
Zhang Ziyi saat ini tengah melesat dengan kecepatan tinggi. Tujuannya adalah ke rumah Lelang Awan Perak. Setah insiden perebutan Mutiara Darah Semesta sehari yang lalu, dia berniat untuk ke Lembah Bulan Malam.
"Aku ingin bertemu dengan Manager Su!" ucap Zhang Ziyi setelah sampai di gerbang masuk Pelelangan.
"Haiissh, kau lagi! Manager Su tidak ada. Dia sedang di panggil ke pusat. Sedang ada urusan mendadak." balas seorang pria yang berjaga.
"Kau tidak pandai berbohong, bukan? Dari garis wajahmu saja telah menunjukkan bahwa kamu sedang berbohong!"
Perkataan Zhang Ziyi tadi sukses membuat penjaga gagu.
"E–eh, I–itu tidak benar..."
"Nah, perkataan kamu tidak benar, bukan!?" Zhang Ziyi menampakkan seringai sinis penuh kemenangan.
"Bu–bukan itu! Maksudku kau yang tidak benar!" Penjaga mulai kesal, sampai-sampai dia kehabisan bahan untuk di jelaskan. Sebab dia merasa jawabannya tadi kurang meyakinkan.
"Nah, benar kan. Kau berbohong... Tolong antarkan aku pada Manager Su. Ada sesuatu yang penting ingin ku bicarakan padanya."
Penjaga pasrah dengan jawabannya tadi. Meladeni Zhang Ziyi dengan menggunakan kebohongan, nyatanya bukanlah sesuatu yang tepat. Sebab Zhang Ziyi bukanlah tipe mudah terbohongi.
"Kau tidak ada hak untuk itu!" penjaga berkata dingin.
"Tch, apakah perlu aku menunjukkan ini padamu!" Zhang Ziyi mengeluarkan lencana khusus pemberian Manager Su.
Kontan melihat lencana tersebut, penjaga langsung gemetar. Dia tidak menyangka jikalau Zhang Ziyi ini memang orang penting yang tidak bisa untuk di buat tidak nyaman.
Sejak saat itu, sifat penjaga mulai berubah drastis. Dia kini menunjukkan ketidak beranian–nya pada Zhang Ziyi.
"Mo–mohon maafkan aku, Tuan. A–aku tidak tahu kalau Tuan memang seorang tamu penting bagi Rumah Lelang Awan Perak. Apapun perintah Tuan, akan aku laksanakan!" Penjaga menangkupkan tangan, memberi hormat.
Sunggingan kecil terlukis di dua sudut bibir Zhang Ziyi.
"Baik, sekarang tolong antar aku pada manager Su. Ada sesuatu penting yang ingin aku bicarakan dengannya."
"Baik, Tuan ... Mari sebelah sini!"
__ADS_1
Zhang Ziyi berjalan mengekori Penjaga. Membawanya masuk Rumah Lelang Awan Perak dan berakhir di dalam sebuah ruangan.
"Tuan bisa menunggu di sini selama beberapa waktu. Aku akan memanggil Manager Su, tidak akan lama!"
Zhang Ziyi memberikan anggukan kecil. Penjaga memberi hormat sejenak, sebelum beranjak meninggalkan Zhang Ziyi.
Menunggu selama dua menit, Penjaga muncul kembali dengan membawa seorang Wanita cantik bersamanya. Dia tidak lain adalah Manager Su.
"Tuan Zhang!" Manage Si datang dan menyapa Zhang Ziyi. Sementara penjaga meninggalkan tempat itu untuk kembali melanjutkan tugasnya, menjaga gerbang masuk Rumah Lelang.
Melihat kedatangan Manager Su, Zhang Ziyi bangkit dari posisinya yang semula duduk.
"Oh ya, Manager Su ... perihal kedatangan ku ini, aku ingin menanyakan padamu, apakah kalian menjual peta dunia Alam Atas ini?" tanya Zhang Ziyi langsung pada intinya.
"Hmm, peta, ya..." Manager Su mengetuk-ngetuk bibirnya menggunakan jari telunjuk, tengah berpikir.
"Ah ya... Aku tahu! ... Tuan Zhang, mari ikuti aku!" ujarnya lalu mengajak Zhang Ziyi untuk mengikutinya.
Keduanya berjalan menuju sebuah ruangan yang tak terurus. Tampaknya ruangan ini sangat renggang dimasuki oleh orang-orang.
-
"Ini adalah peta keseluruhan wilayah Alam Atas. Tapi ini hanya tinggal setengahnya saja. Entah di mana bagian lainnya berada. Peta Dunia Alam Atas ini sangatlah langka bahkan hampir saja keberadaannya tidak ditemukan. Mungkin ada yang lebih lengkap, dan itu hanya di miliki oleh Kaisar Langit." Manager Su menjelaskan panjang lebar.
Zhang Ziyi menengadah. Memperhatikan gambar pulau besar yang hanya sebagian saja itu. Gambar itu menunjukkan cahaya berbeda di masing-masing wilayahnya.
"Hmm, bisakah aku memintanya!" tanya Zhang Ziyi.
"Mohon maaf, Tuan. Untuk itu, aku tidak bisa memberimu. Sebab ini sangatlah susah untuk di dapatkan." Manager Su berkata dengan nada menyesal. "Tapi Tuan tenang saja. Kami memiliki alat yang bisa menjiplak sesuatu, layaknya ke bentuk aslinya!"
Zhang Ziyi tertarik dengan benda yang di maksud Manager Su. Benda yang di maksud mulai di keluarkan Manager Su dari cincin ruangnya. Berbentuk berlian dengan banyak cabang.
"Tuan Zhang, ini adalah Berlian Ingatan Dewa. Benda apa saja di jiplak olehnya. Tuan bisa menggunakannya untuk menjiplak gambar peta Alam Atas itu!"
Manager Su mulai mempraktekkannya. Dia mengelus salah satu dari cabang berlian. Setelahnya cahaya hologram muncul dan bergerak dari samping kanan ke kiri peta. Setelah sampai di ujung paling kiri, cahaya itu telah menghilang.
__ADS_1
"Sekarang gambar peta sudah tersimpan di dalam Berlian Ingatan Dewa. Tuan bisa menggunakannya sekarang!"
Manager Su menyerahkan Berlian Ingatan Dewa pada Zhang Ziyi.
"Hmm, cukup menarik. Aku akan membelinya. Berapa harga yang harus aku bayar!"
"Tuan Zhang tidak perlu mengeluarkan uang untuk ini. Karena Tuan Zhang adalah pelanggan khusus kami, maka Berlian itu aku beri secara cuma-cuma."
Zhang Ziyi menampakkan senyum sumringah. "Terima kasih, Manager Su! Kamu sangat baik, aku akan memberikan ini untuk mu!" Zhang Ziyi mengeluarkan salah satu tanaman Herbal berusia seratus juta tahun.
Meskipun Zhang Ziyi tidak begitu yakin jika Manager Su akan tertarik, tapi dia juga tidak memikirkan hal lain untuk di berikan kepada Manager Su selain dengan tanaman Herbal tersebut.
"I–ini ... Tuan Zhang, bagaimana kamu bisa memiliki tanaman herbal yang begitu langka ini. Bahkan sangat suli mendapatkannya di belahan dunia manapun, apalagi dengan usia yang begitu mengerikan!" Manager Su begitu antusias tatkala melihat tanaman Herbal itu.
Di sisi lain, Zhang Ziyi menaikan alisnya. Mengenai tanaman herbal ini sendiri dia memiliki beberapa di alam Jiwanya.
"Maksudmu?"
"Apakah Tuan Zhang tidak mengetahuinya? Tanaman Herbal ini bernama Bunga Seratus Bunga. Seperti namanya, dia memiliki manfaat seratus tanaman Herbal lain bersamanya." Manager Su meraih Bunga Seratus Bunga dari tangan Zhang Ziyi.
"Terima kasih, Tuan Zhang. Aku akan senantiasa menyambut kedatangan–mu di pelelangan Awan Perak ini. Jika tuan berada dalam masalah, kau bisa meminta bantuan pada Rumah Lelang Kami. Aku akan menjamin Rumah Lelang kami akan datang membantumu!" ucap Manager Su.
Dari sini, Zhang Ziyi bisa menebak bahwa status dari Manager Su di pelelangan Awan Perak ini bukanlah sembarangan.
"Baik, Manager! Terima Kasih atas tawaran ini. Aku tidak berani menolaknya."
Selang beberapa, mereka berdua keluar dari ruang bawah tanah. Zhang Ziyi melangsungkan ke arah pintu keluar lelang. Dia berniat untuk meninggalkan Rumah Lelang dan memulai perjalanannya ke Lembah Bulan Malam.
Zhang Ziyi mengusap salah satu cabang berlian dari Berlian Ingatan Dewa. Muncul hologram yang memperlihatkan jiplakan gambar peta Alam Atas.
"Hmm, aku harus ke arah timur untuk sampai di Lembah Bulan Malam."
Zhang Ziyi mulai memperhatikan setiap bagian dari wilayah Alam Atas ini. Memang peta yang dia peroleh hanya sebagiannya saja, tapi beruntungnya dalam peta juga ada wilayah Lembah Bulan Malam.
Untuk ke sana sendiri, Zhang Ziyi harus melewati beberapa wilayah pula, salah satunya adalah Wilayah Kabut Hujan Roh.
__ADS_1