
Kali ini, Puguh dan Rengganis tidak menghindari serangan serigala mata biru. Saat serigala mata biru itu menerkam, Puguh dan Rengganis melenting ke atas melewati kepala serigala mata biru itu, kemudian dengan cepat meluncur ke bawah dan kemudian menendang leher serigala mata biru itu.
Buuuggghhh ! Buuuggghhh !
Kedua serigala mata biru itu terhuyung sedikit tubuhnya. Kemudian menggerak gerakkan lehernya seperti merasakan pegal.
"Serigala mata biru ini cukup kebal juga !" kata Rengganis dalam hati.
"Adik Rengganis, kita pukul tengkuknya, atau ulu hatinya ! Cukup dibuat pingsan saja, jangan sampai tewas !" kata Puguh.
Namun belum sempat Rengganis menjawab, serigala mata biru itu sudah melompat lagi untuk menerkam. Rengganis pun kembali melenting ke atas tidak terlalu tinggi, dan ketika kepala serigala mata biru itu lewat tepat di bawahnya, Rengganis segera menukikkan tubuhnya kemudian telapak tangan kanannya menghantam tengkuk serigala mata biru yang menyerangnya.
Paaaccckkk !
Serigala mata biru melangkah maju dengan terhuyung huyung, kemudian terjatuh dan pingsan.
Sementara itu, saat serigala mata biru yang melesat ke arahnya meloncat kemudian menerkam, Puguh segera menghindar dengan menggulingkan tubuhnya ke depan.
Saat tubuh serigala mata biru itu melayang tepat di atasnya, dalam posisi kepala.di bawah, Puguh mengayunkan kakinya menendang tepat di ulu hati serigala mata biru.
Buuuggghhh !
Terkena tendangan tepat di ulu hatinya, serigala itu sedikit terdorong ke samping kemudian terjatuh dan langsung pingsan.
Melihat dua serigala mata biru yang mengawali menerkam itu terjatuh, serigala mata biru yang tubuhnya tampak paling besar, yang sepertinya menjadi pemimpin sekelompok serigala mata biru itu, berjalan mendekat sambil menggeram.
Ggrrrhhh !
Sementara itu, mendengar geraman pemimpinnya, dua serigala mata biru lainnya, segera bersiap menyerang mengikuti pemimpinnya.
Dengan menekuk sedikit kaki depannya, sehingga tubuh bagian depannya menjadi lebih rendah, ketiga serigala mata biru itu melesat sambil menggeram keras.
Serigala mata biru yang bertubuh paling besar itu melesat lurus ke depan, Sementara dua serigala mata biru lainnya melesat dengan sedikit melebar kemudian sedikit berbelok lalu mengarah ke tempat Puguh dan Rengganis berdiri bersiap.
__ADS_1
"Ahh ... Serigala mata biru memang binatang yang cerdas ! Mereka walaupun menyerang bersama, tetapi tidak asal menyerang !" gumam Puguh sambil bersiap.
Dengan mengalirkan cukup banyak tenaga dalam ke seluruh tubuhnya, Puguh dan Rengganis berloncatan menghindar sambil mencari celah untuk bisa melakukan serangan.
Setelah beberapa kali menghindar dengan meloncat ke atas bahkan terkadang menapak di dinding jurang, kemudian meluncur dengan cepat di sela sela tubuh ketiga serigala mata biru itu, akhirnya Puguh dan Rengganis secara bersamaan menyarangkan telapak tangan kanan mereka yang penuh dengan tenaga dalam tepat di pelipis dua serigala.
Packkk ! Packkk !
Seketika dua serigala itu limbung dan jatuh pingsan tanpa sempat mengeluarkan suara.
Melihat semua serigala mata biru yang menjadi anak buahnya jatuh tidak berdaya menghadapi dua manusia yang menjadi lawannya, pemimpin serigala mata biru itu melolong.
Aauuwww !
Begitu berhenti melolong, pemimpin serigala itu melesat dengan sangat cepat ke arah Rengganis.
Mendapat serangan dari pemimpin serigala mata biru, Rengganis dengan cepat melenting ke atas menyusuri dinding jurang.
Namun, tidak seperti yang diharapkan, serigala mata biru itu tidak menabrak dinding jurang. Justru dengan gerakan yang sangat ringan, pemimpin sekawanan serigala mata biru itu terus mengejar dengan berlari menyusuri dinding jurang.
Dari bawah, Puguh melihat, Rengganis yang berlari dikejar oleh serigala mata biru. Keduanya sama sama berlari menyusuri dinding jurang.
Ketika mencapai ketinggian tiga puluh meter, tiba tiba Rengganis menjejakkan kakinya ke dinding tebing, hingga tubuhnya melayang ke arah tengah jurang.
Melihat lawannya melompat ke arah tengah jurang, serigala mata biru itu dengan cepat memutar badannya sambil menjejakkan keempat kakinya ke dinding jurang.
Namun, baru saja tubuh serigala mata biru melesat, tiba tiba dari arah depannya, meluncur sesosok tubuh yang langsung memberikan pukulan bertubi tubi pada kepalanya.
Pack ! Pack !
Bughh ! Bughh ! Bughh !
Terkena pukulan berkali kali di kepalanya, pemimpin kelompok serigala mata biru itu tubuhnya meluncur turun dan terjatuh di tanah.
__ADS_1
Pemimpin kelompok serigala mata biru itu segera berdiri lagi, namun berdirinya sempoyongan kemudian jatuh dan tidak bergerak lagi.
Melihat serigala mata biru yang menyerangnya tidk bergerak lagi, Rengganis segera melayang turun dan mendarat di atas tubuh pemimpin serigala mata biru yang pingsan itu.
"Binatang dengan kekuatan dan ukuran tubuh yang sangat mengerikan. Sepertinya tidak kalah dengan siluman kera raksasa !" gumam Rengganis.
Namun, baru saja Rengganis selesai mengucap, di sekeliling tempat pertarungan itu tiba tiba dipenuhi banyak getaran kekuatan tingkat tinggi.
Seluruh panca inderanya kecuali matanya, merasakan kehadiran banyak sekali serigala mata biru berkekuatan tinggi, kekuatan yang lebih tinggi lagi dari pemimpin kelompok serigala mata biru yang sudah pingsan.
Melihat datangnya banyak serigala mata biru yang lebih kuat lagi, Puguh yang berdiri dalam jarak sekitar sepuluh meter dari Rengganis, segera menggeser tubuhnya mendekat ke arah Rengganis.
"Hati hati adik Rengganis ! Kalau bisa kita buat mereka pingsan secepatnya !" kata Puguh.
"Kakang Puguh tidak usah khawatir padaku !" jawab Rengganis.
"Namun kita harus tetap menghemat tenaga. Sepertinya rajanya serigala mata biru belum muncul !" kata Puguh lagi.
Kemudian, sambil menggeser tubuh mereka pelan pelan ke arah dinding, Puguh dan Rengganis bersiap siaga.
Saat mereka sampai di dinding jurang dan hanya berjarak sekitar dua meter dari dinding, mereka berdua merasakan adanya getaran kekuatan yang berada di atas mereka.
Ketika Puguh melihat ke atas, nampak beberapa serigala mata biru yang berjalan merambat turun di dinding jurang.
"Luar biasa ! Semua serigala mata biru itu bergerak seperti pasukan tempur yang sangat terlatih !" kata Puguh pelan.
Serigala serigala mata biru itu segera berdatangan saat mendengar lolongan dari salah satu temannya.
Diluar pemahaman Puguh dan Rengganis, pemimpin serigala mata biru yang pingsan itu melolong umtuk memanggil teman temannya.
Sekelompok serigala mata biru yang baru datang itu, sepertinya tidak memberi banyak waktu bagi Puguh dan Rengganis untuk berpikir. Karena beberapa saat kemudian, dari arah samping kiri dan kanan serta depan, melesat beberapa ekor serigala mata biru ke arah Puguh dan Rengganis.
Jarak dan waktu serigala serigala mata biru yang tidak bersamaan membuat mereka bisa berbagi ruang untuk bisa menyerang dengan leluasa.
__ADS_1
Akhirnya, di dalam dasar jurang yang sangat dalam, yang hampir bisa dikatakan gelap gulita itu, Puguh dan Rengganis melesat dengan sangat cepat untuk menghindari sergapan para serigala mata biru itu.
__________ ◇ __________