Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 100 ~ Membalik Keadaan


__ADS_3

Ketua Divisi Tumbuhan, Han Yue saat ini tengah bertarung dengan seorang kultivator Bertopeng Merah, di sisi hutan Moiyu Taiyang bagian timur. Di belakangnya, nampak murid-murid Sekte Tujuh Elemen divisi Tumbuhan yang juga bertarung melawan organisasi bertopeng itu.


Han Yue menciptakan akar rambat. Menyerang seorang wanita yang menggunakan topeng merah yang menjadi lawannya.


Namun dengan lihai wanita dengan lekuk tubuh mont*k itu menghindari setiap akar tajam yang keluar dari tanah, yang mengejarnya.


Kedua orang itu sendiri memiliki kultivasi yang sama. Bertarung cukup sengit hingga beberapa waktu, namun tidak terlihat satupun di antara keduanya yang menunjukkan tanda-tanda akan kalah.


Selang beberapa saat bertarung, mereka akhirnya sama-sama mengambil jarak.


Han Yue memperhatikan situasi yang tampaknya tidak berada di pihaknya. Anak Murid yang Ia bawa kebanyakan berada di ranah Dewa tahap 3 sampai 6. Sementara orang-orang bertopeng ini yang nyatanya memiliki kekuatan lebih dari itu.


Meski topeng Merah yang menggantikan topeng putih ini memiliki kekuatan yang kuat, namun yakin dan percaya masih ada kekuatan besar yang disembunyikan oleh organisasi ini.


Wanita bertopeng merah darah yang menjadi lawan Han Yue Melakukan perubahan unsur elemen debu.


Bergerak seperti menari dengan lekukan tubuh yang semakin mont*k itu, begitu menghipnotis dan menarik perhatian para lelaki yang ada di sana. Kecuali Han Yue sendiri.


Meski tubuhnya yang tampak semakin menggoda itu, namun tak bisa para lelaki memandanginya terlalu lama. Sebab lebih dari dua detik memandang, maka ancaman yang begitu besar sedang menanti mereka di depan.


"Sial! Wanita ini berasal dari klan Debu. Jurus ini merupakan jurus terlarang mereka. Aku harus ekstra hati-hati, salah-salah, malah aku yang akan mati," ucap Han Yue.


Sejenak lelaki itu memperhatikan anggota topeng merah yang saat ini tengah banyak melumpuhkan murid-muridnya. Orang-orang itu memiliki unsur elemen yang berbeda-beda namun aura yang mereka pancarkan semuanya sama yaitu berwarna gelap.


"Hmm, ada yang aneh dengan organisasi bertopeng ini!" Hendak memikirkan terlalu jauh, namun Han Yue tak ada waktu untuk itu. Yang perlu ia pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya menghindari jurus terlarang Gadis Debu ini.


Seperti rumor yang beredar. Klan Debu ini merupakan klan misterius. Dimana mereka memiliki kekuatan hebat dan kerap menutup diri dari dunia luar.


Tak ada yang mengetahui pasti informasi terkait dengan klan ini. Bahkan sangking tertutupnya, orang-orang sering melupakan keberadaannya sehingga terkesan mati. Bahkan sebagian orang menganggap bahwa klan Debu ini hanyalah sebuah mitos, begitupun sebaliknya.


Han Yue menciptakan perisai Tumbuhan. Akar-akar mendadak keluar dari tanah. Terangkat semakin tinggi lalu menutupi dirinya.


Di sisi lain, wanita bertopeng merah darah itu tersenyum miring melihat Han Yue yang menciptakan kurungan akar terhadap dirinya sendiri.


Lalu, dia lantas melepaskan teknik nya.


"Klan Debu: Debu penghisap jiwa!" ucapnya disertai dengan tawa cekikikan yang tak ubahnya seperti Emak Kunti.


Debu-debu yang semula menyelimuti wanita itu, mendadak memisahkan diri. Menyebar ke berbagai arah dan tiba-tiba menghilang berbaur dengan angin.


***


Setelah membunuh beberapa orang bertopeng merah dengan menggunakan ribuan pisau angin, Zhang Ziyi lantas beralih membantu Zhang Yin serta yang lainnya


"Kalian beristirahatlah! Terlalu banyak kalian mengeluarkan tenaga sebelumnya. Biarkan aku yang memberi pelajaran orang-orang bertopeng ini, sekarang!" Zhang Ziyi berkata kepada rekan-rekannya.

__ADS_1


Tanpa ada keraguan sedikitpun di mata Zhang Yin, Zhang Meng, Zhang Bie serta Zhang Zhili. Sebab mereka percaya Zhang Ziyi pasti bisa menyelesaikan orang-orang ini dengan mudah.


Meski tampak mustahil menghadapi orang-orang bertopeng yang jumlahnya begitu banyak itu sendirian. Namun melihat sesuatu yang berbeda dari Zhang Ziyi, membuat mereka tak bisa untuk tidak mempercayai Zhang Ziyi.


Setelah kepergian tiga rekan, gurunya serta binatang peliharaannya, Zhang Ziyi lantas menghadap orang-orang bertopeng ini.


"Cih, aku ingin melihat, mengapa kau begitu percaya diri seperti itu, Anak muda. Atau kau hanya ingin menyelamatkan rekan-rekan mu dengan mengorbankan dirimu sendiri? Benar-benar konyol! ... Sayangnya Aku bukan tipe orang yang membiarkan lawanku lolos begitu saja," ujar seorang pria dengan kultivasi Ranah Dewa tahap puncak.


Setelahnya lelaki bertopeng merah darah itu memerintahkan beberapa orang bawahannya untuk mengejar Zhang Yin serta yang lainnya.


"Pak Tua, Aku sarankan kepadamu untuk tidak mengirimkan anak buah mu mengejar rekan-rekanku... Mengapa kau tidak meminta mereka untuk membantumu saja! Sebab pada akhirnya semuanya akan sama saja, Sia-sia!" Zhang Ziyi berkata dengan nada remeh.


"Hohoho! Terkadang percaya diri yang terlalu tinggi, bisa jadi karena tidak memiliki sesuatu yang hebat," ucap kembali lelaki itu.


"Benarkah? Bahkan anak buah yang kau kirim itu, saat ini malah bersantai-santai di atas pohon, tanpa ada niat untuk mengejar lagi!" ucap Zhang Ziyi dengan seringai yang semakin diperlebar.


Mengernyit di balik topeng. Lelaki tadi lantas berucap, "Oi-oi! Kau mau mengelabui–ku dengan akalan anak kecil itu... Lebih baik kau belajar mengakali orang dewasa terlebih dahulu, anak muda?" balas laki-laki itu dengan nada merendah.


"Hahaha! Kau pikir aku bercanda! Kau bisa mengeceknya sendiri jika tak percaya!" Ucap Zhang Ziyi. Pedangnya ia hujam di tanah. Setelahnya melompat di atas pohon dan duduk santai. Sembari itu, dia juga mengeluarkan buah apel dan kemudian menggigitnya.


Melihat sikap santai yang di tunjukan oleh pemuda itu, Lelaki bertopeng mulai menampakkan sedikit risih. Dengan ragu-ragu dia pun menyuruh bawahannya untuk mengecek kebenaran apa yang dikatakan Zhang Ziyi tadi.


Tanpa ada yang menolak beberapa orang itu lantas memisahkan diri.


Selang beberapa saat, orang-orang yang ia utus untuk mengecek apa yang dikatakan Zhang Ziyi tadi kembali dengan membawa kabar buruk.


"Benarkah yang kau katakan itu?!" tanyanya dengan dingin.


Utusan itu mengangguk.


"Bagaimana dia bisa melakukannya, sementara tadi aku ingat betul dia bersama ku di sini dan tidak kemana-mana sama sekali!" batinnya yang mulai gentar. Jika Pemuda ini bisa melakukan hal demikian, makan ilmunya juga tidak akan rendah.


"Cih, jika kau memiliki ilmu yang tinggi, lantas bagaimana dengan kami yang berada di puncak ranah Dewa yang terdiri dari beberapa orang di sini!" gumamnya.


Setelah nya memerintahkan semua orang bertopeng yang ada di sana untuk menyerang Zhang Ziyi termasuk dia serta empat Kultivator puncak ranah Dewa lainnya.


Sengaja dia mengerahkan kekuatan penuh itu, sebab dia tahu Zhang Ziyi ini memiliki kekuatan di atas ranah Dewa. Atau mungkin setara dengan kultivator ranah Surgawi tahap 5.


Semuanya maju sekaligus menyerang Zhang Ziyi. Meski pergerakan besar-besaran itu telah terjadi, namun tak sedikit pun ekspresi panik terlukis di wajahnya. Bahkan Zhang Ziyi masih tetap santai dalam menikmati buah apel itu.


"Ck, kalian terlalu lemah untuk berhadapan denganku!"


Tanpa menimbulkan pergerakan berarti, Satu per satu musuhnya itu mulai berjatuhan, tanpa tahu apa yang menyebabkan itu terjadi.


Lelaki yang berada di ranah Dewa puncak tadi sendiri mendadak menghentikan langkahnya kala melihat bawahannya yang mendadak tumbang dengan keadaan tubuh terpotong. Tanpa tahu siapa yang melakukannya. Menoleh ke arah Zhang Ziyi yang di atas pohon. Lelaki itu sendiri tidak bergeser satupun dari posisinya.

__ADS_1


"Sial! Apa yang terjadi!" Panik, lelaki Bertopeng merah darah itu tampak panik sekarang.


Di sisi lain, Zhang Ziyi yang telah


selesai memakan buah apelnya lantas berdiri. Melakukan peregangan tulang sesaat, baru setelahnya dia melompat ke arah dimana dia menghujamkan pedang Naga langit pada Tanah.


"Karena apel itu sudah selesai, maka sekarang adalah giliran kalian!" ucap Zhang Ziyi.


Mendadak, laki-laki itu menghilang dan dalam sepersekian detik, dia telah muncul di hadapan seorang kultivator ranah Dewa tahap 9.


Memasang seringai sinis sejenak, sebelum dia memotong mulus lelaki bertopeng merah itu. Membelahnya menjadi dua bagian.


Tak berhenti sampai di situ, Zhang Ziyi mulai berpindah ke kultivator ranah Dewa tahap puncak yang lainnya. Hingga dalam waktu singkat, keempat kultivator puncak ranah Dewa itu telah mati. Zhang Ziyi sengaja menyisakan seorangnya lagi. Membiarkannya hidup dan Menyaksikan rekan-rekannya mati.


Dalam satu detik, puluhan korban berjatuhan begitu saja, tanpa terlihat orang yang membunuh mereka.


Hingga dalam beberapa saat, semua orang bertopeng merah yang ada di sana mati dengan keadaan yang sama, yaitu tubuh yang terpotong. Zhang Ziyi tak berniat membiarkan seorang pun kabur. kecuali seorang kultivator ranah Dewa tahap puncak tadi.


"Pergilah, selagi aku masih berbaik hati membiarkan mu hidup!" ucap Zhang Ziyi.


Tak terlihat kelelahan sedikitpun padanya setelah membantai ratusan orang-orang bertopeng merah darah itu.


Dia sengaja menyisakan kultivator ini, sebab ingin memancing pemimpin dari organisasi orang-orang bertopeng itu mendatanginya.


Semula pasrah, Lelaki tersebut mulai menemukan secercah harapan untuk hidup.


"Benarkah?" tanyanya memastikan kembali.


"Ya, cepat pergi sebelum aku berubah pikiran!" Zhang Ziyi berkata kasar.


Kontan, lelaki tersebut segera bangkit dan meninggalkan tempat itu. Dalam hatinya, dia akan membalaskan dendamnya terhadap Zhang Ziyi ini.


Setelah kepergian dari kultivator ranah Dewa tahap puncak itu, Zhang Ziyi pun juga beranjak dari sana. Tak ingin berlama-lama di sana.


***


Han Yue yang berada di dalam kurungan penjara tumbuhan buatannya, kini mulai merasakan sesuatu yang mencekam. Meski tertutup rapat, namun dia lupa bahwa saat ini dia tengah menginjak debu.


Hingga debu-debu tersebut mulai naik dan bersatu, membentuk benang panjang. Bergerak secara bersamaan dan masuk melalui lubang yang ada di kepalanya.


Panik, Han Yue segera melakukan berbagai upaya untuk melepaskan diri dari debu yang kini telah masuk ke dalam tubuhnya itu.


Namun, sebelum debu-debu itu bertindak lebih jauh dan merusakkan jiwanya, Han Yue telah lebih dulu merasakan suatu pergerakan benda-benda halus yang keluar melalui lubang yang ada di kepalanya.


Aneh, Han Yue berpikir sejenak. "Apakah ada yang salah dengan tekniknya?" dia mulai mempertanyakan terkait dengan teknik wanita tersebut.

__ADS_1


Memilih untuk membuka akar-akar yang mengurung dirinya. Setelahnya, dapat dia lihat hanya beberapa muridnya yang berdiri dengan kondisi luka di sekujur tubuh mereka. Juga sekitarnya yang tampak tak ada tanda-tanda kehidupan lagi. Bahkan wanita dari klan debu yang sebelumnya menjadi lawannya itu, kini telah terbaring tak sadarkan diri.


__ADS_2