Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 238 ~ Semi Final


__ADS_3

Fang Shi terbang lebih tinggi lagi. Berniat untuk melepaskan serangan terkuatnya.


Awan hitam berkumpul di atas sana, mengeluarkan bunyi serta kilat petir. Fang Shi melakukan suatu gerakan, setelahnya memunculkan sebuah pedang yang sangat besar dari langit.


Hawa sekitar langsung berubah mencekam. Tekanan berat datang bersama dengan turunnya pedang tersebut.


Whush!


Pedang yang mengandung kekuatan sangat besar itu melesat turun, tepat ke arah Mu Ai.


Baamm!


Hanya dengan satu tangan, Mu Ai menahan pedang tersebut. Lingkaran energi menyebar meluas. Mu Ai memasang seringai sinis.


"Cih, hanya dengan serangan lemah ini bisa menggertak ku?" Mu Ai kemudian menguatkan cengkraman tangannya pada pedang besar itu. Seketika retak dan langsung hancur berkeping-keping.


"A–apa?" Fang Shi tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan. Serangan tadi merupakan salah satu serangan terkuat yang dia miliki. Namun hanya dengan satu tangan Mu Ai saja pedang tersebut telah hancur berkeping-keping.


"Karena kamu telah selesai, maka sekarang adalah giliran ku!" Tepat setelah menyelesaikan perkatanya tadi, Mu Ai langsung menghilang dari tempatnya. Dalam sepersekian detik telah muncul kembali tepat di belakang Fang Shi.


Tanpa ampun, Mu Ai langsung melancarkan tinju yang mengandung kekuatan besar pada punggung Fang Shi.


Sontak saja membuat tubuh Fang Shi terpental ke depan. Begitu cepat Fang Shi dalam melesat, namun Mu Ai kembali muncul di depannya dan kembali melancarkan tinjunya. Hal itu terus berlanjut hingga beberapa kali. Dengan sekali serangan penutup darinya langsung membuat Fang Shi tertimbun dalam lantai arena.


Pertandingan dimenangkan oleh Mu Ai. Beberapa orang tim medis langsung turun di arena dan membantu memberikan pertolongan pertama pada Fang Shi.


Sementara itu, Mu Ai sempat menoleh ke arah Zhang Ziyi dengan tatapan sinis, sebelum melompat keluar dari panggung.


Zhang Ziyi sedari tadi menyaksikan pertarungan keduanya. Dia sempat memperhatikan Mu Ai, Selain itu dia juga memikirkan bagaimana cara untuk melawan Mu Ai ini.


Terkait masalah kultivasi, Zhang Ziyi memang berada di bawah Mu Ai. Dan itu menjadi keunggulan tersendiri bagi Mu Ai. Apalagi tadi tak terlihat Mu Ai mengeluarkan kekuatan aslinya.


"Aku harus hati-hati jika bertemu dengannya di partai final nanti," gumam Zhang Ziyi dalam hati.


Setelah pertandingan kedua orang itu,, pertandingan sementara di pending. Berikan waktu satu jam bagi para peserta semifinal untuk beristirahat.


Sembari itu, berbagai pertunjukan di tampilkan di atas panggung.


Hingga satu jam pun berlalu. MC datang ke tengah arena.


"Baik, mohon perhatiannya semua. Pertandingan telah berada di ambang puncak. Kami telah menemukan empat orang terbaik, sekaligus Dewa Dewi terbaik dalam periode ini. Dan untuk peserta yang masuk dalam delapan besar lainnya, akan kami umumkan bersmaa dengan juara satu dua dan tiga nanti!" Suara MC begitu lantang. Membuat perhatian tidak bisa untuk tidak tertuju padanya.


"Kepada Empat peserta yang lolos di babak semifinal, silahkan memasuki panggung!"


Zhang Ziyi serta Hei An saling berpandangan sejenak, sebelum sama-sama melompat ke panggung arena.


"Selamat bagi kalian yang lolos ke babak semifinal ini. Aku harap kalian bisa menunjukan potensi kalian dalam babak ini. Tunjukan bahwa kalian memang yang terbaik diantara yang terbaik!" ucap MC.


"Umm!" Keempat finalis mengangguk.


Beberapa saat, proses pemutaran nama pun kembali dimulai. Kini tersisa empat kartu token dengan ukiran wajah Zhang Ziyi, Hei An, Mu Ai dan Tai Yang.


Energi Biru kembali berputar, berpindah-pindah dari kartu token satu ke token kartu satunya.


Berhenti pada nama yang pertama. itu berasal dari gambar Hei An.

__ADS_1


"Aahhh aku yang pertama!" ujar Hei An.


Dan perputaran energi yang kedua pun dimulai.


Sring!


Sring!


Sring!


Energi biru berhenti pada kartu token dengan gambar Tai Yang.


"Aahh. Akhirnya. Kakak Ziyi, aku akan menantimu di partai final. Jangan kalah sebelum bertemu denganku!" Hei An seraya berbisik.


"Umm, kamu juga jangan kalah di sini!"


"Kakak Ziyi tenang saja. Dia bukanlah levelku. Aku bisa mengalahkannya dengan mudah."


"Jangan terlalu percaya diri dan juga jangan meremehkan lawan–mu!" Zhang Ziyi mengingatkan Hei An.


"Iya ... iya! Aku tahu!"


Selang beberapa saat, MC mempersilahkan Kedua peserta yang akan bertanding pertama untuk bersiap-siap. Sementara untuk Zhang Ziyi dan Mu Ai lantas melompat keluar dari panggung.


-


Pertarungan di atas arena telah berlangsung. Hei An dan Tai Yang telah bertarung sejak beberapa detik yang lalu. Awal-awal memang terlihat imbang, namun seiring dengan berjalannya waktu, makin terlihat Hei An lebih mendominasi.


"Aku harus mempersiapkan diri untuk melawan Mu Ai sebentar," gumam Zhang Ziyi.


Dia lantas beranjak dari sana. Terbang dengan kecepatan tinggi lalu menghilang ditelan waktu.


"Apakah kamu melihat dia mengarah kemana?" tanya salah seorang diantara mereka.


"Entahlah. Mungkin ke arah sana!" ucap yang lainnya menjawab. Semuanya pun bergerak cepat menuju arah yang di tunjuk orang tadi.


-


Zhang Ziyi menyadari beberapa orang tengah mengikutinya. Segera dia mengaktifkan tubuh roh, membuat dirinya tidak bisa dilihat oleh orang-orang yang mengikutinya itu. Memperhatikan mereka semua di atas atap sebuah bangunan.


"Hmm, orang-orang ini berasal dari Pasukan Sekte Kipas Terbang!"


.Dia masih memerhatikan mereka, hingga orang-orang itu menghilang dari sana. Wujud Zhang Ziyi kembali terbentuk.


Setelahnya dia memutuskan untuk memasuki alam jiwa.


Mengatur waktu dimana sebulan di alam jiwa, sama dengan satu menit di alam nyata. Zhang Ziyi berniat meningkatkan kultivasinya setidaknya satu tahapan sebelum Bertarung melawan Mu Ai nanti.


Di Alam Jiwa, Zhang Ziyi habiskan untuk berkultivasi juga di barengi dengan latihan. Membayangkan wajah Mu Ai ada di sana. Karena ini merupakan alam jiwanya sehingga Zhang Ziyi bebas dalam membayangkan apa saja dan mewujudkannya di sini.


***


Dua bulan di alam jiwa telah berlalu. Kini saatnya Zhang Ziyi untuk keluar. Kultivasinya telah meningkat satu tahapan. Selain itu, dia juga meningkatkan berapa skillnya, beberapa keterampilannya yang akan dia gunakan nantinya untuk melawan Mu Ai.


Zhang Ziyi sadar, bahwasanya selama melawan Mu Ai nanti, itu akan membutuhkan kekuatan lebih. Dia juga yakin, meski Mu Ai berada di ranah Suci Alam Surgawi tahap 9, namun kekuatannya mungkin setara dengan ranah Suci Semesta. Maka dari itu melawannya bukan hal yang mudah.

__ADS_1


Zhang Ziyi kembali ke aula pertandingan. Melihat di panggung, Hei An dan Tai Ying telah membuat kejutan besar dari pertarungan mereka. Dewa Matahari dan Dewi Kegelapan bertarung semakin serius. Menimbulkan bencana yang tak kira-kira.


Makanya telah di pasang formasi dinding Array untuk menghalau serangan keduanya menjalar hingga menimbulkan kerusakan lebih pada wilayah sekitarnya.


Bamm!


Baamm!


Baamm!


Ledakan terdengar berturut-turut. Cahaya melawan energi gelap. Pada akhirnya, Hei An tetap memenangkan pertarungan z setelah berhasil membuat Tai Yang terlempar dan menabrak dinding Array hingga retak, oleh serangannya.


Setelah itu, MC kembali mengumumkan pemenang dari semifinal pertandingan pertama.


Hei An datang ke arah Zhang Ziyi.


"Waah, selamat. Kamu telah berhasil melewati babak ini." Zhang Ziyi memuji Hei An.


"Iya lah. Kakak Ziyi juga harus bisa mengalahkan Mu Ai. Keluarkan semua kemampuan kakak Ziyi. Bila perlu buat dia, tersungkur begitu memalukan," ucap Hei An.


"Ya, aku akan mengalahkannya!" ucap Zhang Ziyi yakin.


Di sisi lain arena. Seorang wanita yang menjadi perwakilan dari Kekaisaran kegelapan memasang senyum sumringah kala melihat Hei An yang lolos ke babak final.


Harapan untuk mendapatkan hadiah utama dari pertandingan ini semakin besar.


"Hahaha... Dewiku memang hebat. Dia bisa mengalahkan putra dari dewa matahari dan Dewi bulan dengan mudah. Aku yakin, dia akan memenangkan pertandingan ini dan membawa pulang hadiah utama.


Dia sengaja mengeraskan sedikit suaranya supaya didengar oleh Jenderal Kaisar Langit.


Benar saja, garis wajah yang ditunjukkan oleh Jenderal Kaisar Langit begitu tidak bersahabat. Dia tampaknya tidak begitu terima saat melihat Dewi Kegelapan berhasil lolos ke babak final.


Itu artinya peluang bagi Kekaisaran Kegelapan untuk mendapatkan hadiah utama lebih besar. Sehingga mungkin Kekaisaran Kegelapan akan selangkah lebih maju dibandingkan dengan Kekaisaran Langit.


"Apapun dan bagaimanapun caranya, Hadiah utama tidak boleh jatuh ke tangan Kekaisaran Langit," batin Jenderal Kekaisaran Langit.


MC bersuara. Dia memerintah Zhang Ziyi serta Mu Ai untuk memasuki arena dan memulai pertandingan.


Kedua Kontestan telah bersiap di tempat masing-masing. Zhang Ziyi tidak ingin meremehkan Mu Ai. Sehingga dia langsung mengeluarkan Pedang Naga Langit serta Pedang Pembalik Langit. Dia akan melawan Mu Ai dengan dua pedang tersebut sekaligus.


Zhang Ziyi mengaliri seluruh tubuhnya dengan energi Qi. Membuat aura hitam terpancar menyelimuti tubuhnya.


Begitupun juga dengan Mu Ai. Tubuh Mu Ai memancarkan energi berwarna merah darah. Terlihat Mu Ai yang juga tidak ingin meremehkan Zhang Ziyi.


Melesat dengan kecepatan tinggi, seperti sebelumnya, Mu Ai ini memilih untuk bertahan ketimbang menyerang. Sehingga membuat Zhang Ziyi harus menyerang lebih dulu.


"Terima kasih karena telah membiarkan aku untuk menyerang lebih dulu," ucap Zhang Ziyi di sela pertarungannya.


Slash!


Satu tebasan dalam mendarat pada kulit Mu Ai. Itu langsung merobek daging iblis itu hingga nyaris terlihat tulangnya.


Tapi dengan segera robekan itu kembali pulih.


"Sudah ku duga," gumam Zhang Ziyi. "Bagian tubuhnya yang lain akan lebih cepat beregenerasi, namun ada satu titik di tubuhnya yang memiliki regenerasi lambat."

__ADS_1


Dari Pertarungan antara Mu Ai dan Fang Shi tadi, Zhang Ziyi bisa melihat bagian punggung Mu Ai ini yang begitu lama dalam beregenerasi. Ini mungkin juga adalah kelemahan dari Mu Ai ini.


Zhang Ziyi menyerang di bagian depan. Namun tanpa sepengetahuan Mu Ai, Zhang Ziyi telah mempersiapkan sesuatu yang akan dia gunakan untuk menyerang titik lemah Mu Ai tersebut.


__ADS_2