Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Ki Klewang Klewung Terluka


__ADS_3

Kembali ke pertarungan Ki Klewang Klewung melawan Iblis Bermata Satu.


Sudah lebih dari dua puluh jurus mereka berdua bertarung. Dan sudah ratusan kali terjadi benturan pukulan dan tendangan. Bahkan beberapa kali mereka berdua saking bergantian menyarangkan pukulan dan tendangan.


Sebenarnya tingkat tenaga dalam Ki Klewang Klewung dan Iblis Bermata Satu seimbang. Namun, tehnik langka yang digunakan oleh Ki Klewang Klewung, yaitu penggabungan tenaga dalam dengan tenaga luar atau kasar sekaligus, membuat pada setiap terjadi adu pukulan, tubuh Iblis Bermata Satu selalu terpental mundur beberapa langkah walau tidak goyah kuda kudanya. Sedangkan Ki Klewang Klewung terdorong mundur satu hingga dua langkah.


Bahkan, setiap kali terkena pukulan ataupun tendangan, tubuh Ki Klewang Klewung yang tinggi besar itu seperti tidak bergeming. Sebaliknya, setiap terkena pukulan ataupun tendangan Ki Klewang Klewung, tubuh Iblis Bermata Satu seperti dilemparkan.


Sehingga dalam pertarungan tangan kosong itu, terlihat Ki Klewang Klewung sedikit unggul.


Iblis Bermata Satu yang sangat gemar dengan pertarungan, saat merasa keteter dalam pertarungan tangan kosong, segera menatap serius Ki Klewang Klewung. Tangan kirinya meraba pinggang dan bergerak menggeser sesuatu yang melilit di pinggangnya.


"Kau boleh juga ! Aku sangat terhibur dengan pertarungan ini. Namun aku ada urusan yang harus segera aku kerjakan. Maka pertarungan ini harus segera diselesaikan !" kata Iblis Bermata Satu sambil matanya terus menatap tajam Ki Klewang Klewung.


Ini adalah kelebihan dari Iblis Bermata Satu. Entah bagaimana caranya, jika dia sudah menatap serius wajah lawannya secara terus menerus, tenaga dalam dan kecepatannya menjadi bertambah.


Kemudian, dengan kaki kiri sedikit ditarik ke belakang, tubuh Iblis Bermata Satu kembali melesat ke arah Ki Klewang Klewung. Kali ini, dalam menyerang, dengan kecepatannya meningkat, Iblis Bermata selalu menghindari benturan serangan.


Pertarungan berjalan menjadi lebih cepat hingga hanya terlihat bayangan bayangan yang melesat. Kadang terlihat bayangan tubuh mereka saling mendekat, namun kadang terlihat, bayangan tubuh mereka saling menjauh.


Dua puluh jurus lebih sudah berlalu dengan cepat, hingga pada suatu saat, bayangan tubuh mereka saling mendekat dan secepat kilat kembali saling menjauh.


Sraaattt !


Terlihat tuhuh mereka berdua berhenti bergerak setelah saling menjauh. Terlihat Iblis Bermata Satu berdiri dengan tangan kanan memegang pedang yang sangat tipis dengan salah satu sisi tajamnya yang memerah terkena darah.


Tepat di depan Iblis Bermata Satu, Ki Klewang Klewung terlihat berdiri dengan tubuh sedikit membungkuk. Ki Klewang Klewung merasakan sedikit perih di dadanya.


Melihat lawannya dalam posisi membungkuk, dengan cepat Iblis Bermata Satu melenting ke atas sambil tangan kanannya siap menebaskan pedangnya.

__ADS_1


Ki Klewang Klewung baru saja akan kembali menegakkan tubuhnya dan menghindar, saat tiba tiba terdengar suara yang sangat dia kenal.


"Ki Klewang Klewung, jangan bergerak dan tetap pada posisimu !" teriak Ki Dwijo yang juga sudah melenting ke atas kemudian meluncur cepat menghadang serangan Iblis Bermata Satu yang mengancam jiwa Ki Klewang Klewung.


Traaannnggg !!!


Terdengar suara benturan senjata yang sangat keras, saat tongkat Ki Dwijo meluncur cepat menangkis pedang Iblis Bermata Satu yang menebas ke arah leher Ki Klewang Klewung.


Dalam benturan senjata itu, pedang Iblis Bermata Satu terpental kembali ke belakang dan bergetar dengan sangat keras. Bahkan getaran itu terasa sampai ke bahu Iblis Bermata Satu.


Sementara tongkat Ki Dwijo juga berbalik meluncur ke belakang. Daya luncur tongkat itu dimanfaatkan Ki Dwijo dengan bergerak meloncat mendekati Ki Klewang Klewung.


Dengan cepat Ki Dwijo melakukan totokan empat kali di dada Ki Klewang Klewung, kemudian bersiaga kembali berdiri menghadap ke arah Iblis Bermata Satu.


----- * -----


Sementara itu pada waktu yang bersamaan, pertarungan Nyi Manis melawan Nyi Jinten semakin seru. Pertarungan mereka sudah berlangsung lima puluh jurus lebih.


Tak ! Tak ! Tak ! Tak !


Namun hingga saat ini, belum terlihat siapa yang akan unggul.


Bahkan ketika Nyi Manis mulai menggunakan racun racunnya, Nyi Manis belum bisa memaksakan keunggulannya.


Saat senjata racunnya Nyi Manis gunakan untuk menyerang, Nyi Jinten selalu bisa menghindar dan tubuhnya mulai mengeluarkan bau harum. Hal itu membuat Nyi Jinten seolah tidak terpengaruh oleh kepulan asap yang dikeluarkan Nyi Manis.


Hal itu tidak terlepas dari perseteruan mereka. Sebelum pertarungan mereka berdua yang terjadi saat ini, dulu, sebelum mereka berdua mengasingkan diri, Nyi Manis dan Nyi Jinten sudah sering kali bertemu dalam pertarungan.


Hingga suatu saat, ketika mereka bertarung, Nyi Manis diam diam mengeluarkan senjata racun.

__ADS_1


Nyi Jinten yang tidak menyadari hal itu, akhirnya terluka terkena racun dari Nyi Manis.


Untung saja saat itu, Nyi Jinten yang pingsan ditolong oleh nenek nenek pengemis yang sering diberi makan oleh Nyi Jinten.


Berhari hari Nyi Jinten dirawat oleh nenek pengemis itu sampai sembuh, dan hingga akhirnya Nyi Jinten berguru pada nenek pengemis itu ilmu membuat ramuan penangkal racun.


Karena Nyi Jinten rajin mengkonsumsi ramuan penangkal racun, hingga membuat keringat Nyi Jinten berbau harum, seperti bau ramuan yang dia konsumsi.


Pada pertarungan kali ini, Nyi Manis belum menyadari dan tidak mengetahui kalau sekarang Nyi Jinten telah kebal terhadap racun. Sehingga Nyi Manis masih saja menyerang Nyi Jinten dengan lemparan senjata rahasia beracunnya.


Saat pertarungan Nyi Manis melawan Nyi Jinten masih berjalan seimbang, tiba tiba terdengar teriakan Ki Dwijo yang kemudian menolong Ki Klewang Klewung.


Melihat kedatangan Ki Dwijo, Nyi Manis segera mengurung Nyi Jinten dengan serangkaian serangan tongkat dan memudian disusul dengan lemparan senjata rahasia beracun.


Saat Nyi Jinten sibuk menghindari senjata rahasia itu, Nyi Manis segera melesat ke arah Iblis Bermata Satu.


"Iblis Bermata Satu ! Tunda hasrat bertarungmu ! Kita pergi dulu, tujuan kita telah berhasil !" kata Nyi Manis sambil kemudian melesat pergi meninggalkan tempat pertarungan.


Melihat rekannya telah melesat pergi, terpaksa Iblis Bermata Satu menyusul pergi meninggalkan tempat itu.


Nyi Jinten yang telah berdiri bebas, segera melesat untuk mengejar Nyi Manis dan Iblis Bermata Satu.


"Nyi Jinten, tidak usah dikejar. Kita tolong Ki Klewang Klewung yang terluka dulu. Kemudian kita laporkan pada Pangeran Pandu," kata Ki Dwijo menahan Nyi Jinten.


Mendengar Ki Klewang Klewung terluka, Nyi Jinten mengurungkan larinya.


Ki Dwijo segera membawa Ki Klewang Klewung ke dalam untuk mengobati lukanya. Ki Klewang Klewung terkena sabetan pedang Iblis Bermata Satu, melintang di dadanya hingga ke bahu kanannya. Untungnya Ki Klewang Klewung dicegah bergerak oleh Ki Dwijo sehingga luka sayatannya belum terbuka, dan hanya mengeluarkan sedikit darah, karena telah mendapatkan beberapa totokan dari Ki Dwijo.


Kemudian, tiga hari setelah Ki Klewang Klewung terluka, datanglah Ki Bhanujiwo dan Den Roro ke istana Pangeran Pandu. Dengan bantuan pengobatan dan perawatan dari Ki Bhanujiwo, luka luka Ki Klewang Klewung menjadi lebih cepat pulih.

__ADS_1


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


__ADS_2