Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Melawan Ki Dahana Yaksa


__ADS_3

"Oohhh ! Bukankah kau anak muda yang datang bersama dengan Resi Wismaya ? Bukankah kau murid Resi Wismaya ?" tanya Ki Dahana Yaksa.


"Benar, bisa dikatakan aku murid Resi Wismaya," jawab Ki Dahana Yaksa.


"Heehhh he he he he ! Tentunya kau sudah tahu, gurumu sudah aku kalahkan. Bagaimana kau akan menghadapi aku ?" tanya Ki Dahana Yaksa dengan tertawa mengejek.


"Akan kucoba dengan kemampuan yang aku miliki !" jawab Puguh.


"Aku tidak menyangka, tugasku akan semudah ini ! Ayo kita mulai, biar pertarungan ini cepat selesai !" kata Ki Dahana Yaksa.


Tiba tiba tubuh Ki Dahana Yaksa menghilang dan sesaat kemudian memberikan pukulan tangan kanan dari samping kiri tempat Puguh berdiri.


Menghadapi serangan yang sangat mendadak itu, Puguh sengaja tidak menghindar, tetapi menangkisnya dengan tangan kanan yang telah dilapisi tenaga dalam.


Plaaakkk !


Dalam benturan telapak tangan yang mengandung tenaga dalam itu, mereka berdua sama sama terpental ke belakang hingga tiga langkah.


Raut wajah Ki Dahana Yaksa langsung berubah, saat anak muda yang menjadi lawannya itu masih tetap bisa berdiri tegak, bahkan mampu membuatnya terdorong mundur. Namun kemudian, Ki Dahana Yaksa kembali tertawa.


"Haahhh ha ha ha ha ! Mungkin aku terlalu meremehkanmu, anak muda !" kata Ki Dahana Yaksa, sambil kemudian kedua tangannya melakukan gerakan gerakan tertentu di depan dadanya.


Tiba tiba Puguh merasakan luapan tenaga dalam yang sangat tinggi dari tubuh Ki Dahana Yaksa.


Kemudian, tanpa banyak bicara lagi, Ki Dahana Yaksa melesat kembali ke arah Puguh dan melayangkan serangkaian serangan.


Sementara itu, melihat Ki Dahana Yaksa sudah kembali melesat ke arahnya, Puguh yang sudah mengetahui dan merasakan kekuatan Ki Dahana Yaksa, segera menyelimuti seluruh tubuhnya dengan tenaga dalam yang cukup banyak, dan kemudian menghadang dan membalas setiap serangan yang dilancarkan oleh Ki Dahana Yaksa.


Sesaat kemudian, terjadilah adu pukulan dan tendangan berkali kali, yang mampu menimbulkan suara suata ledakan yang sangat keras.


Jdaaammm ! Jdaaammm !


Blammm ! Blammm ! Blammm !


Ki Dahana Yaksa yang merasa penasaran, karena serangannya belum juga bisa mendesak lawannya yang masih sangat muda, dengan rangkaian jurus jurusnya yang mengandung tenaga dalam yang sangat tinggi, terus mengurung dan memberondong Puguh dengan serangan.


Dengan serangan serangan yang tanpa henti, Ki Dahana Yaksa ingin sesegera mungkin mengakhiri perlawanan Puguh.


Namun hingga seratus jurus dilalui, keinginan Ki Dahana Yaksa itu belum bisa terjadi. Jangankan mengakhiri, untuk mendesak Puguh saja belum bisa. Karena, setiap serangan tendangan ataupun pukulan, selalu bisa diimbangi Puguh dengan tendangan dan pukulan juga.

__ADS_1


Dengan kecepatan tangannya dalam setiap jurus jurus Bantala Wreksa, Puguh berusaha menghadang setiap serangan Ki Dahana Yaksa.


Karena belum juga bisa mendesak lawannya, Ki Dahana Yaksa memaksakan untuk mengadu tenaga dalam.


Dalam suatu kesempatan, Ki Dahana Yaksa sedikit melenting untuk kemudian melakukan serangan dengan kedua telapak tangan ke arah dada Puguh.


Melihat serangan dengan kecepatan yang sangat tinggi yang tidak memungkinkan lagi untuk dihindari, Puguh segera meningkatkan lagi aliran tenaga dalamnya.


Kemudian, dengan kaki kiri yang sedikit ditarik ke depan, Puguh memapaki datangnya serangan dengan pukulan dua telapak tangan.


Dua pukulan yang mengandung kekuatan tenaga dalam sangat tinggi bertemu. Hingga menimbulkan suara yang sangat keras disertai timbulnya gelombang udara yang menyebar ke segal arah.


Blaaannnggg !


Dalam benturan serangan itu, dengan posisi kuda kuda yang menapak di tanah, tubuh Puguh terseret ke belakang hingga beberapa langkah. Kedua kakinya yang terbenam di tanah hingga sebatas mata kaki, membentuk dua garis di tanah. Terlihat kedua lengan bajunya sobek terkoyak.


Sementara itu, dengan posisinya yang sedikit melayang, Ki Dahana Yaksa terlempar ke belakang, lalu berjumpalitan dan kemudian mendarat di tanah.


Diam diam Ki Dahana Yaksa merasakan kedua tangannya bergetar hingga ke pangkal bahu.


"Ternyata anak muda ini mempunyai tenaga dalam yang sangat tinggi. Aku tidak mungkin kalah darinya !" kata Ki Dahana Yaksa dalam hati.


Dalam posisi yang agak berjauhan, Ki Dahana Yaksa mencabut senjata pedangnya.


Sambil mengacungkan senjata pedangnya ke atas, bibir Ki Dahana Yaksa bergerak gerak membaca mantera.


Segera saja luapan kekuatan yang sangat besar menyelimuti seluruh tubuh Ki Dahana Yaksa. Terlihat kilatan kilatan sinar hijau mengitari tubuhnya.


"Anak muda ! Bagaimana kalau kita main main dengan menggunakan senjata !" kata Ki Dahana Yaksa pelan.


Kemudian, dengan perlahan Ki Dahana Yaksa menempatkan bilah pedangnya ke arah sisi kirinya. Dengan menotolkan ujung jarinya, tubuh Ki Dahana Yaksa melesat dengan sangat cepat, menerjang ke arah Puguh berdiri.


Sementara bersamaan dengan itu, saat melihat Ki Dahana Yaksa mencabut senjata pedangnya, Puguh segera meloloskan senjata pedang dari sarungnya.


Segera saja sinar hijau terang menyelimuti tubuh Puguh dan sekelilingnya. Suhu udara di sekitar tempat bertarung pun menurun dengan drastis.


Begitu Ki Dahana Yaksa melesat ke arahnya, tubuh Puguh pun meluncur memapakinya.


Tidak berapa lama, terdengar suara dentangan dua sejata pedang beradu berkali kali.

__ADS_1


Trang trang ! Trang trang !


Setiap kali kedua pedang itu beradu, menimbulkan gelombang angin yang cukup kuat yang menerbangkan debu debu ke segala arah.


Dalam melakukan gerakan setiap jurusnya, tenaga dalam yang mengaliri seluruh tubuh Puguh semakin lama semakin meningkat. Membuat diam diam Ki Dahana merasakan, tangannya yang memegang pedang bergetar hebat.


Karena tetap belum bisa mendesak lawannya, akhirnya Ki Dahana Yaksa mengeluarkan tehnik terbaru yang dipelajarinya.


Sambil disertai teriakan keras, bibir Ki Dahana Yaksa kembali mengucapkan mantera.


"Aarrrccchhh ! Anak muda ! Kau memaksaku untuk menggunakan kekuatan ini !" teriak Ki Dahana Yaksa.


Tiba tiba, di belakang Ki Dahana Yaksa muncul siluet yang membentuk wujud burung elang yang sangat besar, dengan bola matanya yang merah membara.


Siluet burung elang itu diselimuti oleh pendaran sinar hijau, demikian juga tubuh Ki Dahana Yaksa. Pendaran sinar hijau yang mengeluarkan getaran kekuatan yang sangat menekan.


Sementara itu, terjadi sedikit perubahan pada tubuh Ki Dahana Yaksa. Tubuhnya terlihat lebih tinggi dan kurus. Lingkaran hitam pada kedua matanya mengecil. Suaranya pun menjadi aneh seperti suara burung.


Bilah pedang Ki Dahana Yaksa samar samar mengeluarkan kilatan warna hijau dan merah.


Kemudian, dengan gerakan meloncat seperti gerakan burung yang hendak terbang, tubuh Ki Dahana Yaksa melesat terbang ke arah Puguh dengan pedang yang siap digunakan untuk menyerang.


Sementara itu, melihat Ki Dahana Yaksa mulai menggunakan kekuatan siluman elang, Puguh pun mulai membaca mantera yang diajarkan oleh Resi Wismaya.


"Siluman serigala mata biru, keluarlah ! Bantu aku dengan kekuatanmu !" kata Puguh pelan.


Perlahan, di belakang Puguh, muncul siluet membentuk wujud serigala raksasa yang matanya menyala biru. Seluruh siluet yang berwujud serigala mata biru itu dikelilingi oleh pendaran tipis sinar biru.


Dari kedua bola mata serigala mata biru itu, keluar pendaran sinar biru yang mengalir ke bilah pedang di tangan Puguh. Pendaran sinar itu mengeluarkan getaran kekuatan yang sangat tinggi.


Sementara, bilah pedang di tangan Puguh mengeluarkan sinar hijau terang dengan garis biru di punggung bilah pedang.


Tubuh Puguh pun diselimuti pendaran sinar hijau yang bercampur dengan sinar biru.


Kemudian, dengan sedikit mengangkat tumit kaki kanannya, Puguh melesat memapaki datangnya serangan Ki Dahana Yaksa.


Sesaat kemudian, terjadi benturan serangan yang sama sama mengandung kekuatan siluman. Benturan yang diikuti dengan suara geraman siluman itu menimbulkan suara ledakan yang sangat keras dan juga mengakibatkan luapan kekuatan yang memporak porandakan halaman depan istana yang sangat luas itu.


Dammm ! Dammm dammm !

__ADS_1


Blaaang ! Jdaaammm !


__________ ◇ __________


__ADS_2