
"Baik, aku mengerti!" ucap Zhang Ziyi lewat batin.
Hei An mengangguk mendengar pernyataan Zhang Ziyi tadi.
-
Zhang Ziyi, serta yang lainnya telah selesai makan. Seperti tawaran Hei An di awal, mereka tidak membayar melainkan pihak Hei An sendiri yang membayar makanan yang di pesan oleh Zhang Ziyi serta rekan-rekannya.
Saat ini sendiri, mereka telah keluar dari warung makan tersebut.
"Oh ya, apakah tujuanmu hendak ke Tebing Tertinggi di puncak bukit itu?" Hei An menunjuk puncak bukit Penghidupan.
Mengangguk, Zhang Ziyi kemudian menjawab. "Benar! Aku akan ke sana. mengikuti turnamen Antar Pewaris!"
"Pas, tujuan kita sama. Bagaimana kalau kita ke sana bersama-sama!?" ajak Hei An.
"An'er!" seorang pria yang sempat memperhatikan dan menatap tajam Zhang Ziyi saat di dalam warung makan tadi berkata, tampak tak rela jika mereka mengajak rombongan Zhang Ziyi untuk bersama dengan mereka.
Hei An menatap tajam lelaki itu. "Berani kamu berbicara lagi, akan langsung ku sumpal mulutmu!"
"Hei–!" Lelaki tersebut hendak mengelak perkataan Hei An tadi, namun tidak jadi sebab melihat tatapan tidak senang dari Hei An.
"Eh, Nona Hei. Aku serta rombongan akan ke sana sendiri. Kami sudah terlalu merepotkan kalian!" ucap Zhang Ziyi. Mencoba untuk menolak halus tawaran Hei An.
"Haiissh, Saudara Ziyi, kamu tidak perlu mengambil hati atas apa yang di ucapkan oleh lelaki sialan ini!"
__ADS_1
"Saudari Hei salah sangka. Bukan karena perkataan dari saudara ini. Melainkan ada yang harus kami lakukan," Zhang Ziyi berusaha untuk menjelaskan.
"Hmm, baiklah. Jika saudara Ziyi bersikeras untuk itu... Jaga diri baik-baik, sampai bertemu di turnamen nanti!" Hei An menangkupkan kedua tangan memberi hormat. Setelahnya dia bersama dengan rombongannya pergi, berlalu dari sana, meninggalkan rombongan Zhang Ziyi.
"Hei'er. Sebaiknya kamu jangan terlalu dekat dengan lelaki itu. Aku merasa dia memiliki niat jahat terhadapmu!" ucap lelaki tersebut kepada Hei An.
"Aku lebih mengenalnya di banding dengan mu!" ucap Hei An dingin. Lalu mempercepat langkahnya meninggalkan lelaki itu.
***
Zhang Ziyi serta rekan-rekannya saat ini tengah melesat dengan kecepatan tinggi. Menuju ke suatu tempat. Puncak Bukit Penghidupan.
"Di sini begitu banyak lembah, begitupun juga dengan tebing." Zhang Lan memperhatikan pemandangan yang tersuguh kan di hadapannya saat mereka telah sampai di puncak Bukit Penghidupan.
"Ya, namun tujuan kita bukan di sini. Melainkan di sana!" Zhang Zhili menunjuk sebuah tebing yang begitu tinggi. Mungkin melebihi puluh ribuan kilometer tingginya.
"Baiklah, mari untuk segera ke sana!" Semuanya kemudian semakin mempercepat laju terbangnya.
Sampai di bawah tebing, mereka menghentikan langkah.
"Sebaiknya kita menggunakan Laohu sebagai sarana untuk sampai di puncak itu. Sementara kita akan mengumpulkan energi spiritual yang ada di sekitaran tebing. Kepekatan energi spiritual yang ada di sekitaran tebing tiga kali lipat lebih pekat dari energi spiritual yang ada di wilayah lain!" tutur Zhang Ziyi.
"Ide yang bagus. Baiklah!"
Laohu mengubah ukuran tubuhnya menjadi dua kali lipat besarnya. Setelahnya Zhang Ziyi serta rekan-rekannya menaiki punggung Laohu. Dengan kecepatan tinggi, buruh setengah jam bagi mereka untuk sampai di puncak.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, kekuatan mereka juga ikut meningkat dalam setengah. jam tersebut.
"Ini benar-benar luar biasa. Bahkan hanya dalam waktu singkat, aku merasakan lonjakan energi dalam tubuhku semakin besar." Ucap Zhang Meng.
"Ya... Kau pun juga demikian." Zhang Bie juga ikut bersuara.
"Tunggu, apakah kalian tidak merasakan gerah sama sekali? Lihatlah matahari di atas kepala kita. Ini begitu bulan dan membundar sempurna," ujar Zhang Yin sembari tangannya menunjuk pada benda bulat bersinar. Cahaya merah yang membawa suhu panas bersamanya.
"Aku tidak merasakan apa-apa." Zhang Lan merentangkan kedua tangannya, dan memperhatikan tubuhnya. DNA memang dia tidak merasakan panas sama sekali.
"Itu karena kultivasi–mu telah melewati ranah Dewa Abadi. Makanya kamu tidak merasakan panas sama sekali oleh Matahari itu."
Mendengar penjelasan dari Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Bie serta yang lainnya mengangguk
"Mari lanjutkan berjalan!" ucap Zhang Ziyi kemudian.
Sebelumnya, saat mereka sampai di puncak tebing, mereka telah sampai di sebuah perkotaan. Banyak rumah di bangun di sini. Sehingga penginapan pun dapat mereka jumpai dengan cepat di kota ini.
***
"Kami ingin mendaftar turnamen Antar Pewaris!" ucap Zhang Ziyi pada seorang lelaki botak yang tengah sibuk mencatat nama-nama orang yang mendaftar turnamen.
Pria botak itu menghentikan pekerjaannya sejenak. Memandangi Zhang Ziyi serta tujuh orang rekannya.
"Baik, silahkan isi formulir ini!" Pria botak menyerahkan beberapa buah kertas kulit pada Zhang Ziyi serta rekan-rekannya masing-masing.
__ADS_1
"Terima kasih."
Mereka lalu memutuskan untuk kembali ke penginapan setelah mengisi formulir. Namun saat di perjalanan, mereka sempat menghentikan langkah kakinya. Semasa Perjalanan ke penginapan, mereka tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda yang memancarkan aura sangat kuat.