Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 259 ~ Melawan Iblis


__ADS_3

"Kau benar-benar hebat, Kakak!" Hei An memuji Zhang Ziyi kala mendengar cerita dari lelakinya itu.


"Tantu saja. Calon suami dari Dewi kegelapan sekaligus calon suami Putri Mahkota Kerajaan Kegelapan haruslah lebih hebat!" cakap Zhang Ziyi.


Keduanya memasang senyum sumringah a. Beberapa saat, Zhang Ziyi dan Hei An menyelesaikan aksi candaan mereka.


"Mari fokus pada pertempuran yang terjadi di hadapan kita!" ucap Zhang Ziyi dan di angguki oleh Hei An.


"Kau bantulah pasukan Alam atas di bagian sana." Menunjuk pada satu arah, dimana di sana tampak pertarungan di kuasai oleh pasukan Iblis. "Sementara aku akan membantu para orang terkuat pasukan Alam Atas dalam menghadapi orang-orang kuat pasukan Iblis di sana!"


Hei An mengangguk. Lalu mereka berdua terbang berpencar.


Zhang Ziyi datang membantu para utusan terkuat dari tiga kelompok, yaitu Jenderal ke dua Kaisar Langit, Jenderal ke tiga Kekaisaran Kegelapan serta Panglima tempur Kerajaan Phoenix Es.


Ketiga orang itu sendiri mendapat masing-masing lawan di kultivasi yang sama dengan mereka. Namun meski demikian, dari segi manapun lawan mereka lebih unggul.


Bahkan Ketiga orang itu harus menggunakan seluruh kemampuan untuk memaksa lawan mereka bertarung imbang. Tapi tidak untuk waktu yang lama.


Tiga orang yang menjadi utusan terkuat di masing-masing tiga kelompok Alam Atas itu nyatanya tidak ada yang mampu bertahan lama. Semuanya berhasil di buat terpojok oleh iblis yang menjadi lawan mereka.


Whush!


Slaashh!


Libasan pedang keras, langsung memotong lengan Panglima Tempur Kerajaan Phoenix Es.


"Sial!" Dia berusaha untuk mengambil jarak. Kemudian pandangannya dia arahkan ke bawah. Dimana saat ini Kondisi Istana Kerajaan Phoenix Es tidak bisa di bilang baik.


Pasukan Iblis telah mengepung di berbagai sisi. Prajurit-prajurit Kerajaan Phoenix Es sendiri tinggal tiga per empat dari jumlah aslinya.

__ADS_1


"Ini benar-benar buruk. Apakah sudah berakhir sampai di sini?" gumam Panglima Tempur. Mengenang kembali masa-masa awal mula dia bergabung dalam pasukan militer, hingga sampai saat ini. Banyak hal yang dia lewati untuk membela Kerajaan. Namun tampaknya perjuangan itu akan berakhir di sini, di tangan ras Iblis.


Melihat lawannya kini telah bergerak kembali ke arahnya. Untuk melancarkan serangan terakhir, yang mungkin saja akan mengakhiri nyawanya pula. Kekuatan yang di miliki oleh Panglima Tempur telah habis terkuras oleh pertarungan beberapa saat yang lalu. Di tambah luka bekas potongan yang tampak terbakar, menjalar hingga membunuh sel-sel di area lengan terpotong, membuatnya mati rasa.


"Hahaha.... Di Alam Atas ini, tidak ada apa-apanya di banding dengan Ras Iblis. Kami yang dahulu terkucilkan, hari ini akan kembali mengambil hak kami. Saksikanlah... Satu per satu dari kalian akan musnah. Kecuali mereka yang tunduk pada Raja Iblis!" Iblis yang menjadi lawan Panglima Tempur berseru. Di sertai dengan tawa menggelegar, membuat wajahnya semakin menakutkan.


Pedang terangkat.


Whush!


Melayang cepat. Panglima Tempur pasrah, setidaknya hari ini dia mati dengan keadaan terhormat. Membela kerajaan serta mati di tangan orang yang lebih kuat dari dirinya.


Tringg!!


Dua pedang bertemu. Laju pedang iblis tersebut terhenti kala sebuah pedang lain datang menghadang.


Iblis tersebut membulatkan mata, tak percaya. Padahal, dia telah menggunakan sekitar delapan puluh persen dari kekuatannya untuk mengayunkan pedang tersebut. Namun seorang pemuda di hadapannya ini bahkan bisa menahan dengan mudah. Bahkan panglima Tempur yang berada dalam kondisi primanya saja sudah harus menggunakan kekuatan penuh untuk menahannya.


Zhang Ziyi mengaliri sedikit energi Qi, untuk menciptakan ledakan kecil di area pedang Naga Langit.


Bamm!


Pedangan kecil itu, berhasil menolak pedang Iblis tersebut.


"Sial!" umpat Iblis itu kala merasakan tangannya yang kebas. Hampir saja pedangnya terlepas dari cengkraman, namun segera dia memposisikan diri.


Iblis mundur untuk mengambil jarak. Menatap Zhang Ziyi dengan penuh awas. Dia merasakan ancaman besar datang bersama dengan Zhang Ziyi.


"Senior, kau beristirahatlah. Puluhan dirimu terlebih dahulu sebelum kembali bergabung melawan ras Iblis ini!"

__ADS_1


Panglima Tempur tidak menanggapi perkataan Zhang Ziyi. Wajah pemuda ini tidaklah asing baginya. Memang sebelumnya kedua orang itu sempat bertemu, saat Panglima Tempur bersama dengan anggota Kerajaan Phoenix Es yang lain datang menjemput Shui Bing.


Saat itu sendiri dia tidak memandang Zhang Ziyi, sebab merasa bahwa pemuda itu tidak ada apa-apanya dan begitu tidak pantas bersama dengan Putri Raja Kerajaan Phoenix Es. Akan tetapi kali ini, pandangannya terhadap Zhang Ziyi telah berbeda.


Zhang Ziyi tidak menunggu Panglima Tempur untuk menanggapi tawarannya tadi. Dia lantas meninggalkan Panglima Tempur, beralih menuju Iblis tadi.


Whush!


Whush!


Tiga buah bola air seukuran kepalan tangan melayang dengan kecepatan tinggi. Iblis itu menghadang, menebas tiga bola air itu, dengan gerakan ektrem. Hingga membuatnya tampak sepeti bayangan sesaat.


Namun apa yang tidak dia ketahui. Bahwa bola air yang di lempar oleh Zhang Ziyi tadi mengandung kekuatan tidak biasa. Meskipun pergerakan iblis tadi sangat cepat, namun dia tidak bisa menghindari percikan air yang mengikutinya.


Tubuhnya yang semula terbalut oleh energi api yang menyala-nyala, kini padam sebagian besarnya. Tentu saja hal itu membuat wajahnya memburuk hingga bertambah jelek pula.


Sjmber kekuatannya ada pada nyala api tersebut. Berusaha dia nyalakan kembali. Berhasil, namun tidak seganas sebelumnya.


"Hohoho... Tampaknya kau ini termasuk salah satu dari jenis iblis yang takut akan air. Baiklah, kalau begitu aku tidak perlu repot-repot untuk melawan–mu. Cukup dengan menyiram air seember. Dan kau akan padam!" Zhang Ziyi terkekeh.


"Cih, aku memang lemah terhadap air. Tapi tidak sembarang air yang bisa memadamkan api di tubuhku ini!" Iblis tadi mencoba untuk menyombongkan diri. Saking tidak terima dengan perkataan Zhang Ziyi tadi, dia sampai melupakan air ekstrem yang di lepaskan Zhang Ziyi tadi.


Memasang senyum kecil, Zhang Ziyi kemudian kembali berkata, "Terserah mu saja!"


Tanpa membuang waktu, Zhang Ziyi menghilang begitu saja. Bergerak dengan kecepatan di luar nalar. Bahkan Iblis itu sendiri tidak untuk mengikuti pergerakan Zhang Ziyi.


Tebasan beruntun di lancarkan Zhang Ziyi tanpa henti. Pun tidak ada perlawan dari Iblis itu, sebab memang dia tidak bisa melawan ataupun menepis.


Serangan tebasan keras, menyilang penuh akan energi itu, langsung mengakhiri hidup iblis tersebut.

__ADS_1


__ADS_2