Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Gugurnya Nyi Jinten dan Ki Klewang Klewung


__ADS_3

Selama beberapa hari ini, kematian demi kematian yang membawa korban para penduduk kampung, semakin menjadi jadi. Bahkan dalam waktu yang bersamaan, bisa terjadi banyak kematian di tempat yang berbeda beda.


Tiga pecahan tubuh Tangan Iblis yang memiliki kemampuan setara dengan Tangan Iblis, semakin merajalela. Hingga saat ini, belum ada pendekar yang mampu untuk menaklukkan mereka. Bahkan sudah banyak pendekar yang ikut menjadi korban.


Akhirnya berita tentang kejahatan Tangan Iblis dan pecahannya, terdengar juga olehKi Pande, Ki Klewang Klewung, Nyi Jinten, Ki Kebo Ranu, Ki Tanggul Alas dan Ki Dwijo. Ki Klewang Klewung yang selalu mengembara dan berpindah pindah tempat, lebih dahulu mendengar dan berusaha untuk membasminya.


Kebetulan Ki Klewang Klewung bisa menghadangnya ketika salah satu dari pecahan tubuh Tangan Iblis tiba di perbatasan kotaraja dan baru saja memakan korban.


"Berhenti sebentar kisanak !" kata Ki Klewang Klewung sambil menghadang arah jalan Salah satu Tangan Iblis.


"Aku sepertinya pernah melihat wajah seperti orang ini. Tapi aku lupa dimana !" gumam Ki Klewang Klewung.


Sejenak Tangan Iblis terdiam sambil menatap tajam wajah Ki Klewang Klewung. Namun sesaat kemudian, Tangan Iblis sekilas membelalakkan matanya, saat merasakan getaran tenaga dalam dari orang yang menghadangnya.


Merasa menghadapi lawan yang mempunyai kekuatan dan tenaga dalam yang tinggi, yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya, Tangan Iblis tersenyum menyeringai. Merasa bergairah akan mendapatkan mangsa yang berkekuatan tinggi.


Kemudian, tanpa mengucapkan perkataan sepatahpun, Tangan Iblis segera melesat ke arah Ki Klewang Klewung sambil kemudian kedua tangannya melakukan serangkaian serangan.


Ki Klewang Klewung yang melihat orang tua lawannya itu langsung menyerang, segera memapaki serangan lawannya. Kedua tangannya melakukan gerakan menangkis yang juga dibarengi dengan serangan.


Plak ! Plak ! Plak ! Plak !


Ki Klewang Klweung terkejut saat tenaga dalamnya seperti diserap oleh lawannya pada setiap benturan pukulan.


Ki Klewang Klewung belum sempat untuk berpikir, saat Tangan Iblis sudah kembali melesat dan kemudian melayangkan serangan.


Sambil menaikkan aliran tenaga dalamnya secara drastis, Ki Klewang Klewung berusaha menghadang setiap serangan Tangan Setan.


Kali ini, dalam setiap benturan pukulan, selain menimbulkan suara yang lebih keras lagi, juga membuat tubuh mereka berdua terdorong ke belakang.


Blar ! Blar ! Blar !


Namun, dalam benturan pukulan mereka yang terakhir, Ki Klewang Klewung kembali terkejut. Telapak tangannya kembali menempel pada telapak tangan Tangan Iblis.


Walaupun belum merasakan dampak apapun, selain tenaganya yang merasa diserap, Ki Klewang Klewung segera berusaha melepaskan telapak tangannya yang menempel di telapak tangan Tangan Iblis. Kaki kirinya memberikan tendangan ke arah ketiak Tangan Iblis.


Melihat serangan berbahaya itu, dengan meningkatkan kekuatannya, Tangan Iblis segera melepaskan tangan kanannya dan menepiskannya untuk menangkis tendangan itu.

__ADS_1


Blaaannnggg !


Dalam benturan serangan yang mengandung tenaga dalam tingkat tinggi itu, tubuh Ki Klewang Klewung terlempar ke belakang hingga lima meter, sedangkan tubuh Tangan Iblis terdorong mundur dua langkah. Lengan kanannya terasa bergetar hingga ke pangkal lengan.


Tangan Iblis hanya sesaat berhenti. Begitu getaran pada tangan kanannya lenyap, tubuhnya sudah melesat lagi ke arah Ki Klewang Klewung dengan serangan yang lebih kuat lagi.


Ki Klewang Klewung sedikit tercekat dengan kemampuan lawannya, walaupun hal itu tidak membuatnya gentar dan takut.


Segera dihimpunnya tenaga dalamnya lebih tinggi lagi dan dialirkan ke seluruh tubuhnya. Kemudian dibentuknya kuda kuda bertahan sekaligus menyerang, dengan menarik ke belakang sedikit kaki kanannya. Dirinya pun siap menyambut serangan beruntun dari Tangan Iblis.


Bersamaan dengan itu, terdengar teriakan suara perempuan yang dengan cepat mendekat dan langsung ikut bergabung dalam pertarungan itu.


"Ki Klewang Klewung ! Ternyata kau juga tertarik dengan pembunuhan beruntun itu. Bahkan kau sudah langsung menggempurnya !" teriak seorang perempuan.


"Nyi Jinten ! Kebetulan sekali kau datang ! Dia sangat kuat dan berbahaya !" jawab Ki Klewang Klewung yang tanpa menoleh, sudah mengetahui kalau yang datang adalah Nyi Jinten sahabatnya.


Tepat saat serangan Tangan Iblis mendekat, tanpa segan segan lagi, Nyi Jinten langsung memapakinya dengan serangan juga.


Terjadilah benturan tiga tenaga dalam tingkat tinggi berkali kali yang menimbulkan suara yang begitu keras.


Blaaammm ! Blaaammm ! Blaaammm ! Blaaammm ! Dbaaammm !


Namun, Tangan Iblis berusaha segera bangkit lagi. Terdengar suara tertawanya yang tidak jelas, ketika kedua tangan Tangan Iblis melakukan gerakan gerakan tertentu.


Heeehhh he heh he ... !


Tiba tiba terdengar mendesis seperti asap panas disertai keluarnya asap hitam, saat tubuh Tangan Iblis berubah menjadi dua.


Itulah ilmu Ki Kama Catra yang baru saja diciptakannya. Bisa membuat tubuhnya menjadi beberapa sesuai dengan yang dikehendakinya. Masing masing tubuh itu, mempunyai kekuatan yang setara dengan kekuatan tubuh aslinya.


Dan Ilmu baru Ki Kama Catra itu menjadi semakin hebat saat tubuhnya kemasukan kekuatan iblis seperti sekarang ini.


Sebenarnya Nyi Jinten dan Ki Klewang Klewung sangat terkejut dengan kemampuan lawan. Namun mereka berdua sudah terlanjur terjun ke dalam pertarungan. Mereka berdua pun bersiap untuk kembali melakukan pertarungan.


Udara di sekitar tubuh Ki Klewang Klewung terasa menggigit seperti ada ribuan petir sangat kecil, saat Ki Klewang Klewung mengeluarkan tenaga dalamnya hingga tingkat tertinggi.


Demikian juga dengan Nyi Jinten. Angin lembut seperti berkesiuran mengelilingi tubuhnya, karena seluruh tenaga dalamnya sudah siap dia keluarkan.

__ADS_1


Dalam waktu yang singkat, empat tubuh melesat saling mendekat dan saling melancarkan serangan yang disertai dengan tenaga dalam yang sangat tinggi.


Plass ! Plass ! Plass ! Plass !


Pukulan beradu dengan pukulan, tendangan bertemu dengan tendangan pun tidak bisa dihindari lagi. Silih berganti serangan mereka mengenai tubuh lawannya. Berkali kali pula tubuh mereka terkena pukulan ataupun tendangan lawan.


Dbaaammm ! Dbaaammm ! Dbaaammm ! Dbaaammm !


Pertarungan dua melawan dua itu berjalan dengan gerakan yang sangat cepat, sehingga tidak bisa lagi diikuti lagi dengan pandangan mata.


Hanya pepohonan ditepi hutan dan rerumputan di tanah lapang itu yang menjadi saksi, betapa pertarungan mereka berempat berjalan begitu brutal.


Tanpa mereka sadari, jurus demi jurus telah mereka keluarkan dan mereka lewati. Sudah berapa puluh luka luka yang mereka dapatkan tanpa mereka rasakan.


Hingga kemudian pertarungan berlangsung sekitar seratus jurus, terlihat, Nyi Jinten dan Ki Klewang Klewung sedikit demi sedikit mulai keteter.


Tenaga dalam dan kekuatan Ki Kama Catra yang sekarang dikenal dengan sebutan Tangan Iblis memang sebenarnya satu tingkat diatas tenaga dalam dan kekuatan Ki Klewang Klewung dan Nyi Jinten.


Sebenarnya, jika dalam kondisi biasa, Nyi Jinten dan Ki Klewang Klewung secara bersama sama mampu mengimbangi Ki Kama Catra. Bahkan mungkin mereka mampu mengalahkannya dengan bekerja sama.


Namun, dengan kekuatan iblis yang memasuki dan menguasai tubuh Ki Kama Catra, yang membuatnya terkenal dengan julukan Tangan Iblis, membuat Nyi Jinten dan Ki Klewang Klewung semakin lama semakin kewalahan.


Hingga pada suatu serangan yang dilakukan dengan tubuh yang sedikit melayang, secara beruntun, telapak tangan kanan Tangan Iblis berhasil mengenai dada Ki Klewang Klewung disusul kemudian tendangan kaki kiri Tangan Iblis mendarat tepat di dada Nyi Jinten. Bersamaan dengan itu, lutut kaki kanan Ki Klewang Klewung juga berhasil mengenai kepala Tangan Iblis dan guntingan kedua tangan Nyi Jinten yang disertai untiran dan dorongan, berhasil menghancurkan kaki kiri Tangan Iblis yang satunya hingga ke lutut.


Deeesss ! Deeesss !


Dbaaammm ! Dbaaammm !


Ke empat tubuh sama sama terlempar ke belakang. Tubuh Ki Klewang Klewung dan Nyi Jinten terhempas di tanah setelah sebelumnya memuntahkan darah segar dari mulutnya. Keduanya tewas dengan mengalami luka dalam. Sedangkan satu Tangan Iblis tubuhnya terlempar mendarat di tanah hingga berdebum dengan kepala yang hancur. Sedang satu Tangan Iblis yang lainnya, terlempar cukup jauh dan terhempas ke tanah dalam posisi terlentang dengan kepala membentur tanah dahulu, kemudian diam tidak bergerak sama sekali.


Hari pun dengan cepat bertambah petang. Seolah ingin menutupi semua kejadian dintepi hutan itu dengan selimut kegelapan.


Angin berhembus pelan. Menggoyang daun daun yang seperti enggan untuk mendongakkan diri.


Dalam keheningan itu, setelah beberapa waktu terlihat satu tubuh berdiri hanya dengan satu kaki. Kemudian, dengan dengan menyeringai puas, kedua tangannya melakukan gerakan gerakan yang membuat tiga tubuh lainnya yang tergeletak di tanah, melayang ke arahnya. Sesaat kemudian, terdengar suara tawa yang seperti berasal dari alam lain dan terdengar menakutkan.


Haaahhhhh haaa haaa haaa haaa !!!

__ADS_1


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


__ADS_2