Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Melawan Siluman Penguasa Hutan Perbatasan II


__ADS_3

Karena digerakkan Rengganis dengan tenaga dalam yang tingkatannya sudah sangat tinggi, dahan dahan serta daun pohon itu menjadi sekuat tombak dan setajam pedang.


Sehingga saat dahan dahan pohon itu mengenai kedua mata dan rongga mulutnya, siluman ular raksasa itu merasakan kesakitan walaupun tidak membahayakan.


"Ssttt ... ! Aduuhhh ! Mataaakuuu !" teriak siluman ular itu kesakitan. Badannya yang sangat besar itu bergerak liar hingga memporak porandakan tempat pertarungan.


Sementara itu, dalam jarak waktu yang sangat singkat sesaat setelah siluman ular itu kesakitan, tiba tiba kedua kaki Rengganis sudah menerjang kepala siluman ular tepat pada dahinya.


Tap ! Tap !


Walaupun terdengar pelan, namun terjangan kaki Rengganis membuat kepala siluman ular itu terdorong dengan kuat dan terhempas di tanah dengan hebat.


Dbaaammm !


Sikuman ular itu merasakan pusing untuk beberapa saat hingga hanya bisa memejamkan matanya.


Bersamaan dengan itu, Puguh sedang menghadapi terjangan dua siluman macan kumbang.


Beberapa kali Puguh selalu menghindari serangan itu dengan melentingkan tubuhnya ke arah kanan dan ke kiri.


Walaupun kekuatannya masih sedikit dibawah siluman kera raksasa, namun dua siluman macan kumbang memiliki kecepatan yang lebih tinggi serta gigi taring dan kuku kuku cakarnya yang sangat kuat dan tajam.


"Siluman macan kumbang ini kecepatannya melebihi siluman kera raksasa. Aku harus memosisikan tubuhku di tengah tengah mereka !" kata Puguh dalam hati.


Kemudian Puguh melambatkan sedikit kecepatannya, untuk memancing siluman macan kumbang itu menyerang.


Melihat manusia yang memjadi lawannya menjadi lambat gerakannya, salah satu siluman macan kumbang itu segera melesat. Dengan sekali lompatan panjang, siluman macan kumbang sudah sangat dekat dan tepat berada di atas Puguh. Sesaat kemudian, mendarat dalam posisi menerkam.


Buuummm !


Namun, sesaat sebelum siluman macan kumbang menerkam, Puguh kembali mempercepat gerakannya untuk menggulingkan tubuhnya ke belakang siluman macan kumbang itu sambil kemudian kaki kanannya melakukan tendangan ke arah belakang tubuh siluman macan kumbang.


Paaaccckkk !


Siluman macan kumbang itu merasakan, tubuhnya terlempar ke depan kemudian jatuh terhempas di tanah, saat terkena tendangan Puguh.


Bruuaaakkk !


Melihat hasil dari dua pertarungan itu, siluman harimau yang sejak tadi terus memperhatikan dua pertarungan, segera meloncat ke arah pertarungan siluman ular melawan Rengganis sambil memberikan perintah.

__ADS_1


"Kalian bantu siluman macan kumbang ! Biar aku membantu siluman ular !" teriak siluman harimau.


Mendengar perintah siluman harimau itu, siluman badak, siluman kuda dan siluman kerbau segera melesat ke arah Puguh.


Kemudian, dengan cepat mereka menyerang Puguh dari arah yang berbeda beda.


Dengan tingkat kekuatan yang sama dengan siluman ular dan siluman macan kumbang, membuat kerja sama serangan siluman kuda, siluman kerbau dan siluman badak, sangat berbahaya dan sulit untuk dihindari.


Namun ada satu hal yang sejak tadi menjadi perhatian Puguh. Puguh tidak melihat adanya siluman elang, seperti yang diceritakan oleh Iswara Dhatu.


"Heeiii kalian para siluman ! Dimana teman kalian siluman elang ?" teriak Puguh.


Mendengar teriakan Puguh, para binatang siluman itu segera menambah aliran tenaga dalamnya.


"Ggrrrhhh ... Kenapa kalian para manusia selalu mengejar siluman elang ?" tanya salah satu siluman macan kumbang sambil kemudian kembali melesat melakukan serangan.


Puguh segera melenting ke samping kiri, tetapi siluman macan kumbang yang satunya lagi sudah menyerang Puguh dari belakang, hingga membuat Puguh harus melompat untuk menghindari serangan lagi.


"Aku tidak mungkin terus menghindar ! Aku juga tidak ingin melukai mereka !" kata Puguh dalam hati.


Karena tidak ingin melukai para siluman binatang itu, karena memang tidak ada permusuhan dengan mereka, membuat Puguh harus selalu menghindar dan akhirnya menjadi pihak yang terdesak.


Telapak tangan kanan Puguh yang mengenai dahi siluman badak itu, menimbulkan suara yang sangat keras.


Blaaammm !


Akibat benturan itu, tubuh Puguh terdorong ke atas hingga beberapa meter. Sedangkan tanah di sekitar siluman badak yang bertubuh sangat besar itu, terlihat amblas hingga satu meter membentuk lubang berbentuk lingkaran dengan tubuh siluman badak itu berada di tengah tengahnya.


Seluruh tubuh badak itu terlihat bergetar hebat.


"A .. nak manusia ini ! Kekuatannya sangat luar biasa !" gumam siluman badak itu.


Siluman kuda dan siluman kerbau serta dua siluman macan kumbang batu saja hendak melesat saat terdengar suara dengungan yang sangat mengganggu telinga mereka.


Ngunggg ! Ngunggg ! Ngunggg !


"Suara ini ... Sangat lama tidak muncul ! Kenapa tiba tiba terdengar disini ? Dan anak manusia itu yang membawanya ?" kata salah satu siluman macan kumbang.


Semua binatang siluman yang tadi mengepung Puguh, sekarang menatap dengan nanar ke arah Puguh.

__ADS_1


Terlihat, Puguh yang tadi terlempar ke atas saat berbenturan tenaga dalam dengan siluman badak, langsung membuat tubuhnya melayang. Kemudian, dengan sangat terpaksa, Puguh segera mencabut senjata pedangnya. Seketika, seluruh tempat pertarungan dan sekitarnya, diselimuti sinar hijau terang yang keluar dari senjata pedang milik Puguh.


Sesaat kemudian, terdengar suara berdengung keras yang berasal dari bilah pedang yang bergetar terkena aliran tenaga dalam tingkatan sangat tinggi dalam jumlah yang besar. Suara dengungan dari pedang di tangan Puguh itu berhasil membuat semua siluman berhenti bergerak dengan sinar mata yang mengandung kecemasan.


----- * -----


Sementara itu pada saat yang bersamaan. Rengganis yang berhasil membuat siluman ular untuk beberapa saat merasakan kesakitan, harus segera mengerahkan kembali tenaga dalamnya untuk menggerakkan dahan dahan pohon yang berada di kanan kiri tempat dia melayang. Hal itu karena, sesaat setelah siluman ular jatuh terhempas di tanah, siluman harimau yang berbadan sangat besar dengan getaran kekuatan yang sangat tinggi, sudah melesat ke arahnya.


Saat siluman harimau itu meloncat, Rengganis menggerakkan kedua tangannya yang membuat pohon pohon di sekitar tempat dia melayang, meliuk ke arahnya dengan dahan yang bergerak menghalau datangnya siluman harimau.


Melihat serangan dari dahan dahan pohon itu, siluman harimau menggeram sambil kedua cakar depannya bergerak menyapok dahan dahan pohon yang menghalangi jalannya.


Graaoowww !


Sraaakkk ! Sraaakkk ! Sraaakkk !


Walau gerakan meloncatnya agak terhambat dengan adanya dahan dahan pohon, tetapi siluman harimau itu tetap bisa mendekati Rengganis dan kemudian mengarahkan cakar depannya yang sebelah kanan ke tubuh Rengganis.


Melihat siluman harimau itu bisa melewati dahan dahan pohon yang dia gerakkan, kemudian melesat ke arahnya dengan agak berkurang kecepatannya, Rengganis memapaki cakar siluman harimau itu dengan pukulan telapak tangannya.


Dua pukulan yang dilapisi tenaga dalam tingkatan sangat tinggi itu menimbulkan suara yang sangat keras.


Blaaarrr !


Dalam benturan pukulan itu Rengganis terlempar ke atas ke arah pepohonan. Dalam keadaan tubuh meluncur ke belakang, Rengganis menggerakkan kedua tangannya, membuat dahan dahan pohon itu bergerak menangkap tubuhnya. Tubuh Rengganis akhirnya berhenti meluncur karena ditahan oleh dahan dahan pohon yang berdaun lebat.


Sementara itu, siluman harimau terdorong hingga tubuhnya mendarat lagi di tanah.


Kemudian, siluman harimau itu bersiap untuk meloncat lagi. Namun gerakannya terhenti saat tiba tiba terdengar suara dengungan keras yang membuat telinganya sedikit sakit.


"Suara ini ... Mungkinkah dia muncul kembali ?" gumam siluman harimau itu sambil matanya mencari arah datangnya suara dengungan itu. Hingga akhirnya siluman harimau itu melihat Puguh yang tubuhnya melayang dengan tangan kanan memegang sebatang pedang yang memendarkan sinar hijau sangat terang. Bilah pedang itu terlihat bergetar dan mengeluarkan suara dengungan.


"Ggrrrhhh .... Anak muda ! Siapa kau sebenarnya !" teriak siluman harimau itu sambil tubuhnya melesat ke atas dengan sangat cepat ke arah Puguh yang melayang.


Namun, baru mencapai setengah jaraknya dari tempat Puguh melayang, tubuh siluman harimau itu terpental kembali ke bawah dan jatuh terhempas ke tanah dengan sangat keras, saat Puguh mengacungkan senjata pedangnya ke arahnya. Seketika, dari ujung bilah pedang itu, meluncur selarik sinar hijau terang yang langsung menghantam kepalanya.


Ddeebbaaammm !


__________ ◇ __________

__ADS_1


__ADS_2