedang hitam ditangan kanannya yang diacungkan lurus ke depan, serta empat senjata selendang yang terua bergerak, bersiap disamping tubuhnya, Rengganis mendekati tempat Ki Naga Kecil berdiri dan mengarahkan serangan tusukan ke dada Ki Naga Kecil.
Sementara itu, Ki Naga Kecil yang masih mengendalikan gerakan sosok sosok raksasa kembaran dirinya, tidak mengira kalau Rengganis tiba tiba melesat ke arahnya dengan serangan tusukan pedang.
Merasakan getaran kekuatan yang menyertai serangan yang datang itu sangat kuat, Ki Naga Kecil segera melepas semua sosok raksasa kembarannya. Kemudian, dengan sedikit menggeser tubuhnya ke kiri, Ki Naga Kecil mencoba menangkis datangnya tusukan pedang hitam Rengganis.
Benturan senjata tombak bermata dua yang menghadang meluncurnya senjata pedang hitam itu, menimbulkan suara ledakan yang sangat keras.
Blaaannnggg !
Tubuh Ki Naga Kecil tersurut mundur hingga beberapa langkah hingga kedua kakinya membuat garis cerukan yang memanjang ke belakang.
Diam diam, Ki Naga Kecil merasa sangat terkejut, ketika mengetahui yang menyerangnya adalah gadis yang masih sangat muda.
Bahkan Ki Naga Kecil juga merasakan, kedua telapak tangannya menjadi kebas dan bergetar.
"Gadis muda ini, kekuatan dan kesaktiannya telah meningkat pesat !" kata Ki Naga Kecil dalam hati.
Sementara itu, Rengganis yang menyerang dengan posisi melayang, tubuhnya terdorong mundur cukup jauh. Namun, tubuh Rengganis bagaikan gerakan batang pohon, meliuk kembali ke depan.
---------- ◇ ----------
__ADS_1