Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Mencari Bahan Obat Untuk Puguh


__ADS_3

Ki Dwijo kembali menatap Rengganis dengan tajam. Seolah hendak menyelidiki dan membaca isi hatindan pikiran Rengganis.


"Siapa gadis muda ini ? Ilmu yang dia gunakan ada kemiripan dengan bedebah pengkhianat itu, walaupun tehnik yang dipergunakan gadis ini memang memang tehnik khusus untuk perempuan. Namun gadis ini mengaku temannya Puguh. Tidak mungkin Puguh mau berteman dengan orang seperti bedebah pengkhianat itu," kata Ki Dwijo dalam hati.


Namun beberapa saat kemudian, Ki Dwijo segera merubah arah berdiri dan pandangannya, setelah merasa kasihan melihat Rengganis hanya menunduk saja.


Kemudian Ki Dwijo pun duduk dan mencoba bertanya pada gadis muda di depannya itu.


Nduk, bisakah kau ceritakan, dimana sekarang cucuku Puguh dan bagaimana keadaannya ?" tanya Ki Dwijo pelan. Sikapnya pada Rengganis berubah, setelah mengetahui jikalau gadis muda di depannya itu adalah teman Puguh cucunya.


Ki Dwijo merasa bisa mempercayai Rengganis, karena yakin, Puguh tidak akan menyerahkan atau menitipkan senjata pedangnya kepada sembarang orang, kecuali kepada orang yang benar benar bisa dia percaya.


"Bisa kek. Karena memang seperti pesn Puguh, akan kuceritakan pada kakek semuanya," jawab Rengganis.


"Kalau begitu, ceritakan semuanya. Kakek akan mendengarkan" pinta Ki Dwijo.


Kemudian Rengganis menceritakan semuanya, sejak mereka melakukan bertemu hingga melakukan perjalanan dan hingga Puguh ditawan oleh Perkumpulan Jaladara Langking.


Sepanjang Rengganis bercerita, Ki Dwijo tidak pernah menyela ataupun menghentikannya, walaupun ceritanya sampai disaat Puguh bertarung dan harus menyerahkan diri untuk menyelamatkan Rengganis.


Hal itu bukan karena Ki Dwijo tidak bereaksi marah pada Perkumpulan Jaladara Langking, terutama pada Dharma Shankara beserta istri dan anaknya. Namun karena Ki Dwijo ingin mengobati kerinduan hati pada cucunya dengan mendengarkan semua kisahnya.


"Terimakasih telah mengantarkan pedang ini dan telah mengabarkan tentang Puguh pada kakek, nduk," kata Ki Dwijo setelah Rengganis selesai bercerita.


"Sekarang apa rencanamu dan kamu hendak kemana ?" sambung Ki Dwijo.

__ADS_1


"Rengganis ingin segera ke Kadipaten Randu Beteng untuk membebaskan kakang Puguh sebisanya, kek," jawab Rengganis.


"Kamu tidak ingin pulang ?" tanya Ki Dwijo lagi.


Mendengar pertanyaan itu, Rengganis hanya mengangguk.


"Nduk, ketahuilah, disana sangat berbahaya, masih banyak tokoh tokoh musuh yang sangat sakti. Kamu dan Puguh masih beruntung, saat itu yang ada hanya Dharma Shankara dan anak istrinya," kata Ki Dwijo lagi, "Kalau kamu mau, kamu ikut kakek dulu. Kita pikirkan cara membebaskan Puguh, nanti kita bebaskan bersama sama. Jangan terlalu mengkhawatirkan Puguh. Yakin saja, dia akan selamat."


Akhirnya, Rengganis mengikuti Ki Dwijo. Ki Dwijo mengatakan, mereka akan segera ke Kadipaten Randu Beteng. Namun mereka akan mencari waktu yang tepat.


Ki Dwijo juga mengatakan, kalau sebenarnya dia sedang melakukan penyelidikan, siapa yang berada di belakang setiap gerakan Perkumpulan Jaladara Langking. Karena Ki Dwijo mempunyai kecurigaan, ada orang penting yang berada di belakang Perkumpulan Jaladara Langking.


----- * -----


Di dalam perawatan Ki Bhanujiwo dan Den Roro yang sangat telaten, kesehatan tubuh Puguh berhasil pulih seperti sedia kala. Badannya kembali tegap berisi walaupun masih tetap sedikit kurus. Kulit tubuhnya tampak bersih walaupun hanya dibalut pakaian yang sederhana. Rambutnya yang gondrong hingga ke bahu menambah ketampanan wajahnya.


Untungnya, tenaga dalam dan kemampuan ilmu silat Puguh yang sudah mendarah daging di tubuhnya tidak ikut menghilang. Hal ini Ki Bhanuniwo ketahui saat Ki Bhanujiwo mencoba mengetes daya reflek dan kepekaan Puguh.


Saat itu, Ki Bhanujiwo sengaja mengeluarkan getaran tenaga dalamnya dan kemudian dari belakang, Ki Bhanujiwo mencoba menyerang dengan memukul bahu Puguh.


Merasa diserang dari belakang,walaupun Puguh terlihat diam saja, namun saat telapak tangan Ki Bhanujiwo tinggal berjarak sejengkal dengan bahunya, tiba tiba tangan Puguh bergerak dengan kecepatan yang sangat luar biasa, memukul punggung tangan Ki Bhanujiwo hingga arahnya melenceng ke atas dan memukul tempat kosong.


Kemudian Ki Bhanujiwo mencoba menyerang dengan serangkain pukulan dan tendangan. Lagi lagi, walaupun dengan tatapan mata yang kosong, Puguh bisa menghindari dan menangkis semua serangan Ki Bhanujiwo. Hal itu membuat lega hati Ki Bhanujiwo.


Namun, tanpa sepengetahuan Ki Bhanujiwo, selama mereka merawat Puguh, ada perempuan yang selalu menahan perasaan rindu dendamnya yang sangat menyesakkan hati. Karena, ada orangnya di depannya, namun tidak bisa mengutarakan perasaannya pada orang itu, bagaikan ada batu besar yang menghimpit dadanya.

__ADS_1


Perempuan itu adalah Den Roro, yang diam diam semakin tumbuh rasa sayang pada Puguh.


Saat Den Roro sedang merawat Puguh, untuk sedikit melonggarkan perasaannya, Den Roro hanya bisa menangis dalam hati di depan Puguh, tanpa berani mengeluarkan air mata.


Semua hal itu, bukannya Ki Bhanujiwo tidak mengetahuinya. Namun, untuk saat ini, Ki Bhanujiwo tidak bisa berbuat apa apa.


Ki Bhanujiwo sedang berusaha keras untuk mencari bahan obat untuk membuat ramuan yang bisa menyembuhkan Puguh.


Berdasarkan pengalamannya meracik ramuan obat selama ini dan berdasarkan cerita cerita gurunya Ki Bhanujiwo dahulu kala, ada satu bahan yang mungkin bisa menyembuhkan Puguh namun sangat sulit didapatkannya. Yaitu cairan bening yang keluar dari galih kayu hitam.


Namun, itu sepertinya sangat tidak mungkin bisa didapatkannya. Karena, galih pohon nangka saja sudah demikian kerasnya dan tidak mengeluarkan cairan. Apalagi pohon kayu hitam yang lebih keras kayunya dibandingkan dengan pohon kayu nangka. Sangat tidak mungkin mengeluarkan cairan.


Namun Ki Bhanujiwo tidak putus asa. Maka dia mencoba mengajak Puguh dan Den Roro untuk melakukan perjalanan.


Selain dengan tujuan mencari pohon kayu hitam, juga untuk memberikan penghiburan pada Den Roro agar tidak semakin terpuruk dalam kesedihan. Selain itu juga berharap bisa bertemu dengan Ki Dwijo, guru sekaligus kakek Puguh. Siapa tahu, Ki Dwijo bisa memberikan masukan atau saran untuk memulihkan ingatan Puguh.


Hingga akhirnya pada suatu pagi, Ki Bhanujiwo meminta Den Roro untuk berkemas, mereka akan melakukan perjalanan sekaligus untuk mencarikan obat bagi Puguh.


Tanpa menunda lagi, Den Roro segera menyiapkan semua yang dibutuhkan selama melakukan perjalanan.


Tidak berapa lama, terlihat tiga orang keluar dari goa alami di bawah sebuah tebing. Goa yang selama ini mereka tinggali untuk melakukan pengobatan pada Puguh.


Mereka bertiga melakukan perjalanan dengan berjalan biasa sehingga perjalanan mereka sangat lambat. Karena, selama perjalanan, Ki Bhanujiwo ingin, Den Roro sambil terus belajar ilmu pengobatan dan memperdalam pengetahuan tentang obat obatan.


Selain itu, di setiap hutan yang mereka lewati, Ki Bhanujiwo berusaha mencari bahan bahan untuk membuat racikan ramuan obat, terutama obat yang dibutuhkan oleh Puguh.

__ADS_1


__________ ◇ __________


__ADS_2