Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 301 ~ Injakan Kaki


__ADS_3

Tring....


Trang...


Tring...


Dua orang berkekuatan ranah Langit tengah bertarung imbang, dengan banyaknya pasang mata yang menonton tanpa berniat untuk ikut campur pertarungan mereka. Bukan apa-apa, hanya saja pertaurhgn tersebut telah berada diluar kekuatan mereka.


Kecepatan gerak yang terbilang abnormal sampai berpindah-pindah tempat dalam waktu relatif singkat. Beberapa kali serangan energi dikeluarkan oleh mereka berdua, menargetkan ke arah lawan namun yang ada hanya mengenai bangunan-bangunan sekitar.


"Harimau Iblis Neraka!" Serangan yang mengandung energi merah darah sangat pekat itu tercipta dan langsung melesat ke arah Hou Die.


Dengan tenang, Hou Die mengeluarkan sebuah gerakan pedang.


"Pedang Ketiga; Pedang Daun Jatuh!"


Bayangan pedang tercipta lalu melesat ke arah Pemimpin Kelompok Harimau Iblis.


Dua energi bertemu di titik tengah, menimbulkan ledakan dahsyat.


Baamm...


Kabut langsung mengepul hebat. Dibawah terjadinya ledakan tadi, tampak kawah lumayan besar tercipta, menandakan seberapa besar energi yang dihasilkan tadi.


Keduanya tidak tinggal diam ataupun berhenti hanya sampai di sana. Kembali maju dan saling menyerang.

__ADS_1


Baamm...


Hou Die berhasil melepaskan tendangan penuh akan energi Qi pada dada pemimpin Kelompok Harimau Iblis. Membuat lawan terdorong mundur hingga sepuluh meter ke belakang.


"Sial... Kau yang memaksaku menggunakan ini!" geram pemimpin kelompok Harimau Iblis.


Pemimpin kelompok Harimau Iblis melepaskan kekuatannya. Itu begitu besar, dari tubuhnya, kini terlontar api berwarna merah darah, membakar pakaian bagian atasnya, memperlihatkan otot-otot dada serta perut yang terbilang besar.


Kedua matanya memancarkan sinar api merah. Dia menyebarkan aura merah darah panas yang membuat hawa di sekitarnya terasa mencekam.


Whush....


Maju menyerang Hou Die. Kecepatan gerakan yang meningkat hingga dua kali lipat dari sebelumnya.


Hou Die sendiri nyaris tidak bisa mengikuti pergerakan dari lawan tarungnya itu. Beruntung dia masih bisa menepis setiap serangan yang dilancarkan terhadapnya.


Hou Die menilik sekitar dengan penuh awas, beruntung dia memiliki insting yang cukup tajam, sehingga masih bisa menebak darimana serangan musuh datang.


Sring...


Sringgg...


Kali ini pemimpin kelompok Harimau Iblis melancarkan rentetan serangan yang dilangsungkan pada tempat yang berbeda.


Hou Die tidak bisa mengimbanginya. Sehingga dia hanya bisa menepis beberapa serangan saja. Sementara yang lain berhasil masuk dan tepat mengenai tubuhnya.

__ADS_1


Whush...


Baamm....


Sekali cakaran tajam yang tiba-tiba saja dilakukan oleh pemimpin kelompok Harimau Iblis sebagai penutup dari serangan itu langsung merobek punggung Hou Die. Tidak hanya itu, Hou Die juga dibuat terlempar jauh dan menabrak tanah dengan keras.


"Hahaha... kau pikir dengan kekuatan lemah itu bisa membuatmu menundukkan Harimau Iblis ku? Kau salah besar Nak..." Pemimpin kelompok Harimau Iblis berjalan perlahan mendekati Hou Die yang saat itu masih terbaring dengan darah telah membanjiri punggungnya.


Darah yang merembes dari luka yang tercipta itu kini telah mengalir dan menyatu dengan tanah. Hou Die menatap tajam lawannya.


"Oh ya, Nak. Sebelumnya terima kasih karena telah datang di sini dengan menyerahkan dirimu sendiri. Tapi tenang, sebagai hadiah, aku akan membiarkan kau merasakan kematian seperti yang dialami ayahmu beberapa hari lalu. Tentu saja setelah Giok Naga Langit itu jatuh ke tangan ku terlebih dahulu!" Berjalan dengan menampilkan seringai iblis. Dia semakin mendekati Hou Die, cakar tajam di tangannya juga telah dia pamerkan. Ya, entah sejak kapan kuku dari lelaki itu panjang dan runcing.


Mendengar perkataan yang dikeluarkan oleh pemimpin kelompok Harimau Iblis itu, Hou Die merasakan dadanya yang panas. Luka yang ternganga di punggungnya serta beberapa bagian tubuhnya yang lain itu seperti tidak dia rasakan lagi. Bukannya tidak, lebih tepatnya dikalahkan oleh rasa sakit hati kala mendengar perkataan yang keluar dari mulut lelaki itu.


Dia sangat tidak terima saat mendengar akan bagaimana orang dihadapannya ini memperlama ayahnya. Lantas berusaha bangkit untuk menghajar wajah lelaki itu. Tapi tubuhnya kali ini terasa lemah. Sehingga baru saja ingin bangkit dirinya malah kembali dibuat ambruk.


Bukk...


Pemimpin kelompok Harimau Iblis menendang keras kepala Hou Die hingga membuat pemuda itu terguling-guling.


Hou Die merasa pusing. Kepalanya berdengung oleh tendangan tersebut.


"Hahaha... Percuma kau berjuang Nak. Kau ini sama dengan ayahmu! Sama-sama lemah. Lebih baik menjadi bawahan ku saja, daripada harus menjadi anjing bodoh seperti ini!" Pemimpin kelompok Harimau Iblis itu langsung menginjak kepala Hou Die.


Bukan hanya injakan biasa melainkan Pemimpin Kelompok Harimau Iblis itu bahkan menghentakkan kakinya beberapa kali. Bahkan kini kepala Hou Die telah terbenam disertai dengan bocor.

__ADS_1


"Hahaha... Lihatlah dirimu, Nak. Kau berakhir dengan menjadi boneka mainan kakiku... Kau tau, beberapa hari yang lalu aku juga melakukan ini terhadap ayahmu!" ucap pemimpin kelompok Harimau Iblis. Dia tampak semakin bersemangat dalam menginjak-injak kepala Hou Die.


Kembali mengangkat kaki, kali ini dia akan menginjak lebih keras sebagai penutupan. Namun sebelum kakinya mendarat di kepala Hou Die, mendadak sebuah tangan menarik kaki tersebut, lalu menghempaskannya kuat. Pemimpin kelompok Harimau Iblis yang tidak menduga itu akan terjadi malah tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan berakhir dengan terjatuh.


__ADS_2