Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 256 ~ Shui Bing Pergi


__ADS_3

Zhang Ziyi menatap awas sekitarnya. Banyak orang-orang yang mengendarai burung Phoenix Es tengah mengelilingi dirinya.


Aura yang mereka pancarkan sendiri begitu dingin, menusuk hingga ke tulang. Bahkan udara pun sampai membeku karenanya. Menandakan seberapa kuatnya orang-orang ini.


Zhang Ziyi tidak perlu bertanya terkait dengan maksud kedatangan mereka. Yang tiba-tiba saja datang melepaskan aura mencekam terhadapnya. Memang akhir-akhir ini dia banyak menemukan musuh di Alam Atas. Sehingga mungkin mereka ini bagian dari orang yang pernah di singgung oleh Zhang Ziyi, baik secara sengaja, maupun tidak di sengaja.


"Cih, hanya seorang bocah ingusan. Telah berani menyentuh Nona." Salah satu dari mereka berkata dengan intonasi penuh provokasi.


Zhang Ziyi tidak menjawab, dan malah menatap tajam orang yang sebelumnya berkata tadi.


Pria yang sebelumnya berkata tadi membalas tatapan tajam Zhang Ziyi. Setelahnya menggerakkan tangan, memberi kode pada rombongan yang di bawanya untuk menyerang Zhang Ziyi.


Sontak saja, mereka semua yang mengendarai burung Phoenix es tadi langsung bergerak dengan kecepatan tinggi. Pergerakan mereka tidak terlihat.


Laohu langsung bergerak menghindari salah seorang yang mendekat dengan menyorongkan pisau tajam ke arah mereka.


Kecepatan gerak yang semakin menjadi-jadi, Terlihat seperti rombongan garis biru lurus yang tengah mengejar sebuah garis Merah.


Sriingg!


Pisau Kembali datang, namun segera di tepis oleh Zhang Ziyi.


"Kekuatan mereka setidaknya berada dikultivasi ranah Suci Semesta tahap 7 hingga 8. Dengan jumlah mereka yang banyak, takutnya jika bersama dengan Shui Bing, ini malah akan menimbulkan maslaah baginya." Zhang Ziyi membatin.


Menepis kembali serangan yang di lancarkan oleh lawan mereka itu, Zhang Ziyi kemudian menoleh ke arah Shu i Bing, lalu beralih pada Laohu.


"Laohu, bawa Bing'er ke tempat yang aman. Menjauh dari sini, aku akan mengalihkan perhatian mereka!" perintah Zhang Ziyi pada Laohu.


Zhang Ziyi, kemudian melepaskan kabut tebal yang menghalangi pandangan mereka yang mengejar. Dia segera terbang memisahkan diri dari Laohu.


Sementara itu, Laohu terbang dengan kecepatan tinggi. Zhang Ziyi melihat mereka dari jauh yang telah menjauh, kembali dia memperhatikan orang-orang yang mengejar tadi yang kini telah melewati kabut ciptaannya.


Mereka semua bergerak langsung mengelilingi Zhang Ziyi.


"Mau lari ke mana, kamu, hah!?"


Tidak ada rasa panik terlukis dari garis wajah Zhang Ziyi. Dia menatap santai mereka sembari itu dia juga mengeluarkan pedang Pembalik Langit dan pedang Naga Langit.


"Majulah!" tantang Zhang Ziyi.


"Cih, Sombong!"


Pria itu kembali berucap. Dia menyuruh pasukannya untuk bergerak menyerang Zhang Ziyi.


Tidak ada yang membantah, orang-orang yang mengendarai burung Phoenix itu secara bersamaan terbang dengan kecepatan ektrem, menghampiri Zhang Ziyi.


Tring!


Tring!


Tring!


Hanya dalam sepersekian detik, dentuman pedang telah tercipta. Membuahkan bunyi nyaring, mendengung di gendang telinga.


Libasan pedang nan terarah meninggalkan lesatan energi biru mudah. Zhang Ziyi menepis kencang, lalu membalas dengan serangan lebih kencang pula.


Whush!


Orang itu langsung terpental jauh oleh Zhang Ziyi.

__ADS_1


Yang lain kembali datang, membawa energi dingin. Tabung es dengan ukuran panjang satu setengah meter yang memiliki ujung runcing datang lebih cepat dari arah perputaran waktu.


Whush!


Di sibukkan oleh yang lain, sehingga membuat Zhang Ziyi terlambat bereaksi lebih. serangan tabung es itu hampir saja menghantam kepalanya. Beruntung Zhang Ziyi bisa langsung menciptakan perisai energi yang mengahalau serangan tersebut.


Krrkkk!


Tabung es tersebut menimbulkan suatu tanda-tanda retak, kala Zhang Ziyi melepaskan tekanan pada tabung es runcing itu.


Pecah. Melihat serangan tersebut gagal dalam menembus pertahanan Zhang Ziyi, Wanita yang tadi menciptakan tabung runcing tidak terima. Dia lalu kembali melancarkan serangan susulan.


"Mental Phoenix Es!" ucapnya dengan intonasi pelan, namun sangat dingin.


Sembari Wanita itu mengumpulkan serangannya, yang lain malah bekerja sama. Melakukan formasi khusus untuk menyibukkan Zhang Ziyi, sehingga dia akan kebabablasan dan berakhir dengan serangan tersebut berhasil mendarat tepat pada Zhang Ziyi.


Setelah merasa wanita tadi telah berhasil mengumpulkan kekuatan dan serangannya siap untuk di luncurkan, mereka yang berada untuk menyibukkan Zhang Ziyi segera berpindah.


Di sisi lain, Zhang Ziyi yang sejak awal mengetahui hal tersebut memang telah mempersiapkan diri. Sembari meladeni mereka yang bertugas untuk menyibukkan dirinya tadi, dia juga telah diam-diam mengumpulkan kekuatan untuk membalas serangan yang akan datang ini.


"Mental Kematian!"


Dua kekuatan mental bertemu di titik tengah. Menimbulkan suatu yang terlampau sangat kuat. Bahkan hamparan awan yang telah membeku tadi, kini telah terlihat lubang besar di beberapa bagiannya. Begitupun juga dengan mereka yang menonton tubrukan dua serangan mental itu, merasakan ngeri yang menyapa.


Sayangnya, serangan mental Zhang Ziyi nyata lebih kuat dari serangan mental wanita tersebut. Sehingga Mental Kematian dapat dengan mudah mengalahkan Mental Phoenix.


Sebelum Mental Kematian berhasil melukai wanita itu, mendadak Zhang Ziyi menghentikan serangannya kala mendengarkan suara seseorang yang menghentikannya. Padahal tinggi sedikit lagi sebelum mengenai betul wanita itu.


***


Laohu yang tengah melesat terbang dengan kecepatan tinggi, menghentikan terbang saat mendapat perintah dari Shui Bing.


Laohu yang awalnya menolak, namun terpaksa menyetujui ajakan Dari Shui Bing, kala mendengar ancaman dari gadis itu. Mengatakan bahwa jika dia tidak mau mengantarnya, maka Shui Bing akan terbang sendiri ke tempat sebelumnya.


Beberapa saat terbang kembali, mereka akhirnya sampai.


Padahal Shui Bing dan Laohu belum terlalu lama meninggalkan mereka. Namun di sini dapat keduanya lihat telah terjadi kekacauan yang besar.


Tampak pula di sana Zhang Ziyi yang tengah bertarung dengan seorang wanita, sementara pengendara burung Phoenix yang lain menonton dari jauh. Tapi dari orang-orang yang menonton itu, sebagian dari mereka tengah mengobati luka yang mereka alami setelah melawan Zhang Ziyi tadi. Memang beberapa dari mereka mengalami luka yang cukup serius dari pertarungan bersama Zhang Ziyi sebelumnya.


Dari pertarungan mental antara Zhang Ziyi serta wanita yang tengah mengendarai Phoenix, tampak mental Zhang Ziyi yang lebih mendominasi.


Hampir saja mental Kematian melukai wanita tersebut. Namun Shui Bing segera menghentikannya.


"Kakak Ziyi, berhenti!"


Peringatan Shui Bing nyatanya di gubris oleh Zhang Ziyi. Dia menghentikan serangannya.


Menoleh ke arah Shui Bing sejenak, Zhang Ziyi mengernyitkan alisnya.


"Bing'er, mengapa kau masih berada di sini?" tanyanya.


Shui Bing datang kepada Zhang Ziyi.


"Kakak Ziyi, tolong tarik kembali kekuatan mental Kakak Ziyi terhadap Bibi Shin."


Mendengar itu, Zhang Ziyi semakin mengernyit. Apa maksudnya memanggil wanita itu dengan sebutan bibi? Bukankah itu terlalu akrab?


Zhang Ziyi belum bertanya lebih jauh. Segera dia menarik kembali mental kematian yang sebelum di arahkan pada wanita yang di panggil Bibi Shin oleh Shui Bing

__ADS_1


"Bing'er, apa maksud semua ini?" tanya Zhang Ziyi menuntut penjelasan terhadap Shui Bing.


"Kakak Ziyi, maafkan aku karena telah menyembunyikan ini darimu. Jujur akan identitas ku yang sebenarnya terhadapmu telah ku sembunyikan terlalu lama."


Terdengar intonasi menyesal dari suara Shui Bing. Dia memegang dua tangan Zhang Ziyi dengan mengalirkan butiran-butiran bening dari matanya.


"Hmm, maksud mu, kau bukan berasal dari Alam Tengah, melainkan Alam Atas? Mengenai tentang identitas yang kau sebut sebelumnya, bahwa kau dan Shui Shan berasal dari Sekte Tujuh Elemen itu, hanyalah rekaan semata?" ucap Zhang yang dengan sedikit intonasi tinggi.


Zhang Ziyi mencoba untuk menebak sebab sedikit banyak dia telah mengetahui permasalahan yang terjadi.


Shui Bing menganggukkan kepalanya sejenak.


"Maafkan aku!" Shui Bing berkata dengan sangat menyesal. Air matanya tidak berhenti terbendung. Sejujurnya, hari ini yang paling dia takutkan selama beberapa bulan terakhir.


Namun pada akhirnya, hari ini akan tetap tiba.


"Kau bisa menjalankan kepadaku dengan jelas tentang masalah ini!" pelan Zhang Ziyi. Meminta Shui Bing untuk menjelaskan lebih detail, namun dengan suara pelan. Dalam hal ini, Zhang Ziyi tidak menyalahkan Shui Bing.


Zhang Ziyi menarik tangan Shui Bing, membuat keduanya semakin berdekatan. Lalu tangannya bermain di rambut panjang Shui Bing, mengelusnya dengan lembut.


Shui Bing menarik napas panjang sesaat. Dia menatap mata Zhang Ziyi, tak menemukan kemarahan pada mata kekasihnya itu, dia pun memantapkan diri untuk bercerita.


Bermula dari identitasnya yang merupakan bagian dari kelompok Phoenix Es. Shui Bing dan Shui Shan merupakan putra dari pimpinan kelompok tersebut. Dengan seorang Ayah yang memiliki penguasaan terhadap unsur elemen ganda, yaitu Halilintar dan Es. Sementara Sang Ibu menguasai unsur elemen es seorang.


Keduanya menjalankan sebuah misi, yang melibatkan mereka dengan Alam Tengah. Awalnya mereka datang dengan di kawal oleh beberapa orang. Namun dalam prosesnya, orang-orang tersebut malah mendapat panggilan mendesak, yang membuat mereka harus kembali ke Alam Atas. Menyisakan dua orang saja yang menjaga keduanya.


Shui Bing dan Shui Shan sendiri belum selesai menjalani misi. Selang beberapa waktu, kembali masalah menghampiri. Musuh bebuyutan kelompok Phoenix Es mendatangi mereka.


Pengorbanan oleh sang pengawal pun terjadi di sini. Mereka tewas, sementara Shui Bing dan Shui Shan sempat di kejar. Keduanya bertarung habis-habisan, meskipun selamat dan melarikan diri, namun tetap saja mereka terkena imbas. Kekuatan mereka berkurang banyak, hingga berakhir dengan mentok di ranah Surgawi.


Dari cerita tersebut, Zhang Ziyi menemukan beberapa bagian yang memang telah dia ketahui sebelumnya tentang dua saudara ini.


Di cerita tersebut, pula di singgung Bing Ruyue yang ternyata adalah sepupu Shui Bing. Makanya dia sempat khawatir akan hari ini, sebab dia beberapa kali bertemu dengan Bing Ruyue secara diam-diam. Dari pembicaraan itu pula, Bing Ruyue mengajak untuk pulang. Tentu saja Shui Bing menolak, namun dia sadar cepat atau lambat dirinya tetap akan kembali ke rumahnya.


Shui Bing telah menyelesaikan ceritanya.


Zhang Ziyi mengangguk. Ada rasa tertentu di hatinya, yang membuat dia sedikit tidak menerima akan cerita Shui Bing. Rahasia ini terlalu besar dan begitu ketat di sembunyikan oleh Shui Bing.


Kecewa. Tentu saja Zhang Ziyi kecewa, namun dia berusaha untuk menetralkan perasaannya. Menarik Shui Bing dalam pelukannya.


"Apakah kau akan meninggalkan ku sekarang?" tanya Zhang Ziyi dengan lembut.


"Maafkan aku, Kakak Ziyi. Jujur aku tidak mau untuk menjauh dari kakak Ziyi. Namun aku juga harus pulang. Telah lama aku meninggalkan kelompok Phoenix Es."


Zhang Ziyi semakin mengeratkan dekapannya.


"Nona Bing, mari kita pulang. Ayah dan Ibumu sedang menanti dirimu. Dan begitu berharap nona Bing untuk pulang," ucap Bibi Shin.


Mendengar itu, Shui Bing hendak melepaskan pelukannya, meski dia tidak rela. Namun berbeda dengan Zhang Ziyi yang tetap memeluknya erat. Baru beberapa detik Zhang Ziyi melepas.


"Bing'er... Tunggu lah aku di kelompok Phoenix Es. Aku akan datang dan menjemputmu," Zhang Ziyi berkata dengan mantap namun berintonasi lembut.


"Aku percaya itu, kak Ziyi. Aku akan menunggumu datang. Hingga kita melangsungkan hubungan pernikahan dan bersama selamanya."


Zhang Ziyi mengangguk. Sebelum pergi, Zhang Ziyi terlebih dahulu melahap bibir gadis itu. Tidak ingin ciuman pertama Shui Bing di renggut oleh orang lain, kecuali dirinya seorang.


Setelah puas, mereka pun akhirnya berpisah. Shui Bing dengan hati kacau, pergi denah. keadaan berat hati.


"Tunggulah aku Bing'er. Aku akan datang kepadamu," tekad Zhang Ziyi. Dia merasa begitu kehilangan gadis itu. Lagi menghilangnya Shui Bing saat mereka tengah berjalan mencari nuansa damai.

__ADS_1


__ADS_2