Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Pertarungan di Gerbang Istana Kerajaan


__ADS_3

Puguh dan Rengganis melakukan perjalanan tidak terlalu cepat, karena sambil melihat keadaan setiap tempat yang mereka lewati.


Hingga pada sore hari menjelang malam, Puguh dan Rengganis melihat munculnya keredepan sinar di langit di depan mereka, yang kebetulan arah menuju ke istana kerajaan.


Kemunculan sinar yang seperti tanda itu diiringi dengan suara ledakan beberapa kali.


"Kakang, sepertinya itu orang memberi tanda bahaya !" kata Rengganis.


"Sepertinya berasal dari arah istana, adik !" jawab Puguh, "Kita harus memastikan, ada kejadian apa disana."


Kemudian, dengan menggunakan ilmu berlari cepat, Puguh dan Rengganis menuju ke arah istana kerajaan.


----- * -----


Beberapa waktu berlalu, Puguh dan Rengganis sampai di gerbang istana. Mereka berdua melihat, di halaman yang cukup luas tepat di depan gerbang istana, terjadi pertarungan di beberapa titik.


Tepat di depan istana, terlihat Senopati Cakrayuda dibantu beberapa pemimpin prajurit, bertarung melawan seseorang. Walaupun mengeroyok, jelas terlihat jika orang yang mereka kepung itu bukan lawan mereka. Hal itu tampak dari sudah banyaknya korban berjatuhan. Sudah cukup banyak prajurit yang tergeletak di tanah. Beberapa terlihat menghitam seluruh tubuhnya.


Agak jauh dari pintu gerbang, terjadi juga beberapa pertarungan yang melibatkan Ki Dwijo dan sahabat sahabatnya.


Yang membuat Puguh dan Rengganis heran, lawan yang dihadapi pada masing masing pertarungan, orangnya sama. Kemampuan masing masing lawan pun juga sama.


"Seorang lawan yang mempunyai ilmu memecah raganya menjadi banyak ?" gumam Puguh.


"Adik Rengganis, kita bantu mereka, tetap hati hati !" kata Puguh sambil kemudian melesat ke arah pintu gerbang.


Puguh tiba, tepat saat Senopati Cakrayuda tinggal sendirian dan terdesak hebat, karena para pemimpin prajurit yang membantunya sudah bergelimpangan di tanah. Ada yang tewas dan sebagian mengalami luka berat.


"Senopati Cakrayuda, beristirahatlah ! Biar kuhadapi iblis ini !" kata Puguh yang dengan cepat menghadang Tangan Iblis atau Ki Kama Catra yang menyerang Senopati Cakrayuda.


Melihat kedatangan Puguh, Senopati Cakrayuda merasa lega. Kemudian memerintahkan para prajurit yang masih bertahan untuk membawa masuk semua yang terluka dan mengurus jasad teman mereka yang telah tewas.


Sementara itu, saat Tangan Iblis yang mendekat, menyerangnya dengan pukulan telapak tangan kanan, Puguh memapakinya dwngan pukulan tangan kanan ke arah telapak tangan kanan Tangan Iblis, hingga menimbulkan suara yang cukup keras.


Plaaakkk !


Dalam benturan pukulan itu, tubuh Tangan Iblis yang terkejut dan tidak menduga akan kekuatan lawannya, terlempar ke belakang hingga melayang dan akhirnya mendarat jatuh ke tanah dengan telapak tangan kanan yang hancur.


Namun kemudian, terlihat asap tipis keluar dari telapak tangan kiri Tangan Iblis. Asap tipis itu dengan cepat menyelubungi tangan kanan Tangan Iblis yang hancur.


Beberapa saat kemudian, seiring dengan menipisnya asap itu hingga menghilang, telapak tangan kanan Tangan Iblis kembali pulih lagi.

__ADS_1


"Tidak hanya membuat tubuhnya menjadi banyak, tetapi juga bisa memulihkan luka lukanya dengan cepat ! Siapa orang yang mengembangkan ilmu iblis ini ?" gumam Puguh.


Tidak berapa lama, Puguh kembali bersiap tatkala Tangan Iblis yang luka lukanya sudah sepenuhnya pulih, kembali melesat dengan sangat cepat menuju ke arahnya.


Dengan kedua tangannya, Tangan Iblis menghujani Puguh dengan serangkaian pukulan.


Melihat lawannya sudah mendekat, sambil meningkatkan sedikit aliran tenaga dalamnya, Puguh melenting menghadang pergerakan lawannya.


Sesaat memudian, terdengar kembali suara benturan pukulan dan suara pukulan yang mengenai tubuh lawan.


Plaaakkk ! Plaaakkk !


Dalam dua benturan serangan, tubuh Tangan Iblis kembali terlempar ke belakang, bahkan lebih jauh lagi. Kedua tangannya hancur terkena pukulan Puguh.


Belum sempat tubuh Tangan Iblis mendarat di tanah, Puguh sudah mengejarnya dan menyarangkan dua pukulan ke tubuh Tangan Iblis yang masih melayang.


Paaaccckkk ! Paaaccckkk !


Kembali terkena pukulan, tubuh Tangan Iblis, terdorong sedikit ke atas.


Saat tubuh Tangan Iblis kembali meluncur ke bawah, Puguh segera mengayunkan kaki kanannya, hingga mengenai pinggang Tangan Iblis.


Terkena tendangan Puguh, tubuh Tangan Iblis kembali melayang ke atas dengan sangat cepat.


Beberapa saat berlalu. Tubuh Tangan Iblis kembali meluncur ke bawah dan kemudian terhempas di tanah.


Bruuuaaakkk !


Selama beberapa saat, Puguh menatap tubuh Tangan Iblis yang tergeletak di tanah dengan kondisi kedua telapak tangan hancur. Tidak ada gerakan pada jasad itu.


Puguh baru saja hendak beranjak pergi meninggalkan jasad itu, saat sekilas Puguh melihat ada sedikit gerakan pada lengan Tangan Iblis yang tergeletak.


Dari lengan Tangan Iblis itu, kembali keluar asap dalam jumlah yang lebih banyak dibanding asap yang keluar pertama tadi.


Dengan cepat, asap itu merambat di tubuh Tangan Iblis, dan menyelubungi setiap luka di tubuh Tangan Iblis.


Tidak.memakan waktu lama, tubuh Tangan Iblis pulih kembali dan Tangan Iblis bangkit berdiri lagi kemudian bersiap menyerang.


Namun sepertinya Tangan Iblis tidak langsung menyerang. Kedua tangannya melakukan gerakan gerakan dengan pola tertentu disertai keluarnya asap dari kedua telapak tangannya.


Asap yang keluar dari kedua telapak tangan Tangan Iblis semakin banyak hingga menyelubungi seluruh tubuh Tangan Iblis.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, dari asap itu keluar tiga sosok tubuh yang sangat mirip satu dengan yang lainnya. Sosok Tangan Iblis yang tadi dihadapi Puguh.


Setelah tiga tubuh Tangan Iblis terbentuk sempurna, ketiganya langsung melesat ke arah Puguh.


Sementara itu, melihat lawannya menjadi tiga orang dan sedang menuju ke arahnya, Puguh segera mengeluarkan senjata pedangnya dan langsung dialiri dengan tenaga dalam.


Tidak berapa lama, bilah pedang di tangan kanan Puguh mengeluarkan sinar hijau terang.


Terlihat kelebatan sinar pedang hijau terang saat Puguh mengayunkan sejata pedangnya untuk menyambut datangnya serangan tiga tubuh Tangan Iblis.


Tubuh Puguh berkelebatan diantara tiga tubuh Tangan Iblis. Begitu ada kesempatan untuk membalas serangan, Puguh segera mengayunkan pedangnya beberapa kali. Hingga akhirnya pedang itu berhasil membabat putus, satu tangan Tangan Iblis, yang kemudian jatuh ke tanah.


Craaasss !


Sesaat kemudian, tangan yang tergeletak di tanah itu perlahan bergerak dan kemudian berubah menjadi satu tubuh lagi yang sama persis dengan tubuh yang lainnya.


Melihat hal itu, Puguh segera teringat akan kata kata pesan dari kera raksasa, bahwa dirinya mendapatkan tugas untuk membasmi para iblis yang datang ke alam manusia.


"Mungkin aku harus menggunakan tenaga dalam yang bersumber dari energi sinar rembulan !" kata Puguh dalam hati.


Kemudian, Puguh meningkatkan aliran tenaga dalamnya yang kali ini telah dipadukan dengan energi dari sinar rembulan. Lalu Puguh mengalirkannya ke seluruh tubuhnya dan juga ke bilah pedangnya.


Seketika, bilah pedang yang sudah menyala hijau terang itu diselimuti pendaran sinar kuning tipis.


Saat keempat tubuh Tangan Iblis melesat ke arahnya dan melakukan serangan serentak, tubuh Puguh berkelebat dengan cepat dan melakukan serangan pula.


Sambil bergerak menghindari serangan, pedang Puguh melakukan gerakan tebasan berkali kali.


Plaaasss ! Plaaasss ! Plaaasss !


Hingga suatu saat, tebasan pedang itu berhasil merobek dada dan perut salah satu tubuh Tangan Iblis.


Sraaattt ! Sraaattt !


Tubuh Tangan Iblis yang terkena sabetan pedang itu, langsung hancur dan berubah menjadi butiran sinar kuning, yang kemudian menyebar di udara dan menghilang.


Merasa serangannya berhasil, Puguh segera melakukan serangan lagi ke arah tiga tubuh Tangan Iblis yang lainnya.


Hingga akhirnya, tidak sampai sepuluh jurus, ketiga tubuh Tangan Iblis habis musnah terkena sabetan pedang Puguh.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_

__ADS_1


__ADS_2