
Sebulan telah berlalu di dalam array. Banyak hal yang di lakukan oleh Zhang Ziyi serta bawahannya. Perkuat diri dengan latihan serta sumberdaya yang mumpuni. Ras Gnome pun juga tidak ketinggalan peran. Berkat dari kerja keras mereka dalam menambang, sehingga Markas bisa terselesaikan dengan cepat.
Banyak bawahan Zhang Ziyi yang telah berhasil menembus tanah Semesta. Tidak sedikit pula yang telah berhasil mencapai ranah Dewa Abadi.
Begitupun juga dengan Zhang Ziyi serta rekan-rekannya yang telah mengalami peningkatan kekuatan. Dimana Zhang Ziyi berada di ranah Suci Alam Surgawi. Sementara rekan-rekannya masih berada di ranah Suci Dewa Surgawi tahap 5 sampai 7.
Kekuatan ini sudah cukup untuk mempertahankan markas dari serangan pasukan Kekaisaran Langit yang masih setia mengintai mereka dari jauh sana.
Pil tingkat lebih tinggi lagi telah berhasil Zhang Ziyi kumpulkan. Terdapat puluhan ribu pil tingkat Suci Agung dan ribuan pil Legendaris dalam Cincin ruangannya. Selain itu Terdapat Jutaan pil tingkat Agung dan Puluhan juta pil tingkat surgawi dalam cincin penyimpanan Zhang Ziyi.
Meskipun jumlah itu sangat banyak, tapi Zhang Ziyi merasa itu masih kurang sehingga dia berinsiatif akan menambahnya.
***
"Bagaimana? Apakah mereka berada di sana?" tanya pemimpin dari pasukan Kekaisaran Langit yang saat ini tengah mengintai Hutan Binatang Langit dari atas awan.
"Mohon maaf Jenderal. Sebelumnya, kami memang menemukan keberadaan mereka. Namun sekarang Markas itu telah menghilang. Aku mengira mereka menggunakan semacam array untuk melindungi markas mereka," lapor salah seorang prajurit kepada jenderal kedua puluh Kaisar Langit.
"Hmm, Kalau begitu, mari kita bergerak ke sana dan hancurkan array itu!" ucap Jenderal ke dua puluh.
"Baik, Jenderal."
Semua pasukan bergerak searah. Mengikuti arah gerak sang Jenderal.
Mereka berhenti tepat di tengah-tengah hutan Binatang Langit. Menilik sekitar, Jenderal ke dua puluh memasang seringai samar.
Toya di tangannya segera dia hantam–kan pada dinding array, membuat array Ilusi ciptaan Zhang Ziyi seketika retak.
Prajurit Kaisar Langit yang tidak menyadari adanya array di bawah mereka pun merasa terkesiap saat melihat cahaya emas bergerak menyebar.
Jenderal ke dua puluh memberi kode pada pasukan Kekaisaran Langit. Tanpa suara pun mereka sudah mengerti maksud dari kode Jenderal dua puluh itu.
Semuanya berbondong-bondong mengeluarkan senjata masing-masing untuk menyerang Array Ilusi Zhang Ziyi.
Cukup merepotkan bagi mereka saat ketika menebas Array, malahan tebasan itu berbalik dan berimbas pada mereka.
"Sialan, apa-apaan ini? Mengapa saat mengarahkan senjata kita pada array, dia malah memantul?" Salah seorang dari prajurit berkata kesal sekaligus bertanya terkait dengan hal itu
__ADS_1
Jenderal ke dua puluh yang melihat salah seorang dari pasukannya mengeluh tadi, kemudian menghampirinya.
"Sekali lagi kamu mengeluh, akan aku pastikan tubuhmu menjadi makanan binatang buas dan Siluman yang ada di bawah sana," tegas Jenderal ke dua puluh.
"Ba–baik Jenderal!" Orang tersebut meminta maaf, lalu kembali bekerja berusaha menghancurkan array Ilusi ciptaan Zhang Ziyi.
***
Zhang Ziyi saat ini tengah berkumpul dengan para bawahannya di ruang aula pertemuan.
"Aku akan kembali ke Tebing Matahari untuk mengikuti kembali turnamen Antara Pewaris. Mengenai orang-orang yang ada di luar sana, aku serahkan mereka pada kalian. Ingatlah selalu untuk melakukan pengawasan. Jangan sampai lengah dan jangan biarkan mereka menghancurkan markas kita," perintah Zhang Ziyi. Waktu telah kembali berjalan normal, sama dengan dunia di luar array.
"Kami mengerti, Pemimpin!"
Zhang Ziyi bersiap untuk segera pergi dari Hutan Binatang Langit. Dia juga membawa Laohu bersamanya yang dia simpan dalam alam jiwa. Sementara rekan-rekannya tidak dia bawa.
Mendadak Zhang Ziyi menghilang dari tempatnya. Bersamaan dengan itu, tepat setelah kepergian Zhang Ziyi, mereka yang ada di ruang aula pertemuan merasakan tanah yang bergetar.
"Serangan telah datang. Mari siapkan pasukan dan kita akan menyambut mereka."
Semuanya mengangguk mendengar perkataan Zhang Zhili. Tanpa pikir panjang langsung berpencar, mengumpulkan pasukan di satu tempat.
"Hahaha, mereka pikir bisa hidup setelah ini? Sungguh sangat malang orang-orang ini, baru juga memunculkan diri, namun harus berakhir malam ini juga." Salah seorang dari pasukan Kekaisaran Langit berkat dengan penuh sinis.
Namun sejenak dia memicingkan mata saat melihat begitu banyak orang yang telah berkumpul di berbagai tempat berbeda, menyambut mereka di bawah sana.
Sontak saja orang yang ada di bawah sana langsung melesat ke atas. Pertarungan pun langsung pecah saat itu juga.
Bertarung di atas udara. Jumlah pasukan Zhang Ziyi yang notabenenya memiliki jumlah tiga kali lipat dari pasukan Kekaisaran Langit yang ada di sini, membuat mereka kian merasa di awan-awan.
Berbanding terbalik dengan apa yang di alami oleh Pasukan Kekaisaran Langit. Apalagi kekuatan Pasukan Zhang Ziyi ini yang juga tidak kalah kuatnya. Dimana yang satu orang prajurit Kekaisaran Langit itu memiliki kultivasi Ranah Semesta, yang bisa di imbangi oleh mereka.
Butuh waktu dua jam bagi mereka untuk membereskan pasukan Kekaisaran Langit. Bahkan Jenderal ke dua puluh saja tidak bisa berkutik saat di hadapi oleh Zhang Zhili serta Zhang Lan.
Pasukan Kekaisaran Langit tersisa segera pergi meninggalkan hutan Binatang Langit. Pergi dengan hati kacau, meninggalkan mayat rekan mereka.
.***
__ADS_1
Zhang Ziyi sampai di kamar penginapan. Sekitar lima jam lagi sebelum pertandingan akan kembali di mulai.
Zhang Ziyi menghabiskan waktu itu untuk berjalan-jalan di sekitaran kota.
"Hei, Saudara Ziyi!" suara seseorang tiba-tiba saja memanggil namanya.
Sontak Zhang Ziyi menoleh ke samping kirinya. Dapat dia lihat seorang gadis cantik berjalan menuju ke arahnya.
"Saudari Hei!"
"Hendak ke mana? Boleh aku ikut dengan mu?" tanya Hei An.
"Sebenarnya tujuanku hanya sekedar jalan-jalan sembari menunggu pertandingan di mulai." Zhang Ziyi terus terang.
"Hmm, baiklah ... Ayo!"
Mereka pun berjalan bersama. Saling bertukar kata, canda tawa juga tidak jarang terdengar dari pembicaraan mereka. Dari situ pulalah benih-benih cinta diantara keduanya, yang semula telah tertanam, kini semakin tumbuh.
Melewati jalanan sempit dimana di sana banyak sekali pandai besi yang bekerja keras. Sampailah mereka pada sebuah taman kota yang saat itu begitu sepi akan orang-orang.
"Hmm, sebaiknya kita segera mempersiapkan diri, sebab pertandingan akan segera dimulai," ucap Zhang Ziyi.
"Um, saudara Ziyi benar!"
Hei An hendak beranjak meninggalkan Zhang Ziyi. Namun dengan segera Zhang Ziyi menarik tangan Hei An. Segera ciuman melayang di bibir Hei An.
Kaget, namun Hei An tidak memberontak. Sejujurnya semenjak pertama kali bertemu dengan Zhang Ziyi, dia sudah memiliki rasa terhadapnya.
Ciuman itu terlepas. "Saudara Hei, semenjak pertama kita bertemu, aku sudah tertarik terhadapmu. Dan saat di Lembah Bulan Malam rasa tertarik terhadapmu juga semakin besar. Dan tadi, aku baru menyadari kalau aku memang mencintaimu!" Zhang Ziyi mengungkapkan perasaannya.
Hei An tampak sedikit malu-malu. "Saudara Ziyi, sejujurnya aku pun merasakannya. Dan ya, aku juga mencintaimu!"
Keduanya sama-sama tersenyum. Merasa cintanya di terima dengan baik oleh Hei An, maka Zhang Ziyi kembali melancarkan ciumannya. Kali ini Hei An membalas ciuman tersebut.
Berlangsung selama dua menit. Zhang Ziyi melepas ciuman itu. Keduanya saling berpandangan sejenak, setelahnya Hei An meninggalkan Zhang Ziyi dengan perasaan berbunga-bunga.
Sisi lain, Zhang Ziyi juga merasakan hal demikian.
__ADS_1
"Setidaknya dua istri juga tidak buruk," gumamnya dan segera berlalu dari sana.