Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 225 ~ Di Bawah Naungan Bulan Purnama


__ADS_3

Bersama dengan Shin Hye mi, Zhang Ziyi melatih keterampilan Tapak Semesta.


Berdiri di tengah-tengah lahan kosong. Tidak ada satu tumbuhan pun di sana. Hanyalah sebuah gunung besar, berdiri kokoh dan kekar.


Zhang Ziyi menutup kedua matanya. Dia Menghela napas sejenak, lalu kembali membuka kedua mata.


Perlahan, aura emas merembes keluar dari tubuh Zhang Ziyi. Menyebar di udara, hingga membuat tekanan di sekitaran itu kian meningkat.


Angin kencang tercipta, menerbangkan rambut Zhang Ziyi. Perlahan tubuhnya terangkat di udara, dia kemudian melakukan suatu gerakan tangan.


"Tapak Semesta!"


Teriakan lantang keluar dari mulut Zhang Ziyi. Energi emas yang semula telah terkumpul padat di tangan kanan Zhang Ziyi pun langsung di lepaskan ke depan. Membentuk bayangan tapak emas raksasa, melesat lurus ke arah gunung besar tadi.


Duarrr!


Hancur lebur gunung itu. Menjadi abu, bagaikan sobekan-sobekan kapas yang berterbangan, tertiup angin lalu menghilang tak bersisa.


Meskipun gunung tadi telah hancur, namun Zhang Ziyi masih bisa melihat bayangan Tapak Semesta masih terus melesat lurus menembus debu-debu yang berterbangan itu.


"Hebat, dalam waktu lima hari di dunia ini, kamu telah berhasil menyempurnakannya!" Suara seseorang terdengar dari belakang Zhang Ziyi.


Berbalik, dan mendapati seorang yang transparan, hanya tubuh bagian atas yang terbentuk dari bayangan emas itu, sementara bagian bawahnya hanya cahaya emas yang terlihat.


Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Shin Hye Kyo.


"Terima kasih, Senior!" Zhang Ziyi membalas sembari memasang senyum simpul.


"Baiklah, karena kau telah berhasil menguasainya, maka tugasku di sini telah selesai. Aku akan kembali kepada tuanku di alam lain!" ucap Shin Hye Kyo.


"Haissh, kenapa begitu cepat sekali?" Zhang Ziyi menaikkan sebelah alisnya.


"Hahaha ... Nak, dunia ini begitu luas. Banyak sekali orang-orang kuat yang mendiami setiap bagiannya. Tentunya hal tersebut pula lah yang mengundang banyak sekali permasalahan yang terjadi di setiap saatnya. Hal tersebut juga berlaku bagi tuanku. Maka dari itu, aku akan kembali dan membantunya untuk meringankan masalah tersebut."


Zhang Ziyi mengangguk mendengar penjelasan dari Shin Hye Kyo.


"Baik, aku mengerti. Terima kasih karena telah mengajariku keterampilan yang begitu menakjubkan ini!" Zhang Ziyi menangkupkan kedua tangannya memberikan hormat pada Shin Hye Kyo.


"Hmm," memasang senyum tulus, Shin Hye Kyo kemudian kembali berkata, " Sama-sama... Oh ya, jika kamu telah menjadi seorang yang telah mencapai puncak, maka datanglah ke Alam Nirvana. Kami akan menunggumu di sana!" ucap Shin Hye Kyo.

__ADS_1


"Kalau takdir memungkinkan ku untuk ke sana, maka aku tidak akan menolaknya!"


"Umm!"


Shin Hye Kyo pun menghilang dari sana. Meninggalkan Zhang Ziyi sendirian yang kini tampak termenung, selepas atau sepeninggal Shin Hye Kyo.


"Apa yang aku lihat tentang luasnya alam ini, ternyata itu masihlah sebagian kecilnya saja," gumam Zhang Ziyi pelan.


"Aku penasaran akan seperti apa bentuk dari alam semesta serta seberapa luas dirinya?!"


Masih dalam keadaan berpikir, Zhang Ziyi kedatangan rekan-rekannya. Mereka juga telah berhasil menguasai keterampilan mereka masing-masing.


"Kak Ziyi, bagaimana denganmu?" tanya Zhang Lan. dia juga sempat menepuk pundak Zhang Ziyi.


"Ya, aku juga demikian! Telah berhasil menguasai keterampilan itu."


***


Tringg!


Trangg!


Tringg!


Kecepatan yang begitu diluar nalar, menciptakan bayangan merah dan orange di setiap pergerakan keduanya.


Pada akhirnya pertarungan tersebut di menangkan oleh oleh seorang pria yang mengeluarkan energi bayangan berwarna merah tadi.


Setelah keduanya menyingkir dari arena, Wanita MC memanggil peserta yang akan bertarung berikutnya.


"Fang Shi, pewaris Dewa Pedang akan Melawan Xie Ni, Dewi Kipas Abadi!"


Kedua orang yang di sebutkan namanya itu sama-sama terbang ke tengah-tengah arena.


Zhang Ziyi memperhatikan kedua orang itu. Tapi sekilas pandangannya terkunci kepada seorang lelaki yang bernama Fang Shi itu. Sempat keduanya bertemu saat di pelelangan Awan Perak. Saat itu mereka tengah berseteru akan memperebutkan Mutiara Darah Semesta. Saat itu sendiri Zhang Ziyi mengenakan topeng sehingga mungkin Fang Shi ini tidak akan mengenali dirinya.


Pertarungan telah di mulai, Zhang Ziyi memperhatikan aksi pertarungan Fang Shi. Yang begitu agresif serta sangat lihai dalam mengayunkan pedangnya, hingga membuat lawan tarungnya kian kerepotan.


Bahkan pertahanan Fang Shi ini begitu kuat, sampai-sampai tidak ada celah bagi lawan untuk melumpuhkannya.

__ADS_1


"Di banding dengan terakhir kali kami bertemu, kali ini dia tampak begitu kuat sekarang!" gumam pelan Zhang Ziyi


Semakin memperhatikan Fang Shi,. semakin gacor pula anak itu dalam menunjukkan keahliannya. Tebasan demi tebasan beruntun, membuat lawannya kian kewalahan meladeninya.


Hingga pertarungan tersebut akhirnya di menangkan oleh Fang Shi. Fang Shi keluar dari arena dengan menampakkan senyum sinis–nya. Penuh akan keangkuhan.


"Lihatlah wajahnya itu, begitu sombong dia... Berdoa saja saat pertarungan berikutnya dia tidak bertemu dengan aku, sebab akan langsung ku patahkan rahang nya itu." Zhang Lan yang kesal melihat wajah yang di tunjukkan oleh Fang Shi tadi, tidak bisa untuk tidak mengumpati Fang Shi.


"Cih, belum tentu juga saat melawannya kamu akan menang darinya. Bahkan tidak menutup kemungkinan kalau kekalahan akan kamu peroleh nantinya!" sosor Zhang Yin


"Ch, kamu mau membandingkan aku dengan pria tadi ... Ckckck, sungguh aku bisa mengalahkannya hanya dalam sekali kentutan!" Kembali Zhang Lan menyombongkan dirinya.


-


Pertarungan demi pertarungan telah terlewatkan satu per satu. Zhang Ziyi serta rekan-rekannya pun juga berhasil mengalahkan lawan-lawan mereka. dan Pertandingan untuk hari ini pun berakhir.


Mereka telah mendapatkan lima puluh orang peserta sebagai kontestan yang akan bertanding esok harinya.


***


Malam itu, begitu indah dari biasanya. Bulan purnama tampak begitu besar, melingkar dengan sempurna. Mengantarkan cahaya keperakan, membuat suasana gelap kian temaram.


Seorang pria saat ini tengah duduk dia Ats atap sembari menikmati siluet-siluet bangunan yang ada di bawah sana.


Sesekali juga burung malam akan terbang melintas, membuat suasana kian terasa nyaman.


Beberapa saat dalam ketenangan itu, mendadak suara langkah kaki terdengar dari arah belakang. Mengintai dirinya dengan penuh hati-hati, namun sayangnya pria itu bisa mengetahuinya.


Zhang Ziyi bangkit dari duduknya, lalu menghilang begitu saja.


Sisi lain, orang tadi kini telah sampai di tempat di mana Zhang Ziyi semula duduk. Dia kebingungan dalam mencari keberadaan Zhang Ziyi.


"Kemana perginya dia?" ucapnya.


Mencari-cari dengan menyapu pandangan di sekitar, namun tak kunjung dia menemukan keberadaan Zhang Ziyi.


"Sudahlah, lebih baik aku kembali saja!"


Saat hendak berbalik, tiba-tiba saja dia melihat Zhang Ziyi yang telah berdiri di hadapannya. Sontak saja itu membuatnya kaget dan tidak sengaja kakinya terpeleset, hampir jatuh dari atas atap yang tinggi itu.

__ADS_1


Refleks Zhang Ziyi menarik tangan gadis itu, dan tidak sengaja Zhang Ziyi memeluknya.


Gadis itu sendiri tidak bisa untuk tidak terkejut dengan aksi yang di lakukan Zhang Ziyi tadi terhadapnya.


__ADS_2