Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Menemukan Dua Kitab


__ADS_3

Iblis bermata satu terpaku di tempat pertarungan. Pikirannya campur aduk, antara pertarungan yang baru saja selesai dengan pertarungannya satu lawan satu melawan Iblis Bermata Elang.


"Iblis Bermata Elang mampu melawan kami berlima. Dia benar benar masih berusia muda, atau menjadi awet muda karena ilmu dan tenaga dalamnya yang sudah sangat tinggi !" kata Iblis Bermata Satu dalam hati.


"Besok malam aku akan mencoba masuk ke istana Pangeran Pandu lagi. Kalau benar dia ada di sana, kita pasti akan bertemu lagi !" gumam Iblis Bermata Satu sambil membalikkan badannya.


Kemudian tubuh Iblis Bermata Satu melesat sangat cepat ke halaman belakang istana Pangeran Panji.


Iblis Bermata Satu memang unik. Dia tidak mau tinggal di dalam istana seperti halnya empat iblis yang lain. Dia memilih menyendiri dan menyembunyikan diri dari keramaian. Hanya satu hal yang menarik perhatiannya, yaitu pertarungan dan pertarungan.


----- * -----


Sementara itu, baru saja Puguh melesat pergi, empat sosok tubuh sudah mengejar dibelakangnya.


Agat tidak ketahuan kalau dirinya berasal dari istana Pangeran Pandu, Puguh berbelok arah dan tanpa sengaja larinya mengarah ke deretan gedung gedung yang lain.


Saat sampai di deretan gedung itu, Puguh segera mempelihatkan lencana pengenalnya. Begitu prajurit yang bertugas melihat lencana itu, Puguh pun segera diijinkan untuk masuk.


Tanpa membuang waktu, Puguh segera melesat ke dalam. Karena getaran tenaga dalam para pengejarnya dirasakan semakin mendekat.


Sesampai di dalam gedung, Puguh melihat, gedung itu terbagi menjadi beberapa ruang. Setiap ruangnya terdapat rak rak yang memuat banyak sekali kitab. Setiap ruangan juga diberikan alat penerangan yang cukup banyak, sehingga tampak sangat terang.


"Ruangan yang penuh dengan kitab. Jadi, yang kumasuki gedung perpustakaan," kata Puguh dalam hati.


Selama beberapa saat Puguh menunggu, bilamana para pengejarnya ikut masuk ke gedung ini.


Namun, ditunggu hingga beberapa waktu, tidak ada yang menyusul masuk ke gedung perpustakaan.


Akhirnya, sambil menunggu situasi aman dan memungkinkan, Puguh mencoba membuka buka kitab kitab yang berada di dalam ruangan yang dia masuki. Ruangan ruangan lainnya pun Puguh masuki dan dia lihat kitab kitabnya.

__ADS_1


Karena hanya tertarik dengan kitab tentang ilmu silat, sehingga kitab kitab yang lainnya tidak terlalu Puguh perhatikan.


Setelah tanpa terasa hampir seharian Puguh membuka buka buku buku di semua ruangan gedung perpustakaan. Namun tidak ada kitab yang menarik perhatian Puguh. Akhirnya Puguh menghentikan membuka buka dan membaca kitab kitab itu.


Ketika baru saja Puguh berhenti memilih milih kitab, tiba tiba Puguh merasakan kehadiran empat getaran tenaga dalam memasuki gedung perpustakaan. Sejenak Puguh melihat ke beberapa tempat. Akhirnya Puguh menghindar dengan masuk ke ruangan yang cukup kecil.


Puguh bukannya takut dan sebenarnya mampu menghadapi mereka berempat, namun Puguh tidak ingin membuat keributan di gedung perpustakaan.


Puguh merasakan hawa yang berbeda, saat berada di ruangan kecil itu. Dan ketika memperhatikan dengan lebih seksama, di dalam ruangan kecil yang hanya ada satu alat penerangan itu ada beberapa kitab yang disusun tidak begitu rapi. Kitab kitab itu terlihat sudah sangat berdebu.


----- * -----


Sementara itu di luar gedung perpustakaan, sesaat setelah Puguh masuk ke gedung perpustakaan, empat sosok yang mengejar Puguh, tiba di gedung perpustakaan.


Mereka berempat menanyakan pada para prajurit jaga gedung perpustakaan, apakah baru saja ada orang yang memasuki gedung perpustakaan.


Para prajurit jaga itu menjawab, ada orang yang baru saja memasuki gedung perpustakaan. Namun, apabila keempat orang itu ingin masuk ke gedung perpustakaan, harus bisa menunjukkan lencana, yang artinya diijinkan oleh keluarga kerajaan.


Yang boleh memasuki bangunan bangunan milik kerajaan hanyalah orang orang yang memegang lencana yang menandakan orang tersebut keluarga kerajaan atau orang orang yang diijinkan oleh keluarga kerajaan.


Uniknya, walaupun para prajurit penjaga gedung gedung itu hanyalah prajurit dengan kemampuan ilmu silat yang menengah, namun tidak ada orang yang berani memaksa masuk ke gedung gedung milik kerajaan tanpa menunjukkan lencana, walaupun orang itu mempunyai ilmu silat yang sangat tinggi. Karena apabila melanggar peraturan itu, dianggap pemberontak dan menjadi buronan kerajaan.


Karena syarat itu, terpaksa mereka berempat kembali dulu ke istana Pangeran Panji untuk mendapatkan lencana.


Setelah mendapatkan lencana, mereka berempat bisa memasuki gedung perpustakaan dan segera memeriksa setiap ruangan yang ada di dalam gedung perpustakaan itu.


Namun, mereka berempat tidak menemukan orang yang mereka cari dan tidak merasakan sedikitpun getaran tenaga dalam, walaupun mereka mempunyai kemampuan bisa merasakan getaran tenaga dalam yang disembunyikan.


Setelah beberapa kali mereka mencoba mencari, karena tetap tidak bisa menemukan orang yang mereka cari, keempat orang itupun keluar dari gedung perpustakaan dan kembali ke istana Pangeran Panji.

__ADS_1


----- * -----


Di dalam ruangan kecil yang seperti gudang itu, Puguh penasaran dengan kitab kitab yang berada disitu.


Kemudian Puguh kembali mencoba membuka buka kitab itu. Setelah membuka beberapa kitab, betapa terkejutnya Puguh, menemukan dua kitab tipis yang sangat menarik perhatiannya. Kitab yang terlihat sudah sangat kuno.


Kitab pertama berisi penjelasan tentang cara mempelajari Ilmu Pedang Elang Malam. Kitab kedua berisi tentang tehnik terbang menggunakan tenaga dalam untuk menggerakkan jubah.


Membaca judul dua kitab itu, Puguh langsung teringat dengan kisah tentang Pendekar Penunggang Elang dan ilmu pedang yang dia warisi dari kuburan Pendekar Penunggang Elang.


"Sepertinya dua kitab ini ada hubungannya dengan Pendekar Pengendara Elang. Apa dua kitab ini milik Pendekar Pengendara Elang ? Bagaimana kitab ini bisa berada di perpustakaan kerajaan ?" berbagai pertanyaan berkecamuk di pikiran Puguh.


Namun kemudian perhatian Puguh kembali pada dua kitab yang dia pegang.


Sambil duduk di lantai, Puguh mulai membaca dan mempelajari kedua kitab itu. Terkadang diselingi dengan mempraktekkan yang sudah dia pahami. Tanpa terasa, hari berganti hari, pekan berganti pekan. Bahkan sudah berapa masa, Puguh sampai tidak merasakannya.


Semua itu Puguh rasakan bukan karena tubuh Puguh bisa menahan lapar dan dahaga hingga berhari hari.


Tetapi, tanpa Puguh sadari, dia masuk ke gudang perpustakaan. Gudang itu digunakan untuk menyimpan dan meletakkan kitab kitab yang dirasa tidak bisa digunakan ataupun kitab yang membahayakan. Membahayakan karena isi tulisannya ataupun karena kitab itu membawa kekuatan magis.


Karena untuk menyimpan kitab kitab yang berbahaya, oleh pihak kerajaan, gudang itu dilindungi ataupun dilapisi pagar yang dibentuk dari kekuatan tenaga dalam tingkat sangat tinggi dipadukan dengan kekuatan magis yang sangat tinggi.


Karena pagar itulah maka keempat orang yang mengejar Puguh, tidak bisa merasakan getaran tenaga dalam dari tubuh Puguh.


Karena pagar itu juga, yang membuat Puguh selama mempelajari dua kitab yang dia pegang, tidak pernah merasa lapar, haus, lelah ataupun mengantuk.


Di dalam gudang perpustakaan itu, setelah selesai mempelajari dan memahami kitab pertama, Puguh juga mencoba merangkai dua puluh jurus ilmu pedang yang sudah dia kuasai dengan lima jurus pedang yang baru saja dia pelajari.


Ternyata, kitab itu memang berkaitan dengan kitab ilmu pedang yang sudah Puguh dapatkan sebelumnya.

__ADS_1


Lima jurus terakhir yang Puguh pelajari dan praktekkan, menghasilkan gelombang angin yang sangat dahsyat. Namun uniknya, gelombang angin yang besar itu tidak bisa menggerakkan benda benda yang berada di dalam gudang perpustakaan itu. Dan juga suaranya yang menderu deru tidak terdengar sama sekali dari luar gudang.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


__ADS_2