Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Menjebak Dalam Dunia Ilusi


__ADS_3

Zhang Ziyi melepaskan aura emas saat Kaisar Langit juga melepaskan auranya. Bentrokan dua aura emas itu mendatangkan tekanan dahsyat. Mereka yang berada dalam radius jarak bentrokan kedua aura itu akan langsung menghentikan aksi bertarung mereka dan memilih menguatkan tubuh guna tak dibuat ambruk.


Masing-masing dikedua kubu pasukan telah menghentikan pertarungan saat merasakan aura tersebut.


Zhang Ziyi sendiri bukannya tidak mengetahui itu, lalu dia melepaskan serangan mental kepada Kaisar Langit. Setelahnya, membawa Kaisar Langit ke tempat yang sedikit jauh dari area pertempuran.


***


Baamm!


Baamm!


Baamm!


Dua orang yang di selimuti aura emas saling unjuk kekuatan. Saling melepaskan serangan mematikan dengan kekuatan yang terkandung tidak main-main hebatnya.


"Formasi Ilusi!"


Zhang Ziyi mencoba untuk menggunakan ilusi untuk menjebak Kaisar Langit.

__ADS_1


Dunia yang semula normal, kini berubah menjadi merah sepenuhnya. Dunia yang penuh akan aura mencekam, pun juga menjebak.


Kaisar Langit tidak bergeming dari tempatnya. Hanya terdiam santai sembari memejamkan kedua matanya. Senyum simpul terukir di bibir pria itu.


Tak berlangsung lama, bayangan-bayangan hitam muncul di atas permukaan tanah. Membentuk tangan panjang, bayangan-bayangan tersebut kemudian mengejar Kaisar Langit.


Tapi sebelum bayangan-bayangan berbentuk tangan panjang itu meraih tubuh Kaisar Langit, terlebih dahulu mereka semua hancur menjadi debu. Bahkan tanpa disentuh olehnya sekalipun.


"Nak, permainan kecil ini tidak akan mempan terhadap ku!" gumam pelan Kaisar Langit. Meski Zhang Ziyi saat ini tidak lagi berada di hadapannya, namun dia sangat yakin bahwa Zhang Ziyi bisa mendengar gumaman kecil itu.


Selang beberapa puluh detik, kembali sesuatu terjadi di sana. Warna merah yang semula menyelimuti tempat itu dalam bentuk kabut, kini mulai menipis.


Bulan mendadak muncul di langit. Dunia ini kini berganti latar menjadi malam disertai dengan kabut merah darah. Juga memiliki penerangan dari cahaya perak sang rembulan.


Berkedip, bulan purnama itu tiba-tiba saja berkedip. Lalu menjadi mata besar, dengan pupil cokelat nan berurat banyak.


Perasaan kacau yang dialami oleh Kaisar Langit semakin menjadi-jadi. Dia menengadah ke atas, dimana bulan yang kini berganti wujud menjadi mata besar itu berada.


Tatapan tajam, disertai dengan serangan mental kuat diarahkan mata besar itu terhadap Kaisar Langit.

__ADS_1


Kaisar Langit hampir saja terpengaruh oleh serangan mental itu. Beruntung dia masih bisa menguasai dirinya.


"Matilah!" gumamnya pelan. Setelahnya dia membalas serangan mental itu dengan menggunakan Mental Kaisar Langit.


Kyyaakkk!


Mendadak terdengar suara teriakan keras yang entah dari mana datangnya. Setelahnya bulan tadi mendadak mengeluarkan tangisan darah.


Kaisar Langit kembali memasang sering khasnya. Merasa bahwa serangan mental yang dia arahkan terhadap bulan yang berubah wujud menjadi mata besar itu berhasil.


Sayangnya apa yang dia duga, nyatanya begitu melenceng. Air mata darah yang menetes tadi menyentuh tanah. Membuat satu guncang hebat pada tanah dimana Kaisar Langit berpijak.


"Apa-apaan ini?" gumamnya. Lalu Kaisar Langit mencoba untuk berdiri di atas udara. Sayangnya, meskipun dirinya telah berada di udara sekalipun tetap saja terpengaruh oleh guncangan hebat tadi.


Semakin lama, guncangan yang dirasakan oleh Kaisar Langit semakin menjadi-jadi. Bahkan dia hampir saja tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.


"Kekuatan apa ini?"


Mencoba sebisanya untuk mengalahkan pengaruh dari guncang itu, tapi sayangnya Kaisar Langit masih belum berhasil.

__ADS_1


"Baiklah, kau yang meminta ini!"


__ADS_2