Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Menghadiri Undangan


__ADS_3

Meja besar dan panjang itu berisi banyak deretan kursi. Hanya terisi Putri Mahatariti dan dua orang laki laki dan perempuan paruh baya. Sedangkan anggota Perkumpulan Jaladara Langking yang berada di wilayah ini, berdiri dekat dinding ruangan, mengelilingi meja besar itu.


Putri Mahatariti segera maju mendekat ke arah Puguh dan mengajak Puguh untuk duduk di dekatnya. Namun Puguh memilih duduk di depan mereka bertiga hingga membuat duduk mereka berhadap hadapan.


Puguh merasakan getaran kekuatan yang sangat kuat keluar dari mereka bertiga, terutama dari pria paruh baya yang duduk di tengah.


Sesaat suasana hening, hingga kemudian Putri Mahatariti bersuara memecahkan keheningan.


"Terimakasih, kalian berdua telah memenuhi undangan kami," kata Putri Mahatariti.


Kemudian Putri Mahatariti memperkenalkan diri serta kedua orang paruh baya di sampingnya itu.


Ternyata mereka adalah kedua orangtua Putri Mahatariti yang bernama Dharma Shankara.


"Anak muda, kami sudah memperkenalkan diri, kalau boleh tahu, siapa diri kalian ?" tanya Dharma Shankara sambil terus menatap tajam Puguh.


"Anak muda ini menyimpan kekuatan yang sangat luar biasa. Pantas anakku memperlakukan dia dengan undangan istimewa," kata Dharma Shankara dalam hati.


"Namaku Puguh dan ini temanku Rengganis. Kami hanyalah pengelana yang berasal dari tlatah Kadipaten Langitan," jawab Puguh.


"Baiklah anak muda. Atas permintaan anakku, aku menawari kamu untuk bergabung dengan Perkumpulan Jaladara Langking. Dengan tingkat kekuatan dan ilmu silatmu, kamu akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di Perkumpulan," kata Dharma Shankara menawari Puguh.


"Maaf paman, kami tidak terbiasa terikat. Terpaksa kami menolak tawaran paman," jawab Puguh.


Mendengar jawaban itu, Dharma Shankara langsung berdiri dengan tangan kanan menggebrak meja.


Braaakkk !


"Dengan alasan apa kalian menolak kemuliaan yang kami berikat ! Kalau kalian tidak bisa memberikan alasan yang bisa kami terima, kau akan terima akibatnya !" teriak Dharma Shankara.


"Maaf, alasan sudah kami berikan. Kami terbiasa hidup bebas menentukan nasib sendiri. Jadi, kami tidak akan mampu hidup di bawah aturan Perkumpulan," jawab Puguh menjelaskan.

__ADS_1


"Aku ingin tahu, apakah kamu memang mampu menolak tawaranku !" kata Dharma Shankara dengan keras.


Kemudian Dharma Shankara memerintahkan para anggota inti Perkumpulan Jaladara Langking yang berada di situ untuk menangkap Puguh dan Rengganis.


Puguh dan Rengganis langsung dikepung enam orang paruh baya ketika baru saja berdiri dari duduknya.


Seketika, di ruang tengah yang luas itu terjadi pertarungan. Keenam orang paruh baya itu segera mengepung Puguh dan Rengganis yang berdiri saling membelakangi.


Dharma Shankara memang sengaja menyuruh keenam orang paruh baya itu langsung maju semua menghadapi Puguh. Karena Dharma Shankara merasakan getaran kekuatan Puguh yang sangat besar, sehingga dihadapkan dengan dua atau tiga orang paruh baya itu, Puguh tetap tidak akan terbendung.


"Adik Rengganis, secara berkala kita akan berputar bertukar tempat. Dengan begitu, mereka akan bingung menetapkan sasaran serang. Adik fokus saja hadapi dua orang. Yang lainnya biar kakang yang urus," bisik Puguh pelan.


"Baik kakang," jawab Rengganis.


Ketika keenam orang itu mulai bergerak menyerang, Puguh menghadang serangan mereka dengan jurus Tapak Sewu.


Dimainkan oleh Puguh, dengan tingkat kecepatan dan tingkat tenaga dalam yang sudah sangat tinggi, jurus Tapak Sewu semakin meningkat keampuhannya.


Plak plak plak !


Plak plak plak !


Melihat keenam anak buahnya terkena pukulan hanya dalam beberapa jurus, Dharma Shankara memerintahkan keenam anak buahnya menggunakan senjata.


Keenam laki laki paruh baya itu segera mengeluarkan senjata golok mereka. Kemudian mereka kembali melakukan serangan.


Melihat semua lawannya menggunakan senjata, Rengganis pun segera mengeluarkan pedangnya yang jarang dia gunakan. Karena sebenarnya, ilmu andalan Rengganis adalah ilmu pukulan tangan kosong. Namun oleh Ki Bajraseta kakeknya, Rengganis dibekali juga ilmu silat menggunakan senjata pedang, yang jurus jurusnya diambil dari jurus jurus ilmu tongkat milik Ki Bajraseta.


Karena bukan jurus pedang murni, membuat gerakan gerakan jurus pedang Rengganis terlihat unik namun membahayakan, karena menjadi sulit ditebak arah dan sifat serangannya.


Hal ini membuat Rengganis hanya dalam sepuluh jurus sudah berhasil memberikan luka pada dua lawannya.

__ADS_1


Sementara Puguh yang sudah berganti menggunakan jurus jurus Bantala Wreksa, yang selain sangat cepat getakannya, juga membuat kedua tangan Puguh mampu menangkis senjata tajam yang digunakan oleh lawan yang tingkat tenaga dalamnya di bawahnya.


Dalam setiap benturan senjata golok dengan lengan Puguh, membuat senjata golok lawan lawannya selalu terpental ke belakang dan juga menimbulkan suara seolah golok itu membentur batu.


Crak crak ! Crak crak crak !


Karena kecepatan gerak Puguh yang tidak bisa diimbangi oleh lawan lawannya, membuat sebentar saja keenam laki laki paruh baya itu terlempar ke belakang dengan luka pukulan di dada atau perut. Bahkan beberapa ada yang juga menderita luka bacokan pedang Rengganis.


Melihat semua anak buahnya yang berada disitu kalah semua, Dharma Shankara sangat kagum dengan kemampuan Puguh. Namun hal itu juga membuatnya murka, karena dia situasinya membuat dia harus turun tangan sendiri.


Murkanya Dharma Shankara sebenarnya, karena anak buahnya yang lebih kuat dari keenam laki laki paruh baya itu semuanya sedang bertugas di tempat lain.


Sedangkan anaknya, Putri Mahatariti tidak mungkin dia suruh melawan Puguh. Karena kedatangannya ke Kadipaten Randu Beteng ini pun atas permintaan Putri Mahatariti anaknya.


Sebenarnya, saat bertemu dengan Puguh di warung makan kemaren, Putri Mahatariti langsung merasa tertarik dengan Puguh. Putri Mahatariti sangat ingin, Puguh bisa berada di pihaknya, dekat dengannya dan bisa lebih mengenalnya. Karena, saat bentrok kemaren, Putri Mahatariti kagum dengan kekuatan Puguh, kagum dengan tingkat tenaga dalam dan kecepatan Puguh. Karena di dalam hatinya, Putri Mahatariti berkeinginan, hanya mau diperistri oleh pria yang mengalahkannya dan memiliki tingkat ilmu kanuragan di atasnya. Maka Putri Mahatariti mau berkorban melepaskan Jalu dan saudaranya asal Puguh bersedia menjadi tamunya, dan berharap Puguh mau membantunya dan bekerjasama dengan dia.


Dan tidak seperti biasanya, yang tamu yang diundangnya terdiri dari beberapa pendekar, kali ini Puguh hanya sendirian, tidak ada pendekar lain yang bersamanya dan langsung dipertemukan oleh kedua orangtuanya.


" Haaahhhh .... anak muda ! Sekarang akulah yang menjadi lawanmu !" teriak Dharma Shankara sambil mengeluarkan tenaga dalamnya, sehingga menimbulkan getaran kekuatan yang sangat besar.


Dharma Shankara berjalan pelan dari kursinya. Setiap langkah yang dia lakukan, membawa tekanan pada sekitarnya.


Sesampainya di depan Puguh, Dharma Shankara meningkatkan aliran tenaga dalamnya dan kemudian membuat gelombang getaran tenaga dalam yang menyebar di sekitar dia berdiri.


Sementara itu, begitu merasakan gelombang getaran energi yang sangat kuat, Puguh meminta Rengganis untuk menjauh sedikit.


"Dik, yang ini biar kakang hadapi, adik Rengganis menjauh dulu," kata Puguh pelan pada Rengganis.


Hanya tersenyum dan tanpa menjawab, Rengganis menjauh dari tempat pertarungan.


__________ ◇ __________

__ADS_1


__ADS_2