
"Apa itu, kakek?" Zhang Ziyi tampaknya tidak sabar mendengar persyaratan itu.
"Jangan Boros!" jawaban singkat itu, membuat Zhang Ziyi yang sebelumnya ketar ketir, malah kini dia menyesali ke–ketar ketiran itu.
"Tentu saja, Kakek!" Zhang Ziyi tersenyum canggung. Dan diikuti oleh kedua Dewa itu.
"Oh ya. Kakek, bukankah untuk ke sana, mereka perlu belajar terbang terlebih dahulu?" tanya Zhang Ziyi. Memang dia bertanya demikian, karena dahulu sempat dia melakukan hal seperti itu. Mencapai Istana dengan terbang.
"Mereka akan bisa terbang dengan sendirinya, setelah mereka menerobos ke ranah Dewa Surgawi." jelas Dewa Gou Liang.
"Owh, seperti itu!"
Zhang Ziyi pun menciptakan portal yang menghubungkan dengan istana megah yang terletak di atas awan, dunia itu.
Memasuki portal, mereka sampai di halaman istana. Begitu megah nan indah. Bahkan di alam tengah sekalipun tak akan dapat di jumpai Istana yang seindah ini.
"Woaahh!" Zhang Lan serta yang lainnya tak berhenti menampakkan ekspresi kagum plus takjub. Semuanya adalah emas, dengan beberapa batu berharga yang menghiasi istana itu.
"Jangan terlalu larut dengan kemegahan istana ini. Semua yang kalian lihat tidak lain adalah sesuatu yang tak akan membuatmu maju."
Zhang Ziyi kemudian mengajak ketujuh orang itu memasuki kedalaman istana. Menuju ke suatu ruangan.
Sesampainya di sana, Zhang Ziyi langsung membuka pintu yang begitu besar itu.
Kreekk!
Tampak lah sebuah ruangan kosong yang begitu luas. Di awali dari Zhang Ziyi yang memasuki ruangan tersebut. Setelahnya, rekan-rekan di belakangnya.
Sialnya, saat Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Zhili, Shui Shan serta Shui Bing memasuki ruangan tersebut, mendadak tekanan yang begitu besar tiba-tiba saja menimpa mereka.
Kontan, mereka yang tak siap, langsung dibuat ambruk, dan berakhir dengan keadaan berlutut. Tekanan itu begitu besar, sampai-sampai memaksa mereka berlutut dengan keadaan tubuh yang bergetar hebat.
"Te–tekan a–apa i–ni?" Hendak melanjutkan perkataannya, Zhang Lan memilih untuk membiarkannya tertelan di kerongkongan dan tidak mengeluarkannya. Bagaimana tidak, tekanan itu terlampau hebat saat menekan mereka. Sehingga untuk menggerakkan mulut pun begitu kesusahan.
Cukup lama mereka menahan tekanan berat. Sehari telah berlalu. Dalam jangka sehari itu juga lah, mereka berusaha untuk bangkit dan berjalan di bawah tekanan besar.
Sehari penuh mereka berusaha bangkit dan membiasakan diri dengan tekanan yang teramat sangat menekan mereka. Hingga sedikit demi sedikit mereka mulai terbiasa.
Dimulai dari Shui Shan dan Zhang Zhili. Setelahnya di ikuti Shui Bing. Lalu Zhang Yin serta Zhang Bie. Dan terakhir Zhang Meng serta Zhang Lan. Satu per satu dari mereka Bangkit dan berdiri. Mulai sedikit terbiasa dengan tekanan besar itu.
Mencoba untuk melangkahkan satu kaki. Berhasil. Namun, pada langkah kaki kedua, mereka mulai kembali ambruk.
"Hmm, sepertinya cara ini tidak akan berhasil. Mari duduk bersila. Lalu kemudian serap energi yang begitu pekat ini. Setelah menerobos, baru kita bisa kembali melanjutkan!" ucap Zhang Zhili.
Perkataan Zhang Zhili langsung di setujui oleh semuanya. Mereka lantas duduk bersila dan menyerap energi dalam ruangan itu dan merubahnya menjadi energi Qi.
Di sisi lain, Zhang Ziyi saat ini tengah menginstruksi para Ras Centaurus.
"Mulai sekarang, kalian akan tinggal di dunia ini. Berlatihlah dengan keras! Setelah ini kita akan berhadapan dengan musuh yang lebih kuat lagi. Dimana, kekuatan musuh kita nantinya tidak lagi disetarakan dengan para manusia. Namun selevel dengan Dewa!" Zhang Ziyi berkata lantang di atas gundukan tanah tinggi. Berdiri di tempat yang lebih tinggi dari para bawahannya.
Semuanya berseru lantang secara bersamaan. Zhang Ziyi memanggil Moi Hu serta Moi Wang.
"Aku serahkan anggota Ras centaurus ini terhadap kalian. Ingat, jadikan mereka sebagai makhluk paling kuat. Agar nantinya kalian bisa mengambil kembali hak yang semula terlengser akibat kaisar Langit!"
__ADS_1
Kedua bawahannya mengangguk. Mendengar nama ras mereka di sebutkan oleh Zhang Ziyi tadi, membuat semangat untuk menjadi lebih kuat kian membesar.
"Juga ingatlah selalu. Dua Dewa yang nantinya akan membantu kalian selama proses peningkatan kekuatan. Jangan sekali-kali kalian membangkang terhadap perintah dari kedua dewa itu!" pesan Zhang Ziyi.
Mengatakan demikian, sebab Zhang Ziyi tahu bahwa dahulu ras centaurus ini begitu membenci dewa. Menganggap mereka semua bersekongkol untuk melengserkan kedudukan ras centaurus sebagai salah satu dari makhluk mitologi.
Zhang Ziyi menyuruh kedua centaurus itu untuk langsung mengarahkan para ras Centaurus. Mengatur mereka untuk memulai berlatih. Tak ada waktu untuk membuang-buang waktu, karena setiap detik begitu berharga.
Memberi hormat, sebelum akhirnya Moi Hu serta Moi Wang meninggalkan Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi sendiri setelah kepergian dari kedua centaurus itu, berniat mengunjungi rekan-rekannya sejenak.
"Laohu!" Zhang Ziyi memanggil harimau api peliharaannya.
"Auumm!" Harimau itu mengaum. Juga menundukkan kepalanya.
"Aku penasaran, sudah sejauh mana pencapain mu saat ini!"
Zhang Ziyi beranjak meninggalkan Laohu sejenak. Beberapa saat, dia kembali dengan membawa tanama herbal di tangannya.
Tanaman herbal itu sendiri memancarkan aura yang begitu panas dan ganas.
Zhang Ziyi mengulurkan tangan yang memegang rumput hati berusia seratus ribu tahun itu pada Laohu.
Seketika berbinar mata Laohu. Sudah lama dia tak merasakan sensasi peningkatan kekuatan signifikan saat mengonsumsi tanaman itu. Namun kali ini, dia nampak akan kembali merasakannya. Apalagi rumput hati di tangan Zhang Ziyi ini yang jauh lebih tinggi umurnya di bandingkan rumput hati sebelumnya.
"Auumm!"
Kontan, tak memandang majikannya. Laohu langsung merebut tanaman herbal dari tangan Zhang Ziyi dan memakannya. Tanpa tahu efek yang akan di timbulkan juga sangatlah berbahaya.
Laohu yang langsung memasukan sekaligus Rumput Hati ke dalam mulutnya. Mengunyah sebentar, lalu menelannya.
Lima detik menunggu reaksi, namun tak dia rasakan reaksi dari efek Rumput Hati itu. Tampak jelas dari raut wajah Laohu yang begitu kebingungan. Begitupun juga dengan Zhang Ziyi.
"Aneh! Apakah ada yang salah?"
Zhang Ziyi memperhatikan Laohu sejenak. Memang Harimau itu tak menunjukkan tanda-tanda kesakitan.
Namun Sepuluh detik kemudian. Mulai terlihat tanda-tanda reaksi dari efek Rumput hati yang di konsumsi Laohu.
Warna merah api, terlihat jelas dari perut Laohu. Membakar semua isi dalam perutnya.
Laohu sendiri yang merasakan panas yang teramat sangat itu, tak kuasa dan membanting-banting dirinya di tanah. Berusaha mencari tempat yang nyaman untuk menghilangkan rasa panas itu.
Sialnya, semakin dia berulah, semakin ganas pula api yang ada dalam perut Laohu. Hingga kini bulu-bulu Laohu pun telah terbakar sepenuhnya.
Semakin panik, maka semakin bertingkah pula lah Laohu. Berlari tanpa memperhatikan keseimbangan tubuhnya, sehingga acapkali ia terjatuh dan terguling-guling ke tanah.
"Berhenti... Tenanglah Laohu! Kau hanya akan menambah rasa panas yang ada dalam tubuhmu!" Zhang Ziyi mengingatkan Laohu. Berusaha menenangkan harimau api itu.
"Jangan lawan energi api itu. Biarkan dia menyatu dengan dirimu!"
Mencoba untuk menuruti perkataan dari majikannya. Laohu diam di tempat. Tidak melawan dan membiarkan energi api membakar seluruh tubuhnya. Baik dalam, maupun luar.
__ADS_1
Bakar dan semakin membakar. Kini kobaran api pada tubuh Laohu semakin menggila, hingga bulu-bulu belang Laohu pun hilang terbakar api.
Satu jam terlewat. Kini mulai ada perubahan pada tubuh Harimau Api itu. Bulu-bulu belangnya kini mulai kembali tumbuh. Jika sebelumnya berwarna merah api, namun kali ini belangnya telah berganti warna menjadi Emas. Membuatnya tampak semakin gagah.
Tidak berhenti sampai di situ. Perlahan tapi pasti, tulang timbul di kedua sisi punggung Laohu. Semakin membesar, hingga terbentuklah sebuah sayap yang melebar.
Api yang menyelimuti tubuh Laohu perlahan mulai mengecil. Setelahnya, tak ada lagi. Terserap semuanya ke dalam tubuh Laohu. Aura yang dipancarkan Laohu pun kini tampak berbeda. Terlihat Sebuah Simbol di keningnya, menandakan Harimau Api itu telah naik tingkatan.
Harimau api itu kini telah berhasil mencapai tingkat Siluman Suci. Dan kultivasinya setara dengan kultivator Ranah Surgawi tahap akhir.
"Waah, hebat! Kau bisa meningkat beberapa tahapan kultivasi, hingga menerobos ke tingkat siluman Suci! Bahkan saat ini kau telah memiliki sayap!" Zhang Ziyi memuji Laohu.
Mendengar pujian dari majikannya, Laohu tampak semakin besar kepala.
"Sudahlah, jangan terlalu besar kepala seperti itu...!" ucap Zhang Ziyi yang mengetahui isi kepala Laohu. "Sekarang, coba kepakan sayap mu. Cobalah untuk terbang!" perintah Zhang Ziyi.
Mengangguk. Laohu kemudian mencoba untuk melakukan seperti apa yang di perintahkan Zhang Ziyi.
Mula-mula dia menggerakkan sayapnya. Harimau api itu belum bisa menyeimbangkan diri, sehingga kerap kali ia terjatuh dan terguling-guling di tanah.
Berulang kali mencoba, hingga satu jam, akhirnya dia mulai bisa menyeimbangkan tubuhnya.
Karena girang, dia lantas terbang di atas awan. Berkeliling di udara, sembari memperhatikan benda-benda yang ada di bawahnya.
Laohu turun kala mendengar panggilan dari Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi di atas punggung siluman suci peliharaannya itu. Setelahnya mereka terbang menuju arah istana.
Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di tujuan.
"Kau bersenang-senanglah dengan sayap barumu itu. Aku akan memeriksa guru serta yang lainnya, setelahnya kita akan ke sekte untuk membawa para ketua kemari!"
Laohu Mengangguk. Setelahnya dia terbang meninggalkan Zhang Ziyi. Kembali berkeliling di udara, dan terbang hingga menembus awan-awan di dunia itu.
Sepeninggal Laohu, Zhang Ziyi lantas memasuki Istana. Menuju ke salah satu ruangan. Pintu besar ia buka. Memperlihatkan tujuh orang yang saat ini tengah berjuang melawan tekanan berat. Terlihat juga anak-anak tangga yang begitu banyak. jumlahnya mencapai seratus buah anak tangga.
Zhang Ziyi awalnya tersentak kala melihat anak-anak tangga itu. Sebab saat dia meninggalkan rekan-rekannya di ruangan ini, dia tak menemukan keberadaan anak tangga ini.
Namun Zhang Ziyi mengetahui penyebab anak-anak tangga itu kala merasakan dua aura yang ia kenal berada di dalam ruangan ini.
"Hmm, tampaknya, ada dua Dewa yang memperhatikan mereka!" gumam Zhang Ziyi.
Kembali memperhatikan rekan-rekannya. Terlihat Zhang Zhili serta Shui Shan telah mencapai di tangga ke 5. Di susul lelah Shui Bing yang telah berhasil mencapai tangga ke 4. Lalu Zhang Yin di tangga ke tiga. Terakhir Zhang Lan, Zhang Meng serta Zhang Bie yang berada di tangga ke 2.
Zhang Ziyi menebak bahwa semakin tinggi anak tangga yang dicapai, maka semakin besar pula tekanan yang harus mereka hadapi.
\=\=\=
Tingkat Siluman.
~Siluman Suci
~Siluman Dewa
__ADS_1
~Siluman Legendaris