Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 151 ~ Naga


__ADS_3

Di tempat gelap, jauh dari peradaban cahaya. Seekor Naga Besar saat ini tengah terbaring menggulung–kan tubuhnya.


Mata yang semula terpejam itu, mendadak terbuka lebar. Memperlihatkan bola mata kuning yang di kelilingi oleh urat jingga, serta pupil mata tegak lurus berwarna hitam kemerahan.


Tubuhnya yang bagaikan batu itu perlahan mulai bergerak. Dan naik ke atas.


Saat ini dia berada bersembunyi di lautan kesadaran Zhang Ziyi. Bahkan Zhang Ziyi sendiri tidak mengetahui keberadaan makhluk ini.


Terlihat tubuh Zhang Ziyi yang mengambang di dalam air. Aura kehidupannya perlahan mulai menghilang. Zhang Ziyi yang tak sadarkan diri itu mulai tenggelam di lautan kesadarannya.


"Hmm, anak ini tidak boleh mati!"


Ucap si Naga dengan mengembuskan semburan asap dari lubang hidungnya.


Aura merah terpancar dari tubuhnya. Setelahnya dia menghilang begitu saja, seperti tidak pernah ada di tempat itu sebelumnya.


Beralih ke tubuh Zhang Ziyi di luar, mulai memancarkan aura merah. Dewa Yun Biao belum menyadari akan hal itu. Dia yang telah berhasil mencuri Pil tingkat Suci Agung dari cincin ruang Zhang Ziyi, pun berniat untuk meninggalkan tempat itu.


Dewa Yun Biao menciptakan portal dimensi di depannya. Lalu dia berjalan pelan sembari tidak bosan-bosannya memandangi pil tersebut.


Sesekali tawa renyah akan tersebar dari mulutnya.


Sialnya belum sempat dia menginjakkan kakinya pada portal dimensi tersebut, mendadak portal itu mati dan menghilang.


"Apa-apaan ini. Mengapa portal tiba-tiba mati?" Dewa Yun Biao bertanya pada dirinya sendiri. Lantas dia membalikkan badan sebab merasa penyebabnya ada di belakangnya.


"Ka–kau! Mengapa bisa—" Dewa Yun Biao tidak sempat melanjutkan perkataannya. Dia begitu terkejut saat ketika melihat Zhang Ziyi yang kembali hidup setelah sebelumnya dia kira mati.


Zhang Ziyi tidak menjawab. Seluruh tubuh saat ini dipenuhi oleh aura merah. Juga Mata yang berwarna merah darah dengan garis runcing berwarna gelap pekat. Di kepalanya, muncul dua tanduk melengkung. Sejenak, Zhang Ziyi tidak ada bedanya dengan iblis.


Begitupun juga dengan pedang Naga Langit yang juga mengeluarkan aura merah darah.


"Hooh, kau masih punya cukup kekuatan ternyata! Hahaha, menarik!"


Dewa Yun Biao menyimpan pil Suci Agung ke dalam cincin ruang miliknya. Dia melangkah beberapa langkah ke depan. Pedang tercipta di tangannya oleh aura hitam yang sebelumnya mengelilingi pedang.


"Majulah!" Ucap Dewa Yun Biao. Dia telah bersiap dengan memasang posisi ancang-ancang. Aura hitam juga telah menyelimuti tubuhnya sejak dia mengeluarkan pedang tadi.


Sejenak, sunggingan miring terlukis di bibir Zhang Ziyi, tapi sunggingan itu bukanlah sunggingan sinis melainkan lebih dari pada sinis itu sendiri.


Zhang Ziyi langsung maju dengan pedang Naga Langit mengikuti di bagian belakang.


Tringg!

__ADS_1


Dentingan pedang terdengar begitu mendengking di gendang telinga. Keduanya saling berpandangan sejenak. Tampaknya dalam hal ini, Dewa Yun Biao di buat sedikit khawatir tatkala menatap mata Zhang Ziyi yang terlampau tajam.


Namun dia mencoba untuk menepis rasa itu. Sesegera mungkin dia menolak pedang Zhang Ziyi. Serangan pedang tak berhenti dilancarkan kepada Zhang Ziyi. Menyerang pemuda itu dengan ganas.


Namun sekuat apapun dia berusaha, tetap Zhang Ziyi bisa mengimbanginya.


Tiga detik terlewat oleh aksi adu pedang, tapi tiga detik ini bukan layaknya tiga detik pada umumnya, sebab ribuan tebasan telah kedua orang itu lakukan dalam waktu tiga detik tersebut. Keduanya mengambil jarak.


"Kekuatan apa yang merasuki anak ini sehingga dia bisa sekuat ini?" gumam Dewa Yun Biao dalam hati.


Dia tidak melanjutkan gumaman–nya. Zhang Ziyi kini telah kembali melesat ke arahnya. Terlihat bayangan merah mengikuti tubuh Zhang Ziyi di belakang saat Zhang Ziyi melakukan suatu gerakan.


Srringg!!


Mata pedang saling bergesek keras, menciptakan bunyi nyaring membuat siapa saja mendengarnya akan merasakan ngilu yang teramat sangat. Termasuk Dewa Yun Biao sendiri. Namun tidak dengan Zhang Ziyi, dia tetap memasang wajah datar seolah tidak mendengar suara bising ngilu itu. Bahkan dia kembali melepaskan tebasan angkat keras ke arah lawannya ini.


Dewa Yun Biao termundur beberapa langkah.


"Sial!" Umpatnya. Kembali dia menyiapkan pedangnya untuk kembali menepis serangan yang datang dari Zhang Ziyi. Tampaknya Anak ini akan melangsungkan arahan bertubi-tubi untuk beberapa saat


Benar saja, Zhang Ziyi tidak berhenti bergerak sama sekali. Dia menghilang dari satu tempat ke tempat lain. Namun setiap kali dia menghilang satu tebasan juga terlepas dan melukai Dewa Yun Biao.


Kecepatan gerak yang terlalu ekstrim sampai-sampai membuat Dewa Yun Biao tidak sempat mengikuti arah laju Zhang Ziyi.


Tak berlangsung lama, Zhang Ziyi mengentikan aksinya.


Tubuh Dewa Yun Biao masih berdiri untuk beberapa saat, sebelum akhirnya tumbang di tanah.


"Jangan pikir kau bisa membunuh anak ini!" Suara tua bas nan berat terdengar dari mulut Zhang Ziyi.


Dewa Yun Biao mengernyit dalam kesakitan. Mendengar dari suara Zhang Ziyi yang lain dari sebelumnya membuatnya mengambil inisiatif bahwa Zhang Ziyi tengah dirasuki orang lain.


Dia yang licik langsung melakukan ektingnya, berpura-pura meminta belas kasih dari Zhang Ziyi, lebih tepatnya orang yang merasuki Zhang Ziyi ini.


"A–ampuni aku, Senior. Aku tidak bermaksud untuk mengganggunya. Tapi aku hanya ingin meminta barang ku yang di curi oleh anak ini!" ucap Dewa Yun Biao memutar balikkan fakta. Tangan di bagian belakangnya saat ini tengah mengumpulkan energi.


Zhang Ziyi menampakkan raut wajah datar mendengar perkataan dari Lelaki itu untuk beberapa saat, namun setelahnya dia mulai tertawa.


"Kau tahu, aku paling tidak suka untuk di tipu. Apalagi hanya untuk seorang Dewa Rendah sepertimu!" ucap Zhang Ziyi dipenuhi dengan tekanan serta nafsu membunuh yang kuat. Zhang Ziyi mensejajarkan tangan kanannya dengan dada, api hijau tercipta dari tangan Zhang Ziyi.


"A–ampuni aku Senior!" Dewa Yun Biao dengan segera memainkan ektingnya kembali. Namun setelahnya dia memasang sunggingan pada dua sudut bibirnya.


Kekuatan yang tadi dia kumpulan di tangan kanannya segera dia lemparkan ke arah Zhang Ziyi. Baru setelahnya dia berniat menghilang dari sana menggunakan elemen ruang.

__ADS_1


Zhang Ziyi menepis serangan energi itu dengan lengannya.


"Cih, mainan anak-anak!" gumam Zhang Ziyi, setelah menepis serangan diam-diam tadi. Setelahnya dia melepaskan aura yang sangat besar. Tak lama setelahnya Dewa Yun Biao muncul kembali.


"A–apa? Mengapa bisa—?" Dewa Yun Biao belum sempat melanjutkan kalimatnya saat sebuah tinju telak langsung menghantam hidungnya, hingga patah.


Bukk!!


Whush!!!


Tubuhnya melayang cepat sejauh beberapa meter dari tempatnya semula. Namun tiba-tiba saja tubuhnya terhenti di udara oleh sesuatu yang menahannya.


Tangan Zhang Ziyi telah memegang tempurung kepalanya. Setelahnya Zhang Ziyi kembali melancarkan tinjunya. Tinju yang terlihat sangat pelan, namun mengandung energi besar.


Bukkk!!


Krrrkk!!


Whush!!!


Kali ini tulang belakang Dewa Yun Biao yang patah. Tubuhnya kembali melayang ke arah depan.


Zhang Ziyi kembali muncul di depannya dan kembali juga dia melancarkan tinju telak pada tubuh Dewa Yun Biao. Dan hal ini terus saja berulang untuk beberapa saat.


Kini tubuh Dewa Yun Biao terkapar tidak berdaya di tanah yang sudah mengering. Jangankan bangkit, untuk menggerakkan tulang-tulangnya saja dia sudah menjerit.


Zhang Ziyi muncul di hadapan Dewa Yun Biao. Memandangi sejenak lelaki berkedok Dewa ini. Pandangan yang begitu jijik itu, setelahnya dia memeriksa cincin ruang milik lelaki itu.


Cincin ruang di jari manis Dewa Yun Biao terlepas tanpa ada yang menyentuh, mengarah pada Zhang Ziyi. Dia mengambil cincin itu memeriksanya sejenak setelahnya tersenyum sesaat.


Zhang Ziyi mengeluarkan isi dari cincin yang berupa pil tingkat Suci Agung. Memeriksa pil itu sejenak sembari mengangguk-anggukkan kepalanya kecil.


"Bocah ini cukup berkualitas. Bahkan bisa menciptakan pil yang memiliki kekuatan besar ini, meski belum bisa di katakan sempurna." Gumam Zhang Ziyi, namun tetap dengan suara beratnya.


Setelahnya dia mengeluarkan api hijau miliknya. Temperatur api yang satu ini lebih panas ketika di gunakan oleh sesosok jiwa Naga yang merasuki tubuh Zhang Ziyi ini ketimbang saat digunakan Zhang Ziyi sendiri. Hal itu sendiri dikarenakan api hijau Zhang Ziyi ini ada kaitannya dengan naga ini.


Setelah menyempurnakan pil tersebut ke tahap maksimal, Zhang Ziyi lantas menyimpan kembali pil dalam cincin ruangnya. Di sisi lain, cincin ruang milik Dewa Yun Biao sendiri telah dia masukkan ke dalam cincin ruang miliknya sebelumnya.


Kembali pandangannya ia lempar pada tubuh tak sadarkan diri Dewa Yun Biao. Alih-alih menolongnya, Zhang Ziyi malah meninggalkannya begitu saja tanpa dosa. Dia menghilang dari tempatnya, bagaikan tak pernah ada di situ sebelumnya.


\=\=\=\=


Like yang semakin menurun. Haiss ... giliran UP lancar like–nya yg menurun. Giliran Up gak lancar, like–nya malah naik drastis :((

__ADS_1


Untuk chapter selanjutnya akan up setelah Chapter ini tembus 40 like yah :)


__ADS_2