Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 88 ~ Meninggalkan Perpustakaan


__ADS_3

Kembali di tempat semula, dimana dia bertemu dengan kitab Bintang Tujuh Elemen.


Zhang Ziyi memperhatikan kitab itu.


"Jika kitab ini sebagai jalan untukku bertemu dengan tubuh leluhur sebelumnya,, Mustinya, di dalam tidak terdapat apa-apa!" pikir Zhang Ziyi.


Dia menebak bahwa kitab ini tidak memiliki suatu teknik pun, sebab tujuan Tujuh Leluhur Sekte Tujuh Elemen menciptakan kitab ini adalah hanya untuk mencari seorang penerus, dengan meninggalkan sedikit jiwa mereka di dalam kitab itu.


Membuka segel yang menyegel kitab, Zhang Ziyi mulai membuka lembaran sampul.


Lembar pertama dia buka, namun tidak teradapat apa-apa. Kembali dia membuka lembaran demi lembaran kitab, namun Zhang Ziyi tetap tak menemukan tulisan dari dalam kitab tersebut. Hanya sebuah kertas kosong yang dapat dia lihat.


Zhang Ziyi memilih untuk menyimpan kitab tersebut dalam cincin ruang miliknya. Lalu berdiri dan berniat pergi dari sana.


Namun baru saja berdiri dan hendak menggerakkan kakinya untuk melangkah, Zhang Ziyi malah dikagetkan oleh seorang pria tua yang tadi sempat dia lihat tengah duduk sembari memperhatikan buku catatan pengunjung, Kini malah berdiri tepat di hadapannya.


"Kau sedang mencari teknik apa, anak muda?" tanyanya memastikan.


Ekspresi terkejut, kini menjadi risau. Takut tetua ini memperhatikan dirinya sejak tadi. "Semoga saja tetua penjaga perpustakaan lantai tiga ini tak melihat kejadian tadi." batin Zhang Ziyi berharap.


"Ti–tidak... Eh, maksud ku, hendak mencari teknik namun aku rasa tidak ada yang cocok!" ucapnya Mencari alasan.


"Hmm, Teknik seperti apa yang kau inginkan, biar aku bantu cari!" tawar tetua tersebut.


"Terima kasih Tetua! Namun aku rasa harus segera meninggalkan perpustakaan sekarang. Sebab kawan-kawan ku telah menunggu ku di luar!" Zhang Ziyi kembali mencari alasan.


"Umm!" Mengangguk tanda menyetujui Zhang Ziyi untuk meninggalkan tempat itu.


Zhang Ziyi pun memberi hormat pada tetua penjaga perpustakaan itu, lalu beranjak dari sana.


"Menarik!" ucap tetua kala tak terlihat lagi punggung Zhang Ziyi

__ADS_1


Tetua itu sendiri tak menyangka akan ada orang selain kultivator Ranah Dewa tahap 7 ke atas, yang bisa memasuki lantai tiga perpustakaan umum. Pasalnya, tekanan di sini sangatlah kuat, dengan berbagai macam aura yang saling ber–bentrokan. Bahkan, tak terlihat ekspresi tertekan pun pada raut wajah Zhang Ziyi. Terlepas dari usianya yang masih muda, Zhang Ziyi nampak biasa saja dalam merasakan tekanan tersebut.


-


Di sisi lain, Zhang Ziyi sampai di lantai dua. Dia langsung di hampiri oleh Zhang Lan serta yang lainnya. Tampak di tangan mereka yang masing-masing memegangi satu buah kitab, kecuali Zhang Lan serta Zhang Meng yang memegangi dua kitab di tangan mereka.


"Kak Ziyi, mengapa kau tak mengajakku untuk naik ke lantai atas?" ucap Zhang Lan ketus. "Tapi tak apa lah, di lantai tiga khusus untuk orang-orang hebat seperti kak Ziyi. Lagi pula, di sini aku juga telah mendapat dua buah kitab yang cocok dengan ku." Zhang Lan memperlihatkan dua buah kitab teknik di tangannya kepada Zhang Ziyi.


"Menurut kak Ziyi, aku harus memilih yang mana?" tanya Zhang Lan, meminta pendapat Zhang Ziyi terkait kitab teknik yang mana yang cocok untuk ia pelajari.


Melihat kedua buah teknik yang di tunjukkan Zhang Lan, Zhang Ziyi pun lantas berkata.


"Cukup bagus, namun kau bisa mengembalikan keduanya ke rak semula kau mengambilnya!"


Mengernyit, mendengar jawaban dari Zhang Ziyi. "Maksud, Kaka Ziyi?" tanya Zhang Lan yang kebingungan.


"Kau tak perlu meminjam kitab di sini, aku sudah punya sesuatu untuk kalian pelajari. Dan yang pasti, melebihi dari teknik tingkat Bumi yang kau pegang itu." Zhang Ziyi menjelaskan.


"Umm!" Zhang Ziyi mengangguk kecil, membenarkan pertanyaan kedua anak itu.


Setelah beberapa saat, Zhang Yin serta yang lainnya menaruh kembali kitab yang hendak mereka pinjam.


Selesai dengan itu, Zhang Ziyi memimpin rombongan untuk ke luar perpustakaan.


Beberapa meter berjalan, keluar dari perpustakaan umum, Zhang Ziyi serta yang lainnya lantas menghentikan langkah kaki. Beberapa orang datang menghadang rombongan Zhang Ziyi.


Berbeda dari sebelumnya, kali ini beberapa orang yang menghadang jalan Zhang Ziyi serta yang lainnya itu berasal dari divisi yang berbeda-beda.


"Oi anak-anak baru, mengapa kalian tidak membawa kitab saat keluar dari perpustakaan umum?" tanya salah seorang pemuda yang mengenakan setelan berwarna merah dengan intonasi meledek. Tatapan mata lelaki itu sendiri mengarah ke Zhang Meng.


"Apakah kau lupa? Kultivasi mereka sangatlah rendah. Bagaimana mungkin mereka bisa melatih teknik tingkat tinggi dengan kultivasi anak-anak itu?!"

__ADS_1


Kontan, semua orang yang menghalangi langkah kaki Zhang Ziyi langsung mengeluaarkan tawa mereka. Tawa keras yang penuh dengan ejekan dan merendahkan Zhang Ziyi serta yang lainnya.


"Cih, sombong!" gumam kesal Zhang Bie. Jujur dia sangat muak melihat seorang yang mengenakan setelan berwarna Cokelat dari rombongan tersebut. Pasalnya, orang itu jugalah yang terus-menerus mengejek dirinya saat berada di divisi Elemen Tanah.


"Hahaha! Sudah sepatutnya kami sombong, karena kami kuat! Berbeda dengan kalian yang lemah!" ucap lelaki yang mengenakan setelan cokelat.


Ejekan itu, sukses membuat Zhang Bie naik pitam. Hampir saja ia menghampiri lelaki tersebut, Namun dengan segera di hadang Zhang Ziyi.


"Tahan, saudara Bie. Belum saatnya!" Zhang Ziyi menenangkan Zhang Bie. Kemudian dia beralih ke ketujuh orang yang ada di hadapannya ini.


"Mohon maaf, senior-senior! Kalau aku tidak salah, seminggu lagi akan di adakan ujian di sekte. Dimana murid-murid antar divisi bisa bergabung dalam satu kelompok bukan? Aku rasa, inilah saat-saat yang tepat untuk melihat, siapa yang terbaik di antara kita!"


"Hahaha, jadi kau mau menantang kami?"


Memasang sunggingan samar, Zhang Ziyi kemudian menjawab pertanyaan dari lelaki yang mengenakan setelan hijau.


"Bisa di bilang begitu!"


"Oh, kau sungguh berani, kawan! Jangan karena bisa mengalahkan ketua Han Yue, jadi kau bisa sombong di hadapanku! ... Cih, ketua bilang, dia hanya mengasihani–mu saja waktu itu!" ucap lelaki ber–setelan hijau di selingi tawa renyah dari kawan-kawannya.


"Kau!" Zhang Lan yang sedari tadi telah emosi, kini bertambah terpancing. Jika tadi Zhang Bie yang hendak menyerang, kali ini giliran Zhang Lan. Namun sama seperti sebelumnya, Zhang Lan juga di tahan oleh Zhang Ziyi.


"Sudahlah, mari tinggalkan tempat ini!" ucap Zhang Ziyi, lalu berjalan menghiraukan tujuh orang itu. Zhang Bie, Zhang Lan, Zhang Yin serta Zhang Meng pun juga lantas mengikuti langkah kaki Zhang Ziyi.


"Berani sekali kau bocah lemah!" Naik pitam mereka yang di tinggal. Salah seorang dari mereka lantas maju dan berniat menyerang Zhang Ziyi.


Mengaliri kedua tangan dengan energi Qi, lalu melakukan perubahan unsur elemen api. Sialnya, belum juga bola api di tangannya dia lempar ke arah Zhang Ziyi, lelaki itu telah lebih dulu menghentikan aksinya.


Sekilas, dapat dia tangkap tatapan mata Zhang Ziyi yang di sertai dengan sunggingan menyeramkan. Ancaman besar dia rasakan saat itu juga. Bersamaan dengan itu, aura yang begitu menakutkan menyapa tubuhnya, hingga membuat dia merinding.


Energi api yang menyelimuti kedua tangannya mendadak padam. Lututnya tiba-tiba terasa lemas. Kendali atas tubuhnya seketika hilang saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2