Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 257 ~ Menjemput Shui Bing


__ADS_3

Zhang Ziyi kembali ke Markas bersama dengan Laohu.


Ibarat pergi dengan hati damai, kembali dengan hati kacau. Ya, itu yang di rasakan oleh Zhang Ziyi sekarang.


"Kakak Ziyi. Bukankah kamu tadi pergi dengan saudari Bing, tapi mengapa aku tidak melihatnya saat kamu kembali?" tanya Zhang Lan.


Menatap lelaki yang mengajukan pertanyaan itu, Zhang Ziyi hanya melangkah tanpa ada niat untuk menjawab. Dia tampak tengah berfikir akan sesuatu, sampai mengabaikan pertanyaan dari Zhang Lan yang menurutnya tidak berguna.


"Kakak Ziyi, apakah kau tidak mendengar ku?" Zhang Lan bertanya kembali. "Kak Ziyi! Kakak Ziyi!"


Mencoba untuk memanggil berulang kali kala sebelum-sebelumnya dia tidak mendapat jawaban terkait dengan pertanyaan yang diajukannya.


Zhang Ziyi tiba-tiba saja menoleh ke arah Zhang Lan. Tatapan tajam itu sukses membuat Zhang Lan khawatir. Bahkan jantungnya pun berdetak kian kencang kala itu. Zhang Lan tidak ingin bertanya lebih jauh lagi.


Apa yang di rasakan oleh Zhang Lan nyatanya juga di rasa oleh Zhang Meng serta yang lainnya. Mereka hanya bisa terdiam seribu bahasa.


Di sisi lain, Zhan Ziyi yang melihat ekspresi wajah yang di tunjukan oleh teman-temannya itu merasa sadar dan sedikit rasa bersalah.


"Eh–maafkan aku!" ucap Zhang Ziyi kemudian.


Dia mengajak lima orang rekannya, yaitu Zhan Meng, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Lan dan Shui Shan ke suatu tempat memasuki markas. Sementara untuk Zhang Zhili sendiri tengah sibuk dalam membuat senjata rahasia.


Setelah itu, Zhang Ziyi mulai menceritakan akan apa yang di alami oleh dirinya dan Shui Bing.


Bercerita awal hingga akhir, tanpa ada yang di tutup-tutupi.


"Aku dan Bing'er pada akhirnya berpisah. Dia ikut bersama dengan Kelompok pengendara burung Phoenix es. Sementara aku dan Laohu kembali ke sini."


Mendengar apa yang di ceritakan oleh Zhang Ziyi, Zhang Meng serta yang lainnya merasa sedih. Kehilangan. Sebab telah lama mereka bersama, tentunya banyak kenangan yang di lalui bersama pula.


"Kakak Ziyi harus kembali merebutnya!" pinta Zhang Meng.


"Umm! Benar, Kakak Ziyi!" Zhang Yin pun juga membenarkan perkataan Zhang Meng.


Zhang Ziyi membalas dengan anggukan kepala. Lalu dia beralih pada Shui Shan. Sepanjang jalan cerita, tampaknya Shui Shan yang paling banyak diam.


"Saudara Shan, kau juga berasal dari sana, bukan? Bisakah kau menceritakan pada kami terkait dengan Kelompok asal–mu itu?" tanya Zhang Ziyi.


Shui Shan tampak berpikir Sejenak. "Umm," dia mengangguk, lalu kemudian bercerita.


"Sejujurnya, kedatangan kelompok Phoenix Es untuk membawa kembali aku dan Bing'er sudah kami ketahui sejak turnamen di adakan. Waktu itu, kami bertemu dengan Bing Ruyue, sepupu kami dan dia mengajak kami untuk pulang," jelas Shui Shan. Di sisi lain, Zhang Ziyi sendiri sudah mendengar itu dari Shui Bing.


"Mengenai bagaimana dan seperti apa Kelompok Phoenix Es ini, mereka tidak lebih dari sebuah kerajaan besar. Kekuatannya bahkan mengimbangi Kerajaan Shang. Merupakan penguasa Daratan Bersalju di wilayah Utara. Tidak berpihak pada dua Kekaisaran dan kelompok ini termasuk netral."


Terkait dengan apa dan bagaimana Kerajaan Phoenix Es ini di paparkan dengan rinci oleh Shui Shan.

__ADS_1


Zhang Ziyi mengangguk mendengar informasi yang di sampaikan oleh rekannya itu.


"Apakah kau mau kembali ke sana?" tanya Zhang Ziyi sembari memegangi pundak Shui Shan.


Sorot mata Shui Shan tidak bisa untuk berbohong. Bahwa dirinya memang ingin kembali berkunjung di tanah kelahirannya, sebab sudah lama sekali dirinya tidak ke sana.


"Benar, Kakak Ziyi. Sekarang Adik Bing telah berada di sana. Namun aku yakin, Bing'er tidak ingin berpisah dengan Kaka Ziyi. Aku pun demikian, hanya untuk berkunjung ke sana, lalu akan kembali lagi bersama dengan Kakak Ziyi.


"Ya, kalau kakak Ziyi mengizinkannya, maka aku akan pergi. Tapi jika kakak Ziyi tidak mengizinkan aku, maka aku juga akan tetap di sini!"


Shui Shan menangkupkan sebelah tangan di dadanya. Seraya itu, kepalanya juga ikut menunduk.


"Kau tenang saja. Kita akan ke sana bersama-sama!"


Zhang Ziyi merangkul Shui Shan.


"Ya, kita akan ke sana," sosor Zhang Lan. Tampaknya dia juga ingin berkunjung ke Istana Kerajaan Phoenix Es.


Tidak hanya Zhang Lan, melainkan rekan-rekan yang lain pun juga tampak ingin ke tempat asal Shui Bing dan Shui Shan.


Zhang Ziyi memandangi satu per satu empat orang rekannya. Tampak tatapan penuh harap di tunjukkan oleh mereka.


"Hmm, baiklah. Aku akan mengajak kalian juga ke sana."


"Yess..." Keempat orang yang tidak lain Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Meng serta Zhang Bie kompak mengatakan kata itu.


"Umm!" Mengangguk menjawab ungkapan terima kasih mereka.


"Aku juga ikut!"


Suara datang dari arah lain. Sontak membuat enam orang, yaitu Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Bie, Zhang Yin dan Shui Shan menoleh ke arah sumber suara.


Gadis cantik datang dengan langkah sedikit di percepat. Meski begitu, dia tetap anggun.


"Eh, saudari Yu Ren Lan!" ucap Zhang Ziyi.


Sementara Zhang Bie, Zhang Lan serta Shui Shan yang melihat gadis itu, membulatkan matanya. Tak ingin berkedip hanya untuk melihat kemolekan tubuh gadis itu.


"Hihihi!" Yu Ren Lan menyadari tatapan mata tiga orang itu hanya tertawa kecil.


"Baik. Kamu boleh ikut!"


Refleks yang di keluarkan Yu Ren Lan terhadap jawaban yang di berikan oleh Zhang Ziyi begitu di luar dugaan.


"Terima kasih, Saudara Ziyi... Kamu memang yang terbaik!" ucapnya sembari masuk ke dalam pelukan Zhang Ziyi.

__ADS_1


Shui Shan yang semula di rangkul oleh Zhang Ziyi pun segera menjauhkan diri, meski dalam hati dia tidak mau.


***


Alam Atas begitu luas. Bahkan mencapai tiga kali lipat luasnya dari Alam Tengah.


Jauh dari peradaban Kekaisaran Langit, tempat yang penuh akan kegelapan. Titik cahaya di selimuti oleh kabut gelap tipis. Meski demikian, mereka yang hidup dalam wilayah ini, masih bisa melihat dengan sangat jelas.


Rembulan malam yang tampak aneh, cahaya perak namun tampak seperti merah darah. Seorang gadis cantik tengah berdiri di sebuah balkon istana sembari memandangi bulan tersebut.


"Bagaimana keadaan Kakak Ziyi sekarang? Apakah dia selamat?" gumam gadis itu.


Dia adalah Hei An. Tengah melamun, memikirkan kondisi lelakinya yang berada jauh di kekaisaran seberang.


"Nona Hei!"


Seseorang mendatanginya. "Ratu meminta Nona untuk bersiap-siap. Kita akan ke kerajaan netral untuk menundukkan mereka. Membuat mereka jatuh ke tangan kita."


Hei An tidak menoleh.


"Aku akan ke sana. Kau pergilah lebih dulu."


Pemuda berbadan tegap, dengan mengenakan. pakaian besi itu menatap Hei An sejenak. Dia kemudian ikut menengadah, memperhatikan bulan di langit malam hanya sedikit bintang di sampingnya.


"Apakah kamu masih memikirkan nasib Zhang Ziyi?" tanya pria tersebut.


Hei An tidak menjawab.


"Hahaha... Aku akui dia memang tampan, juga sangat berbakat. Kamu tidak usah khawatir tentang kondisnya pasca pertandingan Antar Pewaris. Banyak kartu yang belum dia buka dan perlihatkan pada kita. Zhang Ziyi pasti masih hidup sekarang!"


Lelaki itu mencoba untuk menghibur Hei An. Meski dalam hati dia merasa lain.


"Sudahlah! Jangan bahas dia lagi. Kita akan melakukan suatu misi. Mari segera temui ibu dan mempersiapkan keperluan yang akan di bawa."


Selesai mengatakan itu, Hei An langsung beranjak pergi dari sana. Meninggalkan Lelaki itu sendirian.


"Haissh, aku harap kau mengerti..." gumam lelaki tersebut, lalu dia ikut beranjak.


***


Esok hari telah berlalu, Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Bie, Zhang Yin, Yu Ren Lan serta Shui Shan saat ini tengah melakukan perjalanan menuju wilayah netral. Hendak Ken kerajaan Phoenix Api dengan mengendarai Laohu.


Mereka tidak mengajak serta Zhang Zhili sebab Zhang Zhili sendiri sedang sibuk membuat senjata, bersama dengan. para bawahan Zhang Ziyi.


Terbang dengan kecepatan tinggi, dalam waktu singkat, mereka telah sampai di wilayah netral. Dimana di sini merupakan. wilayah bagi kelompok yang tidak ingin berpihak di dua kerajaan.

__ADS_1


Kelompok yang di sini sendiri merupakan kelompok-kelompok besar nan kuat, sehingga mereka tidak mudah untuk di tekan dua kekaisaran yang mengapit mereka.


Terus terbang lurus, Zhang Ziyi memilih mengentikan perjalanan sejenak tatkala di hadang oleh sebuah kekacauan yang tengah terjadi saat itu.


__ADS_2