
Zhang Ziyi memutuskan untuk kembali ke markas saat kedatangannya di Kekaisaran Kegelapan berakhir dengan sia-sia.
"Aku harus mengupayakan hal lain untuk menutupi kekurangan kami dalam pertempuran nanti." Bergumam dengan tidak menurunkan sedikit pun kecepatan terbangnya.
Sebelumnya Zhang Ziyi juga sudah melihat sedikit kekuatan Ratu Kegelapan. Dan itu cukup membuatnya tercekat.
Kekuatan Zhang Ziyi saat ini telah berada di puncak Kultivasi Alam Atas. Mungkin telah menjadi orang tak terkalahkan di alam atas ini sendiri. Namun begitu dia merasakan kekuatan dari dewi Kegelapan, entah mengapa Zhang Ziyi merasa kalau dia bertarung dengannya, dia tidak yakin akan keluar sebagai pemenang.
Selain itu juga, Zhang Ziyi sempat mendapat informasi mengenai kekuatan Kaisar Langit dari Dewi Kegelapan. Dimana tidak berbeda jauh dengan Dewi Kegelapan sendiri. Tapi Zhang Ziyi harus tetap waspada apabila berhadapan dengan Kaisar Langit nantinya.
"Satu langkah lagi, Dewi Kegelapan akan mencapai ranah Kultivasi baru. Dan itu tidak ada yang bisa mencapainya di alam Atas ini. Jangan sampai Kaisar Langit juga telah mencapainya. Jika tidak, maka kesempatan aku menang dalam melawannya sangatlah minim!" gumam Zhang Ziyi saat mengingat kembali perkataan Ratu Kegelapan yang mengatakan kepadanya terkait dengan kultivasi–nya saat ini.
Seperti halnya Raja Iblis, yang tingkat Kultivasi–nya telah berada lebih tinggi dari Ratu Kegelapan maupun Kaisar Langit sendiri. Makanya Ratu Kegelapan tidak bisa berbuat banyak saat Raja Iblis membawa Hei An bersamanya.
Ratu kegelapan sendiri tidak bisa mengatakan bahwa Kaisar Langit masih berada di Ranah Suci Dewa Abadi saat ini, sama sepertinya. Tapi dia juga tidak mengatakan bahwa Kaisar Langit telah menembus ranah baru atau selanjutnya. Dan itu akan di ketahui Zhang Ziyi nanti, saat berhadapan langsung dengannya.
"Whush!"
Zhang Ziyi hampir sampai di tujuan, namun sejurus kemudian dirinya tiba-tiba saja menghilang. Portal transparan yang tidak dia sadari, sehingga membuatnya memasuki dunia lain.
Sejenak, Zhang Ziyi menyadari bahwa dirinya saat ini telah berpindah dimensi. Tidak ada yang bisa dia lihat di dimensi ini selain dengan lautan magma sejauh mata memandang.
"Hmm, mengapa aku berada sini?" gumamnya, sembari memperhatikan sekelilingnya. Dia juga memasang sikap awas, takutnya di jebak oleh musuh.
Beberapa saat, muncul batu-batu karang dari dalam lautan magma. Zhang Ziyi segera mendarat di salah satu batu setelah beberapa saat kemunculan baru tersebut. Tujuannya adalah untuk memastikannya.
"Tidak ada siapapun di sini."
Zhang Ziyi kemudian melepaskan domainnya untuk menilik pasti sekitar. Namun apa yang dia temukan terkait dengan tempat ini begitu mengejutkannya. Segera dia melompat tinggi-tinggi di udara.
__ADS_1
Sebelumnya domain yang di lepaskan Zhang Ziyi tadi di blokir oleh sesuatu. Mata merah kekuningan besar membulat, dengan pupil lancip yang Zhang Ziyi lihat tadi. Cukup membuat Zhang Ziyi khawatir sehingga dia memutuskan untuk segera terbang.
Benar saja, tepat saat Zhang Ziyi mengangkat kakinya untuk terbang, batu-batu karang tersebut mendadak bergerak. Tak lama setelahnya membesar hingga semuanya menyatu membentuk sebuah daratan besar.
Namun yakin itu adalah sebuah daratan? Bukan. Melainkan kepala naga yang sangat besar. Dua pasang mata besar menatap tajam Zhang Ziyi. Sesaat naga itu melepaskan hembusan nafas, mengeluarkan gas berupa asap merah yang menyebar.
Dalam sekali lihat, Zhang Ziyi sudah bisa menebak akan kekuatan naga itu yang begitu jauh di atasnya. Zhang Ziyi tidak mengetahui sampai di mana kekuatan Naga itu.
Groaarrr!
Semburan api keluar dari mulut naga dan mengarah pada Zhang Ziyi.
Tidak sempat untuk menghindarinya, maka Zhang Ziyi lantas menciptakan perisai energi.
Diluar perkiraan, semburan itu nyatanya memiliki tekanan yang sangat besar. Sehingga membuat Zhang Ziyi terpental jauh ke belakang.
Nyaris terjatuh ke dalam magma, beruntungnya Zhang Ziyi segera memposisikan diri, dengan menapak di udara.
Zhang Ziyi menghilang, lalu muncul kembali di atas kepala Naga itu dalam sepersekian detik. Mengeluarkan Pedang Naga Langit, mengalirinya dengan Qi, setelahnya menusuk keras kepala Naga itu.
Slash!
Cairan hijau memuncrat. Zhang Ziyi berniat merobeknya, namun sialnya itu begitu keras.
Tubuh Naga mengeluarkan cahaya merah panas, bahkan panasnya bisa melebihi panas magma yang ada di bawah.
Tak tahan dengan suhu panas tersebut, Zhang Ziyi segera terbang. Sempat dia menarik pedang Naga Langit yang masih menancap keras di tubuh Naga, namun sialnya itu terlalu menancap menjadikan dia sedikit kesusahan. Sehingga Zhang Ziyi membiarkannya tetap berada di kepala naga.
Sinar panas tubuh Naga menipis dan menghilang. Namun yang terjadi selanjutnya adalah ribuan batu meteor panas muncul dari ruang hampa. Semua batu meteor itu bergerak lurus dengan kecepatan ekstrem mengejar Zhang Ziyi.
__ADS_1
Zhang Ziyi sendiri tidak diam saja. Juga menciptakan kombinasi elemen tanah api dan cahaya. Membentuk ribuan kepalan tinju yang sama panasnya.
Ribuan tinju bergerak melayang ke arah ribuan batu tersebut.
Baamm!
Baamm!
Baamm!
Ledakan beruntun tercipta. Selang beberapa saat tak terdengar lagi ledakan, menandakan tubrukan batu-batu itu telah berakhir. Kabut tebal yang mengepul sedikit mengganggu pandangan. Tanpa di sadari, salah satu batu datang dari belakang, muncul tiba-tiba dari kabut.
Refleks, Zhang Ziyi menciptakan perisai energi. Sayangnya batu itu malah menghisap perisai energi ciptaan Zhang Ziyi itu. Batu terus melesat dan sedikit lagi mengenai tubuh Zhang Ziyi.
Whush!
Zhang Ziyi menghilang menggunakan portal dimensi lalu muncul kembali di tempat yang berbeda.
"Menawannya dengan beradu kekuatan begitu sangat tidak menguntungkan!"
Zhang Ziyi menoleh ke arah Naga itu dari jauh. Naga itu sendiri saat ini juga menoleh ke arah dirinya. Terdiam, tampak menunggu Zhang Ziyi kembali menyerang.
Zhang Ziyi kemudian mengeluarkan Pedang Pembalik Langit dari cincin penyimpanan. Lalu kembali maju. Kali ini dengan penuh perhitungan serta kehati-hatian tingkat tinggi.
Zhang Ziyi mengangkat pedang, hendak menebas vertikal wajah Naga. Namun sejurus, dia menghilang saat naga itu melepaskan serangan mental.
Zhang Ziyi muncul kembali di tempat berbeda, lalu melancarkan tebasan keras pada titik yang telah dia ando sebelumnya sebagai titik lemah Naga.
Hampir saja pedang Pembalik Langit menyentuh bagian terlemah tersebut, malah di hentikan oleh Pedang Naga Langit.
__ADS_1
Tampak kekuatan mental Naga yang mengendalikan pedang Naga Langit. Pedang Naga Langit kemudian menyerang Zhang Ziyi.