Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 223 ~ Merasa Aneh


__ADS_3

Zhang Ziyi, Laohu serta Yu Ren Lan masuk di ruangan yang sangat luas. Ruangan besar namun tak terlihat makhluk hidup di dalamnya.


"Aneh! Mengapa tidak ada orang di sini!"


"Sepertinya ada yang salah!" gumam Yu Ren Lan.


Zhang Ziyi serta Yu Ren Lan memperhatikan sekitarnya. Pandangan keduanya bergerak mengitari seisi ruangan tersebut.


Whush!!!


"Hamp!!"


Kapak melayang cepat dan hampir megenai Yu Ren Lan. Beruntung instingnya kuat dan tajam sehingga dia bisa menghindar sebelum kapak itu berhasil mendarat di tubuhnya.


Kapak menancap keras di lantai dan membuat keretakan pada lantai.


Zhang Ziyi, Yu Ren Lan dan Laohu memandang satu arah. Seorang pria, setengah manusia setengah ikan, tak berbaju hingga memperlihatkan badannya yang kekar. Menatap mereka satu per satu dengan tatapan penuh remeh.


"Aku telah lama menunggu kalian. Maka dari itu, aku tak berniat membuang-buang waktu." Pria itu berucap dengan dingin. Zhang Ziyi tidak mengerti akan maksud ucapannya. Namun berbeda dengan Yu Ren Lan.


"Gawat!" Dia memperlihatkan raut wajah panik. "Ziyi, angkat pedangmu dan lawan dia–!" tepat setelah dia menyelesaikan kalimatnya, Tubuh Yu Ren Lan malah terseret oleh arus yang sangat kuat.


"Gukhh!"


Tepat pada tangan kekar lelaki itu Yu Ren Lan berhenti. Namun berhenti dalam keadaan lehernya yang di cekik oleh lelaki itu.


Yu Ren Lan menggelinjang. Kedua tangannya memegang erat lengan kekar lelaki tersebut. Dia berusaha untuk melepaskan diri dari cekikan itu, namun sayangnya kekuatan lelaki ini berada di atasnya.


"Kali ini kau tak bisa lolos lagi dari ku, duyung manis! Kau cukup membuatku malu pada waktu itu. Mungkin membunuhmu adalah cara yang tepat!" Ucapannya yang menggema di dalam ruangan. Meski gelombang suara yang terhalangi oleh air, namun Suaranya masih tetap terdengar di seluruh ruangan.


Tak berniat tinggal diam, Zhang Ziyi berniat membantu Yu Ren Lan. dia memanipulasi air dan menjadikannya senjata. Menyerang lelaki setengah ikan dengan energi air.


Swosh!!


Energi itu melesat lurus. Lelaki yang terfokuskan pada Yu Ren Lan tidak sempat mengambil tindakan atas serangan itu. Dia lantas melempar kasar tubuh Yu Ren Lan, tanpa mempedulikan nasib gadis itu.


Kapak yang semula menempel di lantai, bergerak sendiri dan menghalau serangan Zhang Ziyi tadi.


Duarr!

__ADS_1


Ledakan tercipta. Zhang Ziyi tidak berniat melepaskannya begitu saja. Dia berenang sembari mengeluarkan pedang Naga Langit dari Cincin ruangannya. Menyerang lelaki setengah ikan dengan teknik berpedang.


Pedang dan kapak saling beradu di dalam air. Membuat air laut seolah-olah di aduk oleh pertarungan dua orang itu.


Dua pusaran air yang membentuk tornado air tercipta. Saling bertabrakan untuk Beberapa saat. Tak lama setelahnya, seseorang melesat keluar dari salah satu pusaran air itu. Menabrak dinding istana dengan keras.


"Hahaha... Hanya seorang bocah dari ras manusia lemah, berani melawanku?! Tch!" Lelaki setengah ikan berkata dengan penuh remeh. Pandangannya menatap lurus ke arah pemuda yang tidak lain adalah Zhang Ziyi. Senyum miring juga dia perlihatkan.


Di sisi lain, Laohu yang tidak terima majikannya di lempar begitu saja oleh lelaki setengah ikan lantas maju. Mengepakkan sayap di dalam air, sembari kakinya juga mengayuh, membuat kecepatan geraknya meningkat.


Hampir sampai di tempat lelaki itu, Dia melayangkan cakarnya yang tajam. Berniat mencakar wajah lelaki itu.


"Hmm! Harimau bodoh!" ucapnya sembari memasang senyum sinis.


Dengan santai, dia menggelengkan kepalanya ke samping. Cakar Laohu hanya mengenai air kosong. Meski begitu, sempat terlihat lesatan bayangan cakar yang berwarna jingga menyala.


Lelaki setengah ikan mengarahkan tapaknya pada tubuh Laohu. Kontan, dorongan energi langsung membawa paksa tubuh Laohu dan menabrak keras dinding ruangan itu.


Bruukk!


Tabrakan tadi terlalu keras. Laohu tak mampu berdiri untuk beberapa saat. Tulang punggungnya serasa remuk.


"Laohuu!"


Dia mengangkat pedang Naga Langit yang tergeletak tidak jauh darinya. Hendak maju, namun dia mengurungkan niatnya sebentar. Melawannya hanya dengan mengandalkan nafsu, pastinya dia tidak akan menang. Jadi Zhang Ziyi memutuskan untuk menggunakan kepala dingin sembari memikirkan cara yang tepat untuk mengalahkannya.


"Dia sangat kuat. Bahkan Laohu yang saat ini berada di ranah siluman suci pun dapat dia kalahkan dalam sekali serangan kecil."


"Hmm, lelaki ini sangat kuat ketika berada dalam air. Dan aku sama sekali belum berpengalaman bertarung dalam air." Zhang Ziyi menatap lelaki itu yang juga saat ini menatapnya dengan tatapan remeh.


"Kau memang kuat ketika berada dalam air, namun jangan lupa, Aku juga menguasai unsur elemen air!"


Zhang Ziyi berdiri dari posisi yang semula berlutut. Lalu dia memanfaatkan air di sekitarnya sebagai sumber energi. Kedua kakinya mendadak di kelilingi oleh pusaran air yang membentuk bor air.


Dia melayang mendekati lelaki itu. Berhenti beberapa meter darinya.


"Cih, Manusia lemah! Tempatmu bukan di sini! Meski kau menguasai unsur elemen air, namun di mataku, kau tidak lain hanyalah seekor plankton kecil, hahaha!" Meremehkan Zhang Ziyi sembari mengeluarkan tawa renyah.


Zhang Ziyi tidak mengambil hati atas perkataan lelaki itu. Dia memasang senyum kecil.

__ADS_1


"Benarkah? Kalau begitu, biarkan ku buktikan kepadamu bahwa seekor plankton kecil bisa lebih ganas dari seekor paus besar sekalipun!"


Zhang Ziyi maju menyerang lelaki itu. Pedang naga langit serta kapak dari lelaki itu beradu. Menciptakan gelombang energi dalam air.


Gelembung-gelembung air bermunculan deras. Mengambang hingga ke atas. Pertarungan keduanya semakin ganas. Jika Zhang Ziyi tadi sempat dibuat kewalahan, namun kali ini, dia bisa memberikan perlawanan berarti. Bahkan keduanya tampak bertarung begitu imbang sekarang.


Meski pertarungan keduanya kian mengganas, namun anehnya, ruang aula istana bawah laut itu tak mengalami kerusakan sama sekali.


Zhang Ziyi menebas secara horizontal. Bilah pedang yang tajam di hindari oleh lelaki setengah ikan. Sekilas, dapat terlihat air yang terbelah dua oleh potongan pedang tadi. Namun tak cukup sedetik air kembali menyatu.


Zhang Ziyi semakin gencar dalam menyerang lelaki itu. Tak ingin memberi ruang sedikitpun padanya. Bahkan jeda hampir tidak terjadi sama sekali. Dia memaksa lelaki itu bertarung hingga sampai ke puncak.


Zhang Ziyi mengambil jarak. Pedang naga langit memancarkan cahaya emas. Dia mengangkat tinggi pedang Naga langit. Melepaskan aura dewa. Bersamaan dengan itu, pedang Naga langit melayang dan membelah menjadi beberapa bagian.


Bagian-bagian pedang atau duplikat pedang Naga Langit bergerak di belakang Zhang Ziyi. Membentuk setengah lingkaran. Dua buah lingkaran pedang terlihat di belakang atas kepala Zhang Ziyi. Setelahnya pedang-pedang itu bergerak cepat ke arah lelaki setengah ikan.


Di sisi lain, Lelaki itu sempat dibuat takjub dengan kekuatan yang di perlihatkan Zhang Ziyi ini. Bahkan sempat dia merasa terganggu akan aura dewa yang di pancarkan Zhang Ziyi tadi. Namun sejurus kemudian dia juga segera mengeluarkan auranya, guna menetralkan aura dewa yang di keluarkan Zhang Ziyi.


Sebelum duplikat-duplikat pedang Naga Langit mencapai dirinya, dia lebih dulu melempar kapaknya de depan. Kapak berputar cepat dengan mengeluarkan suara denkingan keras, sembari itu aura merah darah juga terlihat mengelilingi kapak. Setelahnya menciptakan sebuah tameng energi berwarna merah.


Tringg!


Tringg!


Tringg!


Suara rentetan besi terdengar begitu nyaring kala duplikat-duplikat pedang Naga langit menghantam tameng tersebut.


Tameng itu cukup berguna. Namun tak bisa bertahan terlalu lama dari rentetan pedang tersebut yang semakin lama semakin cepat dan keras dalam menghantam tameng. Hingga retak dan hancur, membuat duplikat pedang Naga langit berhasil lolos dan nyaris menghunjam tubuh lelaki setengah ikan.


Lelaki itu sendiri tidak menyangka tamengnya akan mampu dibuat rusak dalam waktu relatif cepat oleh manusia itu. Dia tidak sempat menghindar. Hampir saja pedang-pedang itu menyentuh tubuhnya. Namun duplikat-duplikat pedang Naga Langit mendadak berhenti bergerak.


Lelaki setengah ikan yang saat itu menutup mata pasrah akan kedatangan pedang-pedang itu. Merasa aneh kala tak merasakan pedang-pedang tersebut mengenai dirinya. Dengan ragu, dia membuka mata dan terkejut saat ujung mata pedang yang begitu runcing, berhenti mematung di depan matanya. Sekitar beberapa inci sebelum mengenai batang hidungnya.


Di sisi lain, Zhang Ziyi juga merasa aneh kala melihat duplikat-duplikat pedang Naga Langit yang berhenti begitu saja, sebelum pedang-pedang itu menyentuh lelaki setengah ikan. Dia begitu yakin kalau tadi dia tidak melakukan apapun yang membuat pedang-pedang itu berhenti bergerak.


"Apa yang terjadi?" gumamnya.


Beberapa saat, Zhang Ziyi merasakan aura yang begitu agung menyebar di seluruh ruangan itu. Cahaya berwarna putih terlihat di belakangnya. Zhang Ziyi lantas membalikkan badan dan memeriksa akan hal apa itu barusan.

__ADS_1


\=\=\=


Niatnya mau Up 2 bab hari ini, dengan jumkat 1,5k. Tapi pas lihat like yang menurun drastis :( ... minimal 40+ like lah buat episode ini.


__ADS_2