Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 126 ~ Hewan Berbisa


__ADS_3

"Menjadikan Ras Duyung sebagai bawahan ku!"


"Apa...?"


Kontan terbelalak mata Yu Xiao serta Yu Ren Lan, kala mendengar permintaan Zhang Ziyi tadi. Menurut mereka, tindakan Zhang Ziyi ini telah melewati batas.


Yu Xiao kembali menarik pedangnya, dan berniat menyerang Zhang Ziyi. Namun lagi dan lagi dia di halang oleh Raja Yu Tie.


"Ayah, jangan menghalangiku! Dia ini telah begitu melewati batas." Yu Xiao berkata dengan nada tinggi.


Raja Yu Tie tak menjawab. Dia hanya memberi kode kepada Yu Xiao untuk tidak mengambil tindakan. Untuk kedua kalinya, Yu Xiao dibuat tak bisa berkutik. Dia menyarung pedangnya dan mundur ke tempat dirinya semula.


Zhang Ziyi memasang sunggingan kecil. Padahal dia hanya berniat mengetes Raja Yu Tie saja tadi. Namun tak di sangka Raja Yu Tie ini akan benar-benar menyetujuinya.


"Baguslah kalau dia menyetujuinya, hitung-hitungan buat tambah-tambah pengikut ku dalam menghadapi pasukan kaisar Langit nantinya!" batin Zhang Ziyi.


Walaupun Raja Yu Tie belum mengatakan jawabannya, namun dari tindakan yang di perlihatkan dalam menegur Yu Xiao tadi, Zhang Ziyi telah berani mengambil kesimpulan bahwa pria setengah ikan ini pasti akan menyetujuinya.


"Baiklah! Kau akan menjadi pemimpin ras Duyung, jika kau berhasil mengalahkan Monster Evil Octopus." Raja Yu Tie berkata tanpa ekspresi.


"Ayah! Mengapa ayah menyetujuinya!?" protes Yu Xiao.


"Ini demi kebaikan ras duyung kita. Jika dia tidak membantu kita dalam mengalahkan Monster Evil Octopus, maka ras duyung pastinya hanya akan tinggal nama saja! Lagipula, dia belum tentu bisa selamat dari ujiannya nanti!" Raja Yu Tie berucap dengan nada tinggi. Namun tersirat sebuah harapan dari kalimatnya. Entah itu harapan akan kematian Zhang Ziyi saat anak itu menghadapi ujian mendapatkan kekuatan instan, atau justru harapan kemenangan Zhang Ziyi dalam melawan Monster Octopus.


"Tapi–!"


"Jangan membantah!" Raja Yu Tie berkata dingin.


Yu Xiao tak berniat lagi membantah. Meski harinya masih kesal dan tidak terima dengan keputusan ayahnya ini.


"Terima kasih, Raja Duyung! Aku berjanji akan melewati ujian ini, dan mengalahkan Monster Evil Octopus, untukmu!" Zhang Ziyi berkata yakin sembari menangkupkan tangannya. Memberi hormat pada Raja Yu Tie.


Raja Yu Tie mengangguk.


"Waktu–ku tidak banyak! Masih banyak urusan kerajaan yang harus ku selesaikan. Jika kau telah siap, maka katakanlah dan kita akan memulai ujiannya!"

__ADS_1


Zhang Ziyi mengangguk. Dia menghela napas sejenak. Mengusir kekhawatiran yang sempat bersarang pada dirinya.


"Aku sudah siap, Raja! Kita bisa memulainya sekarang juga!" Zhang Ziyi berkata dengan penuh keyakinan.


"Naiklah ke tengah-tengah panggung."


Zhang Ziyi mengikuti instruksi dari Raja Ras manusia setengah ikan. Dia berenang ke tengah panggung. Berpijak pada lantai panggung. Sembari menunggu akan apa yang dia terima nantinya.


Raja Ras duyung merapalkan sebuah mantra. Mendadak empat buah rantai besar muncul dari lantai pinggir arena panggung. Rantai-rantai itu bergerak seperti ular dan mengikat tangan dan kaki Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi tidak berniat melawan rantai-rantai itu. Dia membiarkan mereka mengikat tangan serta kakinya.


Selesai dengan itu, raja Ras Duyung kembali merapalkan mantra.


Beberapa pola kuno terlihat mengambang. Mengelilingi Zhang Ziyi. Setelahnya mereka bergerak dan menyatu satu sama lain, menciptakan kubah yang sangat besar, mengikuti besarnya panggung yang berukuran 100 meter.


"Ujian pertama telah dimulai. Ujian ini akan terus berganti kapan saja. Kau harus siap menerima semuanya tanpa bisa melawan!" ucap Raja Yu Tie. Setelahnya dia pergi meninggalkan Zhang Ziyi.


Yu Ren Lan serta Yu Xiao sendiri juga mengikuti Raja Ras Duyung. Namun sebelum meninggalkan tempat itu, mereka sempat memandang lama Zhang Ziyi. Tatapan yang penuh akan arti. Meski sebelumnya Yu Xiao merasa kesal dengan Zhang Ziyi, namun dia tetap tidak tega kala membayangkan bagaimana nasib Zhang Ziyi kedepannya.


"Saudara Ziyi, semoga kau mampu melewati ujian ini!" batin Yu Xiao. Setelahnya dia berlalu dari sana.


"Ku harap kau mampu menyelesaikan ujian ini, Zhang Ziyi!" batin Yu Ren Lan. Dia juga ikut meninggalkan tempat itu.


Tinggal Laohu yang tidak beranjak sama sekali. Dia berniat menunggui tuannya, hingga tuannya keluar dari sana. Menjaga sesuatu berbahaya yang mendekati Zhang Ziyi.


Di sisi lain, Zhang Ziyi yang saat ini tengah terkurung, tidak henti-hentinya menarik napas panjang. Meski belum menerima ujian, namun entah mengapa dia telah lebih dulu mendapat suatu firasat yang sangat buruk tentang itu. Beberapa kali dia mencoba untuk menenangkan diri. Sempat berhasil, namun tidak berlangsung lama, rasa khawatir itu kembali menghampiri dirinya. Seumur-umur, baru kali ini dia merasakan hal demikian.


"Semoga saja semuanya akan baik-baik saja!" gumam Zhang Ziyi.


Di ikat oleh rantai yang kokoh, serta dinding energi yang menutupi dirinya dengan daerah luar. Tidak mungkin Zhang Ziyi bisa kabur. Mengingat rantai ini yang begitu kokoh.


Dia menilik sekitar. Satu dua detik, namun belum ada tanda-tanda sesuatu berbahaya akan terjadi.


Beberapa saat, Hewan-hewan yang memiliki bisa mematikan muncul. Baik hewan berbisa yang ada di darat, maupun di laut. Semuanya tampak penuh dan mengisi panggung yang begitu luas itu.

__ADS_1


Semuanya bergerak searah ke arah Zhang Ziyi. Baik itu ular, kalajengking, lipan, dan masih banyak macam hewan berbisa mematikan lainnya.


Zhang Ziyi menggelinjang, kala melihat beberapa diantara hewan-hewan berbisa itu menapaki tubuhnya. Ular mulai menggulung lengannya dan menggigit tubuhnya. Masing-masing dari hewan-hewan itu mulai melancarkan serangannya. Menancapkan gigi serta bagian tubuh yang berbisa ke arah tubuh Zhang Ziyi. Bahkan hewan-hewan kecil pun sempat memasuki lubang hidung serta lubang telinga Zhang Ziyi. Lalu mulai melancarkan aksinya di dalam kedua lubang itu.


Kulit Zhang Ziyi mulai terkelupas. Hewan-hewan ini sangatlah banyak. Bahkan mencapai ribuan. Semuanya menggerogoti tubuh Zhang Ziyi.


Kini dia tidak lagi mengeluarkan darah. Tubuhnya telah membiru, layaknya mayat hidup hanya dalam waktu singkat. Namun Zhang Ziyi tetap bertahan. Kedua matanya ia pejam.


"Tunggu beberapa menit lagi Ziyi, mungkin. serangga-serangga ini Tidak akan lama!" Zhang Ziyi membatin, menyemangati dirinya sendiri. Dia Manahan ringisan di dalam mulutnya. Tidak berniat membuka mulut, takutnya hewan-hewan itu malah akan memasuki mulutnya.


Rasa sakit yang menjalar itu tidak berhenti menghujani tubuhnya. Rasa panas di sertai dengan nyeri yang tak terhingga. Rohnya seperti di paksa untuk terlepas dari raganya.


Hewan-hewan ini memiliki bisa yang lebih kuat dari hewan-hewan pada umumnya. Mungkin sekitar tujuh sampai dua belas kali lipat lebih kuat daripada hewan biasa.


Bahkan satu kali terkena bisa dari seekor ular biasa saja, bisa langsung mengancam nyawamu. Bagaimana dengan ular yang tidak biasa?


Beruntung, Zhang Ziyi ini memiliki kekebalan terhadap racun sehingga dia masih bisa menekan racun yang memasuki tubuhnya. Meski demikian, tetap saja dia merasakan rasa sakit yang teramat sangat. Bahkan sampai ke tulang-tulangnya. Semprotan bisa itu begitu kuat. Kalau satu serangga saja, mungkin masih bisa dia tahan, akan tetapi, ini ribuan serangga dengan berbagai rasa menyakitkan. Bercampur aduk di dalam tubuhnya.


Zhang Ziyi menggelinjang. Menghempaskan hewan-hewan berbisa yang menempel di tubuhnya. Namun hanya satu dua tiga yang terjatuh, lain daripada itu, semuanya menempel dengan lekat pada kulit Zhang Ziyi. Bukan lagi kulit, melainkan pada daging Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi tidak tinggal diam. Dia menggunakan unsur elemen Api untuk membakar tubuhnya. Sialnya, kobaran api yang mengganas itu, malah membuat rasa sakitnya semakin brutal, dan bertambah dua kali lipat. Bahkan tidak terjadi sesuatu pada hewan-hewan ini. Semuanya malah semakin ganas dalam menggerogoti tubuhnya.


Zhang Ziyi langsung menghentikan perubahan unsur elemen api. Dia beralih menggunakan unsur elemen petir.


Sayangnya, rencana kedua sama sekali tidak memberikan keringanan. Malahan bisa yang di miliki oleh para serangga itu bercampur dengan energi listrik, menciptakan sensasi baru bagi Zhang Ziyi. Tubuhnya kejang-kejang kala bisa bercampur dengan energi petir itu menusuk ke dalam tubuhnya. Menyatu dengan darah yang telah berganti warna menjadi hijau kehitaman.


"Sial, apa-apaan ini!"


Zhang Ziyi menghentikan unsur perubahan elemen petir. Memilih beralih ke unsur elemen tanah. Namun sama saja hasilnya. malahan rasa sakit yang dia terima bertambah berkali-kali lipat.


Sesaat, Zhang Ziyi menyadari kalau hewan-hewan berbisa ini bisa menyesuaikan diri dengan unsur elemen yang dia keluarkan. Makanya setiap kali dia melakukan perubahan unsur elemen, rasa sakitnya akan bertambah ganas.


Tubuhnya melemah sudah dari tadi. Tapi kesadarannya tetap terjaga. Zhang Ziyi seperti kehilangan semua energinya. Saat-saat seperti itulah, rasa menyerah mulai menghampiri dirinya.


"Apakah aku akan mampu menjadikan Ras Duyung ini sebagai bawhanku? Bahkan tubuh lemah ini tak mampu untuk melewati ujian tahap pertama. Bagaimana nantinya ujian di tahap kedua!?" Batin Zhang Ziyi pasrah.

__ADS_1


__ADS_2