
Sementara itu, Putri Cinde Puspita, Pangeran Indra Prana dan Roro Nastiti serta Pangeran Kanaya Wijaya, yang disertai oleh beberapa pendekar anggota Padepokan Kuwanda Brastha, tiba di dalam Hutan Perbatasan di dekat kedua pertarungan.
Namun, melihat situasi kedua pertarungan itu, mereka semua belum bisa berbuat apa apa untuk membantu Puguh dan Rengganis serta Kartika Dhatu.
Dari bawah mereka semua menyaksikan perubahan yang terjadi pada tubuh Puguh ataupun Pangeran Langit Barat.
Saat melihat Pangeran Langit Barat kembali melancarkan serangan kemudian tubuhnya menyusul melesat ke arahnya, Puguh segera mengeluarkan sejumlah besar tenaga dalamnya dan kemudian mengalirkannya ke seluruh tubuhnya.
Kemudian, dengan sekali loncatan, Puguh melesat ke depan dengan sangat cepat, memapaki datangnya serangan.
Sesaat kemudian, dalam keadaan terbang melayang, kedua sayap di punggung Puguh melakukan kepakan untuk menghadang gerakan siluman harimau dan siluman naga yang sudah mendekat dan melakukan serangan.
Beberapa kali, kedua siluman binatang itu terkena hempasan sayap di punggung Puguh yang mengandung tenaga dalam yang sangat besar, hingga terdorong ke belakang.
Namun kedua siluman binatang itu terus saja berusaha menyerang Puguh. Hingga tiba tiba, Pangeran Langit Barat sudah mendekat, kemudian mengayunkan secara memutar, senjata pedang panjangnya dari samping kanan.
Melihat tebasan pedang yang sangat cepat itu, sambil sedikit memutar tubuhnya ke arah kiri, Puguh berusaha menangkis serangan pedang itu.
Sesaat kemudian, Puguh mendapatkan tiga serangan secara bersamaan. Terjangan siluman harimau dan siluman naga, kembali dibalasnya dengan hempasan kepakan sayapnya.
Bersamaan dengan itu, tebasan secara mendatar senjata pedang panjang dari Pangeran Langit Barat yang menggunakan kekuatan tenaga dalam yang sangat besar, berusaha ditahan Puguh dengan senjata pedangnya.
Benturan dua senjata pedang yang sama sama mengandung kekuatan tenaga dalam yang sangat besar itu, menimbulkan suara yang sangat keras dan membuat tubuh mereka berdua tersurut melayang ke belakang.
Dbaaannnggg !
Selama melayang ke belakang cukup jauh itu, Pangeran Langit Barat merasakan, bilah pedangnya bergetar hebat hingga ke pangkal bahu. Tetapi, garis mulutnya menggambarkan senyum kepuasan.
Sementara itu, Puguh yang juga melayang mundur, segera menggerakkan kedua sayapnya untuk menahan luncuran tubuhnya, dan kemudian bersiap kembali untuk bertarung.
Melihat lawannya yang masih sangat muda itu masih bisa menahan serangannya, sejenak senyuman Pangeran Langit Barat menghilang. Namun, saat menatap ke atas, kembali Pangeran Langit Barat tertawa.
__ADS_1
"Haahhh ha ha ha ha ! Pendekar Puguh ! Kau memang pendekar muda yang sangat hebat ! Ilmu pedangmu sangat kuat ! Tetapi, tetap tidak ada yang bisa menandingi ilmu pedangku ! Karena selama ini, belum ada pendekar yang bisa lolos dari kejaran senjata pedangku ! Sayangnya, kehebatanmu akan berakhir di tanganku !" kata Pangeran Langit Barat.
"Pangeran Langit Barat ! Apapun yang terjadi padaku, akan aku terima ! Asal aku bisa menghentikan kejahatanmu dan gurumu !" sahut Puguh.
"Haahhh ha ha ha ha ! Aku sangat senang dengan orang yang terus terang seperti dirimu ! Sekarang cobalah kau hentikan aku !" kata Pangeran Langit Barat lagi, sambil menggeser senjata pedang panjangnya ke samping kanannya agak ke belakang.
Kemudian, Pangeran Langit Barat menghentakkan tangan kirinya ke depan. Seketika, kedua siluman binatang itu melesat dengan sangat cepat ke arah Puguh. Disusul kemudian, dengan Pangeran Langit Barat yang melenting dan melesat lurus ke arah Puguh.
Melihat datangnya tiga serangan yang hampir bersamaan itu, sambil sedikit melayang ke atas, Puguh segera meningkatkan lagi aliran tenaga dalamnya, yang membuat pendaran sinar putih dari bilah pedangnya yang membentuk kepala dan leher siluman elang, menjadi semakin terang dan semakin jelas wujud kepala siluman elangnya.
Ketika serangan dua siluman binatang itu sudah sangat dekat, Puguh segera memapakinya dengan tebasan senjata pedang.
Daaassshhh ! Daaassshhh !
Wujud siluman harimau dan wujud siluman naga itu langsung terbelah tubuhnya, saat terkena tebasan senjata pedang Puguh.
Tetapi dengan cepat, wujud dua siluman itu segera menyatu kembali dan bersiap untuk menyerang.
Mendapat serangan yang sangat berbahaya itu, Puguh segera memutar senjata pedangnya untuk menangkis serangan Pangeran Langit Barat.
Terdengar dentangan dua senjata beradu, saat Pangeran Langit Barat melakukan serangan beruntun. Senjata pedangnya yang berbilah panjang, berkelebatan sangat cepat mengarah ke bagian bagian tubuh Puguh yang berbahaya.
Traaannnggg ! Traaannnggg !
Trang ! Trang ! Trang !
Seperti tidak ingin memberi kesempatan pada Puguh untuk sekedar bernafas, Pangeran Langit Barat yang dibantu oleh wujud siluman harimau dan wujud siluman naga, terus menerus menyerang Puguh.
Hingga tanpa terasa, pertarungan Puguh melawan Pangeran Langit Barat, serta pertarungan Rengganis dan Kartika Dhatu yang melawan Ki Naga Kecil, berlangsung hingga malam tiba.
Saat matahari sudah benar benar tenggelam di ufuk barat, Pangeran Langit Barat mengeluarkan kekuatan tenaga dalamnya hingga jumlah yang sangat besar.
__ADS_1
"Haahhh ha ha ha ha ! Pendekar Puguh ! Apakah sekarang kau akan mampu menghentikanku ?" kata Pangeran Langit Barat.
Sesaat kemudian, wujud siluman harimau dan wujud siluman naga yang terhubung dengan kekuatan di tangan kiri Pangeran Langit Barat, berubah menjadi kobaran api merah kehitaman. Sepasang mata kedua siluman binatang itupun berubah menjadi merah menyala.
Selain itu, seluruh tubuh Pangeran Langit Barat terlihat mengeluarkan asap tipis dan kedua bola matanya pun sesekali berubah menjadi berwarna merah membara.
Kemudian, kedua wujud siluman binatang dan Pangeran Langit Barat, segera melesat bersamaan ke arah Puguh.
Sementara itu di bawah, di permukaan tanah, Pangeran Indra Prana dan yang lainnya, masih tidak beranjak dari tempatnya berdiri, menyaksikan kedua pertarungan di udara.
Melihat perubahan yang terjadi pada Pangeran Langit Barat serta kedua siluman binatang yang membantunya bertarung, segera maju beberapa langkah sambil terus mendongak ke atas.
"Puguh ! Mungkin kau membutuhkan senjata pedang ini !" teriak Roro Nastiti.
Mendengar teriakan Roro Nastiti, Puguh langsung teringat pengalamannya saat dirinya bersama Roro Nastiti bertarung melawan beberapa siluman binatang.
Saat itu, sepasang senjata pedang pendek Roro Nastiti mampu menghancurkan beberapa siluman binatang yang terkena tebasan sepasang senjata pedang pendeknya.
Maka dari itu, begitu mendengar teriakan Roro Nastiti, Puguh segera mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah Roro Nastiti.
"Terima kasih Roro ! Maaf, aku meminjam sepasang senjata pedang milikmu !" kata Puguh sambil mengalirkan sejumlah besar tenaga dalamnya ke tangan kirinya.þ
Beberapa saat kemudian, senjata sepasang pedang pendek yang berada dipinggang Roro Nastiti, bergetar hebat. Dan tiba tiba, kedua senjata pedang pendek itu keluar dari sarungnya dan melesat dengan sangat cepat ke arah Puguh.
Tangan kiri Puguh pun, segera menangkap dua senjata pedang yang mendekati tubuhnya.
Kedua senjata pedang pendek yang tertangkap tangan kiri Puguh, segera menyatu hingga seperti hanya satu pedang.
Saat serangan Pangeran Langit Barat dan dua siluman binatang yang mengroyoknya sudah dekat, Puguh segera menyambutnya dengan tebasan dua senjata pedang di tangan kiri dan kanannya.
---------- ◇ ----------
__ADS_1