
Di langit di atas Hutan Perbatasan, di tengah malam yang dingin dengan rembulan yang hanya nampak secuil itu, Puguh meladeni serangan serangan jurus pedang Pangeran Langit Barat.
Setiap bertemunya senjata pedang mereka berdua, menimbulkan suara dentangan logam yang bercampur dengan suara ledakan akibat benturan dua tenaga dalam yang sama sama mencapai tingkat tidak bisa terukur lagi.
Klaaannnggg ! Klaaannnggg !
Jdaaammm ! Jdaaammm !
Dari kejauhan, dari tempat di luar wilayah Hutan Perbatasan, pertarungan mereka, hanya terlihat seperti kelebatan dua sinar, hijau terang dan merah kehitaman, yang saling berbenturan dan saling membelit. Setiap benturan kelebatan dua sinar itu, menimbulkan kilatan kilatan seperti petir yang menyebar ke semua arah.
Sementara itu, Pangeran Langit Barat merasakan, dalam benturan benturan senjata pedang dan juga benturan pukulan dan tendangan, membuat kedua tangannya bergetar hebat. Bahkan hingga telapak tangan kanannya terasa kebas.
Hal itu tidak bisa diterima begitu saja oleh Pangeran Langit Barat. Maka dari itu, Pangeran Langit Barat terus menambah lagi aliran kekuatan tenaga dalamnya.
Keluarnya aliran tenaga dalam yang hampir pada puncak kemampuannya itu, membuat senjata pedang panjangnya mengeluarkan suara mendengung. Kedua bola mata Pangeran Langit Barat menjadi merah membara. Udara di sekitar pertarungan tiba tiba menjadi lebih panas.
Dengan mengeluarkan hampir seluruh kekuatan tenaga dalamnya, gerakan Pangeran Langit Barat menjadi lebih cepat lagi. Senjata pedangnya seolah berubah menjadi banyak dan mengancam beberapa bagian tubuh Puguh secara bersamaan.
Sementara itu Puguh, dengan menggunakan tehnik Jata Candrama, yang menyerap kekuatan dari rembulan, membuat kekuatan tenaga dalamnya terus meningkat. Tehnik itu juga membuat tubuhnya mampu menerima dan menahan, seberapapun kekuatan yang masuk ke dalam tubuhnya.
Kecepatan memainkan jurus jurus dari Ilmu Pedang Elang Malam pun meningkat pesat. Kecepatan dan kekuatan pukulan tangan kirinya pun bagaikan martil yang siap menyengat bagian bagian tubuh lawannya.
Perlahan tapi pasti, setiap serangan yang dilakukan Puguh, mampu membuat senjata pedang panjang itu bergetar hebat.
Getaran akibat benturan dua kekuatan tenaga dalam yang luar biasa besar itu, tidak hanya membuat kedua tangan Pangeran Langit Barat bergetar dan kebas, bahkan seluruh tubuh Pangeran Langit Barat mulai terguncang.
"Kenapa anak muda ini seperti tidak terpengaruh oleh tehnik Pantulan Tenaga Dalam ?" kata Pangeran Langit Barat dalam hati dengan geram.
Hal itu semakin membuat Pangeran Langit Barat penasaran. Karena, pukulan ataupun tebasan senjata pedangnya, apabila mengenai sebuah bukit, bukit itu akan hancur dan rata.
Dalam rasa penasarannya, Pangeran Langit Barat kembali mengarahkan senjata pedang panjangnya ke samping agak ke belakang, sedangkan tangan kanannya terangkat ke atas dengan telapak tangan menghadap ke atas. Kekuatan yang sangat besar keluar dari telapak tangan kirinya. Kekuatan yang dengan sangat cepat melesat ke arah wujud siluman harimau.
Beberapa saat kemudian, wujud siluman harimau itu terbang melesat ke atas lebih tinggi lagi, dan kemudian terbang memutar di atas pertarungan Puguh melawan Pangeran Langit Barat.
__ADS_1
Sementara itu, begitu wujud siluman harimau sudah terbang memutar di atasnya, Pangeran Langit Barat menurunkan tangan kirinya dan kemudian, seperti menghilang, tubuhnya melesat dengan sangat cepat ke arah Puguh.
Bersamaan dengan itu, Puguh yang sejak tadi mengawasi setiap gerakan Pangeran Langit Barat, segera bergerak ke depan, memapaki datangnya serangan Pangeran Langit Barat.
Sesaat kemudian terjadi lagi benturan dua senjata pedang yang entah sudah keberapa kali.
Walaupun merasa kedua tangannya bergetar hebat, namun Pangeran Langit Barat mencoba menahan. Diam diam, Pangeran Langit Barat menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan yang belum pernah dia lakukan sebelumnya.
Dalam benturan benturan yang terjadi, suatu saat Pangeran Langit Barat mampu membuat Puguh harus melayang mundur untuk menghindari sambaran kepalanya yang berwujud kepala siluman naga, yang menyusul di belakang serangan pedangnya.
Pada saat Puguh melayang mundur itu, Pangeran Langit Barat sedikit meloncat hingga tubuhnya melayang lebih tinggi lagi sambil berteriak keras.
"Sekarang !" teriak Pangeran Langit Barat.
Tiba tiba tubuh Pangeran Langit Barat meluncur sangat cepat ke arah Puguh dengan berputar kencang. Kelebatan senjata pedangnya, terlihat menyelimuti seluruh tubuhnya.
Mendapatkan serangan yang sangat cepat dan belum pernah dia lihat sebelumnya, Puguh segera bersiap dengan menyilangkan senjata pedangnya di depan dada. Tangan kirinya mengepal di samping tubuhnya.
Puguh terkejut, saat tebasannya membentur senjata pedang Pangeran Langit Barat yang ternyata merupakan serangan kosong.
Trang !
Menyadari tehnik serangan itu, Puguh menarik tubuhnya dan melayang mundur secepatnya saat telapak tangan kiri Pangeran Langit Barat meluncur ke arah dadanya.
Saat tubuh Puguh melayang mundur dengan Pangeran Langit Barat yang juga meluncur seperti mendorong tubuhnya, tiba tiba dari arah atas belakangnya, Puguh merasakan ada yang meluncur ke arahnya sebuah kekuatan lain yang sangat besar.
Sekilas Puguh melihat, wujud siluman harimau melesat dengan sangat cepat ke arahnya.
Tidak ada kesempatan untuk menghindar, dengan cepat tangan kiri Puguh mencabut senjata pedang pendek dari sarungnya dan melemparkannya ke arah datangnya serangan wujud siluman harimau.
Dengan tubuh yang meluncur dengan sangat cepat dan saat jarak sudah sangat dekat, wujud siluman harimau itu tidak bisa menghindari datangnya senjata pedang pendek yang menyambut tubuhnya.
Senjata pedang pendek itu, meluncur dengan sangat cepat dan sesaat kemudian masuk ke dalam mulutnya hingga menimbulkan suara ledakan yang sangat keras.
__ADS_1
Blaaammm !
Dalam ledakan itu, wujud tubuh siluman harimau hancur menjadi kepingan kepingan merah kehitaman kecil kecil. Di antara serpihan berwarna merah kehitaman itu, terlihat melayang dengan pelan, bola cahaya merah menyala sebesar kepalan tangan orang dewasa.
Bersamaan dengan suara ledakan itu, Pangeran Langit Barat sangat terkejut dan semakin murka, karena rencananya diluar perkiraannya telah gagal.
Pangeran Langit Barat merencanakan, wujud siluman harimau itu meledak saat tubuhnya membentur tubuh Puguh, sehingga tubuh Puguh bisa hancur bersama hancurnya tubuh siluman harimau.
Rasa keterkejutan Pangeran Langit Barat itu, menimbulkan sedikit sekali jeda dalam gerakannya. Jeda yang sangat sedikit itu, cukup memberikan peluang pada Puguh.
Dengan tetap melayang mundur, Puguh sedikit menggeser tubuhnya ke kanan, sehingga pukulan telapak tangan Pangeran Langit Barat mengenai tempat kosong di sebelah kiri tubuhnya.
Bersamaan dengan itu, ujung pedang di tangan Puguh sedikit meliuk mengarah ke dada Pangeran Langit Barat.
Tanpa bisa dicegah lagi, bilah pedang Elang Malam amblas menghujam di dada Pangeran Langit Barat.
Jleeebbb !
Terkena tikaman pedang tepat di dadanya, Pangeran Langit Barat sesaat menatap wajah Puguh dengan tatapan seolah tidak percaya.
"Agghhh ! Kau ... Ilmu apa ... yang kau .... gunakan ? Hingga masih bisa ... menepis seranganku ?" ucap Pangeran Langit Barat pelan.
"Ilmu yang khusus untuk menghentikan sepak terjangmu, Pangeran Langit Barat !" jawab Puguh sambil mencabut senjata pedangnya yang amblas di dada Pangeran Langit Barat.
Jawaban Puguh adalah suara terakhir yang bisa didengar oleh Pangeran Langit Barat. Setelah itu, tubuhnya meluncur turun ke bawah.
Sementara itu, Puguh segera melesat ke atas untuk menangkap bola cahaya berwarna merah yang merupakan inti jiwa dari siluman harimau.
Kemudian dengan cepat, Puguh melesat ke bawah ke arah jatuhnya tubuh Pangeran Langit Barat di tanah.
Daaammm !
---------- ◇ ----------
__ADS_1