Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 102 ~ Duo Shui


__ADS_3

Zhang Ziyi membawa gadis yang kecantikannya di atas rata-rata itu. Yang bahkan menyaingi kecantikan para Dewi sekalipun, ke tempat yang aman.


Memberinya pil tingkat Langit. Setelahnya, dia lantas berucap.


"Kau tunggulah di sini. Aku akan bertarung dengan orang bertopeng itu sebentar." Setelah mengucapkan kalimat itu, Zhang Ziyi lantas beranjak dari sana, dan tanpa menunggu respons dari gadis itu sendiri.


Di sisi lain, gadis tersebut hendak menyampaikan sesuatu kepada Zhang Ziyi, namun terlambat, lelaki itu terlanjur berbalik dan dalam sekejap telah berada di hadapan laki-laki bertopeng hitam.


Zhang Ziyi memandangi nanar mata pada lubang topeng laki-laki itu. Hampa! Hanya itu yang bisa di saksikan Zhang Ziyi.


Cukup lama keduanya beradu pandang, Zhang Ziyi pun lantas mengalihkan perhatiannya di sekeliling. Dimana para kultivator bertopeng putih, merah maupun Ungu saat ini tengah memperhatikan mereka.


"Hmm, ada yang tidak beres!" batin Zhang Ziyi.


Lamat-lamat, Zhang Ziyi seperti menangkap pergerakan kecil dari laki-laki bertopeng Hitam. Tampaknya, dia hendak menyampaikan sesuatu padanya. Namun terlalu samar dan bahkan apa yang ia sampaikan itu nyaris tidak jelas.


Cukup lama Zhang Ziyi memperhatikan laki-laki itu. Mencoba mencerna dengan baik. Hingga akhirnya dia bisa mengambil satu kesimpulan.


" Owh, jadi kau terpaksa, yah!" batin Zhang Ziyi.


"Jika demikian, orang-orang ini malah yang memaksa laki-laki ini untuk bertarung, atau mungkin karena laki-laki ini yang memiliki tubuh istimewa, sehingga para kultivator bertopeng ini menjadikan tubuhnya sebagai wadah kelinci percobaan!" Pikir Zhang Ziyi.


"Haah, baiklah. Misi baru telah di mulai!" Selepas mengatakan itu, Zhang Ziyi lantas maju menyerang laki-laki bertopeng hitam.


Zhang Ziyi memilih untuk menyembunyikan potensi sesungguhnya. Dan bertarung dengan menggunakan kekuatan di ranah Surgawi tahap 7. Menyeimbangkan dengan kultivasi laki-laki bertopeng hitam itu.


Keduanya saling bertukar serang. Bertarung dengan sengit. Jurus demi jurus mereka keluarkan. Saling berbenturan energi. Namun di balik aksi Serang-menyerang, Zhang Ziyi serta laki-laki itu juga menyengaja untuk melakukan serangan asal-asalan. Sehingga serangan asal-asalan mereka itu tidak jarang mengenai kultivator bertopeng Merah, Putih, dan ungu yang keberadaan mereka tidak jauh dari tempat pertarungan Zhang Ziyi serta lelaki bertopeng hitam.


Semakin ganas keduanya dalam menyerang, hingga Orang-orang bertopeng yang menonton pertarungan mereka itu pun memilih untuk menjauh. Sebab, salah-salah bisa langsung kehilangan nyawa akibat serangan sasaran dari kedua orang itu.


Meski begitu, Baik Zhang Ziyi serta laki-laki bertopeng hitam juga semakin gencar dalam melakukan serangan energi. Meski jarak mereka bertarung dengan jarak orang-orang bertopeng yang menonton pertarungan keduanya itu terpaut 50 meter, namun serangan energi yang dilancarkan Zhang Ziyi serta laki-laki bertopeng hitam mampu mencapai orang-orang tersebut.


Sehingga mereka tidak dan pilihan selain berpindah dan menonton ke tempat yang semakin jauh.


Setelah dirasa aman, Zhang Ziyi pun lantas menghentikan pertarungan.


"Kau bisa menjelaskan sekarang." ucapnya kepada laki-laki itu.


Sialnya dia lupa kalau laki-laki ini tidak bisa mengendalikan secara penuh tubuhnya. Sehingga laki-laki bertopeng hitam terus menyerang Zhang Ziyi tanpa henti. Meski tampak dia yang berusaha untuk mengendalikan tubuhnya agar tidak menyerang Zhang Ziyi.


"Sial, aku melupakan akan hal ini!"


Zhang Ziyi lantas menyimpan Pedang Naga Langit di cincin ruang miliknya. Melibaskan tangannya, hingga energi transparan menekan laki-laki tersebut. Membuatnya tidak bisa bergerak.


"Baik, kau boleh bercerita sekarang!" ucap Zhang Ziyi untuk kedua kalinya.


Hendak berkata, namun mulutnya seperti tertutup rapat. Tidak menginginkan laki-laki bertopeng hitam bercerita.


"Sial, apa lagi ini!" kesal Zhang Ziyi.


Hendak mencari solusi, namun gadis yang tadi sempat menolongnya tiba-tiba muncul dan langsung menceritakan kronologi yang dialami dirinya dan laki-laki ini.


Dari cerita gadis tersebut, Zhang Ziyi bisa menangkap suatu hal. Dimana, gadis cantik ini serta laki-laki ini memiliki hubungan darah. Dalam kata lain, adik–kakak.

__ADS_1


Keduanya sendiri memiliki kedua orang tua yang memiliki unsur elemen berbeda. Dimana ayah mereka yang memiliki unsur elemen halilintar sementara ibu mereka yang memiliki unsur dasar elemen es.


Gadis cantik itu juga bercerita terkait dengan kedua orang tua mereka. Dimana Ayah mereka yang saat ini di tahan oleh organisasi bertopeng ini. Sementara ibu mereka sendiri mereka tidak tahu. Sebab sejak kecil, keduanya telah berpisah dengan kedua orang tua mereka.


Beruntung mereka menemukan seorang nenek yang kemudian mengajari mereka ilmu dalam hal kultivasi. Nenek itu jugalah yang memberitahu mereka di mana keberadaan Ayah mereka saat ini.


Setelah beberapa waktu bersama, nenek tersebut tiba-tiba menghilang entah kemana. Mereka yang saat itu telah mengetahui keberadaan ayah mereka pun lantas menuju ke sana, untuk membebaskan ayahnya.


Sialnya, sampai di sana, mereka malah di jebak. Dan dari situ pula lah kakaknya, si laki-laki yang di jadikan kelinci percobaan. Sementara si gadis berhasil meloloskan diri.


"Hmm, cukup miris!" ujar Zhang Ziyi kala gadis tersebut telah menyelesaikan ceritanya.


"Lantas, Bagaimana kondisi Ayah kalian saat ini?"


Gadis tersebut terdiam sejenak.


"Ayah di tahan oleh organisasi bertopeng itu. Mereka mengancam akan membunuh Ayah apabila kakak tidak melakukan apa yang mereka mau!" jelas gadis tersebut.


"Hmm... Mari ikuti aku!" Zhang Ziyi berpikir sejenak. Kemudian memutuskan untuk membawa kedua orang itu ke alam jiwanya.


Memegang pundak mereka, lalu menghilang begitu saja. Dalam sepersekian detik Zhang Ziyi serta kedua saudara itu telah berpindah di tempat yang berbeda.


"Nah, kalau di sini, kalian bisa bercerita sepuasnya, tanpa ada yang mengetahui apa yang kalian katakan itu!" ujar Zhang Ziyi.


Terbingung, gadis cantik itu lantas bertanya terkait di mana mereka saat ini. Juga bagaimana mereka bisa berpindah tempat dalam waktu singkat? Ekspresi yang di tunjuk kan oleh kakaknya pun juga demikian.


Sebelum menjawab pertanyaan dari gadis tersebut, Zhang Ziyi memutuskan untuk melepas topeng hitam yang menempel di wajah laki-laki itu.


Sialnya, topeng itu seperti telah menyatu dengan wajah laki-laki itu. Sehingga Zhang Ziyi sedikit kesusahan dalam melepaskannya.


Mengenai mengorek ingatan seseorang sendiri, Zhang Ziyi mempelajarinya dari Dewa Gou Liang. Pasalnya menggali informasi dari ingatan seseorang ini berkaitan dengan elemen waktu. Sehingga tidak susah bagi Zhang Ziyi untuk memahaminya.


Beberapa saat, Zhang Ziyi terkejut kalau mengetahui bahwa laki-laki ini adalah orang yang sebelumnya ia temui dan sudah dua kali dalam menolongnya.


Laki-laki dingin, plus tidak banyak bicara. Bersama dengan kelompoknya yang beranggotakan 11 orang. Dimana pertama kali Zhang Ziyi bertemu dengan mereka adalah saat dia kehilangan Laohu yang ternyata Harimau Api itu berada di tangan kelompok mereka.


(N/A: Untuk lebih jelasnya, teman-teman readers bisa kembali membuka Ch. 85 ~ Sedikit masalah).


"Senior, ternyata kau yah!" Zhang Ziyi berucap dan perkataannya sukses membuat gadis bergaun biru muda, mengernyit.


"Kalian, sudah pernah bertemu sebelumnya?" tanyanya.


"Hmm, ya. Dua kali saat di sekte Tujuh Elemen. Namun baiknya kita kesampingkan dulu masalah itu. yang harus kita fokuskan saat ini adalah bagaimana cara membuka topeng hitam ini," jelas Zhang Ziyi.


"Ya, kau benar!"


Zhang Ziyi melanjutkan aksinya mengorek informasi dari ingatan lelaki ini, yang tadinya sempat tertunda.


Beberapa saat, dia akhirnya menemukan bagaimana orang-orang bertopeng itu memasangkan wajah lelaki ini dengan topeng hitam.


Dimana, menggunakan mantra Jiwa Iblis.


"Hmm, seperti itu yah!" gumam Zhang Ziyi.

__ADS_1


Berpikir kembali. Zhang Ziyi teringat akan perkataan dari dewa Gou Liang terkait dengan identitasnya yang merupakan keturunan dari Kaisar langit. Berarti secara otomatis, Zhang Ziyi juga mewarisi sedikit atau banyak kekuatan jiwa dari kaisar langit. Atau paling tidak, memiliki kekuatan jiwa yang sama mirip dengan dewa pada umumnya.


Maka dari itu, Zhang Ziyi berinsiatif untuk melawan mantra jiwa iblis itu dengan kekuatan jiwa miliknya.


Selang beberapa saat, kekuatan jiwa Zhang Ziyi beradu dengan kekuatan jiwa milik Iblis dari topeng tersebut. Hingga beberapa saat, akhirnya Mantra Jiwa Iblis itu akhirnya bisa di kalahkan.


Bersamaan dengan itu, topeng hitam itu juga terlepas dengan sendirinya.


"Akhirnya." Lelaki itu berucap kala kutukan yang menempel bersamanya telah menghilang. Tidak hanya itu, bahkan kendali atas tubuhnya telah berhasil ia pegang sepenuhnya.


"Terima kasih karena telah menolongku!" Laki-laki tersebut mengucapkan terima kasih kepada Zhang Ziyi.


"Umm...!" Zhang Ziyi membalas dengan anggukan kepala.


"Oh, ya. Siapa nama kalian? Namaku Zhang Ziyi!" ucap Zhang Ziyi memperkenalkan diri.


Menoleh uluran tangan Zhang Ziyi, yang hendak berjabat tangan dengannya, laki-laki itu kemudian menerima uluran tangan itu dan menyebutkan namanya.


"Aku Shui Shan," ucap lelaki itu memperkenalkan diri.


"Aku Shui Bing!" ucap gadis tersebut memperkenalkan diri sembari juga menjabat tangan Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi sendiri juga menyebutkan namanya saat berjabat tangan dengan tangan halus Shui Bing. Memandangi wajah gadis itu yang begitu menawan. Sangat sempurna diantara yang paling sempurna. Secara samar, Zhang Ziyi merasakan sesuatu yang aneh saat menjabat tangan gadis ini. Sepertinya dia tertarik dengan Shui Bing ini.


"Oh ya, saudara Ziyi. Kita saat ini berada di mana?" tanya Shui Bing.


"Oh ... Aku lupa menjelaskan kepada kalian." Zhang Ziyi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kita saat ini tengah berada di alam jiwa ku!" jelas Zhang Ziyi.


Memang saat ini meraka berada di wilayah lain dari tempat dimana ras centaurus berada. itulah sebabnya saat mereka masuk, Moi Wang serta Moi Hu tidak ada terlihat.


"Alam Jiwa?" tanya Shui Shan. Tampak dia baru pertama kali mendengar istilah itu.


"Umm," balas Zhang Ziyi.


\=\=\=


Minta saran. Baiknya Zhang Ziyi sama Shui Bing, apa Zhang Yin?


Oh, ya. Karena masih ada yang bingung terkait dengan ranah kultivasi, maka author akan memperjelas.


Dimana, untuk di alam tengah ini, Seorang Kultivator hanya bisa mencapai Ranah Surgawi.


Naik di alam Atas,


~Ranah Dewa Surgawi


~Ranah Alam Surgawi


~Ranah Semesta


~Ranah Dewa Abadi.


~tanpa batas.

__ADS_1


masing-masing terdiri dari 9 tahap.


N/A: Sewaktu-waktu akan berubah, Seiring dengan berjalannya alur.


__ADS_2