Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 226 ~ Mati??


__ADS_3

Shui Bing terpeleset dan hampir saja terjatuh dari atas atap yang dia tapaki saat ini. Namun seseorang segera meraih tangannya. Refleks dirinya berpelukan dengan orang yang meraih tangannya itu.


Kontan tatapan mata keduanya bertemu untuk beberapa saat. Waktu seolah-olah berhenti bergerak. Keduanya saling menatap untuk waktu yang cukup lama.


Lelaki tersebut tidak lain adalah Zhang Ziyi. Shui Bing sendiri tidak mau memalingkan matanya dari sorot mata tajam namun terasa hangat baginya.


"Nona Bing, apakah kau baik-baik saja?"


Pertanyaan itu langsung menyadarkan Shui Bing. Rona mukanya kini telah memerah. Menahan rasa malu, serta jantungnya pun berdetak tak karuan dibuat oleh Zhang Ziyi.


"E–eh, te–terima kasih Kak Ziyi!" ucap Shui Bing terbata, dengan wajah berpaling dari Zhang Ziyi.


"Saudari Bing!"


Zhang Ziyi langsung menarik tangan Shui Bing, membuat kedua wajah mereka kembali bertemu. Bahkan ini lebih dekat dari sebelumnya.


Shui Bing yang malu-malu kucing pun tidak bisa untuk memalingkan wajahnya kali ini.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Zhang Ziyi yang melihat rona wajah Shui Bing memerah.


"Eh, i–itu... Aku baik-baik saja Kak Ziyi!" Shui Bing kembali memalingkan wajahnya.


"Bing'er!" ucap lembut Zhang Ziyi.


Panggilan itu begitu membuat Shui Bing terkejutnya. Tidak pernah dia sangka bahwa Zhang Ziyi akan memanggilnya dengan sebutan itu.


"Ka–kak Zi–!"


Suara Shui Bing terbata usai mendengar ucapan Zhang Ziyi yang menyebutnya dengan panggilan Bing'er. Pipinya merona merah jambu.


Zhang Ziyi tersenyum lembut menatap pada wajah Shui Bing. Tangannya terulur meraba wajah Shui Bing hingga membuat debar di dalam dada Shui Bing semakin memacu.


***


Pertandingan lima puluh besar Turnamen Antar Pewaris kembali di gelar hari ini.


Setelah MC memberikan arahan terkait dengan peraturan di babak ini, pertandingan pun resmi di mulai.


Zhang Ziyi saat ini tengah duduk bersama dengan rekan-rekannya, termasuk dengan Shui Bing sendiri. Namun posisi Zhang Ziyi serta Shui Bing agak berjauhan. Bukan apa-apa, melainkan karena rasa malu dan canggung Shui Bing terhadap Zhang Ziyi.


Untuk melupakan kejadian di malam itu, tampaknya bagi Shui Bing begitu sulit. Sehingga gambaran tentang kejadian semalam masih terngiang di benaknya.


"Hai Saudara Ziyi!"


Semuanya menolah ke satu arah. Dapat mereka lihat Hei An yang datang bersama dengan seorang lelaki berpakaian gelap berwajah datar bersamanya.


"Eh, Saudara Hei!" sapa balas Zhang Ziyi.


"Apakah aku boleh bergabung dengan kalian?" tanya Hei An.


Zhang Ziyi tidak langsung menjawab. Terlebih dahulu dia melempar pandangannya ke arah rekan-rekannya, Yang malah memberikan respons datar tampak bodoh amat.


"Um, Baiklah! Silahkan duduk." Zhang Ziyi mempersilahkan Hei An untuk duduk bersama mereka.


"Dengan senang hati."

__ADS_1


Hei An menyandarkan pantatnya pada kursi dan tepat di samping Zhang Ziyi.


"Nona Hei, apa yang kamu lakukan? Kau bilang hanya sekedar membuang air, tapi malah tertahan di sini? Apalagi sampai duduk bergabung bersama dengan mereka!" ucap Lelaki berwajah datar yang sebelumnya datang bersama dengan Hei An.


"Shen Lu, kau diam saja! Jika kamu hendak bergabung, maka bergabunglah. Dan jika kamu hendak pergi, maka pergilah.," ucap Hei An dengan wajah malas sekaligus kesal.


"Haaish!"


Shen Lu hanya bisa menghela napas mendengar jawaban dari Hei An tadi. Dia juga tidak ada pilihan selain dengan mengikuti Hei An untuk bergabung bersama rombongan Zhang Ziyi.


"Pertandingan selanjutnya. Peserta dengan nomor 17!" ucapan menggema dari MC di panggung arena.


Zhang Ziyi yang mengetahui bahwa nomor itu adalah miliknya, maka dia segera bangkit dari posisinya yang semula duduk.


"Saudara Ziyi, Semangat!" ucap Hei An. Zhang Ziyi membalas dengan memberikan senyum kecil. Dia menoleh rekan-rekannya sejenak, lalu terbang menuju atas arena.


Tak lama setelahnya, MC kembali menyerukan kontestan berikutnya yang akan menjadi lawan Zhang Ziyi.


Orang yang di panggil namanya itu terbang ke atas arena. Secepat kilat dan berhenti tepat di hadapan Zhang Ziyi.


Whush!


Angin berhembus kencang, membawa aura emas bersamanya.


Pakaian yang di kenakan pria yang menjadi lawan Zhang Ziyi di babak lima puluh besar ini begitu mewah. Tampilannya tampak seperti seorang bangsawan.


"Sepertinya aku mengenalimu!" ucapnya.


Zhang Ziyi mengernyitkan alisnya. Sebelumnya dia semula memperhatikan aksi lawannya ini dalam babak-babak sebelumnya. Pria ini patut untuk di masukan ke dalam list lawan yang musti di waspadai.


"Bagaimana kamu tidak mengenaliku, sementara aku telah tampil di atas panggung ini selama dua hari terakhir!" balas Zhang Ziyi.


"Cih, kau terlalu banyak mencari alasan. Aku mengenalmu sebagai musuh kerajaan kami, bahkan musuh Kekaisaran Langit sekalipun!"


Pernyataan yang dilontarkan Shang Yuan tidak membuat Zhang Ziyi terkejut. Namun sebaliknya dia tampak biasa-biasa saja.


"Bagus, kamu sudah mengetahuinya. Maka tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyakitimu," Zhang Ziyi berkata dingin.


"Justru akulah yang akan membuatmu cacat!"


Shang Yuan melepaskan kekuatannya. Dia maju lebih dulu menyerang Zhang Ziyi. Dengan pedang yang di aliri oleh energi emas, terlibas keras ke arah Zhang Ziyi.


Menghindar ke samping. Zhang Ziyi belum mengeluarkan pedang Naga Langit dari cincin ruangnya. Meladeni Shang Yuan dengan tangan kosong.


Tempo gerak Shang Yuan begitu cepat, Lebih cepat dari kecepatan cahaya. Namun Zhang Ziyi masih bisa mengimbanginya.


Sriingg!


Pedang Shang Yuan menghantam Armor Dewa Perang. Keduanya sama-sama bergerak mundur.


"Oh, rupanya kau di lindungi oleh Armor itu. Pantas saja kau begitu percaya diri dengan tidak mengeluarkan pedangmu untuk menahan ku!" ucap Shang Yuan.


Zhang Ziyi tidak membalas, namun justru sebaliknya dia menatap tajam Shang Yuan.


Akibat dari hantaman pedang p

__ADS_1


Shang Yuan yang menghantam Armor Dewa Perang tadi, membuat Zhang Ziyi menjadi pusat perhatian.


Memang lawan-lawan Zhang Ziyi sebelumnya tidak pernah ada yang berhasil menyentuh tubuh Zhang Ziyi, sehingga keberadaan Armor itu masih bisa dia sembunyikan. Namun kali ini tampaknya telah terbongkar.


"Baiklah, rupanya kamu menunggu aku untu menghancurkan armor itu!" ucap kembali Shang Yuan.


Kembali dia melesat dengan. sangat cepat. menebas dengan terarah ke arah Zhang Ziyi, kali ini mengandung energi lebih besar dari sebelumnya.


Zhang Ziyi berusaha untuk mengikuti arah tarung Shang Yuan. Meskipun cap kali dia merasa sedikit kesusahan, namun sebisa mungkin dia mengerakkan tubuhnya berpindah, untuk menghindari tebasan tajam Shang Yuan.


Pedang itu melesat cepat ke arah kepala Zhang Ziyi. Kecepatannya begitu di luar perkiraan Zhang Ziyi sendiri.


Slasshh!


Pedang itu berhasil mendarat mulus dan langsung memisahkan kepala Zhang Ziyi dari badannya.


Shang Yuan menghentikan aksinya. Dia menatap tubuh tanpa kepala Zhang Ziyi yang masih berdiri dengan tatapan sinis.


Terukir seringai sinis serta penuh kesombongan dari sudut bibirnya.


"Hahaha, tenyata hanya sebatas ini kemampuan seorang yang sempat menjadi buronan kerajaan. Cih, bahkan dia tidak lebih dari seekor anjing jalanan!" ucap Shang Yuan dengan penuh penghinaan atas Zhang Ziyi.


Di sisi lain, banyak sekali tatapan tak percaya melihat apa yang terjadi di atas arena. Tidak ada yang menyangka bahwa Zhang Ziyi akan semudah itu di kalahkan.


Termasuk dari rekan-rekan Zhang Ziyi yang tengah menonton dari kursi penonton. Mereka juga tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"Pria sialan. Kamu berani melukai Kakak Ziyi. Aku tidak akan melepaskan mu!"


Teriakan penuh emosi terdengar dari bangku penonton. Itu berasal dari Shui Bing. Sontak saja dia langsung menjadi pusat perhatian.


Shui Bing yang tidak terima, langsung terbang ke atas arena. Ke arah tubuh tanpa kepala Zhang Ziyi yang kini telah tergeletak di lantai arena.


Suasana hening sesaat.


"Cih, hanya seorang gadis cantik yang membela kekasih lemah... Sayang sekali gadis cantik, dia tidak cocok denganmu. Bagaimana kalau aku yang mengantikan posisinya?" Shang Yuan menjilati bibirnya.


"Sialan, akan aku bunuh kamu!"


Shui Bing maju dengan pedang yang di arahkan ke depan. Berniat menghunjam tubuh Shang Yuan.


Namun belum juga pedang itu sampai di tubuh Shang Yuan, telah lebih dulu di tepis oleh seseorang, hingga membuat pedang itu terlempar.


Tampak seorang pria berbadan tegap, dengan zirah yang dia kenakan. Pria itu sendiri adalah pengawal pribadi Shang Yuan.


Tak lama setelahnya, beberapa orang datang ke arena, dan mengelilingi Shui Bing. Tombak di arahkan pada gadis itu.


Melihat prajurit Kerajaan Shang datang mengelilingi Shui Bing, Shui Shan serta yang lainnya tidak terima. Mereka lantas melompat ke atas arena dan melindungi Shui Bing.


Suasana kian menegangkan. Tak ada yang berbicara, membuat hening tercipta untuk beberapa saat.


Di arena, Zhang Zhili serta yang lainnya tengah mengambil posisi siap bertarung. Begitupun juga dengan pasukan dari kerajaan Shang.


Tampaknya pertarungan akan segera terjadi sebentar lagi.


...----------------...

__ADS_1


N/A: Terima Kasih buat readers yang membaca cerita petualangan Zhang Ziyi hingga bab ini. Mohon maaf bila author tidak bisa memberikan kepuasan dalam hal Update atau lain sebagainya. Jujur, author banyak kerjaan yang tidak bisa untuk di abaikan di Real Life. Makanya hanya bisa memberikan update sehari satu bab.


Sekian dan salam sehat ;)


__ADS_2