Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Pertarungan di Dekat Air Terjun II


__ADS_3

Pertarungannya melawan Panglima Perang Hapsari berjalan cukup lama. Ketika hari menjelang sore, Ki Bhanujiwo melihat, semua pertempuran telah berhenti dan hanya menyisakan pertarungannya melawan Panglima Perang Hapsari dan pertarungan Dewi Laksita melawan Panglima Perang Jaladra.


Namun, tiba tiba Ki Bhanujiwo sempat melihat, Dewi Laksita terlempar cukup jauh dan tidak bergerak lagi.


Melihat keadaan yang sudah tidak memungkinkan untuk bertahan, setelah memberikan serangan bertubi tubi, segera saja Ki Bhanujiwo melenting ke arah tubuh Dewi Laksita, kemudian menyambarnya dan membawa pergi meninggalkan pertarungan.


Akhirnya, pertempuran di luar benteng di dekat gerbang masuk kotaraja Banjaran Pura itu usai, karena waktu yang telah menjelang petang.


Banyak prajurit berguguran di kedua belah pihak. Terutama di pihak pasukan perang Kerajaan Banjaran Pura yang kalah dalam jumlah pasukan.


Akhirnya, Istana Kerajaan Banjaran Pura kembali diduduki oleh pasukan perang dan anak buah Pangeran Langit Barat.


Prabu Pandu Kawiswara yang terluka cukup parah, dijebloskan ke dalam ruang tahanan, bersama dengan Senopati Widura, Senopati Darutama dan Senopati Arimbi yang telah dilumpuhkan lebih dahulu.


Sementara itu, Senopati Wiraga dan Senopati Cakrayuda harus gugur setelah bertarung cukup lama melawan masing masing seorang wakil panglima perang.


----- * -----


Di dekat air terjun di jantung Hutan Perbatasan, pertarungan Puguh melawan Pangeran Langit Barat berlangsung semakin sengit.


Pangeran Langit Barat telah mengeluarkan senjata pedang panjangnya, setelah bertarung menggunakan tangan kosong yang berlangsung hingga seratus jurus, belum bisa mendesak Puguh.


Sambil sedikit menyeret senjata pedangnya, hingga ujung pedangnya menggores tanah, Pangeran Langit Barat kembali melesat ke arah Puguh. Setelah jaraknya cukup dekat, Pangeran Langit Barat memutar senjata pedangnya yang sangat panjang hingga tiga ratus enam puluh derajat, hingga membuat ayunan tebasan yang sangat cepat dan sangat kuat.


Sementara itu, Puguh yang juga telah mengeluarkan senjata pedangnya, hingga seluruh tempat pertarungan diselimuti pendaran sinar hijau terang, yang keluar dari tubuhnya dan bilah pedangnya, segera bersiap lagi, melihat Pangeran Langit Barat melancarkan serangan.


Saat satu tebasan pedang yang sangat panjang itu hampir mengenai tubuhnya, Puguh memapakinya dengan tebasan ke arah samping kirinya.


Sesaat kemudian, terdengar suara ledakan yang sangat keras, saat dua tebasan pedang yang mengandung tenaga dalam tingkat sangat tinggi saling berbenturan.


Jdaaammm !


Dalam benturan itu, tubuh Pangeran Langit Barat terdorong mundur hingga beberapa langkah. Sedangkan Puguh bergeser kakinya selangkah dengan kuda kuda yang tidak berubah.


Benturan dua senjata pedang itu bahkan membuat udara dan tanah di sekitar pertarungan bergetar, hingga menimbulkan angin yang sempat menyibak air terjun.


"Anak muda ini masih sulit untuk ditebak tingkat kekuatannya ! Tapi aku tidak mungkin kalah darinya !" kata Pangeran Langit Barat.

__ADS_1


"Haahhh ha ha ha ha ! Anak muda ! Aku akui, kemampuanmu sangat tinggi ! Baru kali ini aku menemukan lawan yang sekuat kamu. Ayo kita tingkatkan pertarungan ini !" kata Pangeran Langit Barat.


Kemudian, Pangeran Langit Barat menarik senjata pedangnya ke depan dadanya dengan pangkal bilah pedang yang dijepit diantara jari telunjuk dan jari tengah tangan kirinya.


Sambil menarik senjata pedangnya ke arah kanan, terlihat bibir Pangeran Langit Barat bergerak gerak membaca mantera.


Bilah pedangnya dan seluruh tubuhnya bergetar hebat. Getaran bilah pedangnya bahkan menimbulkan suara sedikit berdengung.


Saat jepitan jari telunjuk dan jari tengah tangan kirinya sampai di ujung bilah pedang, terlihat satu kali kilatan cahaya putih dari bilah pedang panjang itu. Disusul suara ledakan di udara diatas tempat Pangeran Langit Barat berdiri.


Claaappp !


Dbaaannnggg !


Sesaat setelah suara ledakan itu, terlihat wujud naga putih yang sangat besar dengan panjang mencapai tiga puluh meter.


Kemudian, dengan tangan kiri di depan dada dan tangan kanan mengacung ke atas seperti memegang gagang pedang, tubuh Pangeran Langit Barat perlahan melayang mendekati kepala naga putih itu.


"Siluman Naga Putih ! Kita hancurkan anak manusia itu !" kata Pangeran Langit Barat.


Sesaat kemudian, dengan tubuh melayang terbang, Pangeran Langit Barat dan Siluman Naga Putih melesat ke arah Puguh.


Beberapa saat kemudian, tubuh Puguh perlahan bergerak melayang ke atas, kemudian terjadi luapan getaran tenaga dalam dari seluruh tubuhnya dan senjata pedangnya. disusul dengan terbentuknya wujud siluman elang yang sangat besar, diatasnya.


Saat melihat munculnya wujud siluman naga putih, yang kemudian melesat bersamaan dengan melesatnya Pangeran Langit Barat yang menuju ke arahnya, Puguh segera menambah lagi aliran tenaga dalamnya.


"Siluman elang ! Ayo kita usir mereka dari tanah ini !" kata Puguh.


Terdengar lengkingan suara lengkingan siluman elang, seolah menjawab perkataan Puguh.


Kraaakkk !


Kemudian, Puguh dan siluman elang itu melesat bersamaan memapaki datangnya serangan Pangeran Langit Barat bersama dengan siluman naga putih.


Sesaat kemudian, terdengar suara ledakan berkali kali, saat serangan pukulan Pangeran Langit Barat berbenturan dengan pukulan Puguh.


Bersamaan dengan itu, terjadi benturan tubuh berkali kali antara siluman naga putih dengan siluman elang.

__ADS_1


Dbang ! Dbang ! Dbaaannnggg !


Jdaaammm ! Baaannnggg !


Begitu cepatnya gerakan pertarungan Puguh melawan Pangeran Langit Barat, sehingga hanya terlihat seperti kilatan cahaya hijau terang dan cahaya putih yang saling berbelit.


Diatas dua cahaya yang saling berbenturan dan berbelit itu, siluman elang dan siluman naga putih, juga saling menyerang dengan kibasan dua sayap dan ekornya, dan juga dengan patukan patukan paruh dan mulutnya.


Entah sudah berapa puluh atau berapa ratus kali, Puguh bersama siluman elang, saling menyerang dengan Pangeran Langit Barat bersama siluman naga putihnya.


Hingga pada suatu kesempatan, pukulan telapak tangan kiri Puguh bertemu dengan pukulan telapak tangan kanan Pangeran Langit Barat. Disusul dengan berbenturannya dua wujud siluman elang dan siluman naga putih.


Benturan dua pukulan telapak dan benturan dua wujud siluman itu, menimbulkan suara yang sangat keras.


Blaaannnggg !


Jdaaannnggg !


Dalam suara ledakan itu, tubuh Pangeran Langit Barat serta wujud siluman naga putih, melayang bergulingan ke belakang, sementara tubuh Puguh dan wujud siluman elangnya, terhenti bergerak maju dengan kuda kuda yang masih sangat kokoh.


Namun, begitu tubuhnya berhenti bergulingan, Pangeran Langit Barat segera melesat kembali ke arah Puguh berada, sambil terus meningkatkan aliran tenaga dalamnya.


Tidak ingin kecolongan, Puguh pun kembali melesat ke depan. Sambil melayang cepat, Puguh bersiap membendung serangan Pangeran Langit Barat.


Setelah beberapa kali saling menyerang dan saling menghindar, kembali pukulan telapak kiri Puguh dan telapak tangan kanan Pangeran Langit Barat, bertemu dan berbenturan.


Blaaannnggg !


Sesaat kemudian, terlihat tubuh Pangeran Langit Barat dan wujud siluman naga putih terpental dan melayang ke belakang hingga membentur dinding tebing.


Sedangkan tubuh Puguh dan siluman elang terdorong mundur dua langkah.


Melihat tubuh Pangeran Langit Barat yang meluncur membentur dinding tebing, Puguh segera melesat mengejarnya dan kemudian melakukan satu tebasan pedang yang sangat cepat dan sangat kuat.


Sraaattt !


Dbaaammm !

__ADS_1


---------- ◇ ----------


__ADS_2