Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 124 ~ Berlatih


__ADS_3

Zhang Ziyi membalikan badan Seorang pria dapat dia lihat tengah duduk di atas singgasana. Di kawal oleh dua orang pengawal. Dengan aura agung yang begitu berwibawa terpancar dari tubuhnya.


Selain singgasana yang dia duduki, terdapat juga singgasana lain di sebelah kanannya. Namun ukurannya tidak sebesar singgasana yang di duduki pria tua itu.


Seorang manusia setengah ikan yang terlihat tampan dan muda menduduki singgasana tersebut. Zhang Ziyi pernah bertemu dengan pria itu sebelumnya saat Zhang Ziyi dahulu berada di salju. Ya, saat itu dia bermimpi bertemu dengan pemuda setengah ikan itu dan memberikannya sebuah kerang.


Sempat dibuat heran Zhang Ziyi akan kemunculan mereka. Padahal tadi dia tidak melihat sama sekali keberadaan orang-orang ini. Tidak hanya itu, ruang aula yang semula terlihat begitu kosong, kini malah terisi penuh dalam waktu yang sangat-sangat singkat.


"Apa-apaan ini?" bingung Zhang Ziyi.


Dia juga melihat Laohu serta Yu Ren Lan yang tampak baik-baik saja. Memandangi dirinya dengan memasang senyuman penuh arti.


Zhang Ziyi lantas mendekati Yu Ren Lan serta Laohu. Berniat menanyai perihal ini kepada gadis setengah ikan itu.


"Aku tak akan menjelaskan ini kepadamu! Namun jika kau ingin mengetahuinya, maka kau bisa langsung menanyainya pada Raja," ucap Yu Ren Lan seolah-olah dia telah mengetahui isi pikiran Zhang Ziyi. Juga dari penyampaian kalimatnya tadi yang dibuat seakan-akan penuh misteri yang membuat Zhang Ziyi muak.


"Hmm! Tampang–mu sangat tidak cocok untuk menjadi seseorang yang misterius?" Zhang Ziyi meledek Yu Ren Lan.


Gadis itu memasang wajah bodoh amat menanggapi perkataan Zhang Ziyi tadi. Meski dalam hati dia tampak kesal.


Tidak ada pilihan lain, Zhang Ziyi pun lantas beralih ke arah pria paruh baya yang di yakini adalah raja ras duyung. Berniat bertanya padanya.


"Mohon maafkan atas kelancangan hamba yang mulai Ras Manusia Setengah Ikan. Akan tetapi, bisakah yang mulia menjelaskan pada hamba terkait dengan kejadian tadi?" Zhang Ziyi berkata dengan sopan sembari menangkupkan kedua tangannya.


"Tidak perlu seformal itu, nak. Kau bisa menganggap ku sebagai temanmu! Mengenai ras yang kau sebutkan tadi, tidak perlu panjang bin lebar kau mengucapkannya. Cukup dengan mengatakan Ras Duyung saja!" ucap Raja ras Duyung. Dua sudut bibirnya terangkat menandakan dia tengah tersenyum.


Zhang Ziyi mengangguk. Dalam hati dia mengulangi apa yang di ucapkan oleh Ras Duyung tadi. Takutnya dia kembali melupakan nama ras setengah ikan itu.


"Nak, Sebenarnya pertarungan–mu dengan panglima Lie tadi sudah ku atur. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana kemampuan mu!" Raja Ras Duyung menghentikan perkataannya sejenak. Dia lalu kembali melanjutkan.


"Setelah melihat bagaimana dirimu dalam bertarung melawan panglima Lie tadi, aku rasa, ramalan itu memang tidak salah memilih penyelamat!"

__ADS_1


Zhang Ziyi berusaha untuk mencerna apa maksud dari perkataan raja Ras Duyung.


Menghubungkan perkataan raja ras duyung dengan mimpinya, serta cerita dari Mo Hu dan Moi Wang.


"Mungkinkah mereka sedang mengalami masalah, atau mungkin memang terjadi kekacauan di dunia bawah laut ini, sehingga mereka meminta seorang peramal untuk meramalkan seseorang yang mampu membantu ras duyung ini dan keluar dari kekacauan tersebut," batin Zhang Ziyi.


"Mungkin memang demikian!" gumam kecil Zhang Ziyi.


"Mohon maaf raja! Lalu bagaimana dengan pertarungan tadi. Bukankah tadi saat kami bertarung kalian tidak ada di sini?"


Raja Ras Duyung memasang sunggingan tipis untuk kesekian kalinya.


"Kami menggunakan formasi sihir ilusi. Dimana sihir ini hanya akan bekerja pada orang yang berada di dalam lingkaran sihir. Sementara orang yang berada di luar tidak akan terpengaruh sama sekali. Efek dari sihir ilusi ini sendiri adalah pandangan target tidak bisa mencapai apa yang di kehendaki oleh si pencipta formasi!" Raja Ras Duyung menjelaskan panjang lebar.


Zhang Ziyi menganggukkan kepala. Dari penjelasan yang di paparkan oleh raja ras duyung, Zhang Ziyi bisa menyimpulkan bahwa Formasi Sihir Ilusi ini sama dengan teknik Array Ilusi.


Cukup lama Zhang Ziyi berada di ruang aula itu. Berbincang-bincang dengan raja duyung, atau sesekali dengan orang yang ada di aula. Tak butuh waktu lama bagi Zhang Ziyi untuk akrab dengan orang-orang ini. Dia juga sedikit banyak telah mengenal nama orang-orang situ. Dimana raja Ras duyung saat ini bernama Yu Tie. Sementara seorang pemuda yang duduk di singgasana sisi kanan Raja Yu Tie adalah Yu Xiao.


Selang beberapa saat, pertemuan pun akhirnya selesai. Namun sebelum itu, Zhang Ziyi sempat di ceritakan akan masalah yang menimpa kerajaan bawah laut akhir-akhir ini. Juga apa yang akan di lakukan Zhang Ziyi ketika dia berada di dunia bawah laut ini. Semuanya di jelaskan secara rinci oleh Raja Duyung, serta dibantu oleh panglima dan petinggi-petinggi ras dalam menjelaskannya.


"Kalian bisa tidur di sini. Aku akan kembali ke istana. Ingatlah untuk bangun lebih awal dan segera ke istana setelah itu!" kata-kata terakhir Yu Xiao, sebelum pemuda itu meninggalkan kamar Zhang Ziyi.


Dia membalas dengan tersenyum ramah serta menganggukkan kepala.


Setelah kepergian Yu Xiao, Zhang Ziyi duduk di atas ranjang. Dia berbincang dengan Laohu sebentar. Setelahnya dia mulai berkultivasi. Energi alam di dalam perairan ini begitu melimpah ruah, membuat Zhang Ziyi larut dalam berkultivasi.


Tidak terasa, waktu telah menunjukkan esok hari. Suara ikan laut yang berkokok menggantikan ayam di daratan. Terdengar bersahut-sahutan, membangunkan semua ras duyung yang tertidur saat itu. Namun sebenarnya ada beberapa diantara ras duyung ini yang tidak tidur sama sekali. Tapi mereka tetap beraktifitas seperti biasanya.


Sebelumnya, wilayah bawah laut meski berada dalam laut yang paling dalam, namun waktu siang dan malam, masih bisa di bedakan di sini.


Zhang Ziyi menganggap itu adalah hal wajar, mengingat orang-orang di bawah laut ini memiliki banyak kemampuan khusus. Bahkan, ada beberapa orang yang dia temukan memiliki kultivasi di ranah Dewa Surgawi. Termasuk Yu Tie serta Panglima Lie. Dimana kekuatan sebesar ini, telah bisa dijadikan modal mendirikan wilayah di alam atas.

__ADS_1


Setelah selesai bersiap-siap, Zhang Ziyi serta Laohu beranjak menuju istana kerajaan.


Di perjalanan, mereka tidak sengaja berpapasan dengan Yu Ren Lan.


"Hei!"


Yu Ren Lan, datang-datang langsung memukul kepala Zhang Ziyi. Seolah-olah mereka sudah lama berteman. Ya, bagi Yu Ren Lan mungkin demikian, namun bagi Zhang Ziyi berbeda lagi.


"Apakah kau tidak bisa datang baik-baik?!" Zhang Ziyi kesal.


"Ya, tidak bisa!" Yu Ren Lan menjawab tanpa berdosa.


"Cih!" Zhang Ziyi hanya mengeluarkan sebuah decihan, tanpa mau membalas perkataannya. Sebab berdebat dengan orang yang tak mau kalah, lebih baik berdebat dengan seekor kambing.


Beberapa saat, ketiganya sampai di istana. Menghadap raja Yu Tie, untuk meminta arahan darinya.


"Akhirnya kau datang juga, anak muda!" Ucap Raja Yu Tie refleks saat melihat kedatangan Zhang Ziyi. Memang sebelumnya dia telah menunggu Zhang Ziyi ini, sekitar satu jam yang lalu. Dia lantas menyuruh semua orang yang ada di ruangan itu keluar, kecuali Putranya, Yu Xiao.


Zhang Ziyi, Laohu serta Yu Ren Lan memberi hormat.


"Nak, dalam beberapa Minggu ke depan, Monster Evil Octopus pasti akan datang lagi kemari dan membuat kekacauan. Saat itu tiba, maka tak ada yang bisa menghentikannya selain dirimu. Maka dari itu, kau perlu mempersiapkan diri."


Zhang Ziyi menyimak arahan dari raja Ras Duyung. Dia menganggukkan kepala.


"Mari ikuti aku!"


Raja Ras Duyung bangkit dari singgasananya. Dia menepuk tangannya tiga kali. Setelahnya dua buah kereta yang masing-masing di dorong oleh dua ekor kuda laut muncul. Ukuran kuda laut itu sendiri begitu tidak biasa, dan menyamai seekor kerbau.


Raja Ras Duyung menyuruh Zhang Ziyi, Yu Ren Lan serta Yu Xiao untuk menaiki salah satu kereta. Sementara dia menaiki kereta yang satunya dan Laohu terbang di atas air.


-

__ADS_1


Mereka Sampai di sebuah tempat dan masih berada di wilayah kedalaman laut. Turun dari kereta. Tempat ini cukup tertutup. Banyak batu-batu karang yang berdiri di atas pasir. Ukurannya pun bermacam-macam.


Mereka memasuki batu karang yang berbentuk gerbang. Selang beberapa saat, mereka berhenti di sebuah tanah lapang. Di sana, Zhang Ziyi merasakan ada banyak jiwa yang meringis. Meminta tuntutan kepada Raja Ras Duyung.


__ADS_2