Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 205 ~


__ADS_3

Zhang Zhili serta murid-muridnya bekerja sama untuk membereskan para binatang melata yang tersebar. Begitu banyak binatang Melata yang menyerang, namun tak membuat mereka menyerah. Dengan menggunakan teknik penyatuan kekuatan, memungkinkan mereka untuk membunuh puluhan bahkan hampir mencapai ratusan dalam satu waktu.


"Baik, tinggal mereka!"


Ucap Zhang Lan. Dia yang tak sabaran langsung menyerang belasan binatang melata itu dengan kekuatannya, Ribuan pisau angin yang mengandung kekuatan besar datang. Menghunjam belasan Bintang Melata itu dari berbagai sisi berbeda. Zhang Lan tidak berniat menahan atau pun menghemat kekuatannya untuk melakukan serangan terakhir tadi.


Dan usahanya berhasil. Belasan Binatang Melata langsung ma.ti seketika. Manjadi kabut darah.


"Huuhfft... Akhirnya selsai juga!" Zhang Lan menyekap keringat di keningnya.


"Meski telah berhasil membereskan Binatang Melata itu, tapi tetap jangan lengah. Hal lain mungkin akan datang menyapa sebentar lagi!" Zhang Zhili mengingatkan murid-muridnya.


"Baik, kami mengerti Guru!"


"Dan yah ... pulihkan kembali kekuatan kalian hingga seratus persen. Kita tidak tahu akan seperti apa ancaman yang kan datang selanjutnya."


Semuanya mengangguk mendengar perkataan yang dilontarkan Zhang Zhili. Lalu masing-masing mengeluarkan pil dan menelan untuk memulihkan kondisnya.


Pilih dalam waktu singkat. Mereka telah berada dalam kondisi prima. Zhang Zhilii mengajak mereka untuk meninggalkan tempat ini. Mencari celah untuk kembali ke dunia nyata. Terkadang mereka juga akan bertanya-tanya terkait dengan kondisi Zhang Ziyi, Niao serta Laohu saat ini.


-


Dua jam telah berlalu. Zhang Zhili, Zhang Lan, Zhang Bie, Zhang Yin, Zhang Meng, Shui Shan serta Shui Bing terus berjalan tanpa berhenti, namun tak kunjung mereka menemukan sesuatu mencurigakan pun, yang dapat mereka jadikan sandaran untuk keluar dari dunia ilusi ini.


Bahkan seiring dengan berjalannya waktu, tempat ini kian terasa mencekam. Hawa serta bau darah semakin terasa pekat.


"Bukankah ini adalah tempat yang kita lalui tadi?" Shui Shan berkata setelah menyadari sesuatu.


"Ya, kita telah berkeliling di tempat ini untuk beberapa kali," ucap Zhang Lan.


Mereka semua menyapu pandangannya di sekeliling. Tidak ada yang bisa mereka lihat selain dengan siluet pepohonan. Kelelawar juga berterbangan di mana-mana. Sejenak, perhatian mereka terpaku pada bulan merah di atas samping kanan. Membundar dengan sempurna, menambah nuansa menyeramkan di dunia ini.


Zhang Yin serta Shui Bing berulang kali mengusap lengan mereka. Bukan karena kedinginan melainkan karena hawa di dunia ini terlalu menusuk.


Bulan merah darah itu kembali memancarkan cahaya merah terang. Suhu semakin terasa mencekam. Udara seolah-olah menipis bukan lagi oksigen, melainkan darah.


"Semuanya, Waspada! Lonceng bahaya telah terdengar!" Zhang Zhili kembali berseru, memperingati murid-muridnya untuk waspada.


Masing-masing dari mereka mengeluarkan senjata juga mengambil posisi ancang-ancang.


Benar saja, lonceng bahaya itu kini telah berbunyi. Cahaya merah terang rembulan, perlahan mulai meredup. Zhang Zhili serta murid-muridnya mengunci pandangan pada bulan yang meredup. Mulai terlihat tanda-tanda aneh pada bulan.


Titik hitam terlihat di tengah-tengah bulan merah darah itu. Setelahnya membentuk sebuah pupil mata raksasa. Bentuk bulan merah itu sendiri kini telah menjadi mata merah besar yang menggantung di atas sana. Pola kuno juga terlukis di belakang bulan mata besar itu.


Mata merah memelototi Zhang Zhili serta murid-muridnya. Membuat mereka kian merinding di buatnya. Perlahan, kelopak mata menurun, hingga membentuk mata yang menyipit.


"Kyaaakkk!!"


Teriakan histeris tiba-tiba saja terdengar. Tidak tahu dari mana asal teriakan tersebut. Yang jelas ini sangatlah aneh, sebab hanya mereka yang berada di dunia ini.


"Hikkss... Hikkss..."


Setelah Teriakan, kini terdengar lagi suara lain, namun ini menyerupai tangisan. Zhang Zhili, Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie, Shui Shan serta Shui Bing saling berpandangan. Kembali perhatian mereka di angkat dan memandangi mata besar itu.


Tangisan belum berhenti mereda. Entah dari mana asalnya. Zhang Zhili memicingkan mata, melihat lebih jelas dengan apa yang terjadi pada mata merah itu. Tampak urat hitam terlihat secara samar. Muncul dari sudut mata, menyebar perlahan dengan cabang kecil. Semakin lama, itu semakin jelas terlihat.


Tangisan tersebut semakin keras terdengar, lalu kembali menjadi teriakan histeris. Mereka bahkan harus menutupi telinga mereka dari teriakan tersebut.l, sebab begitu memekik sampai-sampai gendang telinga serasa akan robek karenanya.


Genangan darah menyeruak di sela-sela kelopak mata. berkumpul di tengah, tepatnya di bawah titik hitam pupil mata, setelah itu, genangan darah itu terjatuh membentuk tangisan darah.


Waktu terasa berjalan melambat, bersamaan dengan tetesan darah itu yang turun perlahan.

__ADS_1


Takk!


Air mata darah itu jatuh mengenai tanah. Setelahnya guncangan hebat terjadi. Zhang Zhili serta yang lainnya berusaha menyeimbangkan tubuh.


Tak berhenti sampai di situ, teriakan kemarahan terdengar begitu nyaring. Muncul akar rambat berduri dari tanah. bergerak seperti ular dan berusaha untuk menarik tubuh Zhang Zhili, Zhang kan dan yang lainnya yang saat itu telah terbang untuk menghindar.


Pedang juga di arahkan untuk memotong akar-akar berdiri itu. Namun meskipun berhasil memotongnya, mereka tetap saja bergerak, bahkan memanjang dengan cepat.


"Tidak, ini mengandung racun... Hati-hati jangan sampai duri akar rambat itu mengenai kulit kalian!" Zhang Zhili mengingatkan.


Terbang semakin tinggi, tapi akar rambut itu juga semakin meninggi. Zhang Meng mencoba untuk membakar akar tersebut dengan menggunakan api yang temperaturnya di ambang batas kekuatannya.


Whush!


"Berhasil!"


Akar yang di bakar oleh Zhang Meng tadi langsung hangus hingga menciptakan abu gosong.


Senang untuk sesaat, akar itu kembali muncul, kali ini semakin ganas. Hingga berhasil meraih kaki Zhang Meng. Membawanya ke dasar tanah, bersamaan dengan itu akar-akar rambat berduri lainnya datang dan mengerubuti tubuhnya.


Tidak hanya Zhang Meng yang berhasil tertangkap, melainkan juga Zhang Bie serta mereka semua. Kini telah terjebak oleh balutan akar berduri.


Cukup lama mereka berada dalam Kungkungan akar berduri itu. Yang lebih sialnya, akar itu terbang menyerap kekuatan mereka, dan menyalurkannya pada pemilik dunia ilusi ini.


Mereka berusaha untuk memberontak, tapi sayang, mereka sudah terlalu terjebak.


Kilauan cahaya merah keluar dari sela akar berduri yang melilit tubuh Zhang Meng. Semakin terang, tak lama setelahnya, akar-akar itu hancur, memperlihatkan sosok Zhang Meng dengan tampilan barunya.


Hal yang sama terjadi pada akar-akar rambat lainnya. Sela akar rambat berduri yang melilit tubuh teman-teman Zhang Meng juga mengeluarkan cahaya, dengan warna berbeda.


Swoosshh!


Swoosshh!


Saat ini sendiri mereka telah memasuki wujud Dewa. Berada di posisi masing-masing. Lalu mulai melakukan segel tangan. Garis emas tercipta dan menghubungkan mereka, membentuk bintang tujuh penjuru.


"Formasi Bintang Tujuh Elemen!" mereka sama-sama menyerukan kalimat itu.


Bintang tersebut semakin terang, memunculkan duplikatnya. Duplikat dengan simbol elemen berbeda di masing-masing penjuru.


Swoosshh!!!


Duplikat Bintang tersebut langsung melepaskan serangan energi dengan warna-warni. Melesat dengan kecepatan tinggi layaknya laser dengan diameter mencangkup puluhan. Mengarah pada mata besar itu.


Duarrr!


Ledakan yang sangat besar terjadi. Mata itu seketika pecah, meninggalkan hujan darah. Zhang Zhili serta murid-muridnya kembali ke bentuk normalnya setelah selesai menghancurkan mata merah tadi.


Suasana di dunia itu telah mengelap semenjak mata tersebut telah pecah. Juga Cahya warna-warni yang di hasilkan dari formasi Bintang tujuh elemen tadi telah menghilang. Zhang Meng berniat menyalakan api dari tangannya, sebagai penerang. Namun dia tidak jadi melakukannya sebab tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing dan berakhir dengan tidak sadarkan diri.


***


Sosok yang menyerupai monster yang tengah terbaring tak berdaya di tanah, memasang sunggingan kecil, sat merasakan kekuatan tertransfer dari dunia ilusi buatannya. Kekuatan itu sendiri berasal dari kekuatan Zhang Zhili serta murid-muridnya di alam ilusi.


Hingga beberapa bagian tubuhnya yang terluka itu telah pulih dengan waktu cepat. Sayangnya itu tidak berlangsung lama. Mendadak saja dia terkena serangan mental. Hingga menyebabkan otaknya meledak. dia tidak sempat untuk mengeluarkan suatu reaksi, namun tiba-tiba saja nyawanya telah melayang.


Rohnya terpisah, melayang lurus ke atas lalu bergabung dengan sosok asap hitam yang tidak lain adalah gurunya.


Tekanan pada udara kian meningkat, dengan hawa mencekam juga belum berakhir sejak tadi. Apalagi setelah menerima roh dari muridnya, sosok asap gelap itu semakin bertambah kuat.


"Hahaha... Kemari–lah wahai roh-roh yang tersesat! Menyatukan bersamaku, jadilah bagian dari energi–ku... Hahaha!" Sosok itu tertawa renyah, berkata dengan suara yang sangat menggema layaknya guntur.

__ADS_1


Roh Dewa Kematian melihat hal itu juga tidak bisa untuk tidak khawatir. "Gawat, dia akan menggunakan jurus itu..." ucapnya panik. Dia semakin merasakan pertambahan kekuatan pada sosok asap hitam dengan mata merah itu. Dia kemudian menoleh ke arah Zhang Ziyi. Lalu menghampirinya.


"Nak, kekuatannya saat ini telah melebihi batas kekuatanmu.Kau tidak akan mampu melawannya, meski mengerahkan segenap kemampuan mu!" kata Roh Dewa Kematian pada Zhang Ziyi.


Mengernyit, Zhang Ziyi kemudian menjawab, "Aku bahkan belum mencoba kekuatan ku ini untuk menghadapinya, bagaimana kau bisa mengambil kesimpulan secepat itu!"


"Hmm, kau memang masih memiliki beberapa kekuatan serta teknik rahasia yang belum kamu keluarkan. Tapi itu masih belum bisa dan belum cukup untuk mengalahkannya. Kemungkinannya berada di bawah dua puluh persen!" Roh Dewa Kematian mencoba untuk membuat Zhang Ziyi mengerti.


Alis Zhang Ziyi naik turun. Mempertimbangkan perkataan Roh Dewa Kematian tadi. Dia melihat kedua telapak tangannya, lalu mengalihkan perhatiannya ke arah sosok asap bermata merah. Kekuatan sosok itu sendiri semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu dan telah melewati batas kekuatannya.


Dia kemudian mengangguk. "Lantas, apa yang akan kita lakukan?" tanya Zhang Ziyi meminta pendapat.


"Hmm, ini mungkin akan sulit kamu terima, tapi dengan cara ini, kita akan bisa untuk mengalahkannya!" ucap Roh Dewa Kematian.


"Katakan!"


"Dengan mengambil alih tubuhmu!"


Wajah Zhang Ziyi memburuk mendengar pengakuan dari Roh Dewa Kematian.


"Tidak bisa! Aku belum terlalu mengenal mu. Bisa jadi setelah ini kau akan terus menggunakannya dan tanpa menukar kembali tubuhku!" ucap Zhang Ziyi.


"Kau tenang saja! Aku tidak seburuk yang kau pikirkan itu. Aku janji setelah Maslaah ini selesai, atau setelah kita berhasil membunuhnya, aku akan langsung mengembalikan tubuhmu pada jiwamu!"


Berpikir selama beberapa menit, Zhang Ziyi kemudian memutuskan untuk menyetujuinya.


"Baiklah! Aku setuju. akan tetapi sesuai yang kau katakan tadi, bahwa ini tidak lebih setelah kau berhasil membunuhnya, kau akan mengembalikannya kepada ku!"


"Ya! Kamu tenang saja."


Zhang Ziyi menyiapkan diri. Roh Dewa Kematian telah menghilang dan memasuki tubuhnya. Perlahan kesadaran Zhang Ziyi tersedot oleh sesuatu. Hingga kini dia berada di alam bawah sadarnya. Meski demikian, tetap Zhang Ziyi bisa melihat apa yang terjadi di luar lewat suatu rekaman yang tertera di hadapannya.


Keeerkkk!!


Bunyi tulang terdengar sepeti kerupuk. Itu tidak lain berasal dari tulang Zhang Ziyi.


"Haah, setelah sekian lama tidak merasakan tubuh manusia, rasa-rasanya aku sangat kaku sekarang!" ucap Zhang Ziyi, namun dengan suara berbeda. Suara tersebut sendiri adalah suara milik Dewa Kematian.


"Kau lihat, Nak. Bagaimana aku akan menggunakan tubuhmu untuk menggunakan kekuatanku," ucapnya pada Zhang Ziyi, sebab dia yakin Zhang Ziyi tengah menontonnya dari dalam.


Dewa Kematian mengangkat tangan, menyentuh wajah. Topeng Hantu kini telah muncul. Digunakan oleh pemiliknya, kelautan yang ada pada topeng hantu itu semakin bertambah.


"Bukalah, Sosok aneh. Mari kita lihat siapa yang paling mampu dalam hal ini!"


Dewa Kematian mengendalikan tubuh Zhang Ziyi untuk bergerak ke arah Sosok asap hitam. Dia juga menciptakan pedang Roh di tangan kanan, sementara untuk pedang Naga Langit ia simpan di cincin penyimpanan Zhang Ziyi.


Sisi lain, Sosok itu telah selesai mengumpulkan para roh-roh sesat sebagai sumber penambahan energi baginya. Menikah ke arah depan, tampak pemuda bertopeng tadi yang telah melesat ke arahnya, dengan Pedang roh di tangan yang siap untuk dilayangkan ke arahnya. Namun dia mengetahui bahwa jasad pemuda itu kini telah di ambil alih oleh Dewa Kematian, sehingga dia menyunggingkan seringai miring di salah satu sudut bibirnya.


Whush!


Pedang melesat secara vertikal. Sosok asap gelap menghindar ke samping, Sembari itu dia juga berucap.


"Cih, percuma saja kau mengambil alih tubuh anak itu. Kekuatanmu tidak sekuat dulu. Hanya dengan sekali tendangan kecil, akan langsung mematahkan tangan anak itu!" ucap Sosok tersebut dengan mencibir.


"Hahaha, Kau tidak tahu saja. Anak ini mewarisi topeng Hantu milikku dahulu! Apakah kau akan berpikir bahwa aku masih tidak bisa menggunakan kekuatan penuh ku seperti dahulu?"


Dewa Kematian membalas mencibir, intonasi mengejek penuh akan provokasi.


Mendengar itu, kembali sosok tersebut dibuat terdiam. Dia tah.u betul bagaimana jika Dewa Kematian ini telah bersama dengan topeng hantu. Bahkan dia dan Dewa Kematian yang baru pun tidak mudah dan membutuhkan tenaga banyak untuk membunuh Dewa Kematian yang ini.


"Omong kosong! Meski demikian, kau akan tetap mati oleh tanganku ini! Juga kau belum merasakan kekuatan ku yang sekarang ini!"

__ADS_1


Sosok itu kemudian menyerang Dewa Kematian. Menyerang dengan tangan kosong, namun mengandung tekanan energi yang sangat besar.


Sisi lain, Zhang Ziyi sendiri tengah menyaksikan pertarungan kedua orang itu dari alam bawah sadarnya.


__ADS_2