Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 39 ~ Pengganggu


__ADS_3

"Hehehe.... Lihatlah para pemuda-pemuda ini. Setiap hari mengangkat batu tanpa peduli dengan pelatihan mereka. Ckckck, pantas saja mereka selalu di belakang, ternyata mereka bermalas-malasan seperti ini," ucap salah satu diantara orang-orang yang mendatangi Zhang Ziyi serta empat orang lainnya. Pria itu sendiri bernama Zhang Gong.


Kelima orang itu tak menanggapi. Mereka tetap melanjutkan berjalan dengan memikul beban yang bahkan dua kali lipat dari beban sebelumnya.


"Eeh, bukankah mereka berasal dari kediaman Master Zhili... Pantas saja pelatihan mereka seperti ini."


"Ya... kau tau lah, master Zhili kan tidak memiliki suatu teknik yang bagus dan kuat untuk diajarkan pada murid-muridnya. Bukankah master Zhili berada di urutan terakhir diantara para Master klan?"


"Ya, kau benar... Bahkan pria tua itu terlalu bermalas-malasan, sampai-sampai kultivasinya tidak pernah naik. Dan tetap di Ranah Langit tahap 2."


Satu per satu dari lima orang yang mendatangi Zhang Ziyi serta yang lainnya mulai mengeluarkan kata-kata sindiran. Berbicara biasa, namun lebih kepada mengejek Zhang Ziyi serta keempat temannya itu. Bahkan lebih parahnya, guru mereka pun dibawa-bawa.


Zhang Meng yang terpancing mulai berhenti. Tidak hanya Zhang Meng, namun juga Zhang Bie serta Zhang Yin.


"Perhatikan ucapan-mu, Zhang Gong!" Zhang Bie berbicara dengan penuh penekanan.


Zhang Meng sendiri mulai membanting ranjang yang berat itu, setelahnya mulai mendatangi pria yang di panggil Zhang Gong tadi. Namun belum juga ia sampai di tempat beberapa orang yang di pimpin Zhang Gong tadi, Zhang Ziyi telah lebih dulu menghentikan langkahnya.


"Tahan emosimu, saudara Meng. Kita tidak ada waktu untuk meladeni mereka," ucap Zhang Ziyi.


Menoleh ke arah Zhang Ziyi. Zhang Meng kemudian berucap, "Apa yang kau pikirkan saudara Ziyi. Apakah kau menerima begitu saja saat mereka memperolok-olok kita? Bahkan orang-orang lancang ini berani menghina guru di depan muridnya sendiri...." Zhang Meng berkata dengan nada tinggi.


"Kau benar! Orang seperti mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapat pelajaran...," Zhang Bie ikut menambahkan. Tentu saja juga dengan intonasi tinggi


"Aku tahu, Saudara Bie ... Saudara Meng! Namun apakah kau yakin, kau bisa menang melawan mereka? Ada enam orang di sana, sedang kita hanya berjumlah lima orang... Ditambah kultivasi mereka yang nampak sedikit di unggulkan di banding dengan kita."

__ADS_1


Zhang Ziyi mulai mengukur kultivasi keenam orang itu. Skill Eagle Eye–nya ia aktifkan...


"Mereka mempunyai Zhang Gong sebagai yang terkuat, dimana pemuda itu berada di ranah Langit tahap 1. Selain itu para antek-anteknya berada di Ranah Pendekar tahap 9. Namun ada beberapa orang yang nampaknya sedikit lagi menerobos tahapan Langit!" jelas Zhang Ziyi.


Sementara keempat orang yang bersama Zhang Ziyi itu sedikit tersentak kala Zhang Ziyi menebak kultivasi mereka.Tak hanya Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie serta Zhang Lan. Bahkan keenam orang tersebut juga nampak begitu tersentak dengan tebakan Zhang Ziyi barusan. Tak ada yang melenceng. Semua tebakannya tepat seperti kultivasi mereka saat ini.


Zhang Ziyi kemudian kembali melanjutkan menebak kultivasi Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Lan serta Zhang Meng.


"Kalau aku tak salah tebak, saudara Bie seharusnya berada di Ranah Pendekar tahap 9 juga saudara Meng di ranah Pendekar tahap 9 hanya saudari Yin yang menerobos Ranah Langit tahap 1." Menghentikan perkataan sejenak, Zhang Ziyi kemudian melanjutkan.


"Sementara aku dan Zhang Lan di ranah pendekar tahap 8, tak ada yang bisa di harapkan dari kami.... Bagaimana kita bisa mengalahkan mereka?"


Keempat orang itu terdiam sejenak, mencoba memikirkan perkataan Zhang Ziyi setelah sebelumnya sempat tersentak dengan ketepatan Zhang Ziyi dalam menebak kultivasi mereka.


"Aku tidak takut...!" Zhang Bie serta Zhang Meng berucap secara bersamaan.


"Tak ada pilihan lain!" Zhang Lan juga menarik pedang dan ikut bergabung dengan mereka


Zhang Ziyi menarik napas dalam, sebelum juga ikut melesat, maju dengan tangan kosong.


Pertarungan seru tercipta kala itu juga. Zhang Ziyi berlawanan dengan salah satu dari pemuda dengan kultivasi Ranah Pendekar tahap 9, begitupun juga dengan Zhang Lan serta Zhang Meng. Sedang Zhang Yin berhadapan dengan Zhang Gong. Zhang Bie berhadapan dengan dua orang kultivator Ranah Pendekar tahap 9 sekaligus.


Zhang Ziyi bisa mengimbangi lawannya meski dia menggunakan tangan kosong. Begitupun juga dengan Zhang Meng serta Zhang Yin. Mereka nampak bisa mengimbangi lawan mereka masing-masing.


Berbeda halnya dengan Zhang Lan serta Zhang Bie, kedua orang itu nampak begitu kesusahan dalam meladeni lawan mereka.

__ADS_1


Masih sempat mencuri perhatian Zhang Ziyi pada Zhang Lan serta Zhang Bie di sela-sela pertarungannya. Nampak, kedua orang itu yang begitu kesusahan dalam mengahadapi lawan-lawannya. Zhang Ziyi pun berniat membantu kedua orang itu.


Mengambil jarak sejenak, Zhang Ziyi kemudian mengeluarkan Laohu dari kantong sihir. Setelahnya ia kembali melesat ke arah lawannya sementara Laohu bergerak membantu Zhang Bie.


Sebenarnya, Zhang Ziyi bisa saja menyelesaikan pertarungan ini dengan begitu cepat jika ia mengaktifkan dua skill miliknya. Apalagi dengan menggunakan pedang naga langit.


Namun Zhang Ziyi tidak berniat menggunakan skill serta pusakanya. Pemuda itu ingin melihat sejauh mana kemampuannya jika tanpa bantuan dari tiga benda tersebut.


Bertarung hingga beberapa saat, ini kali pertama bagi Zhang Ziyi bertarung menggunakan tangan kosong. Dan hanya mengandalkan kekuatan fisiknya, juga sedikit dibumbui dengan energi Qi. Efek dari latihan mengangkat batu beberapa hari ini, Zhang Ziyi merasakan kekuatan fisiknya yang lumayan meningkat. Hingga, satu kali kepalan tinjunya masuk dan tepat menghantam rahang lawan, membuat lawannya jungkir balik dan mendarat di tanah duluan tubuh bagian dadanya.


"Uhuk!"


Lawan terbatuk-batuk. Dirinya merasa rahangnya telah retak akibat di tinju Zhang Ziyi barusan.


Sementara Zhang Ziyi beralih membantu Zhang Lan. Di sisi lain, Zhang Yin juga Zhang Meng telah mendominasi jalannya pertarungan. Begitupun juga dengan Zhang Bie.


Selang beberapa waktu, Zhang Ziyi serta yang lainnya berhasil mengalahkan 6 orang itu. Kini Zhang Gong serta antek-anteknya di buat babak belur oleh Zhang Ziyi serta empat kawannya.


Zhang Meng berdiri sembari sebelah kakinya menginjak tubuh Zhang Gong.


"Saudara Gong, lain kali perhatikan ucapan-mu... Inilah akibatnya jika kau berani merendahkan kami... Dan juga jika kau mau mencari masalah, sebaiknya kau membawa orang lebih kuat, jangan bawa sekumpulan semut kecil untuk bertamu di kediaman kami..." Sindir Zhang Meng. Setelahnya pemuda itu menendang keras tubuh Zhang Meng.


"PERGI...!" kata yang dipenuhi dengan tekanan itu sukses membuat Zhang Gong serta lima orang anak buahnya bergetar. Segera mereka bangkit dan berlari meninggalkan kediaman Master Zhili.


Meski tubuh mereka sangat sulit di gerakkan, namun tetap mereka paksakan untuk bangkit. Takutnya, terlambat sedikit maka tubuh mereka akan dibuat lebih babak belur lagi.

__ADS_1


Setelah kepergian enam orang itu, Zhang Ziyi, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie serta Zhang Lan kembali melakukan pekerjaan yang sebelumnya sempat tertunda dengan hati damai setelah insiden tadi. Laohu pun menemani mereka dalam menyelesaikan pelatihan itu. Meski begitu, mereka tidak menyadari akan bahaya apa yang akan menimpa mereka dihari esok.


__ADS_2