
Zhang Ziyi segera meminta Laohu untuk berhenti terbang tatkala melihat sesuatu yang kacau di hadapan mereka.
Kabut tebal di giring semilir angin yang berhembus sedikit kencang. Membawa serta aroma darah bersamanya.
Samar-samar, mereka bisa mendengar suara pertarungan besar tengah berlangsung jauh di depan sana.
"Mengapa ada pertarungan? Bukankah dilarang melangsungkan pertarungan di wilayah netral ini?" ucap Shui Shan tiba-tiba.
"Apa maksudmu?" tanya Zhang Yin. Dia penasaran dengan pernyataan yang di keluarkan oleh Shui Shan tadi.
"Wilayah netral adalah wilayah aman dari dua Kekaisaran. Meski terbilang aman, namun sesama kelompok di wilayah ini pun tetap saling berkelahi. Namun bagi dua Kekaisaran yang mengapit wilayah netral ini, tidak di izinkan untuk ikut campur dan membuat rusuh di sini. Tapi ada pengecualian bagi kedua kekaisaran ini terkait hal² tertentu. Melihat pertarungan yang berlangsung sangat kacau ini, aku menebak bahwa tengah terjadi ikut campur diantara dua Kekaisaran." Shui Shan menjelaskan panjang lebar.
Semuanya mengangguk mendengar penjelasan dari Shui Shan.
"Mari kita melihat lebih jelas akan seperti apa kekacauan yang di timbulkannya," ucap Zhang Ziyi.
__ADS_1
Laohu mengepakkan sayapnya dengan kencang.
Mereka sampai di salah satu markas kelompok besar. Namun apa yang mereka lihat, tidak lain dan tidak ada yang utuh. bangunan besar telah runtuh, menyisakan puing-puing bangunan itu sendiri.
Banyak mayat tergeletak di atas lantai. Tanda-tanda kehidupan di kelompok ini pun sudah tidak ada lagi. Zhang Ziyi serta yang lainnya kembali melanjutkan perjalanan setelah selesai memeriksanya.
Beberapa saat, sampailah mereka pada kelompok besar yang kedua. Sama halnya kelompok pertama, kelompok kedua yang mereka temui ini memiliki nasib tidak berbeda jauh.
Memutuskan untuk memeriksa. Hendak memastikan apakah masih ada orang yang masih hidup. Di antara puing-puing bangunan telah runtuh, samar terdengar suara deru nafas yang sangat lemah. Segera mereka menghampiri puing-puing itu.
Zhang Lan menggunakan unsur elemen angin, mengangkat sekaligus hingga memperlihatkan seorang pria yang tengah sekarat.
Tubuh pria itu terangkat kala Zhang Ziyi mengayunkan pelan jari telunjuknya.
Langsung dengan menyembuhkannya, setelahnya Zhang Ziyi lantas menginterogasi orang itu.
__ADS_1
"Mengapa terjadi kekacauan di sini? Kelompok-kelompok besar yang ada di Wilayah Netral di serang habis-habisan. Bahkan lebih sadis mereka tidak meninggalkan jejak sedikit pun. Apakah kau bisa menjelaskan kepada kami?" tanya Zhang Ziyi setelah melihat pria tadi telah pulih sepenuhnya.
Menghela napas sejenak, baru pria itu mulai membuka. Menceritakan terkait dengan kejadian yang menimpa Wilayah Netral saat ini.
"Sebelumnya, terima kasih karena telah menolongku. Sebenarnya apa yang menimpa kelompok kami serta kelompok besar lainnya yang ada di Wilayah Netral ini akibat ulah pasukan yang berasal dari Alam Bawah. Lebih tepatnya para Iblis!"
Mendengar itu, Shui Shan langsung menjentikkan jarinya. "Nah, ini masuk akal. Sebelumnya aku menduga ini perbuatan dari salah satu diantara dua Kekaisaran yang mengapit wilayah Netral. Tapi aku masih ragu dengan dugaan ku. Dan sekarang terjawab sudah, bahwasanya yang melakukan ini adalah Ras Iblis!" Shui Shan tampak antusias. Disertai dengan intonasi tinggi mengandung emosi.
"Benar Tuan. Pasukan Iblis memiliki kekuatan yang sangat besar. bahkan Kekaisaran Langit atau Kekaisaran Kegelapan sekalipun mungkin tidak bisa untuk mengalahkan Pasukan Iblis jika mereka berdua terpisah." Pria itu juga ikut menambahkan.
"Hmm, apakah kau mengetahui seberapa kuat pasukan yang di bawa untuk menyerang Wilayah Netral ini?" tanya Zhang Lan.
"Lumayan besar ... semua kelompok besar di wilayah netral telah habis di sapu oleh mereka. Sekarang tinggallah Kerajaan Phoenix Es yang tersisa. Dan sudah bisa di pastikan nasib Kerajaan Phoenix Es setelah ini!"
Penjelasan dari pria itu, sukses membuat enam orang itu tercengang.
__ADS_1
"Gawat, kita harus ke sana segera. Takutnya terjadi sesuatu buruk terhadap kerajaan Phoenix Es terutama pada keluargaku!" Shui Shan tampak tidak sabar.