
Aura kematian yang begitu pekat dengan cepat menyebar dan mengisi udara dalam ruangan sempit itu. Tapi tak terlihat sosok yang mengeluarkan aura tersebut.
Merasakan dadanya yang sesak, Zhang Ziyi lantas melepaskan aura Dewa untuk menetralkan aura tersebut.
Sayangnya belum cukup untuk mengalahkannya. Bahkan pekat dan semakin pekat pula aura itu.
"Sial, aura apa ini? Mengapa begitu mengerikan?!" batin Zhang Ziyi.
Aura yang baru kali pertama dia merasakannya. Hampir sama dengan aura membunuh, namun aura yang satu ini lebih mengerikan dari aura membunuh itu sendiri.
Zhang Ziyi menilik sekitar ruangan bangunan tua itu. Mencari asal aura. Tapi dia tidak menemukan siapa-siapa.
Zhang Ziyi melangkah pelan penuh waspada ke arah pintu. Berniat memeriksa di luar.
Bukk!
Ekor panjang bergerigi langsung menghantam dada Zhang Ziyi, saat dia telah berada di ambang pintu. Kontan Zhang Ziyi yang tak siap langsung terlempar ke belakang hingga membentur dinding bangunan itu. Runtuh, tembus dan terus melesat hingga keluar dari bangunan.
Zhang Ziyi terbatuk pelan. Dia lantas bangkit dan mengambil sikap waspada. Memperhatikan sekitar dengan tatapan awas, namun tak dia lihat siapapun.
Beberapa saat, ekor panjang bergigi kembali datang dari arah belakang. Insting Zhang Ziyi yang tajam, menangkap sesuatu bahaya yang datang dari belakang, lantas melompat tinggi dan berputar di udara, saat itulah dia dapat melihat ekor tersebut tengah melesat sangat cepat.
Namun sejurus kemudian, ekor itu telah menghilang oleh kabut. Zhang Ziyi berlari cepat mengejar ekor itu, namun dia kehilangan jejak.
Mengambil sikap ancang-ancang. Ekor kembali muncul dari arah depan. Zhang Ziyi menyambutnya dengan tinju yang di penuhi energi.
BUKK!!
Tinju dan ekor bertemu menciptakan gelombang kejut.
Zhang Ziyi terdorong mundur ke belakang, begitupun juga dengan ekor itu.
Termundur dengan tetap tak menurunkan sikap waspada–nya. Kembali ekor itu muncul, kali ini Zhang Ziyi tidak membalas meninju, ataupun menghindar. Dia justru menangkap ekor itu dan membiarkan tubuhnya melayang bersama dengan ekor tersebut. Membawanya ke suatu tempat.
BUKK!
Zhang Ziyi terlempar dan menabrak dinding batu.
Brusstt!!!
Zhang Ziyi menahan rasa sakit pada tubuhnya akibat terbentur oleh batu tadi. Sejurus kemudian dia tersentak kala melihat seekor buaya berukuran besar, tengah menatapnya garang dengan mata merahnya yang begitu tajam. Serta semburan asap keluar dari hidungnya.
Bangkit dari posisinya semula, Zhang Ziyi mengambil sikap siap bertarung. Aura Dewa terpancar dari tubuhnya, berusaha untuk menakut-nakuti Buaya itu.
Namun, bukannya takut, buaya itu malah membalas dengan mengeluarkan auranya. Aura kematian yang begitu pekat. Sejenak, Zhang Ziyi menyadari bahwa aura yang sempat dia rasakan saat berada dalam rumah tua tadi berasal dari buaya ini.
"Dia setidaknya berada di atas Laohu, atau mungkin lebih kuat dari dia!" gumam Zhang Ziyi.
Buaya itu mulai menyerang dengan melibaskan ekornya yang menyerupai batu bergerigi ke arah Zhang Ziyi.
Tidak diam saja, Zhang Ziyi menghindari lesatan ekor tersebut. Setelahnya menggunakan akar rambat berduri untuk mengurung pergerakan Buaya.
__ADS_1
Zhang Ziyi menyalurkan energi petir pada akar rambat. Energi petir tadi menjalar hingga sampai pada tubuh Buaya besar. Kontan saja Buaya itu langsung tersetrum untuk beberapa waktu.
Buaya tidak berdaya dalam waktu dua puluh detik. Setelahnya dia kesal dan melepaskan lonjakan energi dari tubuhnya. Akar rambat yang semula mengikatnya mulai hancur dan menyebar ke berbagai arah, bersamaan dengan energi biru dari petir.
Buaya menyerang Zhang Ziyi menggunakan serangan mental.
Zhang Ziyi terpengaruh, dan mulai merasakan kepalanya yang pusing. Namun hanya sesaat setelahnya dia merasa kembali normal.
Semula matanya terpejam karena menahan rasa pusing akibat serangan mental tadi, namun setelah dia membuka kembali kedua matanya, dia malah mendapati dirinya telah berada di tempat berbeda dari sebelumnya.
Di sini latar berwarna merah darah. Ribuan roh melayang dan meronta-ronta. Berteriak, semuanya tampak sangat tersiksa. Zhang Ziyi menghindar kala sosok berbaju hitam panjang tanpa kaki, berambut panjang terbang dengan gila tanpa tahu arah, nyaris menabrak dirinya.
Semula Zhang Ziyi bingung, namun tak berlangsung lama dia menyadari kalau saat ini dia tengah terpengaruh oleh serangan mental yang barusan di lepaskan Buaya tadi.
Waspada. Aura yang terpancar di sini begitu beragam dan kesemuanya sangat-sangat ngeri dan mampu membuat Zhang Ziyi merinding. Apalagi pekikan dari para roh jahat ini yang begitu mengganggu gendang telinga, sampai menusuk hingga ke tulang.
Situasi ini sama halnya ketika berada di pengujian mendapat kekuatan instan. Dimana di ujian itu dia berada di ambang kematian dengan latar magma. Tapi kali ini dia harus berada di satu tempat dengan ribuan roh jahat mengelilinginya, serta beraneka bentuk wajah menyeramkan ini. Juga aura di sini begitu mencekam dan sangat-sangat mencekam.
"Kyaaakkk!!!" Para roh mendadak melihat satu arah, ke arah Zhang Ziyi.
"Haaah,, Kita mendapat teman manusia..." Salah satunya berkata dengan pandangan ngerinya dia arahkan pada Zhang Ziyi.
"Kyaaakk!!! Dia adalah milikku!"
Salah satu dari roh-roh itu mulai terbang cepat ke arah Zhang Ziyi.
Melihat hal itu, yang lainnya juga tidak tinggal diam. Mereka berlomba-lomba terbang dan menghampiri Zhang Ziyi.
"Aneeh..."
Di saat tengah berlari, Zhang Ziyi merasakan seperti ada yang lain dan mengganjal. Meski begitu dia harus tetap lari sebelum jadi santapan para roh jahat itu.
Angin yang sangat ganas menghadang langkahnya. Zhang Ziyi berhenti. Dia hendak berbalik, dan berniat berlari ke belakang. Tapi masalahnya para roh itu tetap mengejarnya.
"Sial, apa yang harus aku lakukan?"
Angin bergerak mengganas ke arah Zhang, di sisi lain para roh itu juga menggila ke arahnya. Memperhatikan angin yang berputar ganas di hadapannya ini. Dia bisa melihat asap hitam dengan nyala petir timbul senyap dalam tornado angin itu.
"Apakah aku melupakan sesuatu?" Lagi dan lagi pertanyaan itu muncul di benaknya.
Hendak memikirkan hal itu, tapi Zhang Ziyi tidak ada waktu untuk itu. Dirinya saat ini berada di antara dua hal, hidup atau bertahan.
Zhang Ziyi segera mengambil keputusan, dia memasuki angin yang berputar ganas.
Dirinya di bawa berputar-putar oleh tornado itu. Kabut gelap yang sebelumnya dia lihat mendadak membentuk tali memanjang dan menahannya. Petir ganas tadi kini telah menghantam tubuhnya.
Zhang Ziyi berteriak histeris. Kabut gelap tadi kini telah membentuk sosok iblis, dengan tubuh yang masih mengikat tubuh Zhang Ziyi.
"Hahaha, anak manis... Jadilah bagian dariku!"
"Siapa kamu!" Zhang Ziyi berkata dengan intonasi mengancam, tapi tersirat rasa takut padanya.
__ADS_1
"Hahaha... Kau begitu ganas, rupanya!" Iblis itu tertawa sejenak. Lalu dia mulai berubah menjadi butiran-butiran kabut. Membelah diri dan masuk di tubuh Zhang Ziyi melalui hidung, mulut dan telinganya.
Zhang Ziyi hendak berteriak, tapi mulutnya tersumpal oleh kabut gelap itu. Hingga sepenuhnya telah merasuki tubuh Zhang Ziyi.
Mata mulai berubah menghitam sepenuhnya, tanduk perlahan mulai muncul di tubuh Zhang Ziyi. Kesadarannya perlahan mulai di kuasai oleh kabut gelap itu. Energi petir yang terus-menerus menyambar tubuhnya itu tak lagi dia rasakan. Dirinya saat ini fokus akan energi gelap yang mulai mengambil alih kesadarannya.
"Tidak... Ini hanyalah ilusi...." Zhang Ziyi tiba-tiba mengatakan demikian.
Semula dia menyadari bahwa dirinya saat ini tengah berada di alam ilusi saat mendapat serangan mental dari Buaya tadi. Akan tetapi perlahan ingatannya mulai pudar. Tempat ini nyatanya memiliki pengaruh besar dan mampu mempengaruhi pikirannya.
Mentalnya terganggu dan dia melupakan semuanya. Hanya rasa takut yang tiba-tiba menghantui dirinya saat itu. Makanya beberapa kali dia merasa sedang melupakan sesuatu.
Tapi saat ini, mentalnya mulai kembali normal. Ingatan yang sempat menghilang beberapa menit tadi kini telah kembali. Zhang Ziyi mulai mengeluarkan aura Dewa, menekan kabut gelap yang berniat merasuki dirinya.
"Tidakk... Berhenti— Tidaaakkkk!!" Kabut itu di keluarkan paksa oleh aura Dewa dari tubuh Zhang Ziyi. Sosok Iblis kembali terbentuk. Iblis itu juga meronta-ronta, seperti merasa kesakitan.
Tanduk serta mata Zhang Ziyi telah kembali normal saat sosok gelap itu telah keluar dari tubuhnya.
Zhang Ziyi lalu mengeluarkan Api Surgawi, lalu melemparkannya pada Sosok Iblis itu.
Semakin meronta sang Iblis, hingga dirinya hangus menjadi debu-debu kecil oleh Api Surgawi.
Masih ada Angin tornado. Zhang Ziyi tidak membutuhkan kekuatan lebih untuk menghentikan tornado ini.
Setelah keluar dari Tornado, Zhang Ziyi beralih ke arah roh-roh jahat yang masih setia menunggu dirinya.
Zhang Ziyi memasang sunggingan kecil. Dia mengeluarkan Pedang Naga Langit dari cincin ruang, berniat menghapus semua roh itu.
Tapi saat hendak maju, dia mendadak kembali merasa pusing.
Saat tiba-tiba tangan kanannya tiba-tiba terangkat dan bergerak-gerak sendiri.
"Apa-apaan ini?!" ujar Zhang Ziyi sembari menghindari salah satu roh yang berniat menyerangnya.
Mengetahui bahwa yang menyebabkan tangannya bergerak sendiri tadi adalah topeng hantu yang ada di cincin ruangnya. Dia lantas mengeluarkan benda itu.
Topeng Hantu melayang di udara. Setelahnya tanpa aba-aba, langsung menghisap semua roh-roh jahat itu.
Ribuan roh memberontak, namun tetap saja mereka terhisap ke dalam topeng Roh. Semenit telah berlalu, dan semua roh-roh itu berhasil di serap habis oleh Topeng Hantu.
Topeng Hantu berhenti melayang. Terjatuh dan di tangkap oleh Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi memperhatikan topeng Hantu di tangannya. Termenung sejenak, tapi itu tidak berlangsung lama.
Topeng Hantu kini mulai bergerak kembali, melayang di udara dengan mengeluarkan energi hitam bersamanya. Setelahnya dia bergerak dan menempel di wajah Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi awalnya panik akan hal itu. Sekuat tenaga dia berusaha untuk melepaskan topeng dari wajahnya, tapi sayangnya dia tidak bisa melakukannya.
Hingga tiba-tiba topeng itu telah menghilang. Dan saat ini telah menyatu dengan wajah Zhang Ziyi.
Sempat terkejut akan hal itu. Namun Zhang Ziyi belum sempat mengeluarkan reaksi atas topeng hantu yang menghilang dan menyatu dengan wajahnya, kini Zhang Ziyi malah di dihadapkan oleh sesuatu yang lain.
__ADS_1
Tampaknya, setelah berhasil membereskan para roh tadi, hal lain juga kini telah menghampirinya di alam ini.