Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Dua Pertarungan di Dalam Hutan Perbatasan


__ADS_3

Sementara itu di bawah, tanpa sepengetahuan Puguh dan Pangeran Langit Barat, setelah mereka berdua bertarung sambil terbang melayang, perlahan terjadi perubahan pada diri Rengganis, yang telah kembali turun ke tanah.


Rengganis awalnya diam saja, saat menyaksikan Puguh bertarung di darat. Tetapi, saat pertarungan Puguh melawan Pangeran Langit Barat berpindah ke angkasa, tubuh Rengganis perlahan mengeluarkan getaran kekuatan yang semakin lama semakin besar. Udara di sekitar tempatnya berdiri, berkesiuran mengelilinginya, hingga membuat ujung rambut dan ujung pakaiannya berkibaran.


"Kalian telah merusak kehidupan tumbuhan di hutan ini ! Kalian akan menerima hukumannya !" gumam Rengganis pelan.


Bersamaan dengan itu, agak jauh di seberang berdirinya Rengganis, Ki Naga Kecil terlihat sudah gatal gatal tangannya ingin bertarung.


Ketika merasakan adanya getaran kekuatan yang sangat besar di depannya, Ki Naga Kecil melayangkan tatapan matanya ke arah Rengganis.


"Gadis ini juga mempunyai kekuatan yang tidak bisa diremehkan ! Namun, seberapa kuat dia menghadapi ilmu baruku !" gumam Ki Naga Kecil.


"Haahhh hah hah hah hah ! Gadis muda ! Kekuatanmu boleh juga ! Tapi sayangnya, yang akan kau hadapi adalah Ki Naga Kecil yang telah menyempurnakan ilmu barunya !" kata Ki Naga Kecil.


"Aku tidak peduli siapa kau ! Yang pasti, kau harus bertanggung jawab atas semua yang telah kau lakukan pada negeri ini dan hutan ini !" jawab Rengganis.


Entah kapan mencabutnya, tiba tiba, sebilah pedang berwarna hitam legam, sudah tergenggam di tangan kanan Rengganis.


"Baguslah ! Jangan menyesal bila terjadi apa apa dengan dirimu !" sahut Ki Naga Kecil.


Tiba tiba, tubuh Ki Naga Kecil melenting lalu melesat ke arah Rengganis. Sekejap, satu tendangan kaki kanan yang sangat cepat menghantam tubuh Rengganis. Namun, beberapa saat sebelum tendangan itu mengenai tubuhnya, Rengganis melayang mundur seperti kapas tertiup angin, dengan tatapan mata yang tetap ke arah Ki Naga Kecil. Sehingga tendangan itu mengenai tanah tempat tadi dirinya berdiri dan menimbulkan suara yang sangat keras.


Jdaaammm !


"Ilmu apa itu, bayangan tubuhnya bisa melesat dengan sangat cepat meninggalkan tubuhnya dan melakukan serangan, sedangkan tubuhnya tetap berdiri di tempatnya semula ?" kata Rengganis dalam hati.


Tetapi, Rengganis harus menahan rasa penasarannya, ketika ada dua tubuh kembaran Ki Naga Kecil melesat ke arahnya dan melakukan serangan dengan tombak bermata duanya.


Dengan gerakan yang sekilas terlihat lambat, tubuh Rengganis meliuk ke depan dan tiba tiba sudah berada persis di depan dua tubuh kembaran Ki Naga Kecil sambil mengayunkan senjata pedang hitamnya.


Sesaat kemudian, terjadi benturan dua senjata tombak bermata dua dengan senjata pedang hitam. Benturan yang mengakibatkan udara di sekitar pertarungan bergolak dan menimbhlkan suara yang keras.


Blaaannnggg ! Blaaannnggg !

__ADS_1


Dalam benturan senjata yang mengandung kekuatan tenaga dalam tingkat sangat tinggi yang cukup besar itu, tubuh Rengganis terayun ke belakang seperti dahan tertiup angin. Sedangkan dua kembaran tubuh Ki Naga Kecil terdorong ke kelakang dan kembali menyatu dengan tubuh Ki Naga Kecil.


"Gadis muda ini masih bisa membalikkan seranganku ! Sekarang, apakah dia bisa menahan serangan yang ini !" kata Ki Naga Kecil sambil meningkatkan aliran tenaga dalamnya.


Kemudian, sambil berteriak, Ki Naga Kecil meloncat dua langkah ke depan sambil kedua lengannya terayun ke depan.


Haahhh !


Tiba tiba, dari tubuh Ki Naga Kecil keluar lima bayangan kembaran tubuhnya yang langsung melesat ke arah Rengganis bersamaan dengan ayunan kedua lengannya. Dengan sangat cepat, kelima kembaran tubuh Ki Naga Kecil itu mendekat dan melakukan sersngan dengan senjata tombak bermata dua dengan menggunakan jurus yang berbeda beda.


Sementara itu, melihat ada lima bayangan tubuh yang melesat dan bersiap melakukan serangan ke arahnya, Rengganis segera meningkatkan aliran tenaga dalamnya hingga cukup besar. Angin yang timbul karena udara di sekitarnya bergerak mengitari tubuhnya pun semakin besar.


Kemudian, sambil melenting ke atas, tubuh Rengganis melesat ke depan dengan tubuh yang berputar, memainkan jurus Sara Jiwana.


Bagaikan sebuah pohon yang terkena angin ****** beliung, tubuh Rengganis berputar dengan senjata pedang di tangan kanan lurus ke depan. Angin yang cukup kencang bergerak mengitari tubuh Rengganis.


Dengan gerakan berputar itu, Rengganis mendahului kelima bayangan tubuh kembaran Ki Naga Kecil.


Dalam tiga kali benturan senjata, pedang hitam Rengganis berhasil menebas putus leher bayangan tubuh kembaran Ki Naga Kecil yang terdekat.


Craaasss !


Bayangan tubuh kembaran Ki Naga Kecil yang terpenggal lehernya itu segera melesat kembali ke dalam tubuh Ki Naga Kecil.


Sementara bersamaan dengan itu, datang lagi dua bayangan tubuh kembaran Ki Naga Kecil dari arah kiri dan kanan Rengganis. Dua bayangan tubuh itu dengan cepat melancarkan tusukan tombak dari dua arah yang berbeda.


Mendapatkan dua serangan serentak itu, tubuh Rengganis kembali meliuk untuk menghindar. Lalu, dalam sekejap mata, tubuh Rengganis yang berputar dengan senjata pedangnya yang lurus ke depan sejajar dengan tubuhnya, melesat kembali ke arah dua bayangan tubuh kembaran Ki Naga Kecil.


Sesaat kemudian, senjata pedang hitam di tangan kanan Rengganis itu berhasil membuat lubang yang cukup besar di dada kedua bayangan tubuh kembaran Ki Naga Kecil.


Hal itu membuat kedua bayangan tubuh kembaran Ki Naga Kecil, melesat kembali ke tubuh Ki Naga Kecil yang masih berdiri di tempatnya semula.


Melihat tiga wujud kembaran tubuhnya melesat kembali ke tubuhnya, Ki Naga Kecil menggeram sangat keras disertai munculnya getaran kekuatan yang sangat besar dari tubuhnya.

__ADS_1


Kemudian dari dalam tubuhnya, melesat banyak sekali wujud kembaran tubuhnya, ke arah Rengganis dan mengepungnya.


Ggrrrccchhh !


Dab ! Dab ! Dab ! Dab ! Dab !


Sesaat kemudian, wujud kembaran tubuh Ki Naga Kecil itu melesat menyerang Rengganis dari segala arah.


Sementara itu, melihat semakin banyak kembaran tubuh Ki Naga Kecil yang melesat ke arahnya dan menyerangnya, Rengganis segera melepaskan kekuatan tenaga dalamnya hingga sangat besar.


Sesaat kemudian, tubuh Rengganis melesat dengan sangat cepatnya, diantara wujud kembaran tubuh Ki Naga Kecil.


Tidak berapa lama, terdengar suara benturan dan ledakan berkali kali, saat senjata pedang hitam di tangan kanan Rengganis, menghantam dan menebas wujud kembaran tubuh Ki Naga Kecil.


Jdaaammm ! Jdaaammm !


Jdaaammm ! Jdaaammm !


Dengan memainkan jurus jurus ilmu Sara Jiwana lebih cepat lagi, senjata pedang hitam Rengganis berkelebat lebih cepat lagi, sehingga hanya terlihat seperti kilatan berwarna hitam.


Tanpa ada jeda untuk berhenti, Rengganis terus menerus bergerak berkelebat menghindar dan terus berusaha untuk membalas menyerang.


"Haahhh hah hah hah hah ! Gadis muda ! Keluarkanlah semua kesaktianmu !" kata Ki Naga Kecil sambil tertawa terkekeh.


"Kakek kecil ! Majulah sekalian ! Agar mulutmu bisa aku hajar !" jawab Rengganis.


"Haahhh hah hah hah hah ! Hadapi dulu makluk makluk itu !" kata Ki Naga Kecil lagi.


Mendengar perkataan Ki Naga Kecil itu, Rengganis mencoba untuk melesat mendekatinya, tapi, kemanapun Rengganis bergerak, selalu dihadang oleh wujud kembaran tubuh Ki Naga Kecil yang sangat banyak.


Walaupun senjata pedang hitamnya sudah banyak menebas putus wujud kembaran tubuh Ki Naga Kecil, serta kekuatan tenaga dalam Rengganis tidak pernah berkurang karena tubuhnya secara reflek langsung menyerap kekuatan dari tumbuh tumbuhan, namun, karena terus bergerak menghindar dan menyerang, membuat sedikit sekali kesempatan Rengganis untuk berpikir dan mengamati pola serangan wujud kembaran tubuh Ki Naga Kecil yang sepertinya tidak pernah berkurang.


Waktu terus berjalan, tanpa terasa, pertarungan Puguh melawan Pangeran Langit Barat dan Rengganis melawan Ki Naga Kecil sudah berjalan hingga setengah hari. Hanya pepohonan, yang menjadi saksi, betapa dua pertarungan itu menggunakan kekuatan tenaga dalam tingkat sangat tinggi, hingga sulit untuk diukur, seberapa tingkat kesaktian mereka.

__ADS_1


          ---------- ◇ ----------


__ADS_2