Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Bertemu Siluman Serigala Mata Biru


__ADS_3

Rengganis bisa merasakan, Puguh bergerak melesat menyusuri dasar jurang menuju ke arah datangnya aliran air.


Rengganis tersenyum. Kemudian, gerakannya berubah drastis menjadi lebih cepat lagi. Tidak hanya menunggu, tubuhnya bergerak ke arah serigala mata biru yang dekat. Selendangnya yang dilapisi tenaga dalam sangat tinggi, berlesatan dan meledak ledak menyerang dengan totokan totokan.


"Ayo keluarlah semua ! Tunjukkan padaku, siapa diantara kalian yang terkuat !" teriak Rengganis dengan penuh semangat sambil terus berkelebatan diantara tubuh tubuh sangat besar serigala mata biru.


Melawan keroyokan serigala mata biru yang bertubuh sangat besar, membuat Rengganis bisa mencoba jurus Sara Jiwana dengan leluasa dan maksimal.


"Memang jurus ini jika dimainkan dengan senjata selendang, sangat cocok untuk menghadapi keroyokan. Tapi bagaimana bila dimainkan dengan menggunakan senjata pedang ya ?" kata Rengganis dalam hati.


Entah sudah berapa lama Rengganis berloncatan, berkelebatan menggunakan jurus jurus ilmu Sara Jiwana. Hingga tanpa terasa, para serigala mata biru yang berkekuatan tinggi, yang menjadi lawannya, habis semua, terkapar tidak berdaya.


Dengan nafas yang menunjukkan bahwasanya tidak terlalu kelelahan, Rengganis.melayang turun ke dasar sungai yang dipenuhi oleh tubuh tubuh serigala mata biru yang bergeletakan tidak berdaya.


Karena tidak ada tempat kosong untuk berpijak, akhirnya Rengganis mendarat di kepala salah satu serigala mata biru yang pingsan.


Rengganis baru saja mengikatkan selendang di pinggangnya, saat tiba tiba seluruh permukaan kulit Rengganis merasakan getaran kekuatan yang sangat tinggi disertai suara geraman pelan.


Ggrrrhhh !


Rengganis sedikit mengarahkan wajahnya ke arah air mengalir. Kemudian telinganya mendengar lagi suara geraman pelan. Namun kali ini, suara geraman itu disertai dengan lonjakan getaran kekuatan yang membawa hawa yang sangat menekan. Terdengar juga suara hembusan nafas yang dibuang melalui hidung.


Ggrrrrrr .... !


Segera saja Rengganis menajamkan pendengarannya dan seluruh lapisan kulitnya.


Rengganis merasakan, masih ada seekor serigala mata biru yang berdiri agak jauh dari tempat pertarungan. Serigala dengan kekuatan yang sangat tinggi. Bahkan hembusan nafasnya menimbulkan desiran angin yang bisa menggerakkan rambut dan ujung ujung bajunya.


"Apakah ini raja dari serigala mata biru itu ? Sungguh binatang yang sangat hebat, bisa memiliki kekuatan dengan tingkatan sangat tinggi !" gumam Rengganis.


Entah kapan serigala melangkah, tahu tahu sudah berada di depan Rengganis. Melihat tubuh serigala itu yang sangat besar, lebih besar dari yang lainnya, membuat Rengganis kagum.


"Apakah semakin tinggi tingkat kekuatan yang dicapainya, membuat tubuhnya semakin besar ?" tanya Rengganis dalam hati.


"Haaiii ! Apakah kau rajanya serigala mata biru ?" tanya Rengganis.


Melihat manusia di depannya itu mengeluarkan suara, serigala itu mendengus. Bahkan aliran udara yang keluar dari hidung serigala itu menimbulkan angin yang mampu menggerakkan rambut dan ujung baju Rengganis.


"Kau tidak bisa menjawab ya ? Begini saja, kalau kau bisa kukalahkan, kau akan aku jadikan tunggangan !" kata Rengganis lagi.


Entah mengerti apa yang diucapkan oleh manusia yang berdiri di depannya itu, atau karena sebab lain, serigala mata biru itu menggeram.


Ggrrrhhh !

__ADS_1


Kemudian dengan kaki depan sebelah kanan yang ditarik sedikit ke belakang dan badan bagian depan sedikit direndahkan, serigala raksasa itu melesat dengan sangat ringannya menerjang ke arah Rengganis.


Melihat kecepatan serigala mata biru itu, Rengganis segera menghindar melenting ke atas dengan perasaan terkejut.


Karena terkamannya tidak mengenai sasaran, membuat tubuh serigala serigala yang tergeletak berserakan terhempas ke semua sisi samping, karena dorongan angin yang ditimbulkan oleh kekuatannya.


Dbummm !


Anehnya, terkena hempasan angin dari kekuatan raja serigala, serigala serigala yang pingsan atau tadinya tidak bisa bergerak itu, pulih kesadarannya dan bisa bergerak dan berdiri kembali.


"Kecepatan raja serigala ini sungguh di luar dugaanku ! Dan getaran kekuatannya yang dia sebarkan bahkan mampu menyembuhkan dan mengembalikan kesadaran anak buahnya !" kata Rengganis dalam hati.


Melihat dasar jurang itu sudah tidak terdapat tubuh serigala yang tergeletak, raja serigala mata biru itu segera membalikkan badan dan kembali menatap tajam Rengganis.


Kemudian, raja serigala mata biru itu kembali melesat menerjang Rengganis. Tidak sekedar menerkam, raja serigala itu menggerakkan kaki depannya untuk memukul ke arah Rengganis.


Melihat serangan itu, Rengganis mencoba menghindar sambil melakukan serangan balasan dengan pukulan ke arah leher raja serigala itu.


Packkk !


Terkena pukulan Rengganis, raja serigala itu menggeliat sambil menggeram.


Sementara itu, begitu pukulannya mengenai leher raja serigala itu, Rengganis terpental kembali ke atas dan kemudian meluncur turun kembali mendarat ke tanah.


Karena telah merasakan kekuatan raja serigala itu, Rengganis mencoba terus menghindar sambil mencari kesempatan untuk membalas serangan.


Tetapi, karena begitu cepatnya gerakan raja serigala itu, akhirnya Rengganis harus menangkis serangan raja serigala.


Packkk ! Packkk ! Packkk !


Dbammm ! Dbammm !


Dalam setiap kali benturan serangan, Rengganis dan raja serigala itu selalu terpental kembali ke belakang.


Akhirnya benturan benturan serangan itu tidak bisa dihindari dan menjadi sering terjadi.


Pertarungan antara Rengganis melawan raja serigala mata biru pun terjadi dalam tenaga dalam dan kekuatan tingkatan sangat tinggi.


----- * -----


Bersamaan dengan itu di tempat lain, Puguh terus saja melesat dengan sangat cepat, tanpa memperdulikan beberapa serigala mata biru yang mengejarnya.


Setelah beberapa waktu berlari, dinding jurang itu menjadi semakin menyempit.

__ADS_1


Begitu melewati dasar jurang yang dindingnya semakin menyempit, Puguh sudah tidak merasakan getaran kekuatan serigala mata biru yang mengejarnya. Tetapi Puguh ganti mendengar suara gemericik air terjun, walau terdengar masih jauh.


Baru saja sekitar tiga puluh meter melewati dasar jurang yang dindingnya menyempit, Puguh merasakan getaran kekuatan yang sangat tinggi dari arah depannya.


Puguh pun menghentikan larinya dan berjalan pelan menyusuri dasar jurang yang airnya mengalir setinggi mata kaki.


Di dalam gelapnya dasar jurang, cukup jauh di depannya, Puguh melihat ada air terjun kecil dengan suaranya yang gemericik.


Tepat di bawah air terjun dan dekat dinding jurang sebelah kanan, terlihat ada batu berwarna hitam legam yang sangat besar bahkan lebih besar dari bangunan pendopo kadipaten.


Di atas batu besar itu, terdapat lubang di dinding yang sangat besar yang menyerupai goa, tepat disamping kanan air terjun.


Dari arah goa besar itu, Puguh merasakan getaran kekuatan yang sangat tinggi.


"Getaran kekuatan ini, bukan milik raja serigala mata biru. Tetapi sepertinya dari siluman. Aku tidak menemukan raja serigala mata biru, justru bertemu dengan siluman yang berkekuatan sangat tinggi !" kata Puguh dalam hati.


Puguh berjalan maju setapak demi setapak menuju ke bawah air terjun.


Saat sampai dalam jarak sekitar tiga puluh meter, Puguh merasakan getaran kekuatan yang sangat tinggi itu bergerak mendekat disertai terdengarnya suara geraman.


Ggrrrhhh !


Dalam sekejap, muncul sosok siluman berwujud serigala mata biru yang sangat besar, lebih besar dari semua serigala mata biru yang sudah puguh lumpuhkan.


Siluman serigala mata biru ini, selain bertubuh sangat besar, terdapat titik merah pada kedua bola matanya yang berwarna biru menyala. Bulu ekornya menyala merah, seperti halnya seluruh gigi dan rongga mulutnya serta kuku di keempat kakinya yang menyala merah.


"Ggrrrhhh ! Anak manusia ! Nasib apa yang membuatmu bisa berada di dalam jurang ini ?" kata siluman serigala mata biru bersamaan dengan munculnya angin yang menerpa tubuh Puguh.


"Suaranya saja mengeluarkan getaran kekuatan yang mampu menggerakkan udara di sekitarnya menjadi angin !" gumam Puguh sambil memperkuat kuda kudanya.


"Aku mencari raja serigala mata biru !" jawab Puguh.


"Kembalilah ke tempatmu ! Atau akan kuhancurkan tubuh dan jiwamu !" sahut siluman serigala mata biru itu.


"Aku harus bertemu dengan raja serigala mata biru itu !" jawab Puguh.


"Ggrrraaaawww ! Pergilah !" teriak siluman serigala mata biru yang menimbulkan hembusan angin yang sangat kuat.


Terkena hembusan angin itu, tubuh Puguh sempat terdorong kebelakang hingga beberapa langkah. Namun kemudian Puguh segera meloncat maju lagi.


"Ggrrrhhh ! Anak manusia ! Aku sudah memperingatkan kamu ! Tapi sepertinya kau memilih untuk mati disini !" kata siluman serigala mata biru sambil merendahkan tubuh bagian depannya.


Kemudian dengan gerakan yang sangat cepat, siluman serigala mata biru itu meloncat dari atas batu hitam besar menuju ke tempat Puguh berdiri.

__ADS_1


__________ ◇ __________


__ADS_2